;

Pelanggan Subsidi Listrik Berkurang 6 Juta pada Awal 2024

Yuniati Turjandini 14 Mar 2024 Investor Daily

Kementrin ESDM mengungkapkan jumlah pelanggan listrik subsidi pada awal tahun ini 33,85 juta pelanggan, berkurang dibanding pada 2023 di 39,94 juta pelanggan subsidi. Pemerintah menetapkan pelanggan subsidi khususnya rumah tangga daya 900 volt ampere (VA) mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Pemerintah melakukan pemadanan data rumah tangga 900 VA dengan DTKS setiap 3 bulan pada Januari, April, Juli dan Oktober, merujuk Permen ESDM  No 3 Tahun 2024 tentang Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik Untuk Rumah Tangga Konsumen PLN.

Kepala Biro Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyanto Adi mengatakan 33,85 juta pelanggan subsidi itu terbagi atas daya 450 VA dan 900 VA. Untuk daya 450 VA mencapai 24.609 pelanggan dan daya 900 VA sebanyak 9.250.337 pelanggan. (Yetede)

Emiten Bahan Baku Mulai Menggeliat

Hairul Rizal 14 Mar 2024 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,53% ke posisi 7.421,20 Rabu (13/3). IHSG sempat menembus level tertinggi (all time high) di 7.441,61. Saham di sektor barang baku (basic materials) jadi motor penggerak lonjakan IHSG. Saham barang baku melaju paling kencang dengan penguatan harian indeks sektoral mencapai 2,61%. Barisan saham emiten berskala jumbo dari bidang usaha tambang logam mineral (nikel, tembaga dan timah), kimia, kertas dan baja kompak melaju. Sekadar contoh, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 3,28% dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 3,51%. Duo Grup Barito di industri kimia, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kompak melompat 1,49% dan 11,66%. Emiten kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan emiten baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) turut melesat, naik 2,10% dan 6,25%. Sebelumnya, saham emiten emas telah melaju cukup kencang. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengamati akselerasi saham sektor barang baku terdongkrak kenaikan harga komoditas tambang global, seperti nikel yang kembali rebound setelah setahun terakhir mengalami koreksi. Sementara itu, ketidakpastian global turut memoles permintaan emas sebagai aset safe haven.

Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian menambahkan perkembangan industri Artificial Intelligence (AI) akan turut menggairahkan kembali permintaan dan harga komoditas logam dan mineral. Pasalnya, industri AI sangat memerlukan semikonduktor yang bahan bakunya berasal dari komoditas tambang mineral. Sedangkan Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan menyoroti rilis data inflasi China bulan Februari 2024 yang berada di atas estimasi konsensus. Menjadi salah satu tanda perbaikan ekonomi China yang sebelumnya menghadapi tantangan deflasi sejak September 2023. "Ada indikasi pulihnya ekonomi China dan menggeliatnya aktivitas industri," ujar Felix ke KONTAN, Rabu (13/3). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengingatkan, pelaku pasar perlu selektif memilih saham dan menentukan momentum. Dia menyoroti emiten petrokimia yang berpotensi profit taking usai naik signifikan. Sedangkan emiten komoditas yang kinerjanya tertinggal seperti nikel dan emas, masih berpotensi kembali melaju.

Menkeu dan Menhub Bahas Moda Transportasi IKN

Hairul Rizal 14 Mar 2024 Kontan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggelar pertemuan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk membahas moda transportasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Keuangan RI, Rabu (13/3). Sri Mulyani menyampaikan, pemerintah terus mempercepat pembangunan moda transportasi di IKN. "Hari ini saya kedatangan rekan baik saya, Pak Menhub Budi Karya di kantor Kemenkeu. Kami membahas rancangan moda transportasi di IKN yang saat ini terus diakselerasi pembangunannya," kata Sri Mulyani, kemarin. Menurut catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sejumlah moda transportasi akan dibangun di IKN Nusantara. Beberapa di antaranya adalah kereta bandara, Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), bus antar kota, hingga Bus Raya Terpadu (BRT). Menkeu bilang, selain di IKN, pemerintah berencana membangun moda transportasi baru di Bali, yaitu LRT. Pemerintah berharap, pembangunan LRT di Bali akan semakin mendorong industri pariwisata di wilayah tersebut.

Pebisnis Tolak Wajib Kunci Valas Ekspor Tiga Bulan

Hairul Rizal 14 Mar 2024 Kontan
Para pengusaha mulai gerah dan tak happy dengan aturan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA). Pengusaha menyoroti dua hal, yakni kewajiban menyimpan 30% devisa hasil ekspor ke sistem keuangan dalam negeri serta tenor penyimpanan selama tiga bulan. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Chandra Wahjudi mengatakan setiap sektor usaha punya struktur biaya dan profitberbeda. Oleh karena itu, dia berharap ada skema selain 30% DHE disimpan selama tiga bulan. Chandra tak memungkiri, keluhan pengusaha yang paling banyak terkait arus kas (cashflow). Menurut dia, dengan aturan 30% DHE ditahan tiga bulan, tak mudah bagi pengusaha mengatur cashflow. Dana itu biasanya digunakan pebisnis untuk kegiatan lain seperti membayar supplier, gaji karyawan dan biaya overhead lainnya. "Jadi kalau ada instrumen lain yang bisa membantu cashflow, para eksportir akan sangat baik disamping insentif PPh dan bunga deposito yang kompetitif," terang Chandra. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani juga mengakui kewajiban menahan 30% DHE tiga bulan banyak dikeluhkan pelaku usaha. Pasalnya, angka 30% DHE adalah jumlah yang signifikan untuk pergerakan cashflow. Shinta bilang, ada berbagai alasan mengapa pelaku usaha kesulitan menempatkan DHE di Indonesia. Toh, tidak semua keberatan itu karena masalah pajak atau insentif. "Ada isu yang lebih krusial seperti kebutuhan terhadap efisiensi (kemudahan/kecepatan/biaya) transaksi internasional, daya saing suku bunga, kesepakatan dalam kontrak dagang atau dengan shareholders, cashflow dan lain-lain," kata dia. Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) juga menolak kebijakan DHE. Alasannya, pengusaha manufaktur umumnya membeli bahan baku atau spare part menggunakan dolar AS. Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menegaskan, sektor manufaktur yang dimaksud sebetulnya manufaktur hasil olahan sumber daya alam, sebagai kebijakan hilirisasi.

Saham Big Caps Unggulan Bursa Cetak Rekor

Hairul Rizal 14 Mar 2024 Kontan (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high. Rekor itu terjadi di perdagangan Rabu (13/3) yang menyentuh 7.441,61. Meski setelah itu melandai, IHSG mampu bertahan di atas level 7.400 hingga akhir perdagangan Rabu (13/3). IHSG ditutup menguat 0,53% atau naik 39,30 poin ke level 7.421,20. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer menjelaskan, penguatan IHSG beberapa hari ini tidak terlepas dari menguatkan mayoritas bursa saham di kawasan Asia dan global. Selain itu, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Februari 2024 berada di level 123,1. Ini masih menjadi pertanda masyarakat Indonesia masih cukup optimistis terhadap kondisi ekonomi. Sentimen lain, pengumuman pembagian dividen bank pelat merah serta emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA). "Ini menambah antusias pelaku pasar," kata dia kepada KONTAN, Rabu (13/3).

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas juga melihat, penguatan IHSG didorong euforia pembagian dividen emiten. Saham-saham dengan kapitalisasi besar atau big caps juga menjadi mendorong pergerakan IHSG. Dorongan terbesar penguatan IHSG berasal dari entitas Grup Barito, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), TPIA menguat 11,7% ke level Rp 6.225 per saham dan menyentuh all time high. Dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 539 triliun, TPIA menyumbang 20,69 poin terhadap pergerakan IHSG. Selain TPIA, menyusul saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) berkontribusi 13,67 poin. Kemudian ada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang masing-masing menyumbang 8,5 poin dan 5,82 poin. Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada melihat, kinerja sejumlah emiten saham milik Prajogo Pangestu masih menarik.Namun dalam beberapa waktu terakhir, di saat harga saham emiten milik Prajogo sedang menguat, malah mendapat teguran dari otoritas BEI. Secara umum, sejumlah saham big caps tetap menarik dicermati. Reza menjagokan BBCA dengan target harga Rp 11.150, BBRI dengan target Rp 7.250, BREN di harga Rp 7.250, AMMN di RP 8.900 dan TLKM di harga Rp 4.500.

Waspadai Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan

Yoga 14 Mar 2024 Kompas (H)

BMKG memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air beberapa hari ke depan. Angin kencang disertai hujan dengan intensitas ringan-lebat serta gelombang laut tinggi berpotensi terjadi dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau mewaspadainya. Di NTB, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memprediksi cuaca ekstrem berlangsung di NTB hingga akhir pecan ini. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan disertai angina kencang hingga gelombang tinggi. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan Primadi, Rabu (13/3) mengatakan, curah hujan bisa terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. ”Berpotensi terjadi di seluruh wilayah NTB, 10-16 Maret 2024,” ujarnya. Kondisi itu bisa terjadi pagi hingga dini hari, yakni mulai dari Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.

Selain hujan disertai petir dan angin kencang, BMKG Stasiun Meteorologi ZAM memprediksi potensi gelombang tinggi pada periode itu. Gelombang dengan tinggi mencapai 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Selat Sape bagian selatan. Adapun gelombang 4-6 meter berpotensiterjadi di Samudra Hindia, selatan NTB. Di Malang, Jatim, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Firda Amalia M, mengatakan, hingga kini dinamika atmosfer mendukung untuk terjadinya cuaca ekstrem. ”Selain itu, saat ini juga ada bibit siklon yang berada di selatan Pulau Jawa. Ini bisa meningkatkan cuaca ekstrem hingga seminggu ke depan berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa,” ujarnya. Di Sultra, hujan dengan intensitas sangat tinggi masih berpotensi terjadi di Kendari dan sejumlah daerah lain di Sultra. Masyarakat diharapkan mewaspadai banjir dan longsor selama sepekan ke depan. ”Selama seminggu ke depan, (curah) hujan masih akan tinggi. Kondisi ini diprediksi terjadi di Kendari, sejumlah daerah di daratan Sultra, dan beberapa di kepulauan,” kata Kepala Stasiun Maritim BMKG Kendari Sugeng Widarko. (Yoga)

Operasi Tiktok di AS Terus Mendapat Ganjalan

Yoga 14 Mar 2024 Kompas (H)

DPR di AS, ketika berita ini ditulis, Rabu (13/3) tengah bersiap menggelar pemungutan suara terkait masa depan media sosial Tiktok di AS. Diduga kuat, DPR AS akan meloloskan ketentuan yang memaksa Bytedance, perusahaan induk Tiktok di China, mendivestasikan aset mereka pada entitas di luar China. Waktu yang diberikan hanya enam bulan. Apabila tidak mengindahkannya, Tiktok akan dilarang digunakan di AS. Pemungutan suara akan dilakukan pukul 10.00 waktu setempat. Untuk dapat disahkan, RUU itu membutuhkan dukungan dari dua pertiga anggota DPR. Meskipun Tiktok gigih menggalang dukungan untuk menahan laju RUU itu, para pihak, baik pendukung maupun penentang RUU itu, memprakirakan, ketentuan itu bakal lolos di DPR. Komite Energi dan Perdagangan DPR pada pekan lalu memberikan suara 50-0 untuk mendukung RUU tersebut.

RUU itu lahir dari kekhawatiran soal keamanan nasional AS terhadap langkah asertif China, mulai dari isu mobil cerdas, kecerdasan buatan, hingga media sosial. Selasa lalu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan, tujuan dari lahirnya RUU itu adalah untuk mengakhiri kepemilikan oleh perusahaan China, bukan semata-mata melarang Tiktok. ”Apakah kita ingin Tiktok, sebagai sebuah platform, dimiliki oleh perusahaan AS atau dimiliki oleh China? Apakah kita ingin data dari Tiktok, data anak-anak, data orang dewasa, tetap ada di sini, di AS, atau pergi ke luar negeri? China?” kata Sullivan.

Secara resmi, ketentuan itu dikenal sebagai ”UU Perlindungan Orang AS dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing”. China mengancam sikap dan langkah AS. Menurut China, pada akhirnya larangan itu justru akan berdampak buruk dan merugikan AS. Kecaman keras China tersebut disampaikan oleh juru bicara Kemenlu China, Wang Wenbin, Rabu (13/3) di Beijing, China. ”Meskipun AS tidak pernah menemukan bukti bahwa Tiktok mengancam keamanan nasional AS, mereka tidak berhenti menekan Tiktok,” kata Wang. Saat ini, aplikasi video pendek itu digunakan 170 juta orang di AS. Ini menjadikan Tiktok salah satu media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di negara itu. Namun, Fraksi Partai Republik dan Partai Demokrat di DPR AS berpendapat, kepemilikan perusahaan itu dinilai memiliki potensi atau menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional AS. (Yoga)

Akses untuk Kuliah Semakin Berat

Yoga 14 Mar 2024 Kompas

Akses pendidikan dasar dan menengah di Indonesia semakin membaik dengan pembiayaan yang terjangkau, bahkan gratis untuk sekolah negeri. Sebaliknya, akses untuk kuliah di perguruan tinggi Indonesia masih berat karena tingginya biaya kuliah dan minimnya anggaran pendidikan tinggi yang disediakan negara. Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam, di Jakarta, Rabu (13/3) mengatakan, anggaran fungsi pendidikan minimal 20 % APBN belum mampu mendukung pembiayaan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri (PTN) sekalipun. Karena itu, pembiayaan pendidikan tinggi hingga kini prinsipnya masih gotong royong, yaitu investasi bersama pemerintah dan masyarakat serta pihak lain. Di acara bincang edukasi ”Mengupas Skema Terbaik dan Ringankan Pendanaan Mahasiswa”, beberapa waktu lalu, Nizam memaparkan, dari berbagai data yang dikompilasi tahun 2020, rata-rata total biaya pendidikan Indonesia sekitar 2.000 USD atau Rp 28 juta per mahasiswa.

Dibandingkan India yang berkisar 3.000 USD, biaya di Indonesia lebih murah 75 %, tapi, dibandingkan dengan Malaysia, biaya pendidikan di Indonesia baru seperempatnya karena biaya kuliah di sana sekitar 7.000 USD AS per mahasiswa. Hingga kini, subsidi biaya kuliah dari pemerintah dengan standar minimum di PTN baru 28 % Anggaran Diktiristek tahun 2024 sekitar Rp 33,6 triliun, tetapi itu termasuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP) atau dana masyarakat sekitar Rp 7 triliun. Saat ini sebagian besar anggaran Diktiristek habis digunakan untuk belanja pegawai. ”Jika mau menyubsidi seperti di Malaysia, butuh Rp 110 triliun atau empat kali lipat anggaran PTN, belum bantuan PTS. Kalau mau seperti Australia, kebutuhan mencapai Rp 1.000 triliun, tentunya tidak mungkin dengan APBN yang ada.

Karena itu, perlu pembiayaan gotong royong sebagai investasi bersama pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif,” tutur Nizam. Dari alokasi Kemendikbudristek tahun 2023 sekitar Rp 81 triliun, sepertiganya dialokasikan untuk jaring pengaman sosial afirmasi beasiswa anak sekolah hingga mahasiswa. ”Anggaran untuk PTN saja masih kecil. Kalau bicara kualitas, butuh pembiayaan lebih besar,” kata Nizam. Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia Didin Muhafidin mengatakan, biaya kuliah tinggi tidak terhindarkan. Sebab, biaya operasional kampus, khususnya PTS, terus meningkat dan dibebankan kepada mahasiswa. Biaya investasi juga meningkat dan inflasi tinggi. Didin juga menyoroti kebijakan pemerintah yang ambigu sehingga beban biaya kuliah tinggi. ”Perguruan tinggi itu, kan, ditetapkan nirlaba, tapi perlakuannya tetap seperti lembaga bisnis. Seharusnya ada perlakuan khusus bagi lembaga pendidikan tinggi dari pemerintah pusat dan daerah,” ujar Didin. (Yoga)

Menghadapi Generasi Pesimistis

Yoga 14 Mar 2024 Kompas

Inilah kisah di China ketika anak muda berebut lowongan pekerjaan. Malam sebelum ujian pegawai negeri China, Melody Zhang (24) belajar sambil berjalan mondar-mandir dengan cemas. Barulah saat masuk ke dalam ruangan ujian keesokan harinya, dia menyadari sudah menangis seharian. Zhang sangat berharap bisa bekerja di lembaga pemerintah setelah 100 berkas lamaran kerjanya untuk industri media ditolak. Sayangnya, impian itu pun kandas. Bukan hanya Zhang yang gagal menjadi pegawai negeri karena peminatnya sampai 2,6 juta orang. Padahal, lowongan yang tersedia hanya 39.600 posisi. Jumlah peminat 2,6 juta orang ini mencatat rekor di tengah krisis kemiskinan yang dialami anak muda (Kompas.id, 11/3/2024). Setidaknya 20 % dari 100 juta warga China berusia 16-24 tahun menganggur pada Juni 2023.

Pengumuman ini ditarik dan kemudian muncul pernyataan baru yang menyebutkan bahwa data itu tidak memasukkan mahasiswa dan menyebutkan pengangguran anak muda mencapai 14,9 % pada Desember 2023. Angka-angka ini sebenarnya berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi China yang tidak lagi tinggi sehingga penyediaan lapangan pekerjaan tidak memadai. Mereka yang bekerja pun tidak memperoleh pendapatan yang layak karena turun 1,3 % dibandingkan tahun lalu. Tak mengherankan jika mereka disebut generasi paling pesimistis. Fenomena ini tidak hanya terjadi di China, tetapi juga di AS dan Indonesia. Mereka adalah generasi yang sulit mendapatkan pekerjaan, sulit untuk membeli properti, dan tak mudah untuk mendapatkan akses pendidikan yang bermutu.

Tekanan hidup mereka sangat berat dan mendalam. China memahami hal ini. Saat ini, mereka tengah mencari sumber pertumbuhan baru. Target pertumbuhan saat ini, yaitu 5 %, hanya sekadar untuk menjaga lapangan pekerjaan. Mereka bercita-cita memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja. Dalam Kongres Rakyat Nasional (NPC) tahunan awal Maret lalu, China telah mengumumkan, salah satu cara menyelesaikan masalah saat ini adalah dengan membangun industri yang penting bagi daya saing masa depan, antara lain kecerdasan buatan hingga eksplorasi ruang angkasa. (Yoga)

Matematika Pangan Lokal

Yoga 14 Mar 2024 Kompas

Melonjaknya harga beras menjadi momentum untuk kembali pada beragam pangan lokal. Selain lebih murah, pangan lokal lebih segar dan memiliki kandungan gizi yang baik. Ditinggalkanya beragam pangan lokal dan bergesernya pola konsumsi ke beras membebani ekonomi masyarakat, terutama di daerah defisit beras seperti NTT. Semakin miskin masyarakat, presentasi penghasilan yang tersedot untuk membeli beras kian besar. Masyarakat harus mengorbankan beragam kebutuhan konsumsi yang lain, termasuk mengurangi konsumsi protein. Hal ini pada gilirannya berisiko meningkatkan masalah gizi pada anak.

”Harga beras saat ini paling mahal dari yang saya alami selama hidup. Warga saat ini terbebani luar biasa dengan perkembangan ini,” kata Kepala Desa Mudakeputu, Kabupaten Flores Timur, NTT, Yohanes Purin Weking (57), Minggu (3/3). Harga beras di Pasar Mudakeputu saat ini mencapai Rp 17.000 per kg, jauh lebih tinggi dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.400 per kg. Kenaikan harga beras ini diikuti kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lain, termasuk telur. ”Warga miskin tambah miskin karena uang saat ini seperti tidak bernilai,” ujarnya. Anastasia Marselina Dai (35), ibu rumah tangga di Desa Mudakeputu, menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan beras, keluarganya menjual hasil pertanian, seperti sayur-mayur, singkong, dan jagung, tetapi harganya tidak sebanding.

Satu karung singkong, 50 kg, hanya laku dijual Rp 20.000. ”Kami sekarang harus menghemat untuk membeli lauk-pauknya. Ikannya dikurangi, yang penting anak-anak kenyang dulu,” katanya. Menurut Yohanes, lonjakan harga beras saat ini membuatnya tersadar tentang pentingnya pangan lokal. ”Kalau warga masih mau makan pangan-pangan lokal, pasti tidak akan kesusahan dengan naiknya harga beras,” ujarnya. Secara tradisional, masyarakat Mudakeputu memiliki pengetahuan untuk mengolah jagung dan singkong sebagai pangan pokok. ”Bahkan, kalau mau ke hutan, juga banyak umbi-umbian yang dulu waktu saya masih kecil menjadi makanan sehari-hari,” lanjutnya.

Jagung kuning, misalnya, menurut ahli gizi IPB University, Drajat Martianto, memiliki kandungan energi 355 kalori per 100 gram (g), hampir sama dengan nasi sebesar 360 kalori per 100 g. Sementara tepung gaplek memiliki kandungan energi 363 kalori per 100 g. Bahan pangan ini juga memiliki unsur mikro dengan kandungan bervariasi. Dari sisi harga, beragam pangan lokal juga lebih murah. Meski begitu, makan juga soal kebiasaan selain persepsi warga yang sudah terhegemoni pangan pokok harus beras. Menurut Yohanes, selama puluhan tahun, masyarakat di desa diajarkan bahwa makan harus beras. Mereka yang masih makan putu dan nasi jagung dianggap orang tidak mampu. ”Ini yang membuat warga menjual jagung, singkong, dan mete untuk beli beras,” katanya (Yoga)

Pilihan Editor