Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Rp 61 Triliun Kerugian Negara Belum Kembali
Jumlah kerugian negara akibat tindak pidana korupsi yang belum kembali sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 61,5 triliun. Besarnya kerugian negara yang belum berhasil dikembalikan itu disebabkan masih minimnya terdakwa korupsi yang dijerat dengan pidana pencucian uang. Hasil riset Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan, kerugian negara akibat tindak pidana korupsi yang melibatkan 1.404 terdakwa hingga 2021 mencapai Rp 62,9 triliun. Namun, jumlah pengembalian kerugian negara yang dijatuhkan majelis hakim dalam bentuk pembayaran uang pengganti hanya sekitar 2,2 % atau Rp 1,4 triliun. Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, mengungkapkan, sepanjang 2021 hanya 12 terdakwa korupsi yang dituntut dengan pasal pencucian uang. ”Ini menandakan baik penuntut umum maupun majelis hakim tidak memiliki perspektif pemberian efek jera dari aspek ekonomi,” kata Kurnia, saat menyampaikan rilis ”Tren Korupsi Indonesia”, Minggu (22/5).
Dalam kajiannya, ICW menemukan masih ada pandangan bahwa tuntutan uang pengganti dilakukan untuk perkara korupsi yang masuk ranah kerugian keuangan negara (Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor). Di luar itu, misalnya dalam kasus suap dan penerimaan gratifikasi, majelis hakim menolak untuk mengganjar pidana tambahan uang pengganti. Hal ini salah satunya terungkap dalam perkara bekas Sekretaris MA Nurhadi di mana majelis hakim menolak menjatuhkan hukuman uang pengganti. Aparat penegak hukum juga belum menggunakan pendekatan perampasan aset hasil kejahatan. Dari jumlah 12 orang yang didakwa dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), sembilan di antaranya merupakan perkara yang ditangani kejaksaan dan tiga lainnya oleh KPK. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM Zainur Rohman, mengungkapkan, tujuan penting dalam pemberantasan korupsi adalah pengembalian kerugian keuangan negara. Rendahnya uang pengganti menunjukkan penegak hukum belum berhasil dalam mengupayakan pengembalian aset negara secara maksimal.(Yoga)
Daya Beli Pasca-Lebaran
Pelonggaran aktivitas pada libur Lebaran 2022 membawa berkah bagi perekonomian. Belanja masyarakat, jumlah uang beredar, dan omzet para pelaku usaha di berbagai sektor meningkat. Jumlah uang beredar selama Lebaran diperkirakan Rp 250 triliun. Dilihat dari realisasi penarikan tunai saja, jumlahnya cukup besar. BI mencatat, realisasi penarikan uang tunai pada periode Ramadhan dan Lebaran 2022 mencapai Rp 180,2 triliun, tumbuh 16,6 % dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 154,5 triliun. Indeks belanja sepanjang Ramadhan 2022 juga meningkat cukup signifikan. Mandiri Institute mencatat, per 1 Mei 2022, indeks belanja secara nasional 179,4 %, tumbuh 31 % dibandingkan Ramadhan 2021. Geliat ekonomi hari raya itu akan menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2022. Kemenko Bidang Perekonomian memperkirakan, perekonomian pada triwulan tersebut tumbuh 3,5-4 % ditopang konsumsi selama Ramadhan-Lebaran 2022. Pada triwulan I-2022, perekonomian Indonesia tumbuh 5,01 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,34 persen secara tahunan menjadi salah satu penopang. Namun, jika dibandingkan dengan triwulan IV-2021, pertumbuhannya hanya 0,19 %. Hal itu menunjukkan konsumsi rumah tangga yang mencerminkan daya beli masyarakat belum pulih total. Kendati akan menjadi sumber pertumbuhan pada triwulan II-2022 lantaran efek geliat konsumsi pada Ramadhan-Lebaran, konsumsi rumah tangga pasca-Lebaran tetap perlu diperhatikan.
Setelah Lebaran, dompet sebagian besar masyarakat kembali berkurang drastis. THR dan dana BLT hanya ”numpang lewat”. Dengan kondisi itu, masyarakat masih harus berhadapan dengan tahun ajaran baru 2022/2023. Banyak biaya yang perlu ditanggung, antara lain uang gedung, buku pembelajaran, dan seragam. Selain itu, masyarakat juga masih dihadapkan pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan energi. Harga minyak goreng curah, misalnya, masih tinggi, rata-rata Rp 17.000 per liter atau di atas HET Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kg. Begitu pula harga minyak goreng kemasan yang rata-rata masih di atas Rp 23.000 per liter. Harga gandum atau tepung terigu juga terus bergerak naik. Harga gandum atau tepung terigu di kisaran Rp 11.500-Rp 12.000 per kg. Begitu juga dengan harga kedelai impor yang menembus Rp 14.100 per kg, jauh di atas harga psikologisnya yang maksimal Rp 12.000 per kg. Survei Konsumen BI menunjukkan keyakinan konsumen terhadap perekonomian nasional membaik. Namun, indeks ekspektasi kondisi ekonomi (IEK) turun. IEK April 2022 tercatat 127,2, lebih rendah dari Maret 2022 sebesar 128,1. Melemahnya ekspektasi konsumen ini disebabkan penurunan ekspektasi konsumen terhadap kondisi usaha, penghasilan, dan ketersediaan lapangan kerja ke depan. Oleh karena itu, daya beli masyarakat pasca-Lebaran tetap perlu dijaga, terutama kelas bawah. Beberapa langkah yang dapat digulirkan adalah menggeliatkan sektor informal, kembali memberikan perlindungan sosial, dan menumbuhkan lapangan kerja padat karya. (Yoga)
Presiden Ajak Atasi Dampak Krisis Global
Ketidakpastian global sebagai imbas pandemi Covid-19 yang disusul invasi Rusia ke Ukraina memunculkan ujian berat bagi semua negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Harga-harga barang meningkat, pertumbuhan ekonomi tersendat, hingga anggaran negara terkuras untuk menghadapi ketidakpastian tersebut. Dengan ketidakpastian yang belum jelas kapan berakhir, Presiden Jokowi meminta segenap pihak fokus membantu pemerintah mengatasi problem-problem tersebut, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi global kian buruk. Fokus ini diharapkan menjadikan semua pihak tidak tergesa-gesa untuk berurusan dengan politik, terutama kontestasi pada Pemilu 2024. Presiden menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada pembukaan Rakernas V Projo di Balai Ekonomi Desa Ngargogondo, Magelang, Jateng, Sabtu (21/5). Projo adalah singkatan dari Pro Jokowi, yang merupakan kelompok sukarelawan pendukung Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019.
Karena beratnya persoalan yang dihadapi, Presiden meminta agar urusan kontestasi politik pada Pilpres 2024 tak tergesa-gesa dipikirkan. Tidak hanya sekali Presiden menegaskan permintaan ini dalam pidatonya, tetapi berulang kali. Semua pihak diminta Presiden fokus membantu dan mendukung pemerintah mengatasi problem yang dihadapi. Presiden juga meminta masyarakat menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi global kian buruk. Langkah dimaksud ialah hidup hemat dan menabung. Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, yang disampaikan Presiden di hadapan sukarelawan Projo ialah penegasan bahwa terkait dengan capres-cawapres untuk Pilpres 2024, harus memperhatikan banyak aspek. Salah satu yang terutama ialah melihat konteks situasi bangsa dan negara. ”Saat ini fokus utama adalah berpacu mengatasi dampak pandemic dan ketidakpastian global. Hal inilah yang ditegaskan Presiden Jokowi sebagai kepentingan nasional yang harus didahulukan,” tambahnya. (Yoga)
Bersama Kendalikan Sampah Makanan
Hasil penelitian Barilla Center for Food and Nutrition Foundation, nilai indeks kehilangan dan kemubaziran pangan Indonesia masuk kategori buruk. Masuk peringkat tiga besar negara terburuk bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional KLHK tahun 2020, sampah makanan mencapai 40 % total sampah yang dihasilkan masyarakat di 199 kabupaten/kota. Hasil analisis Kompas mendapatkan, penduduk Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta per orang per tahun. Nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp 330 triliun per tahun. Di sisi lain, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat kelaparan moderat di dunia. Berdasarkan data Global Hunger Index 2021, Indonesia menempati urutan ke-73 dari 116 negara. Di Asia Tenggara, Indonesia berada pada posisi lebih baik dibandingkan Timor Leste (108) dan Laos (78). Di tingkat produsen, penanganan pasca panen yang kurang baik, kesulitan transportasi, serta harga jatuh menyebabkan hasil pertanian tak terjual, menjadi rusak, dan terbuang. Pada rantai selanjutnya, pengemasan, pendinginan, pemasaran, dan distribusi yang kurang baik, pasokan berlebih, juga membuat pangan rusak. Di tingkat konsumen, cara penyimpanan yang salah, pembelian, dan penyajian berlebihan mengakibatkan makanan terbuang sia-sia.
Alih-alih membantu mengatasi masalah kelaparan di Indonesia, bahan pangan malah terbuang dan menumpuk di tempat pembuangan sampah akhir. Sampah organik menghasilkan gas metana dan karbon dioksida. Gas itu berpotensi merusak lapisan ozon di atmosfer dan meningkatkan suhu bumi. Makanan yang terbuang juga merupakan kerugian besar karena penggunaan lahan dan air bagi pertanian, bahan bakar, serta waktu dan tenaga untuk distribusi pangan menjadi sia-sia. Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat bahu-membahu mengendalikan sampah makanan. Pemerintah perlu membuat, membantu, atau memastikan adanya sistem penanganan pascapanen, pemasaran, jaringan jalan dan transportasi yang baik untuk distribusi pangan. Menjaga stabilitas harga hingga mengatur sanksi dan insentif untuk meminimalkan sampah makanan di tingkat industri, distribusi, serta konsumen. Masyarakat sebagai konsumen perlu mulai membuat perencanaan lebih baik dalam hal persediaan makanan. Membeli dan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan, menyimpan secara baik sehingga tidak rusak dan terbuang. (Yoga)
Indika Energy Ekspansi ke Kendaraan Listrik
PT Indika Energy Tbk mengumumkan ekspansi bisnis ke sektor usaha kendaraan listrik. Pengembangan bisnis dan ekosistem kendaraan listrik digarap melalui kerja sama usaha dengan beberapa mitra strategis dari dalam dan luar negeri. Perseroan telah mendirikan anak perusahaan, PT Ilectra Mogor Group (IMG), sebagai perusahaan ventura dan induk usaha bisnis kendaraan listrik roda dua. Wakil Direktur Utama Indika Energy Azis Armand dalam paparan publik, Jumat (20/5) mengemukakan, perseroan tengah melakukan sejumlah langkah diversifikasi bisnis. Diversifikasi bisnis baru, antara lain, pengembangan sepeda motor listrik dan ekosistem kendaraan listrik. Investasi yang disiapkan perseroan tahun ini untuk proyek kendaraan listrik 12 juta USD. Dana tersebut belum termasuk investasi dari mitra strategis, di antaranya perjanjian pinjaman senilai 7,5 juta USD dari Alpha JWC Ventures dan Horizons Ventures kepada IMG pada 19 Mei 2022. Pinjaman itu dapat dikonversi menjadi kepemilikan saham Alpha JWC dan Horizon Ventures sebesar 22,4 %. (Yoga)
Kendalikan PMK, Kementan Distribusikan Obat-Obatan
Kementerian Pertanian (Kementan) mendistribusikan obat-obatan berupa vitamin, antibiotik, antiseptik, dan disinfektan, serta alat pelindung dari (API) ke sejumlah wilayah sebagai upaya pengendalian penyebaran penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. "Mulai 7-12 Mei lalu kami sudah melakukan pengiriman tahap satu ke beberapa provinsi," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Nasrullah di Jakarta, kemarin. Pada 16 2022, Kementan kembali melakukan pengiriman logistik tahap kedua untuk wilayah yang diduga terjangkau PMK, termasuk Jawa Timur dan Aceh. Keseluruhan obat-obatan yang telah Kementan kirimkan senilai Rp 534,29 juta, pengiriman selanjutnya 18 Mei 2022. "Begitu ada wabah PMK, kami bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi, sehingga mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan untuk dapat mengendalikan penyebaran wabah PMK," ujar Nasrulloh. (Yetede)
Lawatan Minus Perolehan
Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengkritik anggota DPR yang kerap berkunjung keluar negeri tanpa hasil. Indikasinya, kata peneliti senior Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, tidak ada publikasi dan laporan kerja setelah lawatan dalam tiga tahun terakhir. "Jadi, terkesan pelesiran karena mereka memiliki jatah rutin perjalanan keluar negeri ujar Roy kepada Tempo, kemarin. Menurut Roy, DPR hampir tidak pernah mempublikasikan hasil kunjungan keluar negeri maupun manfaatnya terhadap produk legilslasi dan pengawasan. Sebaliknya, setiap perjalanan dinas luar negeri lebih banyak tertutup. Publik tak tahu alasan pemilihan negara tujuan, juga besaran uang negara yang dihabiskan para wakil rakyat itu. Kunjungan kerja luar negeri menjadi persoalan setelah Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertolak ke Turki pada 18 Mei lalu. Mereka hendak membandingkan protokoler dan penghasilan parlemen Turki dan Indonesia. (Yetede)
Berbagi Makanan, Kurangi Sampah
Siang itu, Kamis (28/4), ruang kelas PAUD Mawar Sandi, Manggarai, Jaksel, ”disulap” menjadi dapur. Barisan bangku kecil dipenuhi botol saus, kecap, minyak goreng, beras, serta sayur-mayur. Di lantai berderet puluhan kotak nasi yang masih kosong. Sudah empat jam Indri (54) berdiri di depan kompor, memasak puluhan porsi ikan goreng, ayam kecap, bihun goreng, dan sayur capcai. Hari itu ada target memasak 100 porsi nasi kotak. Indri mengemban tanggung jawab sebagai sukarelawan Dapur Pangan Foodbank of Indonesia (FOI). Tugasnya mengolah bahan makanan hasil donasi menjadi menu buka puasa bagi 78 siswanya yang berasal dari keluarga prasejahtera, ditambah sejumlah lansia pemulung yang tinggal di sekitar. ”Dengan jadi sukarelawan FOI, saya bisa membantu teman-teman yang kurang beruntung meski gaji guru PAUD kecil,” ujarnya tersenyum. Dapur Pangan FOI Manggarai aktif beroperasi seminggu tiga kali, dari Kamis hingga Sabtu. Satu regu sukarelawan ini dipimpin Sri Utami Satriastuti, yang juga Kepala Sekolah PAUD Mawar Sandi. Tuti, panggilan akrab Sri Utami, menuturkan, aktivitas para guru PAUD Mawar Sandi sebagai sukarelawan Dapur Pangan FOI bermula sejak 2018. Bagi Yanti pemulung berusia 32 tahun, bantuan itu dapat memenuhi kebutuhan gizi Dea dan Dias , anak-anaknya. Bantuan dating pada saat yang tepat karena penghasilannya beberapa hari terakhir sangat sedikit. Biasanya Yanti dan suaminya mengantongi uang hasil memulung masing-masing Rp 70.000. Namun, sehari sebelum mendapat bantuan dari Dapur Pangan FOI, Yanti tidak pergi memulung sama sekali, karena banyak razia trantib.
Dapur Pangan, salah satu program FOI, lembaga nonprofit bank makanan yang didirikan salah satunya oleh Hendro Utomo pada 2015. Hendro mengatakan, masyarakat Indonesia secara tradisional suka menyumbangkan makanan, selama 2017-2021 FOI telah menyalurkan 4.634 ton makanan dan bahan makanan kepada 348.133 anak, warga lansia, pekerja informal, dan korban bencana alam. Donor FOI berasal dari berbagai industri. Ada pasar swalayan, perusahaan makanan kemasan, dan toko roti. Salah satunya adalah Superindo yang telah menjadi mitra FOI sejak 2018 dengan mendonasikan makanan yang sudah tidak layak jual, tapi masih layak dikonsumsi sebagai bahan masak di Dapur Pangan FOI. Selama 2018-2021, ada 558 ton makanan yang didonasikan. Donatur FOI bukan hanya ritel besar seperti Superindo. Pedagang sayur di pasar juga turut serta. Para pedagang sayur di Pasar Tebet Timur, Jakarta, sejak April 2022 mulai menyumbangkan sayur yang tidak terjual kepada FOI. Salah satu pedagang yang menjadi donatur, Sutarmi (45), mengaku senang karena akhirnya ada yang memanfaatkan sayur sisa jualannya. ”Kami enggak minta imbalan karena memang biasanya dibuang,” katanya. Sayur-mayur dari Pasar Tebet Timur digunakan Indri, Tutik, dan sukarelawan Dapur Pangan di PAUD Mawar Sandi, Manggarai, untuk memberikan makan murid-murid mereka. Aktivitas penyelamatan makanan berlebih juga eksis di Surakarta, Jateng. Lembaga nonprofit lingkungan Gita Pertiwi bekerja sama dengan komunitas Carefood dan Komunitas Pangan Sehat Surakarta (Konpasera) menghubungkan produsen yang punya pangan berlebih dengan masyarakat yang membutuhkan, mereka menjemput, mengecek kualitas, dan membagikannya kembali. Sekretaris Carefood Widihantoro mengungkapkan, proses nya harus cepat agar makanan tidak rusak. (Yoga)
Desa Pasca-Lebaran 2022
Mudik Lebaran 2022 ibarat hujan sehari yang membasahi kemarau dua tahun pandemic Covid-19. Namun, derasnya kesempatan itu terjadi mendadak, lagi singkat. Hanya desa-desa yang giat menyiapkan diri yang bisa memanen manfaat terluas. Pada 2020, warga yang mudik ke desanya 297.000 orang, tercatat uang beredar Rp 109 triliun. Artinya, hampir seluruh dana ditransfer pemudik tanpa bertatap muka di desa-desa. Adapun tahun ini, 85 juta pemudik membeludak ke desa-desa, sekaligus mengedarkan uang Rp 175 triliun. Tak sekadar mentransfer dana, pemudik bermalam di desa, membeli barang dari warung-warung, memanfaatkan beragam fasilitas wisata hingga kesehatan. Alhasil, dinamika ekonomi dan sosial desa melaju lebih riil. Selain program vaksinasi gencar yang dilakukan sejak awal pandemi, pada tahun ini kebijakan ekonomi pemerintah juga mendukung perayaan Lebaran, THR diberikan kepada semua pegawai negeri dan pensiunan, serta segenap pegawai swasta. Penyaluran BLT Rp 12,7 triliun menjelang Lebaran pun terbatas mengguyur warga miskin dan warga yang terdampak Covid-19. Maka, pemerintah berusaha menambah durasi dana beredar di desa, dengan membuka kesempatan cuti sebelum dan sesudah Lebaran.
Setelah dormansi sejak 2020, mulai Oktober 2021 BPS melaporkan penduduk mulai bergerak ke tempat rekreasi terdekat yang jaraknya terjangkau dan murah, ataupun ke taman-taman yang gratis. Merespons data itu, Kemendes PDTT menyiapkan aplikasi telepon seluler Desa Wisata Nusantara. Berbasis teknologi spasial, pemudik bisa mendapati desa wisata terdekat. Tersedia wisata budaya, sungai, gunung, pantai, religi, agrowisata, kuliner, dan edukasi. Saat ini, 769 BUMDesa wisata berpartisipasi mempromosikannya. Diperkirakan 5.037 wisata desa tersebar di seluruh Nusantara. Inilah mesin ekonomi desa yang harus segera digerakkan pasca pandemi. Selama Lebaran, BUMDesa bisa berperan menyalurkan modal bagi usaha industri rumah tangga agar mampu menyediakan beragam makanan dan minuman untuk parsel Lebaran, ataupun melengkapi warung-warung untuk memenuhi kebutuhan pemudik. BUMDesa juga mengelola wisata desa. Pemerintah desa dapat mendukung dengan menggerakkan padat karya tunai desa guna merehabilitasi jalan menuju lokasi wisata, membersihkan areal wisata, menyelenggarakan pelatihan, hingga menjual kerajinan warga di tempat wisata.
Desa Krandegan di Purworejo, Jateng, adalah contoh desa yang mampu memanfaatkan fenomena Lebaran untuk membuka komunikasi langsung, berdialog membicarakan potensi desa, sekaligus menawarkan investasi pemudik bagi desa. BUMDesa dapat mengolah kayu dan hasil hutan nonkayu skala kecil sesuai PP No 23 Tahun 2021. Selanjutnya, PPNo 29 Tahun 2011 juga membuka jalur bagi BUMDesa untuk berinvestasi mengelola pasar rakyat. PP No 30 Tahun 2021 mengizinkan BUMDesa menjalin kerja sama untuk pengelolaan terminal dan pengujian kendaraan bermotor. Pasca-Lebaran 2022 bakal membuktikan, geliat lebih cepat terjadi pada desa-desa yang sigap menangkap peluang momentum mudik warganya. (Yoga)
LONJAKAN KONSUMSI INTERNET, PELUANG EKONOMI KREATOR
Penggunaan aplikasi, mulai dari kategori layanan komunikasi, gim ”mobile”, media sosial, hingga video dan musik beraliran langsung atau ”streaming”, mendominasi lalu lintas konsumsi internet sehari-hari di Indonesia. Kenaikan pemakaian terjadi pada periode khusus, seperti selama masa mudik dan libur Lebaran yang berlangsung 29 April-9 Mei 2022, sehingga memicu lonjakan konsumsi internet. Fenomena ini membuka peluang ekonomi baru untuk mengembangkan aplikasi dan mengkreasi konten. Telkomsel mencatat lonjakan lalu lintas konsumsi layanan data internet di jaringannya hingga 45,1 petabyte atau naik 21 % dibandingkan dengan momen libur Lebaran tahun 2021 dan naik 9 % dibandingkan dengan konsumsi data internet pada hari biasa. Kenaikan lalu lintas konsumsi data internet itu dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi layanan komunikasi (naik 21 %). Terkait spesifik nama aplikasi, Telkomsel mencatat penggunaan Whatsapp tumbuh 35 %, diikuti Tiktok 16 %, Instagram 15 %, Youtube (13 %), dan Facebook (1 %). Pada saat bersamaan, lalu lintas konsumsi data internet untuk aktivitas lain mengalami penurunan. Data Telkomsel bahkan menyebut konsumsi data internet untuk penelusuran di mesin pencari turun 7 % dan untuk mengakses aneka layanan belanja barang secara daring turun 3 %. Sementara di operator lain, yakni XL Axiata, sesuai data Customer Experience and Service Operation Center XL Axiata, lalu lintas konsumsi data internet di jaringan XL Axiata naik 33 % dibandingkan libur Lebaran 2021 dan naik 11 persen dibandingkan konsumsi internet pada hari biasa. Kenaikan konsumsi data itu didominasi untuk gim mobile (66 %), diikuti video streaming (naik 52 %). Nama aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Tik-tok (naik 76 %), Youtube (40 %), Facebook (38 %) Layanan komunikasi Whatsapp juga mengalami peningkatan pemakaian 38 %.
Vice President Network Operations Smartfren Agus Rohmat (14/5), di Jakarta, menyampaikan, konsumsi lalu lintas data internet di jaringan Smartfren naik 10-15 persen selama mudik dan libur Lebaran 2022 dibandingkan saat libur Lebaran tahun 2021. Kenaikan ini dipicu oleh kebutuhan pelanggan untuk mengakses video, musik streaming, dan media sosial. Aplikasi yang mengalami kenaikan penggunaan signifikan, adalah Tiktok. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), populasi penduduk 2019 mencapai 266,91 juta orang. Jumlah pengguna internet 196,72 juta orang atau penetrasinya 73,7 %persen. Kontribusi pengguna internet terbesar berasal dari Jawa, diikuti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua. Ketum APJII Muhammad Arif Angga menjelaskan, di luar masa libur Lebaran, aplikasi internet buatan luar negeri tetap jadi pilihan utama pengguna internet di Indonesia. Aplikasi internet buatan dalam negeri belum ada yang menyaingi. Angga mengatakan, sekarang sudah ada beberapa server CDN berdiri di Indonesia. ”Salah satunya adalah milik kami. Server CDN APJII bernama Indonesia Internet Exchage (IIX) dan sebagian besar anggota kami terkoneksi dengan IIX sehingga menghemat belanja bandwidth internasional. Di luar faktor bahwa sesudah server CDN berdiri di Indonesia, harga belanja bandwidth internasional telah murah, yaitu 1.500 USD per gigabyte per bulan,” ujarnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









