;

Berbagi Makanan, Kurangi Sampah

Berbagi Makanan,
Kurangi Sampah

Siang itu, Kamis (28/4), ruang kelas PAUD Mawar Sandi, Manggarai, Jaksel, ”disulap” menjadi dapur. Barisan bangku kecil dipenuhi botol saus, kecap, minyak goreng, beras, serta sayur-mayur. Di lantai berderet puluhan kotak nasi yang masih kosong. Sudah empat jam Indri (54) berdiri di depan kompor, memasak puluhan porsi ikan goreng, ayam kecap, bihun goreng, dan sayur capcai. Hari itu ada target memasak 100 porsi nasi kotak. Indri mengemban tanggung jawab sebagai sukarelawan Dapur Pangan Foodbank of Indonesia (FOI). Tugasnya mengolah bahan makanan hasil donasi menjadi menu buka puasa bagi 78 siswanya yang berasal dari keluarga prasejahtera, ditambah sejumlah lansia pemulung yang tinggal di sekitar. ”Dengan jadi sukarelawan FOI, saya bisa membantu teman-teman yang kurang beruntung meski gaji guru PAUD kecil,” ujarnya tersenyum. Dapur Pangan FOI Manggarai aktif beroperasi seminggu tiga kali, dari Kamis hingga Sabtu. Satu regu sukarelawan ini dipimpin Sri Utami Satriastuti, yang juga Kepala Sekolah PAUD Mawar Sandi. Tuti, panggilan akrab Sri Utami, menuturkan, aktivitas para guru PAUD Mawar Sandi sebagai sukarelawan Dapur Pangan FOI bermula sejak 2018. Bagi Yanti pemulung berusia 32 tahun, bantuan itu dapat memenuhi kebutuhan gizi Dea dan Dias , anak-anaknya. Bantuan dating pada saat yang tepat karena penghasilannya beberapa hari terakhir sangat sedikit. Biasanya Yanti dan suaminya mengantongi uang hasil memulung masing-masing Rp 70.000. Namun, sehari sebelum mendapat bantuan dari Dapur Pangan FOI, Yanti tidak pergi memulung sama sekali, karena banyak razia trantib.

Dapur Pangan, salah satu program FOI, lembaga nonprofit bank makanan yang didirikan salah satunya oleh Hendro Utomo pada 2015. Hendro mengatakan, masyarakat Indonesia secara tradisional suka menyumbangkan makanan, selama 2017-2021 FOI telah menyalurkan 4.634 ton makanan dan bahan makanan kepada 348.133 anak, warga lansia, pekerja informal, dan korban bencana alam. Donor FOI berasal dari berbagai industri. Ada pasar swalayan, perusahaan makanan kemasan, dan toko roti. Salah satunya adalah Superindo yang telah menjadi mitra FOI sejak 2018 dengan mendonasikan makanan yang sudah tidak layak jual, tapi masih layak dikonsumsi sebagai bahan masak di Dapur Pangan FOI. Selama 2018-2021, ada 558 ton makanan yang didonasikan. Donatur FOI bukan hanya ritel besar seperti Superindo. Pedagang sayur di pasar juga turut serta. Para pedagang sayur di Pasar Tebet Timur, Jakarta, sejak April 2022 mulai menyumbangkan sayur yang tidak terjual kepada FOI. Salah satu pedagang yang menjadi donatur, Sutarmi (45), mengaku senang karena akhirnya ada yang memanfaatkan sayur sisa jualannya. ”Kami enggak minta imbalan karena memang biasanya dibuang,” katanya. Sayur-mayur dari Pasar Tebet Timur digunakan Indri, Tutik, dan sukarelawan Dapur Pangan di PAUD Mawar Sandi, Manggarai, untuk memberikan makan murid-murid mereka. Aktivitas penyelamatan makanan berlebih juga eksis di Surakarta, Jateng. Lembaga nonprofit lingkungan Gita Pertiwi bekerja sama dengan komunitas Carefood dan Komunitas Pangan Sehat Surakarta (Konpasera) menghubungkan produsen yang punya pangan berlebih dengan masyarakat yang membutuhkan, mereka menjemput, mengecek kualitas, dan membagikannya kembali. Sekretaris Carefood Widihantoro mengungkapkan, proses nya harus cepat agar makanan tidak rusak. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :