;

Kenaikan Biaya Dana Jadi Tantangan Bank Tahun Ini

Hairul Rizal 23 Feb 2024 Kontan
Suku bunga acuan yang masih bertahan tinggi di level 6% akan membuat biaya dana perbankan tahun ini semakin meningkat. Level ini diperkirakan masih akan bertahan sepanjang paruh pertama 2023, searah dengan proyeksi suku bunga The Fed. Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan suku bunga acuan baru akan dilakukan semester dua mendatang.Di sisi lain, likuiditas perbankan sudah menunjukkan tanda-tanda pengetatan. Ini tercemin dari selisih pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang kian lebar. Kredit pada Januari tumbuh 11,83%, sedang DPK hanya naik 5,8%. Kondisi tersebut berpotensi semakin mendorong biaya dana atau cost of fund (CoF). Pasalnya, bank-bank akan berlomba memacu peningkatan DPK dengan menaikkan bunga simpanan. Biaya dana bank sudah mulai naik tahun lalu. Ini juga terjadi di bank dengan rasio dana murah (CASA) tinggi. Direktur Distribusi dan Jaringan BTN Jasmin mengakui biaya dana di Januari 2024 sedikit meningkat dibanding Desember. Ini karena dampak dari penyesuaian bunga deposito yang jatuh tempo akhir tahun lalu. "Ada kenaikan biaya dana di BTN akibat dampak dari penyesuaian bunga deposito," kata Jasmin kepada KONTAN, Kamis (22/2). Tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan DPK mencapai kisaran 9%-10%. Untuk menjaga biaya dana tidak naik signifikan, BTN memasang target rasio CASA di kisaran 53%-55%. Selain itu, bank ini akan memacu transaksi ritel dan wholesale. Lebih lanjut, Jasmin menjelaskan, komposisi DPK yang dihimpun BTN terdiri dari 78% nasabah korporasi dan 22% dari nasabah ritel. Sementara itu, SVP Retail Deposito Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati mengatakan, pemberian bunga ke nasabah tentu berdampak pada biaya bunga. Namun, ia menyebut biaya dana Bank Mandiri masih terjaga sesuai dengan anggaran yang ditetapkan manajemen. Evi menjelaskan, bunga deposito Bank Mandiri, baik rupiah maupun valas, masih stabil dan kompetitif dibanding pesaing. Bunga deposito rupiah ditawarkan bervariasi sesuai jangka waktu hingga 2,5% per tahun dan deposito valas hingga 1,75% per tahun. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, biaya dana bank ini saat ini sudah tinggi. Tingkat biaya dana tersebut diproyeksi akan bertahan tinggi hingga BI menurunkan suku bunga acuan.

IMPC Incar Pendapatan Rp 3,15 Triliun

Hairul Rizal 23 Feb 2024 Kontan
Emiten produsen bahan bangunan, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)  menargetkan pertumbuhan kinerja tahun ini cenderung konservatif dibandingkan tahun lalu. Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo menargetkan, pendapatan tahun ini sebesar Rp 3,15 triliun dan laba bersih Rp 550 miliar. "Kami memasang target yang cenderung konservatif untuk mengantisipasi risiko geopolitik global dan tingkat suku bunga yang masih tinggi," jelas Haryanto Tjiptodihardjo, Rabu (21/2). Sementara hingga akhir 2023 lalu, IMPC mengestimasi perolehan laba bersih ditutup pada kisaran Rp 420 miliar hingga Rp 430 miliar. Nilai tersebut diproyeksi melampaui target 2023 yang sebesar Rp 390 miliar. Target tersebut naik sekitar 37%-40% dari pencapaian laba bersih pada tahun 2022 sebesar Rp 307 miliar. Lebih lanjut, untuk menggapai target yang telah disiapkan tersebut, IMPC mengedepankan strategi pertumbuhan organik dan inorganik. Untuk mendukung rencana ekspansi tahun ini, IMPC menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar Rp 325 miliar. Adapun peruntukannya,  mayoritas dialokasikan untuk membangun pusat distribusi baru seluas 36.000 meter persegi (m2) di lahan seluas 60.000 m2 di Jawa Barat. Lokasi persisnya berada di Kawasan Delta Silicon 8, Cikarang, Jawa Barat. Pembangunan pusat distribusi baru di Cikarang ini diharapkan dapat menunjang peningkatan penjualan perusahaan dalam lima tahun mendatang. Fasilitas pusat distribusi ini dijadwalkan  beroperasi pada kuartal IV-2024. Tak hanya itu, IMPC juga akan memulai produksi perdana atap Alderon roofing di pabrik yang berlokasi di Kulai, Malaysia pada kuartal IV tahun ini. Hal ini menyambut keberhasilan ekspor Alderon roofing ke negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. "Kami juga akan senantiasa menjaga kesehatan arus kas perusahaan agar dapat mempertahankan Dividend Payout Ratio di atas 50%, melanjutkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen kami terhadap tata kelola keuangan perusahaan yang disiplin, prudent, dan efisien," kata dia. Sementara itu, IMPC juga diketahui mengucurkan pinjaman ke anak usahanya yang berbasis di Vietnam, yakni Impack Vietnam Company Ltd.

Pelaku UMKM Siasati Tingginya Harga Beras

Yoga 22 Feb 2024 Kompas (H)

Pelaku UMKM makanan di sejumlah daerah menyiasati tingginya harga beras dalam dua pekan terakhir. Mereka berupaya agar harga jual ke konsumen tidak naik meskipun itu berdampak pada berkurangnya keuntungan. Di kawasan Surabaya, Jatim, para penjual lontong bersiasat dengan cara mencampur beras premium dan beras medium. ”Saya biasanya pakai beras premium, tetapi karena harga sedang tinggi, saya campur dengan beras medium yang dibeli dari tetangga,” ujar Sugiyanto, warga kampung lontong Sawahan, Surabaya, Rabu (21/2). Dalam sehari, Sugiyanto mengolah maksimal 5 kg beras menjadi lontong. Dengan pencampuran beras medium dan premium, ongkos produksi lontong bisa ditekan. Penganan ini bisa dijual kepada pelanggan dengan harga Rp 1.500-Rp 2.000 per lontong. Jika memakai beras premium seutuhnya, harga jual lontong naik sampai dua kali lipat. ”Dampaknya, bisa tidak laku dan bikin rugi,” katanya.

Suminto, penjual lontong balap di gerobak keliling di Gubeng, Surabaya, mengatakan, saat harga beras tinggi, ukuran lontong yang diterimanya dari pembuat lontong biasanya mengecil dan berbahan beras campuran. Namun, baginya itu tak menjadi masalah karena penjual lontong telah memberitahukan hal tersebut. ”Yang paling penting,lontongnya segar atau dibuat pagi tadi. Saya juga membatasi beli lontong sekaligus mengurangi bikin sayurnya (taoge),” katanya. Menurut Suminto, dengan membatasi produksi, pedagang makanan sebenarnya akan terdampak berupa berkurangnya keuntungan. Padahal, bagi pedagang mikro dan kecil, keuntungan penjualan makanan merupakan sandaran utama keberlangsungan hidup ekonomi keluarga. Suminto dapat menjual 50 porsi lontong balap dengan keuntungan maksimal Rp 100.000 sehari. ”Tiga hari ini, produksi lontong balap turun, ya, keuntungan juga turun sampai Rp 20.000 sehari,” ujarnya. (Yoga)

 

Nikmat Hasil Kesetiaan Peladang Tangguh Kalbar

Yoga 22 Feb 2024 Kompas (H)

Para peladang tangguh dari Kalbar menikmati jalan hidup dan kesetiaan mereka pada alam. Saat kini harga beras melambung tinggi, mereka masih dikaruniai cukup persediaan, bahkan hingga tahun depan. ”Kami tidak terlalu terdampak kenaikan harga beras. Kami punya ladang. Berasnya melimpah,” kata Igoh (59), warga adat Dayak Iban, di Rumah Panjang Sungai Utik di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, Selasa (20/2). Bahkan, saat stok panen tahun lalu belum habis, dia akan panen lagi dalam waktu dekat. Menurut Igoh, panennya diperkirakan 1 ton beras dari sebagian lahan seluas 2 hektar. Jumlah itu akan mencukupi kebutuhan tiga anggota keluarganya hingga lebih dari setahun. Kondisi ini, lanjut Igoh, juga dirasakan masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik lainnya. Saat ini komunitas adat itu berjumlah 281 orang Sebagian tinggal di rumah tunggal. Namun, ada juga yang masih bermukim di Rumah Panjang khas suku Dayak. Dibangun pada 1978, rumah sepanjang 168 meter, dimana warga tinggal di 28 bilik. Untuk hidup, mereka memiliki wilayah adat Sungai Utik seluas 10.048 hektar. Seluas 9.480 hektar di antaranya hutan adat.

Di sana, warga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Tidak hanya beras, juga sayur-mayur dan buah-buah lokal. ”Saya dan masyarakat di kampung bahkan mengirim beras kepada anak-anak kami yang sedang bersekolah di luar daerah. Biasanya 5 kg per setiap panen agar mereka juga ikut menikmati hasil panen,” kata Igoh. Hal serupa terjadi di salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Dusun Sontas, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Temenggung (pemimpin adat) Benua Desa Entikong, Kanisius Kartus (49), Rabu (21/2) mengatakan, dirinya memiliki ladang seluas 2 hektar. Pekan depan, ia akan panen hingga 300 kg beras. Kartus mengatakan, dari lebih kurang 1.000 warga adat, 80 % masih berladang. Dengan demikian, kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi. Tahun lalu, panen ladang milik adiknya mencapai 1 ton beras dan masih ada stok untuk konsumsi. ”Kami bahkan bisa mengirim beras untuk kerabat di luar daerah melalui taksi (moda transportasi mobil) antar kabupaten,” ucapnya. (Yoga) 

Indonesia Jangan Kalah dari Vietnam

Yoga 22 Feb 2024 Kompas

Selain dimeriahkan produsen kendaraan dari Asia Timur, Indonesia International Motor Show 2024 di Jakarta juga diramaikan oleh VinFast yang sangat ambisius. Bulan September 2017, VinFast memulai pembangunan pabrik di Hai Phong, Vietnam. Hanya dalam 21 bulan, pabrik itu sudah memproduksi mobil, kemudian sepeda motor listrik hingga bus listrik. Musim gugur 2018, tepatnya di Paris Motorshow, telah diperkenalkan LUX SA2.0 dan LUX A2.0, dua tipe mobil VinFast, yang didesain Pininfarina. Sebelum membantu VinFast, Pininfarina telah berkolaborasi dengan General Motors, Mitsubishi, dan Ferrari. Pada 2021, VinFast mengumumkan hanya memproduksi kendaraan listrik. Pada IIMS 2024, VinFast pun memboyong mobil-mobil listriknya dengan harga bersaing. Kuartal I-2022, VinFast dan pemerintah North Carolina, AS, menyepakati pembangunan pabrik berkapasitas 150.000 unit kendaraan per tahun. Hari Sabtu (13/1) Presiden Jokowi telah meninjau pabrikVinFast di HaiPhong,Vietnam.Presiden bahkan sempat duduk di dalam mobil VinFast.

”Kami mendukung rencana investasi VinFast di Indonesia,” ujar Presiden. VinFast memang berminat membangun pabrik seluas 240 hektar di Indonesia, karena potensi pasar di Indonesia besar. Tahun 2024 ini, VinFast berencana memulai pembangunan pabrik senilai 200 juta USD yang dapat menyerap 3.000 tenaga kerja. Ditargetkan, VinFast memproduksi 50.000 unit kendaraan per tahun. Langkah VinFast sesungguhnya mengekor Hyundai, Morris Garage (MG), dan Wuling Motors. Beberapa pabrikan mobil, yang baru-baru ini agresif berinvestasi di Indonesia, bahkan mengkhususkan diri pada produksi kendaraan listrik. Mereka tak sekadar menjual produk, tetapi juga mengedukasi pasar. Atas aksi korporasi sejumlah pabrikan mobil itu, idealnya kita, sebagai bangsa, dapat berkontemplasi. Mengapa tidak kita sendiri yang memanfaatkan pasar negeri ini. Jangan kalah dari Vietnam, sedang pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Logikanya, dengan potensi pasar sebesar ini, korporasi dapat tumbuh lebih besar. (Yoga) 

Dua Perusahaan Tekstil Pecat 5.300 Pekerja

Yoga 22 Feb 2024 Kompas

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi, Rabu (21/2) mengungkapkan, dua perusahaan tekstil yang berlokasi di Semarang, Jateng, pada Januari-Februari ini total sudah melakukan PHK terhadap 5.300 pekerja. Satu perusahaan telah mem-PHK 5.000 karyawan dan perusahaan yang lain 300 karyawan. Ia menjelaskan, PHK itu dilakukan karena terjadinya penurunan permintaan. Akibatnya, perusahaan tidak mampu lagi membiayai upah para pekerja. Kendati demikian, lanjut Ristadi, hak-hak dan pesangon dari karyawan yang di-PHK sudah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Ristadi menambahkan, sejak 2020 hingga kini, pihaknya mencatat ada 62.000 pekerja industri tekstil dan produk tekstil yang mengalami PHK. Mereka tersebar di Banten, Jabar dan Jateng. Perusahaan yang melakukan PHK itu ada yang produknya berorientasi pasar ekspor dan ada pula yang memiliki pasar dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan SDM Nurdin Setiawan mengatakan, pihaknya belum memperoleh laporan resmi mengenai PHK di dua perusahaan itu. Namun, dia tidak menampik bahwa pada 2024, yang belum genap berjalan dua bulan ini, memang sudah terjadi PHK di industri tekstil dan produk tekstil. ”Pada 2024 ada (PHK), tapi tidak masif seperti 2022 dan 2023,” ujar Nurdin, dihubungi pada Rabu. Ia menambahkan, kini utilitas produksi industri ini berkisar 60-70 %. Angka ini tidak banyak berubah dalam 2-3 tahun terakhir yang juga berkisar 65-75 %. Data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan serapan tenaga kerja di industri initerus menurun. Saatini jumlahnya mendekati 3 juta orang, menurun dibandingkan 2019 yang pernah menyerap hingga 3,5 juta orang. Berkurangnya jumlah tenaga kerja itu disebabkan beberapa faktor, mulai dari langkah merumahkan sementara pekerja hingga PHK. (Yoga)

 

Makan Siang Gratis dan Jebakan Ilusi Fiskal

Yoga 22 Feb 2024 Kompas

Gaduh seputar program makan siang gratis dengan anggaran jumbo mengingatkan adagium klasik, there is no such thing as free lunch. Tidak ada makan siang yang gratis di dunia ini. Pemberian makan siang gratis sebagai program andalan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada prinsipnya tidak gratis. Ada”harga” yang harus ditanggung negara dan masyarakat selaku pembayar pajak, entah sekarang atau di masa depan. Apalagi, anggaran untuk program makan siang gratis tidak kecil. Menurut estimasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, diperlukan Rp 400 triliun per tahun untuk makan siang gratis 80 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, anak balita, dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

Kebutuhan untuk makan siang gratis itu saja sudah mencakup 12 % dari total belanja negara di APBN 2024 yang nilainya Rp 3.325,1 triliun. Bahkan, lebih besar dari total anggaran untuk berbagai program di bidang kesehatan (Rp 187,5 triliun), ketahanan pangan (Rp 114,3 triliun), dan program subsidi (Rp 286 triliun). Mengacu pada hitungan Bappenas, Januari 2024, anggaran yang dibutuhkan bisa lebih kecil, yakni Rp 185,2 triliun per tahun. Meski lebih kecil dari hitungan TKN, estimasi ini tetap memakan porsi anggaran yang besar, yakni 5,6 % dari total belanja APBN 2024. Sepanjang tahun lalu, pemerintah menyerap utang Rp 347,6 triliun demi menutupi berbagai kebutuhan belanja. Hanya beda tipis dari total kebutuhan anggaran makan siang gratis yang sebesar Rp 400 triliun.

Jika mengandaikan program makan siang gratis berjalan sejak 2024 dan tanpa terobosan pemasukan negara, 76,5 % dari ”kuota” defisit itu berpotensi terpakai hanya untuk membiayai program makan siang gratis. Di tengah ruang gerak defisit yang terbatas itu, laju penerimaan pajak selama satu dekade terakhir melambat. Ke depan, tren perlambatan penerimaan perpajakan diperkirakan berlanjut seiring ketidakpastian geopolitik, resesi global dan perdagangan dunia yang melambat. Selain itu, juga dipengaruhi faktor melandainya harga komoditas unggulan.

Dibutuhkan terobosan besar-besaran untuk mendongkrak penerimaan pajak jika Prabowo-Gibran ingin membiayai program makan siang gratis tanpa menambah utang. Ketidakjelasan sumber anggaran untuk program makan siang gratis ini memunculkan kekhawatiran terjadinya ”ilusi fiskal” atau fiscal illusion di kemudian hari. Diksi ini ditenarkan peraih Nobel Ekonomi James M Buchanan. Ia menyebut bahwa pemilih (rakyat) cenderung terlena oleh kebijakan dan belanja yang ”berpihak” pada mereka, tanpa menyadari risiko  fiscal yang harus ditanggung di kemudian hari akibat belanja tersebut. Untuk merealisasikannya, ada ”harga” yang harus ikut ditanggung dan hal itu tidak disadari rakyat, biasanya berbentuk kenaikan tarif pajak, beban utang negara yang membengkak, serta terjadinya inflasi. (Yoga) 

KAMPUNG BAYAM, Komnas HAM Gelar Mediasi Awal Maret

Yoga 22 Feb 2024 Kompas

Warga eks Kampung Bayam melaporkan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ke Ombudsman RI karena ia tak kunjung merespons ajakan berdiskusi soal nasib mereka. Melihat berlarutnya kasus ini, Komnas HAM berencana menggelar mediasi antara eks warga Kampung Bayam dan Pemprov DKI pada 5 Maret 2024. Salah satu warga eks Kampung Bayam, Madani Furkon, mengatakan, data yang diserahkan kepada Ombudsman telah lengkap, tetapi masih akan ada berkas susulan. ”Yang kurang itu surat kuasa dari perwakilan warga yang melaporkan, surat tertulis yang kami kirimkan kepada Pj Gubernur yang tidak pernah direspons,” kata Furkon, Rabu (21/2). Furkon mengatakan, warga eks Kampung Bayam hanya menginginkan dialog terbuka dengan Pj Gubernur dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terkait nasib mereka yang belum mengantongi kunci Kampung Susun Bayam.

Ia berharap, setelah warga melengkapi dokumen yang diperlukan, Ombudsman RI dapat mengambil sikap tegas sebagai pengawas pelayanan publik dan berpihak kepada rakyat. Warga eks Kampung Bayam adalah penghuni lahan yang kini menjadi Jakarta International Stadium (JIS). Sebelumnya mereka dijanjikan dapat menempati rumah susun bernama Kampung Susun Bayam (KSB) di kawasan JIS saat ini. Namun, pergantian kepemimpinan di DKI berujung perubahan kebijakan terkait KSB. Warga eks Kampung Bayam bisa menempati KSB dengan kewajiban membayar sewa sesuai yang ditetapkan Jakpro, pengelola JIS, dan KSB. Warga eks Kampung Bayam keberatan karena syarat itu dinilai tidak sesuai dengan janji awal Pemprov DKI. Terkait dengan berlarutnya kasus Kampung Bayam, Komnas HAM juga di rencanakan menggelar mediasi antara eks warga Kampung Bayam dan Pemprov DKI, termasuk Jakpro, pada 5 Maret 2024. (Yoga) 

VinFast dan Keberanian Vietnam Mendobrak Panggung Otomotif

Yoga 22 Feb 2024 Kompas

VinFast, pemain baru dalam pasar otomotif global dan produsen kendaraan listrik asal Vietnam, Kamis (15/2) mengumumkan pencapaiannya. Mereka telah mengirimkan 35.000 kendaraan listrik ke konsumen global. Wakil CEO Penjualan dan Pemasaran VinFast Tran Mai Hoa menyebut, perbedaan kecepatan adopsi teknologi kendaraan listrik di setiap negara berdampak pada penjualan mereka. Selain memasarkan produknya di Vietnam, VinFast memasukkan AS sebagai pasar asing pertama incaran mereka. Setahun setelah VinFast berdiri tahun 2017, manajemen memutuskan mengembangkan sayap dengan mendirikan pabrik di AS. Dana 4 miliar USD telah disiapkan pendiri VinFast, Pham Nhat Vuong, direncanakan berproduksi tahun 2025. Untuk sementara waktu, semua model yang ada di pasar AS dikirim dari pabrik utama VinFast di Vietnam. Untuk memuluskan niatnya menjadi salah satu pemain otomotif global, VinFast juga berencana mengembangkan sayapnya di India dan Indonesia.

VinFast telah mempersiapkan dana 1,2 miliar USD untuk membangun pabrik di Indonesia, untuk pasar India, VinFast menyiapkan dana 2 miliar USD, termasuk untuk pembangunan pabrik berkapasitas produksi 150.000 unit per tahun. Meski keberuntungan belum berpihak dalam hal penjualan, VinFast telah membuat para pesaingnya terbelalak. Valuasi mereka setelah perdagangan saham perdana di bursa Nasdaq, Agustus 2023, menembus 190 miliar USD, melebihi valuasi perusahaan otomotif legendaris, seperti Volkswagen, Ford, atau General Motors, yang angka penjualannya sudah menembus jutaan unit. VinFast hanyalah satu dari puluhan bisnis di bawah payung Vingroup yang didirikan Pham Nhat Vuong. Pham semula menemukan jalannya dengan membuat mi instan di Ukraina yang diberi nama Mivina. Tahun 2010, perusahaan itu diakuisisi Nestle. Pham mengantongi uang 150 juta USD.

Ia pulang ke Vietnam, berinvestasi di bidang properti dan real estat. Dia juga mengembangkan bisnis ke bidang lain, antara lain hiburan, ritel, kesehatan, pendidikan, dan teknologi, termasuk industri teknologi telekomunikasi. VinHomes, VinSchool, VinAI hingga VinBrain adalah beberapa nama perusahaan di bawah payung Vingrup. Pada 2021 Pham meninggalkan industri gawai pintarnya dan memfokuskan diri pada pengembangan kendaraan listrik untuk pasar global di bawah bendera VinFast yang didirikannya tahun 2017. Seperti dilansir Financial Times, Agustus 2023, kelompok usaha Vingroup membukukan pendapatan 130,5 triliun dong atau 5,4 miliar USD. CEO VinFast Le Thi Thu Thuy mengatakan, keinginan Pham adalah menjadikan produk mereka berkualitas dan bisa diakses oleh semua kalangan. ”Misi  kami ialah membuat kendaraan listrik dapat diakses oleh semua orang,” kata Le, dikutip dari laman Forbes India.

Guna mendukung upaya itu, Pham merogoh koceknya hingga 10 miliar USD untuk mengembangkan produk kendaraan VinFast. Le mengatakan, apa pun kebutuhan untuk pengembangan VinFast, kelompok bisnis Vingroup dan Pham selalu mendukung. Target penjualan mereka ambisius, yakni mampu menjual 1 juta kendaraan listrik dalam kurun waktu enam tahun secara global. Untuk mendukung ambisinya, VinFast bekerja sama dengan perusahaan otomotif Jerman, BMW, mengembangkan platform dan mesin kendaraannya. Beberapa petinggi perusahaan itu juga membantu mengembangkan desain dan produk kendaraan listrik VinFast. Sebut saja Michael Lohscheller, mantan CEO Opel, yang telah berpengalaman di industri otomotif lebih dari dua dekade. Selain itu, ada Jeremy Snyder yang membantu Elon Musk dalam pengembangan kendaraan listrik Tesla. (Yoga) 

Fajar Mulia, Mengubah Sampah Jadi Berkah

Yoga 22 Feb 2024 Kompas (H)

Sudah lama Fajar Mulia (42) gerah melihat sampah bertumpuk di mana-mana. Ia tergerak menyedekahkan waktu untuk mengatasi persoalan sampah dan mengubahnya menjadi berkah. Berkeliling di perumahan Althia Park, Bintaro, Tangsel, Banten, pada Minggu (18/2) kita bisa menangkap kegairahan warga mengolah sampah rumah tangga. Sekitar 70 % dari 122 rumah tangga di kompleks itu telah memilah sendiri sampah dalam lima kategori: kardus/kertas, plastik, kemasan makanan, beling, dan logam. Sampah yang masih punya nilai ekonomi itu mereka setorkan ke tiga titik penampungan di kompleks tersebut. Setelah penuh, sampah diangkut ke depo bank sampah di sisi belakang kompleks.

Sebulan sekali sampah itu ditimbang dan dijual kepada pengepul. Sampah sisa makanan (organik) yang tidak bisa disetor ke bank sampah diolah jadi kompos dan eco-enzyme. Di kompleks itu, ada 11 titik komposer kolektif dan 60-an komposer individu milik warga. Kompos dipakai mereka untuk media tanam taman pribadi dan kebun milik bersama. Ekoenzim dipakai untuk activator pembuatan kompos, pupuk, dan sarana edukasi. Warga juga memanfaatkan ekoenzim untuk bahan pembuatan sabun, pembersih lantai, dan produk ramah lingkungan lainnya.

”Semuanya masih kecil-kecilan, baru skala rumah tangga. Tetapi, yang penting, kesadaran warga untuk mengolah sampah sudah muncul,” ujar Fajar Mulia, inisiator gerakan pengolahan sampah yang ditunjuk warga sebagai Ketua Bank Sampah Althia Bahagia. Sejak gerakan swakelola sampah dilakukan warga pada akhir 2018 hingga akhir 2023, sampah bernilai ekonomi yang berhasil dipilah dan dijual jumlahnya lebih dari 18 ton. Adapun sampah organik yang berhasil diubah menjadi kompos dan ekoenzim sekitar 50 % dari sampah warga. Sampah yang dibuang warga tinggal sampah yang benar-benar tak bisa diolah, seperti sampah B3. Menurut Fajar, hasil penjualan sampah setiap tahun Rp 6 juta-Rp 9 juta. Jika diakumulasikan pada 2018-2023, totalnya Rp 41 juta. Uang itu dimasukkan ke kas RT dan digunakan untuk membiayai kegiatan kompleks. (Yoga) 

Pilihan Editor