;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Ada 339 Pihak Menunggak Denda KPPU Rp 380,8 M

09 Aug 2021

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencatat masih terdapat terlapor yang belum menjalankan putusan KPPU soal pembayaran denda meski kasus hukumnya telah inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Deswin Nur, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU menjelaskan setelah ada keputusan berkekuatan hukum tetap terkait persaingan usaha, maka KPPU akan memasukkan pemohonan eksekusi ke pengadilan negeri (PN). Dari perintah eksekusi oleh PN, KPPU menyampaikan surat penagihan ke pelaku usaha. "Kami tetap mengupayakan penagihan sambil bekerjasama dengan Kejaksaan maupun Ditjen Pajak," katanya kepada KONTAN, Jumat (6/8). 

Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wawan Sunarjo menyatakan Kementerian Keuangan berencana memberi sanksi bagi perusahaan yang belum membayar denda. Misalnya bakal meminta Kementerian Hukum dan HAM mencabut fasilitas keimigrasian, hingga menghentikan layanan ekspor impor. "Ini jika ada badan usaha punya kegiatan ekspor impor," jelasnya.  

Berdasarkan data KPPU per 31 Juli 2021, terdapat 339 terlapor, mayoritas perusahaan, belum menjalankan putusan KPPU. Total denda yang belum terbayarkan oleh para terlapor itu mencapai Rp 380,79 miliar. Umumnya terkait putusan perkara persekongkolan tender.

(Oleh - HR1) 


Ketenagakerjaan Kian Terbebani

06 Aug 2021

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, pada Agustus 2020, total pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 mencapai 29 juta orang. Jumlah pengangguran terbuka 9,7 juta orang.Pada Februari 2021, jumlah pengangguran terbuka turun menjadi 8,7 juta orang. Sementara jumlah pekerja yang terdampak pandemi turun menjadi 19 juta orang. 

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban mengatakan, Dampak pandemi dirasakan semua pihak, terutama pekerja dan buruh. "Namun, tanpa empati dan sikap mau bekerja sama dengan pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun pengusaha, sulit rasanya bisa keluar dari situasi berat ini," Elly Rosita Silaban mengatakan, komitmen gotong royong memerlukan perjuangan yang tidak gampang bagi pekerja.

Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi mengikuti konferensi video bersama Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono. Dari pertemuan daring itu diketahui, 70.000 pekerja migran akan dipulangkan dari Malaysia secara bertahap pada 2021. Hingga 20 Juli 2021, sejumlah 50.482 pekerja migran tiba di Indonesia, 11.454 orang di antaranya berasal dari NTB.

Harga Melonjak, Ekspor Digenjot

06 Aug 2021

Sejumlah produsen batu bara menaikkan target produksi untuk memenuhi permintaan, terutama dari pasar global. Rencana ekspor di tengah tren kenaikan harga batu bara akan membantu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. PT Indika Energy Tbk merupakan salah satu perusahaan yang tak ingin melewatkan momentum tersebut.

Ricky mengatakan, selama semester I 2021 emiten berkode INDY ini telah mengekspor 11,8 juta ton batu bara. Sebanyak 11,7 juta ton diantaranya berasal dari Kideco dan 900 ribu ton lainnya dari Multi. Sebagian besar diekspor ke Cina, yaitu 33 persen. Sisanya mengalir ke India serta negara-negara Asia Tenggara.

Ekspor tersebut menjadi salah satu pemicu perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar atau naik 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebabnya adalah kenaikan harga jual rata-rata batu bara Kideco yang mencapai 21,9 persen dari US S 39,8 menjadi US$ 48,6 per ton. Harga jual rata-rata batu bara Multi juga naik 30,4 persen dari US$ 63,1 menjadi US$ 82,3 per ton.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk juga merevisi rencana kerja tahun ini dengan menambah produksi menjadi 30 juta ton dari awalnya 29,5 juta ton. "Kami optimistis target ini bisa tercapai, mengingat realisasi produksi di semester I 2021 naik menjadi 13,27 juta ton, " kata Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie. Pada paruh pertama 2020, produksi perusahaan sebanyak 12 juta ton.

Apollonius optimistis rencana kerja tersebut akan berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan. Sebab, saat ini harga batu bara masih dalam tren naik. Hingga kemarin, harga batu bara telah mencapai kisaran US$ 154 per ton. Harganya terpaut jauh dari posisi akhir tahun lalu yang berada di kisaran US$ 80 per ton.


Polemik Sumbangan Covid-19, Profil Donatur Tidak Sesuai

05 Aug 2021

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku menaruh perhatian besar terkait sumbangan Rp2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio yang belum juga cair hingga hari ini. PPATK kemudian menyatakan profil penyumbang dana penanganan Covid-19 tidak sesuai dengan jumlah yang akan disumbangkan Rp2 triliun. Ketua PPATK Dian Erdiana Rae mengatakan sejak rencana sumbangan itu dipublikasi, PPATK memberikan perhatian untuk dilakukan analisis profil penyumbang dalam hal ini adalah keluarga Akidi Tio.

JD.Com Berambisi Masuk Industri Gaming

04 Aug 2021

Perusahaan yang berkantor pusat di Beijing ini, ingin menjadi destinasi bagi kaum muda untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan game. JD mengumumkan rencana kerja sama dengan perusahaan seperti, produsen personal coomputer Tiongkok, Lenovo dan raksasa game Tencent guna mengembangkan ponsel pintar dengan meningkatan kemampuan pada game mobile. Sedangkan bagian kedua dari strateginya adalah berkisar pada e-sports atau pertandingan video game. Tahun lalu, mereka meluncurkan tim game mobile bernama JD Esports.

Pertarungan Layanan Finansial Indonesia Beralih ke Daring

04 Aug 2021

Vmware, perusahaan Information Communication Technology (ICT) global melakukan riset tentang kompetisi layanan finansial di Indonesia. Berdasarkan VMware Digital Frontiers 3.0 Study, peta pertarungan industri layanan finansial telah beralih ke daring (online). Sebanyak 9 dari 10 (90%) responden Indonesia menyatakan lebih memilih beralih dari sistem pembayaran tunai ke nirkontak. Angka ini tertinggi dari pada negara-negara Asia Tenggara lain yang disurvei, Singapura (88 %), Filipina (76%), Malaysia (87%), dan Thailand (85%). Pasalnya, sektor industri layanan keuangan di Indonesia telah mengambil loncatan besar sejak merebaknya pandemi tahun lalu. Meski demikian, menurut riset ini, masih terdapat kesenjangan yang perlu segera dibenahi dalam membangun fondasi digital yang kokoh dan tepercaya di tengah sengitnya kompetisi di sektor ini. “Industri layanan finansial di Indonesia gesit beralih ke dunia digital selama pandemi ini. Mereka mengembangkan inovasi-inovasi dalam menghadirkan digital experience mutakhir yang mulus berbasis pada teknologi masa depan. Kini nasabah telah mahfum dengan teknologi-teknologi tersebut dalam mendukung interaksi mereka dengan layanan bank,” kata Cin Cin Go, Country Manager VMware Indonesia melalui siaran pers, Selasa, (3/8/2021).

Sementara itu, Group Chief Information Officer and Head of Technology & Operations DBS Jimmy Ng menuturkan, DBS menjadi yang terdepan dalam menghadirkan solusi-solusi invisible banking yang cerdas dan intuitif bagi nasabah di pasar-pasar utama kami. Pandemi Covid-19 lanjut dia, menjadi pemicu semakin cepatnya pengadopsian perilaku digital. Hal ini menjadi alasan utama bagi DBS untuk meluncurkan teknologi-teknologi dan solusi-solusi perbankan digital sepanjang tahun lalu. “Ini termasuk peluncuran layanan-layanan khusus yang sangat personal, dengan teknologi AI dan biometrik wajah untuk mendukung proses autentikasi informasi yang cepat dan aman,” ucap Jimmy

(Oleh - HR1)

Pengusaha Mal Rumahkan 84 Ribu Karyawan

04 Aug 2021

JAKARTA – Industri pusat perbelanjaan (mal) berpotensi merumahkan sekitar 84 ribu karyawan akibat perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 9 Agustus mendatang. Pusat perbelanjaan juga harus menelan kerugian hingga Rp 5 triliun per bulan karena kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat tersebut. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada Investor "Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, berbagai pembatasan yang diberlakukan dalam PPKM berdasarkan Level masih belum efektif untuk membawa banyak wilayah keluar dari level 4. Sementara, itu, penutupan usaha yang terus berkepanjangan akan mengakibatkan kembali banyak PHK dan memulai terjadinya penutupan usaha para penyewa secara permanen," terang dia. Pertama, yang masih tetap dibayar utuh. "Sekarang sudah masuk tahap dua, dan ada juga yang beberapa masuk tahap tiga,"tegas Alphon. "250 pusat perbelanjaan anggota APPBI yang berlokasi di Jawa-Bali . Menurut dia, penyebaran wabah Sementara itu, pembatasan-pembatasan yang diberlakukan selama ini lebih banyak dilakukan di tingkat makro, sehingga dikawatirkan pembatasan akan berkepanjangan akibat penanganan tidak fokus pada dasar atau akar permasalahan.

KKP Rilis Aturan Penataan Ruang Laut Berkelanjutan

04 Aug 2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Permen KP No 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut guna menata ruang laut secara berkelanjutan, Sejalan dengan arah kebijakan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, penataan ruang laut merupakan panglima dalam pembangunan seluruh sektor di laut. Terbitnya Permen KP No 28 Tahun 2021 akan melindungi kepentingan masyarakat lokal, tradisional, dan pesisir, juga memberikan kepastian hukum, kepastian ruang, dan kepastian berusaha dan investasi bagi pengguna ruang laut, menjadi acuan perolehan peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta menjadi strategi untuk menerapkan ekonomi biru dan menjadi alat kendali guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Penataan ruang laut sangat diperlukan karena laut bersifat common property (milik bersama). Artinya, pemanfaatan ruang laut dan sumber daya harus di bawah kontrol pemerintah, sehingga berlaku rezim open access. Siapa saja boleh memanfaatkan laut untuk berbagai kepentingan Penataan ruang laut sangat diperlukan agar tidak terjadi kehancuran sebagai akibat tragedi bersama (tragedy of the common) yang mempunyai potensi konflik pemanfaatan ruang laut sangat tinggi,” ujar dia.

(Oleh - HR1)

Google Ikut Mencuil Proyek Belajar Online

04 Aug 2021

Google dipastikan terlibat dalam proyek pengadaan laptop di sektor pendidikan mulai 2021. Hal ini setelah Google mengumumkan enam produsen laptop lokal akan memproduksi Chromebook pada tahun ini.Chromebook adalah laptop yang memiliki sistem operasi ChromeOS buatan Google. Adapun enam produsen laptop lokal itu adalah Advan, Axioo, Evercoss, SPC, TSMID, dan Zyrex. Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengemukakan, pengembangan teknologi di bidang pendidikan sudah menjadi misi penting bagi Google. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 kebutuhan perangkat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) kian meningkat seiring tuntutan kegiatan belajar mengajar virtual. “Ada 170 juta pelajar di seluruh dunia yang mengandalkan alat-alat dari kami. Google berusaha menghadirkan teknologi yang terjangkau untuk pendidikan,” ujar dia dalam acara Google for Education secara virtual, Selasa (3/8).

Keenam produsen laptop ini diharapkan dapat merekrut ribuan pelajar SMK untuk membantu produksi dan pasca produksi Chromebook. “Pihak OEM ini akan bermitra dengan sekolah kejuruan untuk mencapai target-targetnya,” imbuh Randy. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto menyatakan, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendigitalisasi sekolah mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK.Pemerintah pun menyediakan anggaran Rp 3,7 triliun untuk pengadaan barang TIK produksi dalam negeri di tahun ini yang mana sebagian besar ditujukan untuk pengadaan laptop. Dari total anggaran Rp 3,7 triliun tersebut, Rp 1,3 triliun di antaranya berasal dari anggaran Kemendikbudristek dalam APBN Pusat, sedangkan Rp 2,4 triliun berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun ini.“Anggaran ini tak hanya untuk laptop, melainkan peralatan TIK lain seperti access point, proyektor, dan sebagainya,” ungkap Wikan di acara yang sama, Rabu (3/8).
 
(Oleh - HR1)

Mengawasi Akses dan Penggunaan Obat bagi Pasien Covid-19

04 Aug 2021

Penanganan kasus infeksi virus korona terus dilakukan Pemerintah Indonesia. Selain menguatkan 3T (pengetesan, pelacakan, perawatan) serta vaksinasi, pemerintah perlu menjamin akses terapi pengobatan bagi pasien di rumah sakit atau yang sedang isolasi mandiri di rumah. Akses obat juga harus diawasi agar penggunaan obat sesuai kebutuhan.Indonesia masih terus berjuang menghadapi wabah penyakit yang disebabkan virus korona tipe baru atau SARS-CoV-2. Hingga 30 Juli 2021, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 3,37 juta kasus. Wilayah Jawa masih menjadi episentrum penyebaran virus korona secara nasional.Keberhasilan pengobatan penyakit yang disebabkan virus korona menjadi harapan bagi seluruh pasien di Indonesia, baik yang dirawat di rumah sakit maupun sedang isolasi mandiri. Data Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, terdapat 2,64 juta orang dinyatakan sembuh dari positif korona. Jika dibandingkan data pasien sembuh tersebut dengan jumlah kasus terkonfirmasi, tingkat kesembuhan mencapai 80,24 persen.

Tak hanya Ivermectin, sejumlah obat lain juga mengalami lonjakan permintaan, seperti Azithromycin, Oseltamivir, Favipiravir, Actemra, dan Gamaras. Hal ini menimbulkan masalah kelangkaan obat terapi Covid-19 di sejumlah daerah. Kondisi tersebut adalah imbas lonjakan kasus positif di Indonesia sejak akhir Mei 2021.Kemenkes RI mencatat ada lonjakan permintaan obat terapi hingga 12 kali lipat sehingga perlu peningkatan kapasitas produksi obat. Stok sejumlah obat masih terus dipantau, seperti Azithromycin tersisa 11,4 juta stok secara nasional, Favipiravir sebanyak 6 juta stok, serta Oseltamivir sebanyak 12 juta stok.Tiga jenis obat tersebut dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, ada jenis obat yang belum bisa diproduksi oleh Indonesia, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gamaras, sehingga sangat bergantung dari impor. Rencana impor ketiga obat tersebut adalah Remdesivir (1,2 juta stok), Actemra (138.000 stok), dan Gamaras (27.000 stok) pada Agustus 2021.

(Oleh - HR1)