Pelanggan Subsidi Listrik Berkurang 6 Juta pada Awal 2024
Kementrin ESDM mengungkapkan jumlah pelanggan listrik subsidi pada awal tahun ini 33,85 juta pelanggan, berkurang dibanding pada 2023 di 39,94 juta pelanggan subsidi. Pemerintah menetapkan pelanggan subsidi khususnya rumah tangga daya 900 volt ampere (VA) mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Pemerintah melakukan pemadanan data rumah tangga 900 VA dengan DTKS setiap 3 bulan pada Januari, April, Juli dan Oktober, merujuk Permen ESDM No 3 Tahun 2024 tentang Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik Untuk Rumah Tangga Konsumen PLN.
Kepala Biro Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyanto Adi mengatakan 33,85 juta pelanggan subsidi itu terbagi atas daya 450 VA dan 900 VA. Untuk daya 450 VA mencapai 24.609 pelanggan dan daya 900 VA sebanyak 9.250.337 pelanggan. (Yetede)
Emiten Bahan Baku Mulai Menggeliat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,53% ke posisi 7.421,20 Rabu (13/3). IHSG sempat menembus level tertinggi (all time high) di 7.441,61. Saham di sektor barang baku (basic materials) jadi motor penggerak lonjakan IHSG. Saham barang baku melaju paling kencang dengan penguatan harian indeks sektoral mencapai 2,61%. Barisan saham emiten berskala jumbo dari bidang usaha tambang logam mineral (nikel, tembaga dan timah), kimia, kertas dan baja kompak melaju. Sekadar contoh, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 3,28% dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 3,51%. Duo Grup Barito di industri kimia, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kompak melompat 1,49% dan 11,66%. Emiten kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan emiten baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) turut melesat, naik 2,10% dan 6,25%. Sebelumnya, saham emiten emas telah melaju cukup kencang. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengamati akselerasi saham sektor barang baku terdongkrak kenaikan harga komoditas tambang global, seperti nikel yang kembali rebound setelah setahun terakhir mengalami koreksi. Sementara itu, ketidakpastian global turut memoles permintaan emas sebagai aset safe haven.
Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian menambahkan perkembangan industri Artificial Intelligence (AI) akan turut menggairahkan kembali permintaan dan harga komoditas logam dan mineral. Pasalnya, industri AI sangat memerlukan semikonduktor yang bahan bakunya berasal dari komoditas tambang mineral. Sedangkan Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan menyoroti rilis data inflasi China bulan Februari 2024 yang berada di atas estimasi konsensus. Menjadi salah satu tanda perbaikan ekonomi China yang sebelumnya menghadapi tantangan deflasi sejak September 2023. "Ada indikasi pulihnya ekonomi China dan menggeliatnya aktivitas industri," ujar Felix ke KONTAN, Rabu (13/3). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengingatkan, pelaku pasar perlu selektif memilih saham dan menentukan momentum. Dia menyoroti emiten petrokimia yang berpotensi profit taking usai naik signifikan. Sedangkan emiten komoditas yang kinerjanya tertinggal seperti nikel dan emas, masih berpotensi kembali melaju.
Menkeu dan Menhub Bahas Moda Transportasi IKN
Pebisnis Tolak Wajib Kunci Valas Ekspor Tiga Bulan
Saham Big Caps Unggulan Bursa Cetak Rekor
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high. Rekor itu terjadi di perdagangan Rabu (13/3) yang menyentuh 7.441,61. Meski setelah itu melandai, IHSG mampu bertahan di atas level 7.400 hingga akhir perdagangan Rabu (13/3). IHSG ditutup menguat 0,53% atau naik 39,30 poin ke level 7.421,20. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer menjelaskan, penguatan IHSG beberapa hari ini tidak terlepas dari menguatkan mayoritas bursa saham di kawasan Asia dan global. Selain itu, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Februari 2024 berada di level 123,1. Ini masih menjadi pertanda masyarakat Indonesia masih cukup optimistis terhadap kondisi ekonomi. Sentimen lain, pengumuman pembagian dividen bank pelat merah serta emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA). "Ini menambah antusias pelaku pasar," kata dia kepada KONTAN, Rabu (13/3).
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas juga melihat, penguatan IHSG didorong euforia pembagian dividen emiten. Saham-saham dengan kapitalisasi besar atau big caps juga menjadi mendorong pergerakan IHSG. Dorongan terbesar penguatan IHSG berasal dari entitas Grup Barito, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), TPIA menguat 11,7% ke level Rp 6.225 per saham dan menyentuh all time high. Dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 539 triliun, TPIA menyumbang 20,69 poin terhadap pergerakan IHSG. Selain TPIA, menyusul saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) berkontribusi 13,67 poin. Kemudian ada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang masing-masing menyumbang 8,5 poin dan 5,82 poin. Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada melihat, kinerja sejumlah emiten saham milik Prajogo Pangestu masih menarik.Namun dalam beberapa waktu terakhir, di saat harga saham emiten milik Prajogo sedang menguat, malah mendapat teguran dari otoritas BEI. Secara umum, sejumlah saham big caps tetap menarik dicermati. Reza menjagokan BBCA dengan target harga Rp 11.150, BBRI dengan target Rp 7.250, BREN di harga Rp 7.250, AMMN di RP 8.900 dan TLKM di harga Rp 4.500.
Waspadai Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan
BMKG memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah
di Tanah Air beberapa hari ke depan. Angin kencang disertai hujan dengan
intensitas ringan-lebat serta gelombang laut tinggi berpotensi terjadi dan
berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau mewaspadainya. Di
NTB, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memprediksi cuaca ekstrem
berlangsung di NTB hingga akhir pecan ini. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan
disertai angina kencang hingga gelombang tinggi. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM
Satria Topan Primadi, Rabu (13/3) mengatakan, curah hujan bisa terjadi dengan intensitas
sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. ”Berpotensi terjadi di seluruh
wilayah NTB, 10-16 Maret 2024,” ujarnya. Kondisi itu bisa terjadi pagi hingga
dini hari, yakni mulai dari Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah,
Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.
Selain hujan disertai petir dan angin kencang, BMKG Stasiun
Meteorologi ZAM memprediksi potensi gelombang tinggi pada periode itu. Gelombang
dengan tinggi mencapai 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian
selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Selat Sape bagian selatan. Adapun
gelombang 4-6 meter berpotensiterjadi di Samudra Hindia, selatan NTB. Di
Malang, Jatim, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Firda Amalia M, mengatakan,
hingga kini dinamika atmosfer mendukung untuk terjadinya cuaca ekstrem. ”Selain
itu, saat ini juga ada bibit siklon yang berada di selatan Pulau Jawa. Ini bisa
meningkatkan cuaca ekstrem hingga seminggu ke depan berupa hujan lebat disertai
petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa,”
ujarnya. Di Sultra, hujan dengan intensitas sangat tinggi masih berpotensi
terjadi di Kendari dan sejumlah daerah lain di Sultra. Masyarakat diharapkan
mewaspadai banjir dan longsor selama sepekan ke depan. ”Selama seminggu ke
depan, (curah) hujan masih akan tinggi. Kondisi ini diprediksi terjadi di
Kendari, sejumlah daerah di daratan Sultra, dan beberapa di kepulauan,” kata Kepala
Stasiun Maritim BMKG Kendari Sugeng Widarko. (Yoga)
Operasi Tiktok di AS Terus Mendapat Ganjalan
DPR di AS, ketika berita ini ditulis, Rabu (13/3) tengah bersiap
menggelar pemungutan suara terkait masa depan media sosial Tiktok di AS. Diduga
kuat, DPR AS akan meloloskan ketentuan yang memaksa Bytedance, perusahaan induk
Tiktok di China, mendivestasikan aset mereka pada entitas di luar China. Waktu
yang diberikan hanya enam bulan. Apabila tidak mengindahkannya, Tiktok akan
dilarang digunakan di AS. Pemungutan suara akan dilakukan pukul 10.00 waktu
setempat. Untuk dapat disahkan, RUU itu membutuhkan dukungan dari dua pertiga
anggota DPR. Meskipun Tiktok gigih menggalang dukungan untuk menahan laju RUU
itu, para pihak, baik pendukung maupun penentang RUU itu, memprakirakan, ketentuan
itu bakal lolos di DPR. Komite Energi dan Perdagangan DPR pada pekan lalu
memberikan suara 50-0 untuk mendukung RUU tersebut.
RUU itu lahir dari kekhawatiran soal keamanan nasional AS
terhadap langkah asertif China, mulai dari isu mobil cerdas, kecerdasan buatan,
hingga media sosial. Selasa lalu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake
Sullivan mengatakan, tujuan dari lahirnya RUU itu adalah untuk mengakhiri
kepemilikan oleh perusahaan China, bukan semata-mata melarang Tiktok. ”Apakah
kita ingin Tiktok, sebagai sebuah platform, dimiliki oleh perusahaan AS atau
dimiliki oleh China? Apakah kita ingin data dari Tiktok, data anak-anak, data
orang dewasa, tetap ada di sini, di AS, atau pergi ke luar negeri? China?” kata
Sullivan.
Secara resmi, ketentuan itu dikenal sebagai ”UU Perlindungan
Orang AS dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing”. China mengancam sikap
dan langkah AS. Menurut China, pada akhirnya larangan itu justru akan berdampak
buruk dan merugikan AS. Kecaman keras China tersebut disampaikan oleh juru bicara
Kemenlu China, Wang Wenbin, Rabu (13/3) di Beijing, China. ”Meskipun AS tidak
pernah menemukan bukti bahwa Tiktok mengancam keamanan nasional AS, mereka
tidak berhenti menekan Tiktok,” kata Wang. Saat ini, aplikasi video pendek itu
digunakan 170 juta orang di AS. Ini menjadikan Tiktok salah satu media sosial dengan
jumlah pengguna terbanyak di negara itu. Namun, Fraksi Partai Republik dan
Partai Demokrat di DPR AS berpendapat, kepemilikan perusahaan itu dinilai
memiliki potensi atau menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional AS. (Yoga)
Akses untuk Kuliah Semakin Berat
Akses pendidikan dasar dan menengah di Indonesia semakin
membaik dengan pembiayaan yang terjangkau, bahkan gratis untuk sekolah negeri.
Sebaliknya, akses untuk kuliah di perguruan tinggi Indonesia masih berat karena
tingginya biaya kuliah dan minimnya anggaran pendidikan tinggi yang disediakan negara.
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam, di
Jakarta, Rabu (13/3) mengatakan, anggaran fungsi pendidikan minimal 20 % APBN
belum mampu mendukung pembiayaan pendidikan tinggi di perguruan
tinggi negeri (PTN) sekalipun. Karena itu, pembiayaan pendidikan tinggi hingga
kini prinsipnya masih gotong royong, yaitu investasi bersama pemerintah dan masyarakat
serta pihak lain. Di acara bincang edukasi ”Mengupas Skema Terbaik dan
Ringankan Pendanaan Mahasiswa”, beberapa waktu lalu, Nizam memaparkan, dari
berbagai data yang dikompilasi tahun 2020, rata-rata total biaya pendidikan
Indonesia sekitar 2.000 USD atau Rp 28 juta per mahasiswa.
Dibandingkan India yang berkisar 3.000 USD, biaya di
Indonesia lebih murah 75 %, tapi, dibandingkan dengan Malaysia, biaya pendidikan
di Indonesia baru seperempatnya karena biaya kuliah di sana sekitar 7.000 USD AS
per mahasiswa. Hingga kini, subsidi biaya kuliah dari pemerintah dengan standar
minimum di PTN baru 28 % Anggaran Diktiristek tahun 2024 sekitar Rp 33,6
triliun, tetapi itu termasuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP) atau dana
masyarakat sekitar Rp 7 triliun. Saat ini sebagian besar anggaran Diktiristek
habis digunakan untuk belanja pegawai. ”Jika mau menyubsidi seperti di
Malaysia, butuh Rp 110 triliun atau empat kali lipat anggaran PTN, belum
bantuan PTS. Kalau mau seperti Australia, kebutuhan mencapai Rp 1.000 triliun,
tentunya tidak mungkin dengan APBN yang ada.
Karena itu, perlu pembiayaan gotong royong sebagai investasi bersama
pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif,”
tutur Nizam. Dari alokasi Kemendikbudristek tahun 2023 sekitar Rp 81 triliun,
sepertiganya dialokasikan untuk jaring pengaman sosial afirmasi beasiswa anak
sekolah hingga mahasiswa. ”Anggaran untuk PTN saja masih kecil. Kalau bicara
kualitas, butuh pembiayaan lebih besar,” kata Nizam. Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia
Didin Muhafidin mengatakan, biaya kuliah tinggi tidak terhindarkan. Sebab,
biaya operasional kampus, khususnya PTS, terus meningkat dan dibebankan kepada
mahasiswa. Biaya investasi juga meningkat dan inflasi tinggi. Didin juga
menyoroti kebijakan pemerintah yang ambigu sehingga beban biaya kuliah tinggi.
”Perguruan tinggi itu, kan, ditetapkan nirlaba, tapi perlakuannya tetap seperti
lembaga bisnis. Seharusnya ada perlakuan khusus bagi lembaga pendidikan tinggi
dari pemerintah pusat dan daerah,” ujar Didin. (Yoga)
Menghadapi Generasi Pesimistis
Inilah kisah di China ketika anak muda berebut lowongan pekerjaan. Malam sebelum ujian pegawai negeri China, Melody Zhang (24) belajar sambil berjalan mondar-mandir dengan cemas. Barulah saat masuk ke dalam ruangan ujian keesokan harinya, dia menyadari sudah menangis seharian. Zhang sangat berharap bisa bekerja di lembaga pemerintah setelah 100 berkas lamaran kerjanya untuk industri media ditolak. Sayangnya, impian itu pun kandas. Bukan hanya Zhang yang gagal menjadi pegawai negeri karena peminatnya sampai 2,6 juta orang. Padahal, lowongan yang tersedia hanya 39.600 posisi. Jumlah peminat 2,6 juta orang ini mencatat rekor di tengah krisis kemiskinan yang dialami anak muda (Kompas.id, 11/3/2024). Setidaknya 20 % dari 100 juta warga China berusia 16-24 tahun menganggur pada Juni 2023.
Pengumuman ini ditarik dan kemudian muncul pernyataan baru yang menyebutkan bahwa data itu tidak memasukkan mahasiswa dan menyebutkan pengangguran anak muda mencapai 14,9 % pada Desember 2023. Angka-angka ini sebenarnya berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi China yang tidak lagi tinggi sehingga penyediaan lapangan pekerjaan tidak memadai. Mereka yang bekerja pun tidak memperoleh pendapatan yang layak karena turun 1,3 % dibandingkan tahun lalu. Tak mengherankan jika mereka disebut generasi paling pesimistis. Fenomena ini tidak hanya terjadi di China, tetapi juga di AS dan Indonesia. Mereka adalah generasi yang sulit mendapatkan pekerjaan, sulit untuk membeli properti, dan tak mudah untuk mendapatkan akses pendidikan yang bermutu.
Tekanan hidup mereka sangat berat dan mendalam. China memahami hal ini. Saat ini, mereka tengah mencari sumber pertumbuhan baru. Target pertumbuhan saat ini, yaitu 5 %, hanya sekadar untuk menjaga lapangan pekerjaan. Mereka bercita-cita memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja. Dalam Kongres Rakyat Nasional (NPC) tahunan awal Maret lalu, China telah mengumumkan, salah satu cara menyelesaikan masalah saat ini adalah dengan membangun industri yang penting bagi daya saing masa depan, antara lain kecerdasan buatan hingga eksplorasi ruang angkasa. (Yoga)
Matematika Pangan Lokal
Melonjaknya harga beras menjadi momentum untuk kembali pada
beragam pangan lokal. Selain lebih murah, pangan lokal lebih segar dan memiliki
kandungan gizi yang baik. Ditinggalkanya beragam pangan lokal dan bergesernya pola
konsumsi ke beras membebani ekonomi masyarakat, terutama di daerah defisit
beras seperti NTT. Semakin miskin masyarakat, presentasi penghasilan yang tersedot
untuk membeli beras kian besar. Masyarakat harus mengorbankan beragam kebutuhan
konsumsi yang lain, termasuk mengurangi konsumsi protein. Hal ini pada
gilirannya berisiko meningkatkan masalah gizi pada anak.
”Harga beras saat ini paling mahal dari yang saya alami selama
hidup. Warga saat ini terbebani luar biasa dengan perkembangan ini,” kata
Kepala Desa Mudakeputu, Kabupaten Flores Timur, NTT, Yohanes Purin Weking (57),
Minggu (3/3). Harga beras di Pasar Mudakeputu saat ini mencapai Rp 17.000 per kg,
jauh lebih tinggi dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.400 per kg.
Kenaikan harga beras ini diikuti kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lain,
termasuk telur. ”Warga miskin tambah miskin karena uang saat ini seperti tidak
bernilai,” ujarnya. Anastasia Marselina Dai (35), ibu rumah tangga di Desa Mudakeputu,
menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan beras, keluarganya menjual hasil
pertanian, seperti sayur-mayur, singkong, dan jagung, tetapi harganya tidak
sebanding.
Satu karung singkong, 50 kg, hanya laku dijual Rp 20.000. ”Kami
sekarang harus menghemat untuk membeli lauk-pauknya. Ikannya dikurangi, yang
penting anak-anak kenyang dulu,” katanya. Menurut Yohanes, lonjakan harga beras
saat ini membuatnya tersadar tentang pentingnya pangan lokal. ”Kalau warga
masih mau makan pangan-pangan lokal, pasti tidak akan kesusahan dengan naiknya
harga beras,” ujarnya. Secara tradisional, masyarakat Mudakeputu memiliki
pengetahuan untuk mengolah jagung dan singkong sebagai pangan pokok. ”Bahkan,
kalau mau ke hutan, juga banyak umbi-umbian yang dulu waktu saya masih kecil
menjadi makanan sehari-hari,” lanjutnya.
Jagung kuning, misalnya, menurut ahli gizi IPB University,
Drajat Martianto, memiliki kandungan energi 355 kalori per 100 gram (g), hampir
sama dengan nasi sebesar 360 kalori per 100 g. Sementara tepung gaplek memiliki
kandungan energi 363 kalori per 100 g. Bahan pangan ini juga memiliki unsur
mikro dengan kandungan bervariasi. Dari sisi harga, beragam pangan lokal juga
lebih murah. Meski begitu, makan juga soal kebiasaan selain persepsi warga yang
sudah terhegemoni pangan pokok harus beras. Menurut Yohanes, selama puluhan
tahun, masyarakat di desa diajarkan bahwa makan harus beras. Mereka yang masih
makan putu dan nasi jagung dianggap orang tidak mampu. ”Ini yang membuat warga
menjual jagung, singkong, dan mete untuk beli beras,” katanya (Yoga)









