;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Bersama Kendalikan Sampah Makanan

21 May 2022

Hasil penelitian Barilla Center for Food and Nutrition Foundation, nilai indeks kehilangan dan kemubaziran pangan Indonesia masuk kategori buruk. Masuk peringkat tiga besar negara terburuk bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional KLHK tahun 2020, sampah makanan mencapai 40 % total sampah yang dihasilkan masyarakat di 199 kabupaten/kota. Hasil analisis Kompas mendapatkan, penduduk Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta per orang per tahun. Nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp 330 triliun per tahun. Di sisi lain, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat kelaparan moderat di dunia. Berdasarkan data Global Hunger Index 2021, Indonesia menempati urutan ke-73 dari 116 negara. Di Asia Tenggara, Indonesia berada pada posisi lebih baik dibandingkan Timor Leste (108) dan Laos (78). Di tingkat produsen, penanganan pasca panen yang kurang baik, kesulitan transportasi, serta harga jatuh menyebabkan hasil pertanian tak terjual, menjadi rusak, dan terbuang. Pada rantai selanjutnya, pengemasan, pendinginan, pemasaran, dan distribusi yang kurang baik, pasokan berlebih, juga membuat pangan rusak. Di tingkat konsumen, cara penyimpanan yang salah, pembelian, dan penyajian berlebihan mengakibatkan makanan terbuang sia-sia.

Alih-alih membantu mengatasi masalah kelaparan di Indonesia, bahan pangan malah terbuang dan menumpuk di tempat pembuangan sampah akhir. Sampah organik menghasilkan gas metana dan karbon dioksida. Gas itu berpotensi merusak lapisan ozon di atmosfer dan meningkatkan suhu bumi. Makanan yang terbuang juga merupakan kerugian besar karena penggunaan lahan dan air bagi pertanian, bahan bakar, serta waktu dan tenaga untuk distribusi pangan menjadi sia-sia. Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat bahu-membahu mengendalikan sampah makanan. Pemerintah perlu membuat, membantu, atau memastikan adanya sistem penanganan pascapanen, pemasaran, jaringan jalan dan transportasi yang baik untuk distribusi pangan. Menjaga stabilitas harga hingga mengatur sanksi dan insentif untuk meminimalkan sampah makanan di tingkat industri, distribusi, serta konsumen. Masyarakat sebagai konsumen perlu mulai membuat perencanaan lebih baik dalam hal persediaan makanan. Membeli dan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan, menyimpan secara baik sehingga tidak rusak dan terbuang. (Yoga)


Indika Energy Ekspansi ke Kendaraan Listrik

21 May 2022

PT Indika Energy Tbk mengumumkan ekspansi bisnis ke sektor usaha kendaraan listrik. Pengembangan bisnis dan ekosistem kendaraan listrik digarap melalui kerja sama usaha dengan beberapa mitra strategis dari dalam dan luar negeri. Perseroan telah mendirikan anak perusahaan, PT Ilectra Mogor Group (IMG), sebagai perusahaan ventura dan induk usaha bisnis kendaraan listrik roda dua. Wakil Direktur Utama Indika Energy Azis Armand dalam paparan publik, Jumat (20/5) mengemukakan, perseroan tengah melakukan sejumlah langkah diversifikasi bisnis. Diversifikasi bisnis baru, antara lain, pengembangan sepeda motor listrik dan ekosistem kendaraan listrik. Investasi yang disiapkan perseroan tahun ini untuk proyek kendaraan listrik 12 juta USD. Dana tersebut belum termasuk investasi dari mitra strategis, di antaranya perjanjian pinjaman senilai 7,5 juta USD dari Alpha JWC Ventures dan Horizons Ventures kepada IMG pada 19 Mei 2022. Pinjaman itu dapat dikonversi menjadi kepemilikan saham Alpha JWC dan Horizon Ventures sebesar 22,4 %. (Yoga)


Kendalikan PMK, Kementan Distribusikan Obat-Obatan

21 May 2022

Kementerian Pertanian (Kementan)  mendistribusikan obat-obatan berupa vitamin, antibiotik, antiseptik, dan disinfektan, serta alat pelindung dari (API) ke sejumlah wilayah sebagai upaya pengendalian  penyebaran penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. "Mulai 7-12 Mei lalu kami sudah melakukan pengiriman tahap satu ke beberapa provinsi," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Nasrullah di Jakarta, kemarin. Pada 16 2022, Kementan kembali melakukan pengiriman logistik  tahap kedua untuk wilayah yang diduga terjangkau PMK, termasuk Jawa Timur dan Aceh. Keseluruhan obat-obatan  yang telah Kementan kirimkan  senilai Rp 534,29 juta, pengiriman  selanjutnya 18 Mei 2022. "Begitu ada wabah PMK, kami bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi, sehingga mengetahui  kebutuhan apa yang diperlukan untuk dapat mengendalikan penyebaran wabah PMK," ujar Nasrulloh. (Yetede)

Lawatan Minus Perolehan

21 May 2022

Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengkritik anggota DPR yang kerap berkunjung keluar negeri tanpa hasil. Indikasinya, kata peneliti senior Indonesia Budget Center (IBC), Roy  Salam, tidak ada publikasi dan laporan kerja  setelah lawatan dalam tiga tahun terakhir. "Jadi, terkesan pelesiran karena mereka memiliki jatah rutin perjalanan keluar negeri ujar Roy kepada Tempo, kemarin. Menurut Roy, DPR hampir tidak pernah mempublikasikan hasil kunjungan keluar negeri maupun manfaatnya terhadap produk legilslasi dan pengawasan. Sebaliknya, setiap perjalanan dinas luar negeri lebih banyak tertutup. Publik tak tahu alasan pemilihan negara tujuan, juga besaran uang negara yang dihabiskan para wakil rakyat itu. Kunjungan kerja luar negeri menjadi persoalan setelah Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertolak ke Turki pada 18 Mei lalu. Mereka hendak membandingkan protokoler dan penghasilan parlemen Turki dan Indonesia. (Yetede)

Berbagi Makanan, Kurangi Sampah

20 May 2022

Siang itu, Kamis (28/4), ruang kelas PAUD Mawar Sandi, Manggarai, Jaksel, ”disulap” menjadi dapur. Barisan bangku kecil dipenuhi botol saus, kecap, minyak goreng, beras, serta sayur-mayur. Di lantai berderet puluhan kotak nasi yang masih kosong. Sudah empat jam Indri (54) berdiri di depan kompor, memasak puluhan porsi ikan goreng, ayam kecap, bihun goreng, dan sayur capcai. Hari itu ada target memasak 100 porsi nasi kotak. Indri mengemban tanggung jawab sebagai sukarelawan Dapur Pangan Foodbank of Indonesia (FOI). Tugasnya mengolah bahan makanan hasil donasi menjadi menu buka puasa bagi 78 siswanya yang berasal dari keluarga prasejahtera, ditambah sejumlah lansia pemulung yang tinggal di sekitar. ”Dengan jadi sukarelawan FOI, saya bisa membantu teman-teman yang kurang beruntung meski gaji guru PAUD kecil,” ujarnya tersenyum. Dapur Pangan FOI Manggarai aktif beroperasi seminggu tiga kali, dari Kamis hingga Sabtu. Satu regu sukarelawan ini dipimpin Sri Utami Satriastuti, yang juga Kepala Sekolah PAUD Mawar Sandi. Tuti, panggilan akrab Sri Utami, menuturkan, aktivitas para guru PAUD Mawar Sandi sebagai sukarelawan Dapur Pangan FOI bermula sejak 2018. Bagi Yanti pemulung berusia 32 tahun, bantuan itu dapat memenuhi kebutuhan gizi Dea dan Dias , anak-anaknya. Bantuan dating pada saat yang tepat karena penghasilannya beberapa hari terakhir sangat sedikit. Biasanya Yanti dan suaminya mengantongi uang hasil memulung masing-masing Rp 70.000. Namun, sehari sebelum mendapat bantuan dari Dapur Pangan FOI, Yanti tidak pergi memulung sama sekali, karena banyak razia trantib.

Dapur Pangan, salah satu program FOI, lembaga nonprofit bank makanan yang didirikan salah satunya oleh Hendro Utomo pada 2015. Hendro mengatakan, masyarakat Indonesia secara tradisional suka menyumbangkan makanan, selama 2017-2021 FOI telah menyalurkan 4.634 ton makanan dan bahan makanan kepada 348.133 anak, warga lansia, pekerja informal, dan korban bencana alam. Donor FOI berasal dari berbagai industri. Ada pasar swalayan, perusahaan makanan kemasan, dan toko roti. Salah satunya adalah Superindo yang telah menjadi mitra FOI sejak 2018 dengan mendonasikan makanan yang sudah tidak layak jual, tapi masih layak dikonsumsi sebagai bahan masak di Dapur Pangan FOI. Selama 2018-2021, ada 558 ton makanan yang didonasikan. Donatur FOI bukan hanya ritel besar seperti Superindo. Pedagang sayur di pasar juga turut serta. Para pedagang sayur di Pasar Tebet Timur, Jakarta, sejak April 2022 mulai menyumbangkan sayur yang tidak terjual kepada FOI. Salah satu pedagang yang menjadi donatur, Sutarmi (45), mengaku senang karena akhirnya ada yang memanfaatkan sayur sisa jualannya. ”Kami enggak minta imbalan karena memang biasanya dibuang,” katanya. Sayur-mayur dari Pasar Tebet Timur digunakan Indri, Tutik, dan sukarelawan Dapur Pangan di PAUD Mawar Sandi, Manggarai, untuk memberikan makan murid-murid mereka. Aktivitas penyelamatan makanan berlebih juga eksis di Surakarta, Jateng. Lembaga nonprofit lingkungan Gita Pertiwi bekerja sama dengan komunitas Carefood dan Komunitas Pangan Sehat Surakarta (Konpasera) menghubungkan produsen yang punya pangan berlebih dengan masyarakat yang membutuhkan, mereka menjemput, mengecek kualitas, dan membagikannya kembali. Sekretaris Carefood Widihantoro mengungkapkan, proses nya harus cepat agar makanan tidak rusak. (Yoga)


Desa Pasca-Lebaran 2022

20 May 2022

Mudik Lebaran 2022 ibarat hujan sehari yang membasahi kemarau dua tahun pandemic Covid-19. Namun, derasnya kesempatan itu terjadi mendadak, lagi singkat. Hanya desa-desa yang giat menyiapkan diri yang bisa memanen manfaat terluas. Pada 2020, warga yang mudik ke desanya 297.000 orang, tercatat uang beredar Rp 109 triliun. Artinya, hampir seluruh dana ditransfer pemudik tanpa bertatap muka di desa-desa. Adapun tahun ini, 85 juta pemudik membeludak ke desa-desa, sekaligus mengedarkan uang Rp 175 triliun. Tak sekadar mentransfer dana, pemudik bermalam di desa, membeli barang dari warung-warung, memanfaatkan beragam fasilitas wisata hingga kesehatan. Alhasil, dinamika ekonomi dan sosial desa melaju lebih riil. Selain program vaksinasi gencar yang dilakukan sejak awal pandemi, pada tahun ini kebijakan ekonomi pemerintah juga mendukung perayaan Lebaran, THR diberikan kepada semua pegawai negeri dan pensiunan, serta segenap pegawai swasta. Penyaluran BLT Rp 12,7 triliun menjelang Lebaran pun terbatas mengguyur warga miskin dan warga yang terdampak Covid-19. Maka, pemerintah berusaha menambah durasi dana beredar di desa, dengan membuka kesempatan cuti sebelum dan sesudah Lebaran.

Setelah dormansi sejak 2020, mulai Oktober 2021 BPS melaporkan penduduk mulai bergerak ke tempat rekreasi terdekat yang jaraknya terjangkau dan murah, ataupun ke taman-taman yang gratis. Merespons data itu, Kemendes PDTT menyiapkan aplikasi telepon seluler Desa Wisata Nusantara. Berbasis teknologi spasial, pemudik bisa mendapati desa wisata terdekat. Tersedia wisata budaya, sungai, gunung, pantai, religi, agrowisata, kuliner, dan edukasi. Saat ini, 769 BUMDesa wisata berpartisipasi mempromosikannya. Diperkirakan 5.037 wisata desa tersebar di seluruh Nusantara. Inilah mesin ekonomi desa yang harus segera digerakkan pasca pandemi. Selama Lebaran, BUMDesa bisa berperan menyalurkan modal bagi usaha industri rumah tangga agar mampu menyediakan beragam makanan dan minuman untuk parsel Lebaran, ataupun melengkapi warung-warung untuk memenuhi kebutuhan pemudik. BUMDesa juga mengelola wisata desa. Pemerintah desa dapat mendukung dengan menggerakkan padat karya tunai desa guna merehabilitasi jalan menuju lokasi wisata, membersihkan areal wisata, menyelenggarakan pelatihan, hingga menjual kerajinan warga di tempat wisata.

Desa Krandegan di Purworejo, Jateng, adalah contoh desa yang mampu memanfaatkan fenomena Lebaran untuk membuka komunikasi langsung, berdialog membicarakan potensi desa, sekaligus menawarkan investasi pemudik bagi desa. BUMDesa dapat mengolah kayu dan hasil hutan nonkayu skala kecil sesuai PP No 23 Tahun 2021. Selanjutnya, PPNo  29 Tahun 2011 juga membuka jalur bagi BUMDesa untuk berinvestasi mengelola pasar rakyat. PP No 30 Tahun 2021 mengizinkan BUMDesa menjalin kerja sama untuk pengelolaan terminal dan pengujian kendaraan bermotor. Pasca-Lebaran 2022 bakal membuktikan, geliat lebih cepat terjadi pada desa-desa yang sigap menangkap peluang momentum mudik warganya. (Yoga)


LONJAKAN KONSUMSI INTERNET, PELUANG EKONOMI KREATOR

20 May 2022

Penggunaan aplikasi, mulai dari kategori layanan komunikasi, gim ”mobile”, media sosial, hingga video dan musik beraliran langsung atau ”streaming”, mendominasi lalu lintas konsumsi internet sehari-hari di Indonesia. Kenaikan pemakaian terjadi pada periode khusus, seperti selama masa mudik dan libur Lebaran yang berlangsung 29 April-9 Mei 2022, sehingga memicu lonjakan konsumsi internet. Fenomena ini membuka peluang ekonomi baru untuk mengembangkan aplikasi dan mengkreasi konten. Telkomsel mencatat lonjakan lalu lintas konsumsi layanan data internet di jaringannya hingga 45,1 petabyte atau naik 21 % dibandingkan dengan momen libur Lebaran tahun 2021 dan naik 9 % dibandingkan dengan konsumsi data internet pada hari biasa. Kenaikan lalu lintas konsumsi data internet itu dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi layanan komunikasi (naik 21 %). Terkait spesifik nama aplikasi, Telkomsel mencatat penggunaan Whatsapp tumbuh 35 %, diikuti Tiktok 16 %, Instagram 15 %, Youtube (13 %), dan Facebook (1 %). Pada saat bersamaan, lalu lintas konsumsi data internet untuk aktivitas lain mengalami penurunan. Data Telkomsel bahkan menyebut konsumsi data internet untuk penelusuran di mesin pencari turun 7 % dan untuk mengakses aneka layanan belanja barang secara daring turun 3 %. Sementara di operator lain, yakni XL Axiata, sesuai data Customer Experience and Service Operation Center XL Axiata, lalu lintas konsumsi data internet di jaringan XL Axiata naik 33 % dibandingkan libur Lebaran 2021 dan naik 11 persen dibandingkan konsumsi internet pada hari biasa. Kenaikan konsumsi data itu didominasi untuk gim mobile (66 %), diikuti video streaming (naik 52 %). Nama aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Tik-tok (naik 76 %), Youtube (40 %), Facebook (38 %) Layanan komunikasi Whatsapp juga mengalami peningkatan pemakaian 38 %.

Vice President Network Operations Smartfren Agus Rohmat (14/5), di Jakarta, menyampaikan, konsumsi lalu lintas data internet di jaringan Smartfren naik 10-15 persen selama mudik dan libur Lebaran 2022 dibandingkan saat libur Lebaran tahun 2021. Kenaikan ini dipicu oleh kebutuhan pelanggan untuk mengakses video, musik streaming, dan media sosial. Aplikasi yang mengalami kenaikan penggunaan signifikan, adalah Tiktok. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), populasi penduduk 2019 mencapai 266,91 juta orang. Jumlah pengguna internet 196,72 juta orang atau penetrasinya 73,7 %persen. Kontribusi pengguna internet terbesar berasal dari Jawa, diikuti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua. Ketum APJII Muhammad Arif Angga menjelaskan, di luar masa libur Lebaran, aplikasi internet buatan luar negeri tetap jadi pilihan utama pengguna internet di Indonesia. Aplikasi internet buatan dalam negeri belum ada yang menyaingi. Angga mengatakan, sekarang sudah ada beberapa server CDN berdiri di Indonesia. ”Salah satunya adalah milik kami. Server CDN APJII bernama Indonesia Internet Exchage (IIX) dan sebagian besar anggota kami terkoneksi dengan IIX sehingga menghemat belanja bandwidth internasional. Di luar faktor bahwa sesudah server CDN berdiri di Indonesia, harga belanja bandwidth internasional telah murah, yaitu 1.500 USD per gigabyte per bulan,” ujarnya. (Yoga)


Subsidi Energi Tahun ini Capai Rp 208,9 Triliun

20 May 2022

Pemerintah mengusulkan kepada legislatif untuk menambah anggaran subsidi energi pada APBN 2022, menyusul lonjakan harga minyak dunia yang semakin menjauhi asumsi harga minyak mentah Indonesia. Usulan tersebut membuat kebutuhan anggaran subsidi energi membengkak menjadi Rp 208,9 triliun. Dalam rapat kerja bersama Banggar DPR, Kamis (19/5), Menkeu Sri Mulyani menuturkan, dukungan tambahan anggaran subsidi dan kompensasi energi diperlukan agar APBN tetap mampu melindungi daya beli masyarakat dari lonjakan harga komoditas energi, khususnya minyak bumi. Lonjakan harga minyak dunia membuat pemerintah mengusulkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) naik dari sebelumnya 63 USD per barel menjadi 99,4 USD per barel-102,5 USD per barel. Hingga Kamis sore, mengutip Bloomberg, minyak mentah jenis Brent dijual 107,25 USD per barel. Sejalan dengan kenaikan ICP, pemerintah juga mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi Rp 74,9 triliun dari sebelumnya yang telah ditetapkan dalam APBN 2022 sebesar Rp 134 triliun.

Usulan tambahan subsidi energi tersebut terdiri dari Rp 71,8 triliun untuk subsidi BBM dan elpiji serta Rp 3,1 triliun untuk subsidi listrik. Dengan kenaikan ini, keseluruhan anggaran subsidi energi untuk tahun 2022 mencapai Rp 208,9 triliun. Adanya selisih antara harga ICP yang tercantum dalam APBN 2022 saat ini dan realitas harga minyak dunia turut membengkakkan pembayaran kompensasi harga energi kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN gara (Persero). Pembayaran kompensasi energi membengkak dari Rp 216,1 triliun menjadi Rp 293,5 triliun. Rincian tambahan pembayaran kompensasi tersebut, di antaranya, kompensasi BBM kepada Pertamina Rp 255,5 triliun dan kompensasi  listrik kepada PLN Rp 41 triliun. Jumlah ini belum termasuk adanya tagihan kompensasi tahun-tahun sebelumnya kepada Pertamina dan PLN yang mencapai Rp 108,4 triliun. (Yoga)


Sampah Makanan Indonesia Mencapai Rp 330 Triliun

19 May 2022

Sampah makanan menjadi jenis sampah terbesar di Indonesia. Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK tahun 2020, sampah makanan mencapai 40 % total sampah yang dihasilkan masyarakat di 199 kabupaten/kota. Harian Kompas menghitung angka pemborosan dari sampah makanan yang terbuang. Data bobot makanan didapat dari laman www.fatsecret.com. Untuk mengetahui total konsumsi makanan di satu kabupaten/kota, data konsumsi per kapita dikalikan jumlah penduduk di kabupaten/kota tersebut. Dari sini diketahui total konsumsi makanan di satu kabupaten/kota per hari. Data ini lalu dibandingkan dengan data jumlah sampah makanan rumah tangga dari SIPSN. Dengan demikian, diketahui berapa banyak sisa makanan yang tidak dikonsumsi dan terbuang menjadi sampah. Contohnya, Kota Tangerang, berdasarkan data BPS, total konsumsi per kapita dalam sehari 235,2 gr. Berdasarkan data SIPSN, sampah makanan per kapita yang terbuang setiap hari di Kota Tangerang mencapai 111 gr. Dalam sebulan konsumsi per kapita warga Kota Tangerang mencapai 7.056 gr. Dengan data BPS tentang konsumsi makanan per kapita dalam rupiah. Data ini dipakai untuk memberi nilai rupiah terhadap makanan yang terbuang. Di Kota Tangerang, pengeluaran per kapita untuk makanan per bulan adalah Rp 893.810. Jika Rp 893.810 setara dengan 7.056 gr makanan,  setiap 1 gr makanan di Kota Tangerang senilai Rp 127. Apabila sampah makanan per kapita tiap hari mencapai 111 gr, setiap orang di Kota Tangerang memboroskan uang Rp 14.097 per hari atau Rp 5 juta per tahun.

Dengan penghitungan yang sama di 199 kabupaten/kota, ditemukan rata-rata setiap orang Indonesia melakukan pemborosan makanan Rp 2.141.614 per tahun. Secara total, nilai makanan yang terbuang menjadi sampah di 199 kabupaten/kota di Indonesia dapat mencapai angka Rp 330,71 triliun dalam setahun atau setara seperenam penerimaan negara tahun 2021 (Rp 2.003,1 triliun). Angka ini berada dalam rentang hasil kalkulasi Bappenas 2021 yang menyatakan besaran kehilangan ekonomi Indonesia akibat sampah pangan adalah Rp 213 triliun-Rp551 triliun per tahun. Menurut penelitian Barilla Center for Food & Nutrition, nilai indeks kehilangan dan kemubaziran pangan Indonesia masuk kategori buruk. Setiap tahun orang Indonesia membuang sampah makanan 300 kg dan masuk dalam peringkat tiga besar negara terburuk bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Adapun penelitian Bappenas (2021), potensi sampah yang dihasilkan dari makanan yang terbuang sebelum diolah (food loss) dan sampah makanan (food waste) di Indonesia tahun 2000-2019 mencapai 23 juta-48 juta ton per tahun atau setara dengan 115-184 kg per kapita per tahun. Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengatakan, perlu kampanye mengubah gaya hidup masyarakat untuk selalu menghabiskan makanan. KLHK telah mengeluarkan surat edaran kepada pemda untuk menggalakkan hidup minim sampah. Salah satu isinya, mengajak masyarakat makan tanpa sisa dan membuat kompos di rumah. (Yoga)


SAMPAH MAKANAN, Dibuang Warga, Dimakan Pemulung

19 May 2022

Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Terik, becek air lindi, dan bau busuk dari gunung sampah bercampur aduk menghiasi aktivitas ratusan pemulung di zona 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Besarnya tenaga yang terkuras selama pencarian sampah tidak jarang membuat pemulung juga melirik sampah makanan yang masih layak dikonsumsi. Seperti salah seorang pemulung, Rohadi (47), yang menemukan sebungkus roti sobek dan langsung melahapnya di lokasi. ”Makanan yang masih layak seperti ini, ya, dimakan,” kata Rohadi. Tidak jauh dari lokasi Rohadi mencari kertas dan kardus, Sarmi (45) dan Adim (40) mencicipi kue kering yang mereka temukan dalam kantong plastik bening di antara tumpukan sampah. ”Iseng makan gitu. Kalau lapar dikit, malas turun ke bawah untuk beli nasi, ya, apa saja dimakan, yang penting sehat gitu saja,” kata Sarmi. Adim bahkan menambahkan, tidak hanya makanan jadi, tetapi bahan mentah, apabila dirasa masih layak, bisa dibawa pulang ke rumah. ”Jangankan makanan, ikan, ayam saja kalau masih bagus, ya, dibawa pulang, dimasak lagi. Engkar (43) gemar mencari makanan kemasan dan makanan siap masak di sela-sela menyortir sampah kertas dan plastik. Makanan kemasan sering ia dapatkan langsung ketika ada truk yang datang ke TPST Sumur Batu, Bekasi. Engkar menunjukkan berbagai benda hasil temuannya, sebotol madu, adonan puding instan, makaroni kering, sekantong kacang almon, hingga sebungkus lembaran kulit taco, makanan khas Meksiko. Bagi Engkar, tidak ada yang spesial dari makanan-makanan impor tersebut. Asalkan tidak ada bungkusan yang berlubang, baginya semua masih layak untuk dimakan.

Menurut Ketua Koalisi Persampahan Nasional Bagong Suyoto, pemulung juga merupakan simbol konkret kelompok ringkih ketahanan pangan. ”Jadi, bagaimana caranya mereka mencukupi pangan? Salah satunya mencari sisa pangan yang masih bisa digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Itu sebagai upaya untuk mempertahankan hidup,” lanjutnya. Apa yang dilakukan para pemulung itu bukanlah tanpa risiko. Menurut hasil laporan puskesmas setempat yang ia pegang, Bagong menjelaskan, sampah di TPA menjadi sumber beberapa penyakit. ”Secara kasatmata bahaya tak tampak, tetapi udara kotor bikin ISPA, air kotornya bisa disentri, muntaber, atau gatal kulit,” katanya. ”Itu kalau usianya 40, 30 tahun, mereka masih sehat. Masih hebatlah mereka. Makan tanpa cuci tangan. Mereka tidak berpikir jika itu gas metana, karbon dioksida, dan zat macam-macam sangat berpengaruh terhadap ketahanan tubuhnya. Kelak, kalau sudah 50, 60 tahun, bengeknya mulai kelihatan,” ujar Bagong. Secara nasional, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian LH dan Kehutanan pada 2021, sisa makanan menyumbang lebih dari seperempat sampah yang dihasilkan setiap hari. Ini pun telah mengalami penurunan dari 40 % pada 2019. (Yoga)