Atur Strategi Investasi
Para investor pasar modal mulai mengatur ulang belanja investasi memasuki musim laporan keuangan kinerja tahun lalu. Emiten berkinerja bagus dan rajin membagi dividen menjadi incaran para pemilik dana.Utak-atik portofolio saham dan instrumen investasi lainnya dilakukan sebagai upaya meminimalisir kerugian dan diharapkan mendatangkan keuntungan. Untuk itu, laporan keuangan emiten menjadi acuan dalam menentukan rencana investasi.Dari laporan ke Bursa Efek Indonesia, sejumlah emiten bank terlihat sudah menyampaikan kinerja keuangan dan hampir sebagian besar mencatatkan kinerja positif. Sebagai salah satu emiten paling rajin membagi keuntungan kepada investornya, beberapa saham bank pun merangkak naik dalam pekan ini.Sebut saja saham Bank Mandiri (BMRI) naik Rp175 dari Rp6.675 pada 31 Januari menjadi Rp6.850 pada 6 Februari. Kenaikan serupa juga dialami oleh saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI), naik dari Rp5.725 menjadi Rp5.825.Di lantai Bursa, IDX High Dividend 20 pada Senin (5/2) bergerak di teritori hijau sepanjang tahun berjalan 2024 dengan mencetak return 1,91%. Performa itu mengungguli kenaikan indeks bergengsi LQ45 dan IDX30 yang masing-masing naik tipis 0,51% dan 0,01% secara year-to-date (YtD).
Prospek IDX High Dividend 20 diyakini makin berwarna setelah rebalancing konstituen yang berlaku efektif mulai 5 Februari 2024 hingga 4 Februari 2025. Saham BRPT, ICBP, INKP, KLBF, SMGR, TPIA dan UNVR resmi masuk dalam IDX High Dividend 20 untuk menggantikan posisi BJBR, BJTM, BNGA, BSSR, HEXA, HMSP, dan MPMX.Aksi buru dividen para investor pun turut membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak menguat.
Aksi bagi dividen dan laporan positif dari emiten diharapkan dapat menopang kinerja indeks di tengah langkah menunggu pemodal karena menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden pada 14 Februari. Kestabilan pelaksanaan pemilihan umum sampai dengan pelantikan presiden baru menjadi tantangan gerak IHSG.
Kita tentu berharap indeks akan terus melaju sehingga para pemodal dapat menikmati keuntungan dari investasi yang ditanamkannya.
RAMUAN CUAN NAGA KAYU
Tahun baru Imlek 2575 yang jatuh pada 10 Februari 2024 menandai lembaran awal tahun bershio Naga Kayu. Meski diwarnai ketidakpastian dan gejolak, ramuan investasi yang fokus pada saham emiten dengan elemen api dan logam diramal bakal membawa cuan.Dari kacamata pakar fengsui, tahun Naga identik dengan berbagai ketidakpastaian dan gejolak. Pakar Fengsui Suhu Hong Xiang Yi menjelaskan tahun Naga menjadi momentum yang baik untuk berspekulasi. "Jadi, artinya yang penting adalah investor harus mengamati dengan baik dan bisa menangkap kesempatan dengan baik," ujar Xiang Yi saat berbincang dengan Bisnis, Selasa, (6/2). Secara sektoral, Xiang Yi memperkirakan saham yang terkait dengan elemen api akan menguat pada tahun Naga Kayu 2024. Selain itu, saham emiten di bidang usaha berelemen logam juga diproyeksi mengilap. Sebaliknya, Xiang Yi menilai saham emiten berelemen air seperti sektor transportasi, logistik, perkapalan, dan penerbangan kurang moncer pada tahun ini. Adapun, elemen kayu dan tanah yang meliputi emiten sektor kertas dan properti diprediksi relatif landai pertumbuhannya.
Setali tiga uang, Ahli Fengsui Master Ken Koh dalam riset yang dirilis oleh Maybank Investment Banking Group, juga mengungkapkan hal yang relatif sama. Menurutnya, gejolak konflik di Timur Tengah yang berdampak ke pasar diprediksi akan mereda dan berganti dengan potensi pemulihan ekonomi.
Dengan pendekatan fengsui, Ken Koh memperkirakan saham-saham di sektor emas, perbankan, pertambangan, dan otomotif, yang memiliki elemen logam, akan mendapat angin positif dan berpotensi mencetak cuan. Selanjutnya, saham emiten dengan elemen api di sektor teknologi, farmasi, hingga media juga dinilai moncer pada Tahun Naga Kayu. Prospek yang lebih baik juga disebut bakal menghampiri saham-saham di elemen tanah seperti properti.
Pendapat dua pakar fengsui itu diamini oleh Pengamat Pasar Modal sekaligus Co Founder Pasardana Hans Kwee. Dia menilai pasar saham dan reksa dana akan sangat fl uktuatif pada tahun Naga Kayu. Menurutnya, investor perlu mengatur waktu yang tepat untuk masuk ke tiap instrumen investasi tersebut.
Di sektor teknologi dan media, Hans merekomendasikan investor untuk mencermati saham GOTO, SCMA, BMTR, dan MNCN. Sementara itu, saham BSDE, DMAS, dan CTRA dinilai menarik untuk dilirik investor pada tahun Naga Kayu. "Sektor emas bisa pilih saham AMMN, MDKA, ANTM, UNTR, sedangkan perbankan ada BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA," katanya. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan pendekatan investor dalam menentukan saham pilihan perlu diperkaya dengan analisis fundamental, tata kelola perusahaan, laporan keuangan, analisis teknikal dan likuiditas perdagangan.
Pasokan Berlebih Mendinginkan Lagi Harga Batubara
Tetap Tumbuh Cantik di Tengah Tahun Politik
LTLS Mengincar Pertumbuhan 12%
Upah Buruh Antar Daerah Masih Timpang
Belum semua buruh di pabrik-pabrik pengolahan menikmati
kesejahteraan yang setimpal, terindikasi dari perbandingan antara nilai upah
minimum provinsi atau UMP dan upah riil yang diterima buruh. Menurut data BPS,
pada 2023, buruh manufaktur di Indonesia secara rata-rata nasional menerima
upah riil Rp 92.164 lebih sedikit dari UMP. Dilihat dari sebarannya, buruh sektor
manufaktur di 21 dari 34 provinsi di Indonesia menerima upah bersih bulanan
lebih kecil dari UMP di provinsi tersebut. Jumlah selisih antara UMP dan upah
riil yang diterima secara rata-rata di 21 provinsi itu mencapai Rp 500.008.
Jumlah buruh industri pengolahan di 21 provinsi ini mencapai 4,48 juta orang atau
23,2 % total buruh manufaktur di Indonesia.
”Seharusnya memang UMP adalah upah safety net. Upah riil
buruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan UMP menunjukkan produktivitas buruh
lebih tinggi sehingga pengusaha mau membayar lebih dibanding UMP. Sementara
buruh yang menerima upah kurang dari UMP mengindikasikan tiga hal, yaitu
rendahnya produktivitas, banyaknya pencari kerja, dan sektor industri/formal
belum berkembang dengan baik sehingga pengusaha dengan mudah memberikan upah
lebih rendah dari UMP karena tetap mendapatkan tenaga kerja yang mau menerima,”
kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI) Teguh Dartanto, Selasa (6/2).
Berdasarkan data BPS, provinsi dengan selisih upah paling
besar adalah Aceh. Buruh pabrik pengolahan di provinsi tersebut hanya menerima
upah bersih bulanan sebesar Rp 1,68 juta. Padahal, UMP 2023 provinsi ujung barat
Indonesia tersebut berada di angka Rp 3,41 juta. Provinsi lain dengan
kesenjangan UMP dan upah riil yang cukup besar adalah Gorontalo (Rp 1.076.169),
NTB (Rp 789.890), dan Sumasel (Rp 725.048). Apabila buruh di keempat provinsi
itu dijumlahkan, terdapat sekitar 781.000 buruh industri manufaktur yang menerima
upah rata-rata lebih rendah dari UMP provinsi masing-masing. (Yoga)
Iming-iming Upah Besar di Morowali Berujung Nestapa
Sudah lebih setahun Alan Sahril (27) bekerja di salah satu
perusahaan tambang di Morowali, Sulteng, untuk membantu meringankan beban
orangtua dan menabung untuk bikin usaha kecil-kecilan. Info gaji pekerja
tambang Rp 6 juta per bulan di luar lembur membuatnya mantap meninggalkan pekerjaan
di Palu dan memilih ke Morowali. Saat ini dia bekerja di divisi penyediaan dan pengangkutan
material untuk tungku smelter. ”Yang tidak saya sangka, di sini biaya hidup
cukup tinggi. Biaya indekos dan biaya makan cukup menguras kantong. Jika tak
pandai mengatur uang, tak ada yang bisa ditabung atau dikirim ke orangtua di
Donggala,” kata Alan.
Indekos Rp 1 juta per bulan dengan kamar seberapa besar dan bangunan
semi permanen, yakni lantai keramik dan dinding papan, tanpa kasur dan lemari,
listrikpun bayar sendiri. Kamar mandi di luar juga digunakan bersama penghuni
lain. Untuk makan, dia mendapat jatah dari perusahaan saat bekerja. Di luar itu,
dia membeli makanan sendiri. Seporsi nasi dan sepotong kecil ayam harganya Rp 25.000-Rp
40.000. Jika mau yang murah, nasi tempe seharga Rp 10.000-Rp 15.000. ”Intinya
bisa makan dan kenyang. Untuk mengirit, saya dan beberapa teman memasak nasi,
lalu urunan beli lauk jadi dan makan bersama,” katanya. Untuk mengirit uang
listrik,
Alan tak memasang televisi atau perangkat elektronik lain,
hanya lampu yang dinyalakan seperlunya. Selebihnya listrik hanya untuk mengisi
daya telepon genggam. Bensin, dia lebih banyak membeli eceran Rp 15.000-Rp
20.000 per liter. Lebih dari setahun bekerja, dia mengaku baru punya tabungan belasan
juta rupiah. Bani (60), warga Sampoddo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, bercerita
bagaimana Anshar, anaknya yang bekerja di Morowali, susah payah mengatur keuangan.
”Bayar kos dan kebutuhan harian mahal. Beberapa kali saya datang menengok dia
di Morowali. Dia jarang pulang karena biaya bus Rp 300.000. Maka, saya tak
menuntut dia mengirim uang setiap bulan. Saya cukup paham keadaannya,” katanya,
Rabu (27/12). (Yoga)
Proposal Pendanaan Riset Dipermudah
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka skema
pendanaan riset untuk tahun 2024. Berbeda dengan skema pendanaan pada tahun sebelumnya,
pengajuan proposal pendanaan riset tahun ini akan dibuka sepanjang tahun untuk
memudahkan periset memperoleh dana riset. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko
menyampaikan hal tersebut dalam acara Peluncuran Skema Pendanaan dan Fasilitas
Riset dan Inovasi Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (6/2). Pendanaan untuk riset
dan inovasi akan terbuka secara luas bukan hanya bagi periset di BRIN,
melainkan juga periset di lembaga lain, baik periset di perguruan tinggi,
industri, usaha rintisan, maupun lembaga lainnya. Diharapkan pula kolaborasi
antara berbagai pihak bisa semakin baik.
”Semua proses (pendanaan riset) akan dibuka secara kompetitif
dan lebih mudah untuk administrasi. Karena itu, (penerimaan proposal dana
riset) akan dibuka sepanjang tahun. Prinsipnya sama dengan pengiriman jurnal
yang bisa dimasukkan kapan saja hingga tak perlu melihat batch, deadline
(tenggat), dan sebagainya,” katanya. Proses penerimaan proposal ini diharap
mendorong semakin banyak riset dan inovasi yang dihasilkan para periset.
Periset bisa mengaplikasikan ide riset dan inovasinya secara lebih bebas tanpa
batasan. Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono
menambahkan, proposal yang dikirim periset nantinya akan dinilai tim peninjau.
Evaluasi proposal akan dilakukan berbasis rekam jejak. Umpan
balik akan diberikan peninjau sehingga periset dapat memperbaiki proposal yang
diajukan. Dengan begitu, proposal yang sebelumnya telah ditolak bisa diperbaiki
dan diajukan kembali untuk mendapatkan dana riset. Adapun informasi mengenai
pendanaan riset tersebut dapat diakses melalui laman pendanaanrisnov.brin.go.id.
”Tahun ini kita sudah minta anggaran pada LPDP (Lembaga Pengelola Dana
Pendidikan) dengan nilai anggaran mendekati Rp 700 miliar. Jadi, kami harap
semakin banyak periset yang men-submit proposal. Apalagi, proses submit proposal
juga lebih mudah,” kata Agus. (Yoga)
Industri Film Bakal Makin Atraktif
Industri film Tanah Air berangsur-angsur pulih pascapandemi
Covid-19. Setelah berhasil menarik 55 juta penonton pada 2023, industri film
diperkirakan menyedot makin banyak pencinta perfilman Tanah Air pada 2024. Guna
mencapai sukses maksimal, sejumlah tantangan mesti dibereskan. Pengamat
sekaligus peneliti film Hikmat Darmawan menilai, pemulihan performa film
Indonesia setelah pandemi Covid-19 cukup bagus. Tidak hanya ditopang film-film
kuat, seperti Pengabdi Setan 2: Communion dan KKN di Desa Penari, tetapi juga
pola penonton di bioskop telah kembali. ”Kalau dari tahun ke tahun, (saya)
selalu mengasumsikan potential market penonton bioskop itu, 80 juta penonton.
Kita belum bisa ke sana,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/2).
Pada tahun ini, Hikmat memperkirakan, industri film Tanah Air
bisa menarik 50-60 juta penonton. Namun, ia belum dapat memastikan apakah
angkanya dapat tumbuh lebih banyak lagi karena kapasitas bioskop dalam negeri
belum memadai. Mengutip data Badan Perfilman Indonesia, industri film nasional
berhasil menarik 51,2 juta penonton pada 2019. Akibat pandemi Covid-19, jumlah
penonton anjlok ke 19 juta penonton pada 2020. Setahun setelahnya, angkanya turun
ke 4,5 juta penonton. Baru pada 2022, industri perfilman mulai menggeliat
dengan sukses menarik lebih dari 24 juta penonton. Deputi Bidang Kebijakan
Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menyebut, 55 juta penonton bioskop yang tercapai
pada 2023, memberi sentimen positif bagi investor di pasar modal untuk
meningkatkan nilai subsektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
”Ini rekor juga untuk 20 judul film Indonesia yang mencapai
rekor 1 juta penonton per film. Daya tarik subsektor ini sangat menarik. Kita
harap tenaga kerja di animasi, film, dan video terus bertumbuh,” kata Dessy. Genre
film yang popular pada tahun lalu masih berkisar pada horor, melodrama, dan
komedi. Namun, genrenya diperkirakan meluas pada 2024. Dirut PT Produksi Film
Negara (Persero) Dwi Heriyanto memproyeksikan, bila perfilman Indonesia bisa
menarik hingga 60 juta penonton pada 2024, perputaran uang pun akan mengalir deras.
Jika harga per tiket Rp 40.000 per orang, omzet sepanjang tahun mencapai Rp 2,4
triliun. Angka ini belum termasuk pendapatan dari kanal media over the top (OTT),
layanan berbasis internet yang berperan sebagai distributor konten.
Dalam satu kali produksi film, butuh biaya Rp 5 miliar hingga
Rp 20 miliar. Dengan demikian, keuntungan setiap film bervariasi, bergantung
pada biaya produksi dan jumlah penonton. ”Menurut saya, kalau mau mengembangkan
film-film distribusi channel, di daerah itu masih sangat terbuka karena belum
ada bioskop,” kata Dwi. Penyangga bisnis industri film tak melulu dari penjualan
tiket film. Justru pendapatan besar dari bioskop berasal dari penjualan makanan
dan minuman. Meski tak setiap penonton membeli makanan dan minuman ketika menonton,
konsumen rela merogoh kocek berkali lipat dari harga tiket. Nilai ekonomi yang
dihasilkan dari konsumsi tersebut bahkan mencapai empat kali dari harga tiket. (Yoga)
SMK dan Industri Tak Kunjung Selaras
Sekolah menengah kejuruan atau SMK belum mampu menyediakan
lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja.
Berdasarkan pengalaman pelaku industri, sangat sedikit lulusan pendidikan vokasi
yang mempunyai kematangan sikap dan mental untuk siap menghadapi budaya kerja
secara profesional. Imbas dari ketidaksinkronan antara kompetensi yang dihasilkan
dan kebutuhan industri tersebut, lulusan SMK menjadi kontributor utama
pengangguran terbuka di Indonesia. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja
Nasional (Sakernas) Februari 2023, jumlah lulusan SMK yang menganggur 1,6 juta
orang atau 20 % dari total penganggur yang mencapai 7,99 juta orang. Wakil
Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Darwoto
mengatakan, penyerapan lulusan SMK masih minim karena masalah link and match atau
keselarasan yang rendah antara kualifikasi pasokan tenaga kerja yang dicetak
SMK dan kebutuhan industri.
”Penyerapan tenaga kerja oleh dunia usaha saat ini dilakukan
hanya kepada mereka yang dinilai sudah siap kerja. Namun, sayangnya, tidak semua lulusan
SMK punya kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha,” ujarnya di Jakarta, Selasa
(6/2). Menurut Darwoto, payung hukum Perpres No 68 Tahun 2022 tentang
Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi sudah menjadi koridor yang
baik untuk menyelaraskan pasokan tenaga kerja yang dicetak pendidikan vokasi
dengan kebutuhan industri. Namun, pada tataran implementasi peraturan, koordinasi
antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha masih kerap menemui hambatan.
Terdapat tiga kompetensi penting yang harus dikuasai oleh calon tenaga kerja,
yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan perilaku (attitude). Sayangnya,
Darwoto melanjutkan, kebanyakan penyelenggara pendidikan vokasi terlalu
berfokus pada pembentukan skill calon tenaga kerja. Padahal, knowledge dan
attitude juga merupakan bekal penting untuk kematangan cara bekerja di
industri. Karenanya, Apindo kini bekerja sama dengan pemerintah, menjalin
kolaborasi antara pemerintah dan para pengusaha untuk menyiapkan lulusan-lulusan
yang terhubung dan selaras dengan dunia kerja. (Yoga)









