Pembangunan Transmisi Jawa-Sumatera Butuh Kajian Matang
Rencana pembangunan jaringan transmisi listrik Sumatera-Jawa
yang menjadi bagian rencana PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk
menghubungkan sumber energi terbarukan ke pusat permintaan dinilai positif.
Akan tetapi, perlu kajian matang, khususnya terkait skema yang akan diterapkan
agar paket investasi yang ditawarkan menarik bagi investor. Pembangunan
transmisi Sumatera-Jawa merupakan bagian dari rencana green enabling supergrid
PLN untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik energi terbarukan.
Sebab, saat ini pusat permintaan ada di sejumlah provinsi di Jawa, sedangkan potensi
energi terbarukan, seperti hidro, ada di luar Jawa, antara lain Aceh dan Sumut.
Butuh transmisi untuk mengalirkan ke pusat permintaan.
Pengamat ekonomi energi yang juga dosen Departemen Ekonomika
dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, Fahmy Radhi, saat dihubungi, Kamis (7/3) menilai
positif rencana pembangunan itu. Bagi calon investor, proyek itu bisa dipandang
menarik. Apabila swasta dapat terlibat dalam proyek transmisi dan distribusi
kelistrikan, akan dicapai satu paket investasi. ”Masalahnya, apakah peraturan
kita mengizinkan swasta boleh membangun transmisi dan mendistribusikan
listriknya? Sebab, selama ini, PLN menerapkan sistem monopoli. Jadi, perlu
dikaji dan clear skemanya akan seperti apa. Jika memang ada aturannya, itu
menjadi tawaran investasi yang menarik bagi swasta karena pasarnya sudah
terbentuk,” kata Fahmy. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023