LONJAKAN KONSUMSI INTERNET, PELUANG EKONOMI KREATOR
Penggunaan aplikasi, mulai dari kategori layanan komunikasi, gim ”mobile”, media sosial, hingga video dan musik beraliran langsung atau ”streaming”, mendominasi lalu lintas konsumsi internet sehari-hari di Indonesia. Kenaikan pemakaian terjadi pada periode khusus, seperti selama masa mudik dan libur Lebaran yang berlangsung 29 April-9 Mei 2022, sehingga memicu lonjakan konsumsi internet. Fenomena ini membuka peluang ekonomi baru untuk mengembangkan aplikasi dan mengkreasi konten. Telkomsel mencatat lonjakan lalu lintas konsumsi layanan data internet di jaringannya hingga 45,1 petabyte atau naik 21 % dibandingkan dengan momen libur Lebaran tahun 2021 dan naik 9 % dibandingkan dengan konsumsi data internet pada hari biasa. Kenaikan lalu lintas konsumsi data internet itu dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi layanan komunikasi (naik 21 %). Terkait spesifik nama aplikasi, Telkomsel mencatat penggunaan Whatsapp tumbuh 35 %, diikuti Tiktok 16 %, Instagram 15 %, Youtube (13 %), dan Facebook (1 %). Pada saat bersamaan, lalu lintas konsumsi data internet untuk aktivitas lain mengalami penurunan. Data Telkomsel bahkan menyebut konsumsi data internet untuk penelusuran di mesin pencari turun 7 % dan untuk mengakses aneka layanan belanja barang secara daring turun 3 %. Sementara di operator lain, yakni XL Axiata, sesuai data Customer Experience and Service Operation Center XL Axiata, lalu lintas konsumsi data internet di jaringan XL Axiata naik 33 % dibandingkan libur Lebaran 2021 dan naik 11 persen dibandingkan konsumsi internet pada hari biasa. Kenaikan konsumsi data itu didominasi untuk gim mobile (66 %), diikuti video streaming (naik 52 %). Nama aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Tik-tok (naik 76 %), Youtube (40 %), Facebook (38 %) Layanan komunikasi Whatsapp juga mengalami peningkatan pemakaian 38 %.
Vice President Network Operations Smartfren Agus Rohmat (14/5), di Jakarta, menyampaikan, konsumsi lalu lintas data internet di jaringan Smartfren naik 10-15 persen selama mudik dan libur Lebaran 2022 dibandingkan saat libur Lebaran tahun 2021. Kenaikan ini dipicu oleh kebutuhan pelanggan untuk mengakses video, musik streaming, dan media sosial. Aplikasi yang mengalami kenaikan penggunaan signifikan, adalah Tiktok. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), populasi penduduk 2019 mencapai 266,91 juta orang. Jumlah pengguna internet 196,72 juta orang atau penetrasinya 73,7 %persen. Kontribusi pengguna internet terbesar berasal dari Jawa, diikuti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua. Ketum APJII Muhammad Arif Angga menjelaskan, di luar masa libur Lebaran, aplikasi internet buatan luar negeri tetap jadi pilihan utama pengguna internet di Indonesia. Aplikasi internet buatan dalam negeri belum ada yang menyaingi. Angga mengatakan, sekarang sudah ada beberapa server CDN berdiri di Indonesia. ”Salah satunya adalah milik kami. Server CDN APJII bernama Indonesia Internet Exchage (IIX) dan sebagian besar anggota kami terkoneksi dengan IIX sehingga menghemat belanja bandwidth internasional. Di luar faktor bahwa sesudah server CDN berdiri di Indonesia, harga belanja bandwidth internasional telah murah, yaitu 1.500 USD per gigabyte per bulan,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023