IMPLEMENTASI TKDN : TANTANGAN PROYEK KELISTRIKAN
PT PLN (Persero) mesti berpikir lebih keras untuk memastikan minat sejumlah investor dalam mengembangkan listrik bersih di Tanah Air berjalan mulus. Sejumlah tantangan klasik, termasuk persoalan tingkat kandungan dalam negeri masih menjadi kendala. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan klausul pemenuhan ketentuan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN masih menjadi kendala dalam menarik investasi secara masif untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar mengatakan bahwa sebagian proyek pembangkit listrik EBT terpaksa harus jalan di tempat lantaran polemik persyaratan TKDN tersebut. “Sampai saat ini, rapat-rapat terakhir di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sudah ada alternatif solusi, tapi belum tereksekusi. Kalau ini belum selesai, saya rasa kita belum optimal untuk investasi,” katanya dalam acara Road to PLN Investment Days 2024, Rabu (6/3). Wanhar menjelaskan bahwa persyaratan TKDN dalam kontrak-kontrak proyek pembangkit listrik berbasis EBT belakangan terus menjadi bahasan pemerintah. Terlebih, persoalan itu telah menahan potensi investasi dan pengembangan pembangkit EBT yang telah tertuang di dalam RUPTL PLN 2021—2030. Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, terdapat setidaknya 14 proyek pembangkit listrik EBT yang terkendala pendanaan akibat polemik klausul pemenuhan ketentuan TKDN. Empat proyek di antaranya sudah memiliki kesepakatan pendanaan dari Asian Development Bank (ADB), World Bank, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan lembaga pembiayaan lainnya dengan total komitmen investasi lebih dari US$1 miliar. Keempat proyek itu meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cisokan dengan kapasitas 1.040 MW, Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Hululais berkapasitas 110 MW, PLTA Kumbih 45 MW, dan PLTA Sawangan 16,6 MW. Di sisi lain, PLN menyatakan membutuhkan investasi jumbo, sekitar US$157 miliar untuk bisa mengadopsi pembangkit listrik berbasis EBT hingga 2040.
Rencananya, total tambahan daya setrum sampai 2040 seperti menjadi bagian dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional atau RKUN 2024—2060 mencapai 80 gigawatt (GW). Adapun, dalam dokumen revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2024—2033 terdapat rencana penambahan pembangkit listrik berbasis EBT sebesar 62 GW. Porsi itu mengambil 75% dari total penambahan pembangkit listrik baru yang dirancang, sedangkan 25% lainnya bakal dipenuhi oleh pembangkit gas. “Baseloadnya hanya tiga, yakni gas, hidro, dan ada juga geotermal,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan jaringan setrum dunia juga sedang menyusun studi atau bidding document untuk ikut lelang pembangunan transmisi Sumatra—Jawa dengan nilai investasi proyek mencapai US$6,5 miliar.Sejumlah perusahaan yang saat ini berunding dengan PLN di antaranya State Grid Corporation of China (SGCC), Hitachi ABB Power Grids, Kansai Electric Power Co. Inc., dan Électricité de France S.A.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi menuturkan bahwa perusahaan Korea Selatan saat ini tidak ikut penyusunan bidding document. Akan tetapi bakal masuk saat putaran lelang setelah studi proyek rampung.
Proyek itu diproyeksi bakal beroperasi pada 2029 mendatang untuk mengantisipasi turunnya pasokan EBT di Pulau Jawa. Saat permintaan setrum bersih di Jawa meningkat, pasokan listrik EBT diharapkan dapat ditarik dari Sumatera nantinya. Berdasarkan dokumen PLN, panjang interkoneksi Sumatra—Jawa diperkirakan mencapai 1.174 kilometer, sedangkan panjang backbone mencapai 3.614 kilometer. Selanjutnya, panjang fi shbone transmisi ditargetkan mencapai 3.799 kilometer.
Pakar listrik dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung Nanang Hariyanto menyarankan pemerintah untuk mengkaji skema pembiayaan yang menarik untuk proyek transmisi Sumatra—Jawa.
PEMBIAYAAN SEKTOR PERTANIAN : BPD Bali Sasar Petani Jembrana
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terus memacu pembiayaan ke sektor pertanian melalui program Pembiayaan Sektor Prioritas Pertanian (KPSP). Kali ini BPD Bali menyasar Kabupaten Jembrana yang merupakan daerah yang memiliki lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan terbesar di Bali. Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali I Wayan Sutela Negara menjelaskan bahwa pembiayaan ke sektor pertanian di Jembrana merupakan prioritas BPD Bali untuk terus diakselerasi, selain pembiayaan ke pelaku usaha sektor lainnya. Dia menjelaskan bahwa selama ini penyaluran kredit ke petani di Jembrana terus tumbuh positif dan telah membantu petani di wilayah ini untuk berkembang. “Data penyaluran kredit oleh Bank BPD Bali terkhusus pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, khusus di Kabupaten Jembrana telah mengumpulkan 560 rekening dengan nominal Rp 74,9 miliar atau 5,57% dari keseluruhan penyaluran kredit di Bank BPD Bali Cabang Negara,” jelasnya, dalam keterangan resminya, Rabu (6/3). Sementara itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menjelaskan bahwa pembiayaan dari perbankan seperti BPD Bali sangat penting untuk mengembangkan produk pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Bagaimana konsentrasi Otoritas Jasa Keuangan [OJK] dan perbankan terhadap pembiayaan UMKM dan pertanian yang ada di Kabupaten Jembrana kami sangat apresiasi,” katanya. Menurutnya, UMKM Jembarana sudah sangat luar biasa melalui penghiliran di sentra tenun yang dimiliki.Pada fasilitas itu, UMKM langsung menjual hasil karyanya lantaran karena selama ini UMKM itu tidak punya toko.
Tanah Abang Mulai Diserbu Pembeli
Hendro (40) tak berhenti melayani pembeli yang ingin diambilkan
baju di kiosnya. Dengan tongkat, ia mengambil baju di salah satu maneken. Sejak
pagi, kata Hendro, sudah ada puluhan pengunjung yang menghampiri kiosnya di Pasar
Tanah Abang Blok A, Jakpus. Sebagian datang untuk membeli. Tak sedikit pula
yang hanya dating untuk melihat-lihat koleksi baju dan basa-basi. ”Sudah
seminggu yang lalu Pasar Tanah Abang mulai ramai karena sebentar lagi bulan Ramadhan.
Lebih ramai lagi kalau hari Minggu,” ujar Hendro, Selasa (5/3). Kehadiran
pengunjung musiman ini membuat isi dompet Hendro sedikit menebal dari biasanya.
Ia mengaku omzet per hari naik 70 % dari hari biasa.
Beberapa hari ini, ia menjual 10 kodi atau 200 baju per hari.
Namun, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan momen menjelang Ramadhan tahun
lalu yang bisa mencapai 18 kodi per hari. Hendro juga melayani pembeli luar
pulau. Baju yang dijual Hendro dibanderol dengan harga Rp 200.000 hingga Rp
250.000 per helai. Ia menyebut mayoritas dagangannya dibeli untuk dijual
kembali. Meski omzetnya belum naik signifikan, dibandingkan dengan hari-hari
biasanya, jumlah itu sudah lebih dari cukup. ”Harus bersabar dulu, barangkali
setelah ini lebih banyak pengunjung yang mampir,” ucap Hendro. (Yoga)
Banyak Orang Muda Enggan Menikah
Angka pernikahan di Indonesia mengalami tren penurunan.
Berdasarkan data BPS, angka pernikahan di Indonesia turun signifikan sejak tahun
2018 sampai 2023. Pada 2018, tercatat 2,01 juta pasangan menikah, turun menjadi
1,96 juta pasangan pada 2019 dan kembali turun pada 2020, yakni 1,78 juta
pasangan, disusul tahun 2021 dengan 1,74 juta pernikahan dan 2022 di 1,70 juta
pasangan. Angka pernikahan di Indonesia kembali turun menjadi 1,58 juta
pasangan pada 2023 atau turun 128.000 pasangan dibandingkan tahun sebelumnya. Tren
penurunan angka pernikahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga negara
lain, seperti Jepang dan Korea. Rendahnya minat warga menikah pada akhirnya
memicu penurunan angka kelahiran dan krisis populasi di negara-negara tersebut.
Seperti dilansir The Japan Times, angka pernikahan di Jepang
tahun 2023 mencapai 489.281 pasangan, turun 30.000 atau 5,9 % dibandingkan
tahun sebelumnya. Angka pernikahan tersebut merupakan yang terendah di Jepang
sejak tahun 1933. Menurut survei The National Institute of Population and Social
Security Tokyo, minat laki-laki dan perempuan di Jepang untuk menikah menurun.
Tercatat 17,3 % populasi pria dan 14,69 % dari populasi perempuan di Jepang
tidak memiliki minat untuk menjalin ikatan dalam pernikahan ataupun membangun
keluarga. Sejarawan lulusan Cambridge University, Katrina Gulliver, pernah
menulis bahwa modernisasi telah mengubah kondisi dan status perempuan di
Jepang. Seiring berkembangnya zaman, Jepang memberikan kebebasan kepada
perempuan melakukan berbagai hal, termasuk dalam karier. Hal inilah, menurut
Gulliver, yang menjadi faktor perempuan lebih memilih bekerja daripada mengurus
keluarga hingga menurunkan angka pernikahan dan kelahiran di Jepang.
Junya Tsutsui, sosiolog yang fokus mengkaji sosiometri
pernikahan dan keluarga di Jepang, dalam penelitiannya menyebutkan, banyak
perempuan Jepang lebih tertarik menikmati hidup sendiri selagi muda. Banyak
juga perempuan Jepang yang takut kehilangan pekerjaan dan tidak maksimal bekerja
setelah menikah. Sosiolog UNS Surakarta Drajat Tri Kartono, memandang perubahan
paradigma terkait pernikahan, khususnya dari aspek perempuan, seperti di Jepang
dan negara lain, juga terjadi di Indonesia. Menurut Drajat, perempuan melihat
pernikahan tidak bisa menjamin kebahagiaan dan melindungi mereka. Inilah yang menjadi
alasan perempuan dalam studi Drajat memilih tidak memprioritaskan pernikahan dalam
kehidupan mereka. ”Melalui pernikahan, perempuan tak bisa mengelola waktu dan
uangnya sendiri sehingga membuat mereka tak nyaman. Mereka membangun otonomi
perempuan dengan hidup sendiri dan mandiri. Mereka akan menghubungi teman jika
ingin bermain atau bersosialisasi,” tuturnya. (Yoga)
Sistem Lelang Elektronik Diakali
Korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa dicegah melalui
berbagai cara. Salah satunya dengan lelang berbasis sistem elektronik atau
e-procurement. Namun, sistem itu juga diakali. KPK dalam kurun waktu 2004-2022
menangani 1.351 kasus korupsi dengan 277 kasus di antaranya terkait dengan pengadaan
barang dan jasa. Perkara yang ditangani KPK sebagian besar kasus gratifikasi dan
suap, tetapi erat kaitannya dengan pengadaan barang dan jasa. ”Jadi, kontraktor
ingin mendapatkan proyek dengan cara menyuap atau membeli proyek dengan
memberikan gratifikasi dan seterusnya,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat
berpidato pada Rakornas Pencegahan Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa yang
diselenggarakan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Jakarta,
Rabu (6/3).
Menurut Alexander, belanja pemerintah terkait pengadaan barang
dan jasa sangat besar. Berdasarkan temuan KPK dan aparat penegak hukum lain, permintaan
fee proyek berkisar 5 sampai 15 % adalah sesuatu yang lazim. Mereka sudah
mengatur saat memasukkan dokumen lelang. Bahkan, dokumen lelang tersebut
diunggah melalui satu komputer. Para pelaku juga bekerja sama dengan unit
layanan pengadaan untuk membatasi akses vendor lain sehingga sulit memasukkan
dokumen lelang. Pemerintah lantas mendorong pengadaan barang dan jasa melalui
katalog elektronik (e-katalog). Melalui sistem ini, pemerintah berupaya mempercepat
pengadaan barang dan jasa serta memudahkan pengawasan. Selain itu, para vendor lebih
mudah melakukan transaksi proyek pemerintah. Namun, menurut Alexander, sistem
ini pun bisa diakali.
Contohnya kasus korupsi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau,
pada 2023. Korupsi terkait perjalanan umrah tersebut menggunakan e-katalog
mulai dari perencanaan. Namun, proses pengunggahan penawaran harga serta
eksekusi pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan sangat cepat. ”Kami
mendapat laporan dari beberapa daerah, proses e-katalog itu diakali dengan cara
antara penyedia barang dan jasa dengan pihak yang membutuhkan itu sepakat
dulu,” kata Alexander. Ia pun mendorong apparat pengawasan intern pemerintah (APIP)
memahami modus yang terjadi dalam pengadaan barang dan jasa serta mengawasinya melalui
e-katalog. Ia memahami APIP tahu ada persekongkolan serta kesepakatan yang tidak
baik dalam proses pengadaan barang dan jasa. Namun, APIP sungkan ketika
berhadapan dengan pimpinan tertinggi. Karena itu, Alexander mengimbau APIP agar
melaporkan ke aparat penegak hukum ketika mengetahui ada peristiwa tersebut. (Yoga)
Perguruan Tinggi dan Lanskap Baru Pasar Tenaga Kerja
Tahun lalu, World Economic Forum mengeluarkan laporan yang menunjukkan,
telah terjadi transformasi dalam pasar tenaga kerja. Salah satu cirinya adalah
perubahan jenis keterampilan yang dibutuhkan. Dalam tiga tahun mendatang, jenis
keterampilan yang paling dibutuhkan pasar tenaga kerja adalah kemampuan berpikir
analitis dan kreatif. Keduanya adalah jenis keterampilan kognitif yang sangat diperlukan
untuk merespons tantangan baru di dunia kerja. Keterampilan-keterampilan teknis
yang repetitif tak lagi banyak dibutuhkan sebagaimana beberapa dekade yang lalu
saat banyak pekerjaan masih bertumpu pada tenaga kasar manusia.
Saat banyak kerja teknis dan repetitif mulai dialihkan pada
mesin yang berbasis kecerdasan buatan, maka pasar tenaga kerja tidak akan lagi
banyak membutuhkan keterampilan teknis. Markow dkk. dalam ”The New Foundational
Skills of the Digital Economy,” menyebut, ada tiga jenis keterampilan baru yang
dibutuhkan dalam ekosistem ekonomi digital saat ini, yaitu keterampilan manusiawi
(human skill), keterampilan digital, dan
keterampilan pendukung bisnis. Keterampilan manusiawi ini mencakup kemampuan
analitis, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.
Disini perguruan tinggi, sebagai salah satu lembaga pendidikan penyuplai tenaga
kerja usia produktif harus merespons perubahan ini.
Berdasarkan data statistik tahun 2023, angkatan kerja yang merupakan
lulusan perguruan tinggi sekitar 10 % atau 15 juta orang, maka perguruan tinggi
perlu menyeimbangkan misi pendidikan dan misi penyiapan tenaga kerja agar bisa
mempersenjatai para calon buruh dengan kritisisme sehingga mereka
terberdayakan. Kini, muncul tantangan baru untuk perguruan tinggi, yang datang
dari lanskap pasar tenaga kerja itu sendiri. Sejumlah keterampilan yang diajarkan di
perguruan tinggi tidak akan lagi dibutuhkan dalam tren pasar tenaga kerja
beberapa tahun mendatang. Karena itu, perguruan tinggi bisa melakukan misi
penyiapan kerja dengan sekaligus mempersenjatai para calon buruh, dimana
keterampilan utama yang dibutuhkan pasar tenaga kerja saat ini adalah
keterampilan berpikir kritis dan analitis.
Keterampilan itulah yang perlu diajarkan oleh perguruan
tinggi agar lulusan mereka nantinya punya senjata untuk memberdayakan diri
mereka sendiri di hadapan para pemberi kerja yang punya kecenderungan
eksploitatif. Keterampilan berpikir kritis dan analitis adalah bagian dari
pembelajaran mata kuliah filsafat. Oleh karena itu, dengan mengajarkan filsafat
pada semua mahasiswa, apa pun jurusannya, perguruan tinggi telah melakukan dua
hal sekaligus. Pertama, memberikan pendidikan kritis bagi mahasiswa. Kedua,
memberikan solusi komprehensif bagi tantangan pasar tenaga kerja. Mahasiswa
dilatih keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif sesuai yang dibutuhkan
pasar tenaga kerja dan juga pada saat yang sama dipersenjatai agar ketika
bekerja bisa menjadi buruh yang berdaya. (Yoga)
El Nino Melemah, tetapi Dampaknya Menguat
Februari hingga awal Maret biasanya ditandai dengan hujan
lebat di Desa Waibau, Flores Timur, NTT. Namun, tahun ini hanya sesekali turun hujan
dalam durasi singkat sehingga padi ladang dan jagung yang baru ditanam di awal
Januari 2024 mulai layu. ”Biasanya hari-hari seperti ini banyak hujan angin. Namun,
saat ini sangat kering, seperti sudah masuk kemarau. Sudah lebih dari seminggu
ini belum hujan sama sekali,” kata Matias Raja Koten (62), Kepala Suku Koten Keka
dari Desa Waibau, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, yang ditemui pada hari
Rabu (6/3). ”Kalau minggu-minggu ini masih tidak ada hujan, ada kemungkinan
tanaman kami akan mati. Kalaupun bertahan, pasti hasil panen akan anjlok.
Apalagi, saat ini banyak hama ulat yang menyerang jagung,” katanya.
Kepala Dusun III, Desa Waibau, Harto Brino (28) mengatakan,
musim hujan 2023/2014 datang terlambat. Biasanya bulan November para petani
sudah tanam padi dan paling terlambat bulan Desember. Namun, hujan kali ini
baru mulai turun bulan Januari. ”Saat padi baru mulai tumbuh, sekarang sudah kering
lagi sehingga banyak tanaman yang mati,” katanya. Menurut Harto, pada bulan Februari
hingga Maret biasanya menjadi puncak musim hujan di wilayahnya. ”Namun, sekarang,
untuk air minum saja, kami susah (mendapatkannya). Selain beli beras yang
mahal, kami sekarang harus beli air,” tuturnya. Menurut Sekjen WMO Celeste
Saulo, El Nino yang terus berlanjut, meskipun lebih lemah, dan perkiraan suhu
permukaan laut di atas normal di sebagian besar lautan global diperkirakan
menyebabkan suhu di atas normal di hampir seluruh wilayah daratan dalam tiga
bulan ke depan.
Kondisi ini diperkirakan memengaruhi pola curah hujan regional.
Sebagaimana terjadi pada masa sebelumnya, dampak El Nino di Indonesia terutama
juga dirasakan setahun setelahnya. Kadis Pertanian Flores Timur Sebas Sina
Kleden memperkirakan penurunan produksi jagung di Flores Timur pada musim panen
Maret-April berkurang lebih dari 50 %. Menurut Sebas, ancaman gagal panen
jagung juga dilaporkan di kabupaten lain di NTT. ”Tahun ini akan sangat berat
bagi masyarakat NTT karena harga beras juga masih sangat tinggi. Harga jagung
juga meningkat karena pasokannya kurang,” katanya. Saat ini harga beras di
Waibau mencapai Rp 17.000 per kg, sedang jagung giling mencapai Rp 15.000 per
kg. ”Kalau harga beras dan jagung terus meningkat seperti sekarang, kemungkinan
kami akan kembali masuk hutan untuk mencari umbi-umbi hutan, biji galam, atau
kenou (sejenis palem), dan biji asam,” tuturnya. (Yoga)
JKN, Lima Juta Peserta Nonaktif Direaktivasi
Jumlah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nonaktif
mencapai lebih dari 53 juta orang. Berbagai inovasi perlu dilakukan untuk
mendorong mereka aktif kembali. BPJS Kesehatan menargetkan mengaktifkan kembali
status kepesertaan 5 juta peserta nonaktif. Selain untuk meningkatkan penerimaan
iuran, status aktif juga penting untuk memastikan setiap peserta mendapat perlindungan
jaminan kesehatan. ”Tahun ini kita menargetkan kepesertaan JKN 98 % (dari total
penduduk). Penting untuk kita mendorong peserta aktif. Kita targetkan 5 juta
(peserta nonaktif) aktif kembali,” tutur Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti
dalam 17th International Conference on Information and Communication Technology
(ICT) in Social Security 2024, Rabu (6/3) di Nusa Dua, Bali.
Konferensi ICT merupakan pertemuan global tiga tahunan Asosiasi
Lembaga Jaminan Sosial Internasional (ISSA). Pada tahun 2024, konferensi itu diadakan
di Bali dengan tema ”Data-Driven Transformation for a Smart, Resilient, and Inclusive
Social Security”. Ghufron mengatakan, berbagai pendekatan telah dilakukan untuk
mendorong keaktifan status peserta JKN. Salah satunya melalui inovasi Pesiar,
yakni program Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi. Lewat program ini, BPJS
Kesehatan bekerja sama dengan perangkat daerah untuk menyisir warga yang belum
menjadi peserta JKN ataupun peserta yang status keanggotaannya tidak aktif. Jika
ditemukan ada warga yang belum terdaftar atau status kepesertaannya tidak
aktif, perangkat daerah bisa melaporkan atau membantu mendorong individu
tersebut untuk memproses kepesertaannya. (Yoga)
Ramai-ramai Buka Kedai Kopi, dari Pegadaian hingga Bank
Seiring maraknya bisnis kedai kopi, muncul fenomena
perusahaan nonmakanan-minuman ikut terjun ke bisnis kedai kopi.
Perusahaan-perusahaan ini memilih kedai kopi sebagai sarana mengenalkan
berbagai produk bisnis utama mereka kepada publik dan memunculkan brand
awareness di kalangan konsumen. Kira-kira kredonya begini: sambil ngopi, kita
bicara bisnis. Selasa (5/3) Rudianto (35) bersama dua rekannya sedang menikmati
secangkir kopi espresso di The Gade Coffee & Gold by Pegadaian di Gedung
Sarinah, Jakarta. Saat menyeruput kopi, Rudianto melihat secarik kertas di meja
yang bertuliskan promosi produk layanan menabung dan jual beli emas secara
daring dari PT Pegadaian yang bisa diakses via pindai kode QR. Barulah saat itu
karyawan swasta di Jalan MH Thamrin ini menyadari bahwa kedai kopi tersebut
milik PT Pegadaian.”Dulu, kalau dengar Pegadaian, yang teringat ya solusi pendanaan
dan jual beli emas. Ternyata sekarang ada kedai kopinya,” ujar Rudianto.
Kepala Departemen Layanan Prioritas & The Gade Taufan El
Savir menjelaskan, ide dasar dari pendirian The Gade Coffee & Gold by Pegadaian
adalah menyasar segmen anak muda dan masyarakat umum. Kedai kopi menjadi tempat
untuk diskusi bisnis ataupun jadi sekadar tempat nongkrong. Tak hanya
menawarkan kopi dan berbagai kudapan, kedai kopi juga menjadi sarana PT
Pegadaian untuk mengomunikasikan produk layanannya. Salah satunya adalah
layanan jual beli emas. Harapannya, kedai kopi dapat menjadi sarana pemasaran untuk
mengerek penjualan produk dan meningkatkan wawasan masyarakat tentang produk PT
Pegadaian.
Memanfaatkan bisnis kedai kopi untuk mengomunikasikan produk
keuangan juga dilakukan bank OCBC. Mereka berkolaborasi dengan beberapa
produsen kopi kemasan untuk membuat sejumlah kedai kopi bernama Nyala. Sembari
berjualan kopi, mereka pun mengenalkan berbagai layanan produk perbankan sambal
mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan keuangan. Di Stasiun
Palmerah dan Stasiun Sudirman, Jakarta, OCBC berkolaborasi dengan Janji Jiwa
membuat toko kopi bernama Nyala Cuan & Coffee x Janji Jiwa.
OCBC juga berkolaborasi dengan First Crack Coffee dengan nama
Nyala Coffee by First Crack yang berlokasi di Mall Ciputra Surabaya dan di Cove
at Batavia, PIK, Jakarta. Ini merupakan kantor cabang OCBC dengan konsep terbaru,
yakni OCBC Financial Fitness Gym (FFG). Jadi, sembari menikmati kopi, konsumen
juga bisa mengecek kondisi keuangannya. Di lokasi-lokasi tersebut, OCBC juga
menawarkan promo spesial saat bertransaksi dengan layanan perbankan OCBC.
Masyarakat juga bisa membuka aplikasi layanan perbankan Nyala dari OCBC di
gerai kopi tersebut. Adapun aplikasi layanan perbankan ini memudahkan untuk
menabung, berinvestasi, membuka deposito, hingga Tarik dan setor uang di ATM. (Yoga)
Ekonomi Kreatif Akan Difasilitasi
Masa depan ekonomi Indonesia terletak, antara lain, pada
ekonomi kreatif. Modal dasar dan potensinya besar, juga tantangan-tantangannya.
Kolaborasi semua pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem menjadi
prasyaratnya. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, potensi perkembangan ekonomi
kreatif (ekraf) di Indonesia begitu besar. Kreativitas dan inovasi menjadi
modal utama para pelaku ekraf dalam negeri. ”Orang Indonesia itu (sebagai)
pelaku ekraf dikenal dunia dengan kemampuan berkreasi dan inovasi. Jadi, itu
sudah menjadi core Indonesia. Ini yang harus jadi keunggulan yang kita lebih
pertimbangkan di masa depan,” ujarnya dalam wawancara eksklusif bersama Kompas,
Rabu (6/3) di Jakarta. Ia mengatakan, industri manufaktur dan hilirisasi
tambang memang penting.
Namun, hilirisasi sektor ekraf pun perlu dilakukan. Sebab,
efek pengganda dari produksi barang dan jasa ekraf dapat berkontribusi pada
neraca ekraf untuk mendongkrak perekonomian nasional. Meski demikian, ia mengakui masih ada
hambatan-hambatan yang dihadapi para pelaku ekraf di lapangan, diantaranya isu
pembiayaan dan perubahan teknologi yang dinamis. Oleh sebab itu, pemerintah harus
mendampingi, bukannya meninggalkan. ”Ekosistem harus kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Salah satu caranya, menurut Sandiaga, investasi penuh pada SDM. Kolaborasi
lintas sektor dan kebijakan publik yang mendukung juga mutlak dilakukan. Selain
itu, pemerintah berkomitmen mendukung dari sisi pembiayaan.
Skemanya, antara lain, public private partnership atau kemitraan
pemerintah dan swasta. Sumber dananya berasal dari dana pariwisata Indonesia
(Indonesia Tourism Fund). Ada pula skema lain, termasuk untuk UMKM, yang tertuang
dalam PP No 24 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 24 Tahun 2019
tentang Ekonomi Kreatif. Kebijakan ini mengatur mengenai pembiayaan, pemasaran
produk berbasis kekayaan intelektual, infrastruktur, dan insentif untuk pelaku
ekraf. PP ini juga mengamanatkan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam
pengembangan ekraf dengan memfasilitasinya agar ekosistem ekraf dapat berjalan
dengan baik. (Yoga)









