;

Kenaikan Tarif Tol Japek Pertebal Kantong Jasa Marga

Yuniati Turjandini 08 Mar 2024 Investor Daily (H)
Pundi-pundi keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR)  diyakini makin tebal pada tahun ini, seiring diberlakukannya  tarif kenaikan jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan jalan layang Mohammed bin Zayed (MBZ) pada 9 Maret besok. Kenaikan tarif hingga 35%  diruas tol gemuk tersebut  kian menguntungkan perusahaan, karena diberlakukan momentum mudik Lebaran 2024 pada bulan depan.  Merujuk laporan keuangan Jasa Marga 2023 audited, Tol Jakarta-Cikampek merupakan ruas dengan kontribusi  pendapatan paling besar hingga mencapai Rp1,36  triliun. Jasa Marga bersiap melakukan penyesuaian  tarif integrasi dari semula Rp 20.000 menjadi Rp27.000 untuk kendaraan golongan I pada 9 Maret 2024 mulai pukul 00.00 WIB. lalu untuk kendaraan golongan II dan III dari semula Rp 30.000 menjadi Rp 40.500 dan menyesuaikan tarif bagi kendaraan golongan IV dan V menjadi Rp54.000 dari sebelumnya Rp 40.000. (Yetede)

Peran Instrumen Fiskal Memberdayakan UMKM

Yuniati Turjandini 08 Mar 2024 Investor Daily (H)
Intrusmen fiskal terus memberikan kontribusi vital dalam mendukung  geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri. UMKM hingga saat ini terus menjadi tulang punggung perekonomian nasional. APBN dan APBD menjadi sumber daya yang sangat kuat untuk menciptakan daya ungkit dan kesempatan bagi UMKM. Potensi belanja dari APBN untuk produk dalam negeri mencapai Rp 625,7 triliun pada tahun anggaran 2024. Nilai ini terbagi dalam belanja bantuan sosial sebesar Rp 405 triliun, belanja modal sebesar  Rp 247 triliun dan belanja barang senilai Rp 377 triliun. Sedangkan potensi belanja APBD untuk produksi dalam negeri sebesar Rp 587, triliun di tahun anggaran 2024. (Yetede)

Februari, Cadangan Devisa US$ 144 Miliar

Yuniati Turjandini 08 Mar 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 144 miliar pada akhir Februari 2024, menurun dibandingkan posisi pada akhir januari 2024 yang sebesar US$ 145,1 miliar. "Penurunan posisi cadangan devisa  ini antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah," jelas Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterangan tertulis. Erwin menuturkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada diatas standar  kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu  mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Kedepannya BI memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek  ekonomi yang terjaga, seiring  dengan sinergi respons bauran kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang berkelanjutan. (Yetede)

Dividen Bank Pelat Merah Semakin Merekah

Hairul Rizal 08 Mar 2024 Kontan (H)
Rangkaian agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah selesai digelar. Hasilnya, seluruh bank pelat merah sepakat membagikan dividen bagi pemegang saham. Dividen ini akan dibagi emiten bank BUMN dari perolehan laba bersihnya di tahun buku 2023. Terbaru, Bank Mandiri Tbk (BMRI) membagikan total dividen senilai Rp 33,03 triliun, atau sekitar Rp 353,95 per saham. Bila dihitung berdasarkan harga saham pada penutupan bursa kemarin, yield dividen BMRI sekitar 4,99%.Besaran dividen ini setara 60% dari total laba bersih tahun 2023 yang senilai Rp 55,1 triliun. Pembagian dividen ini ditetapkan dalam RUPST yang digelar Kamis (7/3). 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, besaran dividen tersebut telah disesuaikan dengan posisi likuiditas dan permodalan yang dimiliki Bank Mandiri. "Kami akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanan untuk memenuhi ekspektasi stakeholder," ujarnya, kemarin. Jika dicermati, besaran nilai dividen BMRI menempati posisi kedua di bawah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Bank berkode saham BBRI ini berkontribusi paling besar terhadap total dividen bank BUMN. Untuk tahun buku 2023, BRI menebar dividen sebesar Rp 48,1 triliun atau sekitar 80% dari labanya. 

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, pihaknya bakal menjaga rasio dividen di kisaran angka sebesar 80%, setidaknya selama lima tahun ke depan. Rencana tersebut telah memperhitungkan posisi permodalan kuat yang dimiliki BRI saat ini, yakni dengan CAR berada di level 27%. Besaran dividen Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga tak bisa dianggap remeh. Tahun ini, BNI akan membagi dividen senilai Rp 10,45 triliun. Nilai ini setara Rp 280,5 per saham. Menariknya, rasio pembayaran dividen BNI melonjak jadi 50% dari tahun sebelumnya hanya 40%. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bilang, kenaikan rasio dividen ini disokong permodalan BNI yang cukup tebal. Namun, Royke tak mau mengumbar janji apakah akan terus memperbesar rasio dividen di tahun depan. "Belum ada proyeksi rasio dividen tahun depan," ujar Royke. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, saham-saham bank BUMN semakin menarik dengan adanya dividen. Terlebih, yield dividen ada yang hampir mencapai 5%.

Ekspor Pendorong Kinerja Mayora

Hairul Rizal 08 Mar 2024 Kontan

Kinerja Mayora Indah Tbk (MYOR) diproyeksi bakal bertumbuh di tahun ini. Momentum musiman yakni puasa dan Lebaran bakal menciptakan lonjakan konsumsi masyarakat sebesar 20%-30% dari bulan biasa. Sehingga hal ini berimbas terhadap kinerja MYOR. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Putu Chantika Putri mengatakan, sentimen lain yang bisa mendorong kinerja MYOR di tahun ini yaitu harga bahan baku yang mulai stabil di tengah daya beli yang masih terjaga. Sehingga manajemen MYOR menargetkan pertumbuhan pendapatan bisa mencapai 10% di tahun ini. MYOR mengakhiri tahun 2023 dengan kinerja yang kuat di kuartal IV 2023. Ini didorong oleh peningkatan marjin ditambah operating expenditure (opex) di kuartal IV yang lebih rendah terhadap penjualan sebesar 9,2%. Penjualan pada kuartal IV 2023 sebesar Rp 8,6 triliun atau naik 1,8% yoy. Utamanya didorong oleh penjualan ekspor yang tumbuh 7% year on year (yoy). "Sementara penjualan lokal turun 2% yoy yang disebabkan oleh lemahnya daya beli masyarakat. Namun penjualan pada Januari 2024 telah menunjukkan peningkatan, sejalan dengan tren industri," kata Putu, dalam riset Ciptadana Sekuritas Asia, 1 Maret 2024. Pertumbuhan kuat dalam penjualan ekspor didorong oleh peningkatan inventaris untuk Tahun Baru Imlek 2024. Kinerja kuat muncul dari negara-negara Asia Tenggara. Sehingga mengimbangi melemahnya penjualan di Tiongkok dan Vietnam. Berdasarkan segmen, penjualan pengolahan makanan kemasan (termasuk biskuit dan wafer) relatif datar. Sementara penjualan pengolahan minuman kemasan (kopi dan sereal sarapan) tumbuh 10% yoy.

Secara kumulatif, total penjualan di 2023 sesuai ekspektasi sebesar Rp 31,4 triliun atau naik 2,7% yoy. Realisasi tersebut masuk dalam batas bawah kisaran panduan penjualan perusahaan ini tahun 2023 sebesar 3%-5%. Sehingga laba bersih MYOR secara kumulatif di 2023 mencapai Rp 3,2 triliun, naik 64% yoy. Harga komoditas Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi memproyeksi, konsumsi masyarakat bahkan bisa tumbuh 40% dibandingkan pada bulan biasanya pada momen puasa. Tapi harga bahan baku utama MYOR seperti gandum dan gula yang mengalami penurunan karena oversupply, faktor geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen yang akan mempengaruhi kinerja MYOR ke depan. Kemudian, kenaikan harga kopi dan kakao karena kekhawatiran tentang cuaca El Nino juga akan jadi sentimen bagi MYOR. Menurut Reza, program bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dapat mendukung daya beli masyarakat dan berdampak positif pada kinerja MYOR. Reza menilai, target yang ditetapkan oleh manajemen MYOR dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% yoy bisa tercapai mengingat penjualan MYOR pada kuartal keempat 2023 cukup kuat. Selaras dengan hal ini, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menambahkan turunnya harga gandum juga diprediksi dapat menurunkan beban bisnis MYOR di tahun ini. Namun, Azis menyebutkan, saat ini saham MYOR sedang tertekan. MYOR turun sebesar 3,66% dalam sepekan, dan turun 0,84% dalam sebulan terakhir. Sehingga dia menyarnakan para investor untuk wait and see terlebih dulu dan bisa masuk jika ada teknikal rebound. Kami merekomendasikan trading buy untuk saham MYOR dengan target harga Rp 2.460 - Rp 2.480 per saham, dan dengan potensi upside 5%-7% jika ada rebound, ujar Azis, Kamis (7/3). Reza merekomendasikan buy MYOR dengan target harga Rp 3.000 per saham. Putu juga merekomendasikan buy MYOR, dengan target harga 3.300 per saham. nPenjualan MYOR di dalam negeri pada tahun 2023 masih relatif lemah.

Laba Mengembang, Bank Menengah Tebar Dividen

Hairul Rizal 08 Mar 2024 Kontan
Tahun ini boleh jadi merupakan tahun penuh keberkahan bagi para pemegang saham emiten bank. Di tahun ini, para pemegang saham bank bakal dapat guyuran dividen tinggi. Selain bank gede, sejumlah emiten bank di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3 juga siap menyebar dividen dari laba bersihnya di sepanjang tahun 2023. Salah satunya PT Bank Permata Tbk. Bank pemilik kode saham BNLI ini bakal menebar dividen dari laba bersih 2023 sebesar Rp 2,59 triliun. Meski begitu, pembagian dividen ini masih perlu mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), yang sedianya digelar di April mendatang.

Direktur Keuangan Permata Bank Rudy Basyir Ahmad mengatakan, pihaknya akan melakukan assesment dan perhitungan untuk memastikan keseimbangan tingkat pengembalian modal yang stabil bagi pemegang saham. Selain itu, perlu optimalisasi struktur permodalan bagi pertumbuhan ke depan. "Jadi, soal dividen baru akan disampaikan setelah RUPS," kata Rudy di Paparan Publik Permata Bank, Kamis (7/3). 

Sinyal pembagian dividen juga datang dari Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan Bank Danamon Tbk (BDMN). Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menuturkan, pihaknya memastikan bakal membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2023. "Betul, kami membagikan dividen tahun ini. Akan kami umumkan segera," ungkap Lani, kemarin (7/3).Lani belum bersedia membocorkan besaran rasio dividen yang akan diajukan dalam RUPST pada April 2024. Tapi, jika melihat histori, rasio dividen CIMB Niaga selama tiga tahun terakhir konsisten di angka 60%. Dus, jika rasio ini dipertahankan, CIMB Niaga berpotensi menebar dividen Rp 3,88 triliun dari laba bersih Rp 6,47 triliun di 2023.

Sebelumnya, beberapa emiten bank KBMI 3 sudah mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2023. Sebut saja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Bank pelat merah ini telah mengumumkan bakal membagikan dividen senilai Rp 700,19 miliar. Ini setara 20% dari perolehan laba bersih tahun buku 2023 yang sebesar Rp 3,5 triliun (lihat tabel).Selain BTN, ada PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang akan menyebar dividen. Bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini telah memutuskan menebar dividen Rp 2,45 triliun atau 70% dari laba bersih 2023 senilai Rp 3,5 triliun.

Babak Dua OJK Vs Kresna Life

Hairul Rizal 08 Mar 2024 Kontan
Pemegang polis atau nasabah PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk audiensi, Kamis (7/3). Mereka ingin OJK membatalkan banding atas putusan PTUN. Tapi, kuasa hukum nasabah Kresna Life Benny Wullur menyatakan, pihaknya ditolak OJK untuk audiensi. "OJK bilang telanjur melakukan upaya hukum banding. Kata pihak OJK, apa yang mau diaudiensi? Sebab, OJK sudah banding," ujar dia, Kamis (7/3). OJK menyarankan agar nasabah menghormati hasil banding. "Kami akan mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap OJK beserta jajarannya. Sebab, mereka telah merugikan pemegang polis," ujar Benny.  

Nasabah Kresna Life Christian Tunggal berpendapat, jika OJK menang banding dan ada likuidasi, dana yang diterima nasabah tak besar. "RBC Kresna Life di bawah 100%. Artinya, pemegang polis mungkin hanya menerima 20% dan merelakan 80% hilang," ujar dia. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono justru berpendapat, pencabutan izin ini untuk melindungi nasabah. Sebab OJK sudah beberapa kali memberi waktu kepada Kresna Life untuk menyelesaikan, namun hingga batas waktu tidak ada perbaikan. OJK melihat tak ada upaya perbaikan Kresna Life, baik berupa penambahan modal, investor strategis. Kresna Life  juga tidak ada perjanjian konversi pinjaman subordinasi yang diaktanotarilkan. 

MANDIRI INVESTMENT FORUM 2024 : Indonesia Mengejar Pertumbuhan Berkualitas

Hairul Rizal 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh ke depan ditunjang stabilitas ekonomi makro yang terjaga. Tahun 2024 memberikan kesempatan bagi ekonomi temasuk Indonesia untuk bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Arah suku bunga global yang diproyeksikan mulai menurun pada Semester II 2024, diharapkan menjadi katalis positif yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Inlasi global yang telah menunjukan tren menurun, akan semakin memberikan ruang bagi bank sentral negara-negara di dunia untuk menurunkan suku bunga. Ke depan, Indonesia tidak hanya akan fokus pada upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Tetapi, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. Investasi untuk meningkatkan kualitas modal manusia (human capital) melalui perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi agenda terpenting. Selain itu, Indonesia secara bersamaan terus mengurangi angka kemiskinan dan kesen jangan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi. Sektor yang memegang peranan penting dalam mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas adalah sektor manufaktur dan pertanian. Kedua sektor ini adalah tulang punggung ekonomi nasional karena merupakan sektor terbesar dari dalam perekonomian dan menyerap tenaga kerja terbanyak. Kebijakan penting mendorong pertumbuhan di kedua sektor ini difokuskan untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan kapabilitas teknologi dan kualitas tenaga kerja. Mandiri Investment Forum 2024 dilakukan secara hybridpada 5 Maret 2024, dihadiri 689 peserta offline dan 27.017 peserta online. Sebagai keterangan, peserta offline terdiri atas 639 peserta nasional dan 50 peserta asing. Peserta asing ini terdiri atas investor, pejabat kedutaan negara sahabat di Indonesia, dan staf lembaga internasional seperti, Asian Developent Bank dan World Bank. Tiga duta besar negara sahabat yang hadir adalah Turki, Spanyol dan Uni Emirat Arab.

SIASAT TARIK DOLAR

Hairul Rizal 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Penyusutan cadangan devisa patut menjadi perhatian. Meski diklaim cukup solid dan mampu menopang ketahanan eksternal, sejumlah kalangan mewanti-wanti agar bank sentral mewaspadai aneka risiko yang bisa menekan cadangan devisa. Apalagi, ketebalan cadangan devisa perlu dijaga lantaran masih menjadi instrumen utama intervensi rupiah, tatkala terjadi capital outflow. Sayangnya, surplus neraca perdagangan yang berada dalam tren menyusut, hingga rendahnya kepatuhan eksportir dalam menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri berisiko memengaruhi postur cadangan devisa. Kemarin, Kamis (7/3), Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir bulan lalu senilai US$144 miliar, turun dibandingkan dengan Januari 2024 yang senilai US$145,1 miliar. Nilai tukar rupiah memang relatif minim tekanan, bahkan mengarah ke apresiasi tatkala Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) mengirim sinyal pelonggaran suku bunga. Otoritas moneter pun menyadari betul adanya risiko tersebut. Sejalan dengan itu, BI berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi ke depan. Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan langkah yang akan ditempuh adalah dengan mempererat sinergi respons bauran kebijakan dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Jika dicermati, rupiah sejatinya bukan menjadi faktor utama yang akan menguras cadangan devisa pada bulan-bulan mendatang. Sebaliknya, kinerja dagang, kebijakan DHE, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah yang menjadi penekan. Sebab secara historis, siklus pembayaran utang luar negeri pemerintah dilakukan pada pertengahan tahun. Kemudian, lemahnya permintaan di pasar global juga memengaruhi ekspor sehingga sur plus neraca perdagangan rawan menyusut. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, mengatakan aturan DHE memberikan pengaruh besar terhadap cash flow perusahaan sehingga jika dipaksakan dapat berdampak negatif terhadap produktivitas ekspor. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono, menambahkan kebijakan ekspor perlu berpihak kepada dunia usaha agar memacu produktivitas ekspor serta mendukung cadangan devisa. Adapun, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang, mengatakan sepanjang ruang kebijakan akomodatif maka pelaku usaha akan patuh terhadap kebijakan pemerintah. Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Banjaran Surya Indrastomo, cadangan devisa akan menguat pada semester II/2024 yang dipicu pudarnya aksi wait and see investor, menguatnya ekspektasi penurunan suku bunga acuan acuan, dan normalisasi inflasi.

Pekerjaan Rumah Pengelolaan Karbon

Hairul Rizal 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Keberadaan beleid tentang penyelenggaraan kegiatan penangkapan dan penyimpanan karbon tidak serta-merta membuat pengembangan CCS atau carbon capture and storage nasional berjalan mulus. Beberapa pekerjaan rumah masih menunggu giliran untuk diselesaikan agar fasilitas itu tersebut dapat memberikan hasil sesuai harapan. Selama ini, CCS menjadi salah satu teknologi pilihan yang mampu memitigasi lepasnya emisi gas rumah kaca (GRK), dari aktivitas pemanfaatan bahan bahan fosil di sektor industri dan pembangkit listrik skala besar. Teknologi ini pada prinsipnya menangkap kembali karbon dioksida (CO2) dari berbagai aktivitas penggunaan bahan bakar fosil yang kemudian disimpan kembali ke perut bumi, khususnya sumur minyak dan gas yang kering. Begitu modern dan rumitnya implementasi teknologi ini pada akhirnya meningkatkan biaya yang diperlukan untuk pengembangan fasilitas CCS sangat tinggi. Alasannya, selama ini CCS hanya dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah terhadap produk, sekaligus mempermudah pendanaan dari lembaga pembiayaan internasional. Jepang dan negara konsumen gas tradisional lainnya, misalnya, rela membeli liquefied natural gas/LNG asal Indonesia yang berlabel ramah lingkungan. Kendati, pasokan LNG diekspor dengan harga yang lebih mahal. Di antara kelebihan dan kekurangannya, sosialisasi untuk meningkatkan pemanfaatan CCS di dalam negeri masih perlu didorong lebih kencang, mengingat sebagian besar CO2 yang dihasilkan industri hulu migas masih dilepas ke atmosfer. Selain itu, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas masih awam dengan persoalan tersebut. Dalam proses penghitungan CO2 dalam skema CCS, contohnya, masih perlu diatur dengan jelas dan tegas apakah dilakukan saat penangkapan atau penyimpanan. Masalah tersebut perlu mendapatkan perhatian karena nyaris sama dengan pengelolaan LNG di sisi hulu. Di mana dalam proses penangkapan dan penyimpanan berisiko muncul kebocoran yang berakibat pada perbedaan data. Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan Perpres No. 14/2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon. Di dalamnya, tercantum bahwa plan for development and operation zona target injeksi (ZTI) wajib menyertai sertifikasi kapasitas penyimpanan karbon. ZTI diartikan sebagai sistem batuan dalam formasi geologi mencakup lapisan zona penyimpanan, penyangga, kedap dan perangkap geologi yang mampu menampung karbon secara aman dan permanen, serta memenuhi standar keamanan lingkungan. Dengan demikian, potensi Indonesia dikenal sebagai negara yang berpotensi yang besar untuk mengembangkan fasilitas CCS bakal lebih optimal, seiring dengan data Boston Consulting Group yang menyebut potensi ruang penyimpanan karbon di Indonesia mencapai 400—600 gigaton.

Pilihan Editor