;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10118 )

Pemerintah dan DPR Bahas Tenaga Nuklir

29 Mar 2023

Pemerintah dan Komisi VII DPR membahas RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan secara intensif, termasuk di dalamnya terkait tenaga nuklir. Kendati pembahasan masih panjang, RUU tersebut diharapkan dapat tuntas tahun ini. Rapat Panitia Kerja RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan digelar di DPR, Jakarta, Selasa (28/3). Rapat yang berlangsung tertutup itu lebih banyak membahas agenda pembahasan yang tertunda karena masa reses DPR. Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, rapat membahas daftar inventarisasi masalah (DIM). Dari 574 DIM, pembahasan baru tuntas di urutan ke-169. Kendati pembahasan masih panjang, pemerintah tetap menargetkan RUU tersebut dapat dirampungkan tahun ini. Dadan mengemukakan, rapat juga banyak membahas energi baru, seperti nuklir, hidrogen, dan amonia.

Mengenai nuklir, pemerintah dan DPR sama-sama setuju untuk memasukkan dalam RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan. ”Kami melihat, apakah perlu persetujuan DPR atau  tidak (terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN). Hasilnya, harus dengan persetujuan DPR,” katanya. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dyah Roro Esti, menyebutkan, DPR mendorong agar dalam pengoperasian PLTN, tetap dibutuhkan persetujuan DPR. ”Misalnya, terkait kapasitas reaktornya, apakah skala besar atau kecil? Itu yang nanti akan dijabarkan ulang pemerintah. Dalam situasi seperti itu butuh persetujuan DPR. Juga tetap perlu keterlibatan publik untuk beropini,” ujarnya. Energi nuklir diyakini sejumlah pihak bisa diandalkan dalam peralihan dari energi fosil ke energi bersih. Di sisi lain, capaian  energy terbarukan saat ini masih jauh dari target. Pada 2022, berdasarkan data Kementerian ESDM,  energi terbarukan dalam bauran energi primer baru 12,3 % atau di bawah target 15,7 %. Adapun pada 2025 ditargetkan mencapai 23 %. (Yoga)


Keketuan ASEAN 2023, Dorong ASEAN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

29 Mar 2023

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja pada 13 November 2022 lalu, Indonesia kembali mendapatkan mandat untuk memegang Chaimanship (keketuaan) ASEAN 2023. Sebelumnya, Indonesia sendiri, telah berperan menjadi Keketuaan ASEAN antara lain pada tahun 1976, 2003, 2011. Dalam Keketuaan ASEAN 2023, Indonesia mengusung tema "ASEAN Mattres: Epicentrum of Growth" yang juga menjadi tema lanjutan dan resonansi keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Presidensi G20 pada 2022. Tema ini menunjukkan keinginan menjadikan ASEAN tetap memiliki peran penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN dan dunia. Dalam kesempatan pembukaan High Level Seminar "From ASEAN to the World Payment System in Digital Era" (28/3), Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan 3 alasan ASEAN memiliki peran penting sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia, yaitu Pertama, ASEAN termasuk Kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Kedua, negara-negara ASEAN menerapkan kebijakan ekonomi makro yang prudent, mendorong perdagangan dan investasi, serta melakukan reformasi struktural serta, ketiga, ASEAN termasuk di antara kawasan dengan transformasi ekonomi digital yang berkembang pesat, didukung oleh populasi muda yang besar, penggunaan layanan internet dan pembayaran seluler yang luas, start-up yang dinamis, dan ekosistem ekonomi digital. Dalam keketuaan ASEAN 2023, Indonesia diwakili oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemkeu). BI dan Kemkeu berkolaborasi sekaligus menjadi tuan rumah menggelar kegiatan ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM) pertama dalam keketuaan ASEAN 2023 pada 28-31 Maret 2023. Pertemuan ini membahas solusi-solusi dalam menghadapi masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN.

Sekarang Bukan Krisis Perbankan, Melainkan Ada Sentimen Penularan

29 Mar 2023

LONDON,ID- Situasi volatilitas - yang terkadang tanpa adanya katalis yang jelas - telah membuat para pengamat pasar bertanya-tanya, apakah pasar bergerak berdasarkan sentimen dibandingkan fundamental terkait  kekhawatiran akan krisis perbankan sistemik. "Ini tidak seperti Lehman Brothers yang terkena resiko counterparty dalam derivatif yang kompleks selama krisis subprime mortgage. Bank-bank  besar yang menjadi berita baru-baru ini memiliki masalah manajemen resiko dengan aset-aset tradisional. Penaikan suku bunga yang cepat mengekspos kelemahan-kelemahan tersebut. Bank-bank dipaksa menjadi penjual, menyadari kerugian setelah investasi obligasi mereka jauh dibawah nilai nominal," demikian penjelasan Sarah Devereux, kepala global group pendapatan tetap di raksasa manajemen Vanguard. Dalam sesi tanya jawab pada Jumat (24/03/2023) yang diunggah CNBC pada Selasa (28/03/2023). Yang terbaru adalah Deutsche Bank, dimana saham-sahamnya dilaporkan jatuh sementara biaya asuransi bertahap gagal bayarnya menunjukkan peningkatan diakhir minggu lalu. Padahal posisi modal dan likuiditas kreditur asal Jerman ini nampak kuat. (Yetede)

Melibas Tantangan Emiten BUMN

28 Mar 2023

Mungkin saja ada sebagian emiten BUMN yang sekarang mulai waswas karena melihat betapa mengerikannya terjangan pelemahan ekonomi global di sejumlah negara yang merontokkan sendi-sendi keuangan. Tak ada yang menyangka sektor keuangan global terus memburuk, bahkan ada yang bilang lebih parah pada tahun ini. Pada saat yang sama, keadaan ekonomi di dalam negeri belum menunjukkan performa ideal seperti yang diharapkan kalangan pebisnis setelah sempat dihajar pandemi Covid-19 dalam 2 tahun belakangan. Kendati aktivitas sosial makin longgar pada era New Normal, hal itu rupanya belum cukup membantu kegiatan ekonomi nasional pulih konsisten. Banyak sektor usaha baik finansial maupun sektor riil, yang masih terpuruk tahun ini dan butuh waktu tambahan untuk bangkit menuju normal. Apalagi, pada saat bersamaan, situasi di luar mulai penuh badai. Resonansi gelombang krisis finansial dari Amerika Serikat akibat cekikan dampak kebijakan The Fed (sebagian ekonom menyatakan demikian) sedang bergerak liar ke segala penjuru arah menggulung menjadi krisis keuangan global. Berdasarkan data Bisnis, sebanyak 18 dari 20 emiten anggota IDX BUMN 20 yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2022, terlihat bahwa mayoritas emiten membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba. Lonjakan laba paling mentereng dibukukan oleh emiten di sektor komoditas. Dua emiten yang labanya sangat gurih di antaranya ANTM karena meroket 105% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,82 triliun, atau naik dari posisi Rp1,86 triliun. Adapun, laba bersih ELSA melangit 247% YoY dari Rp108,74 miliar menjadi Rp378,06 miliar sepanjang 2022. Secara umum, mayoritas emiten BUMN mencatatkan kinerja positif pada 2022. Kinerja tersebut tecermin dari adanya pertumbuhan baik dari sisi pendapatan maupun laba.

BAHAS TRANSAKSI JANGGAL KEMENKEU

28 Mar 2023

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati manyampaikan paparan saat rapat dengan Komisi XI DPR RI di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/3). Komisi XI DPR bersama jajaran Kementerian Keuangan menggelar rapat bersama tentang evaluasi reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkeu pascatemuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai transaksi janggal senilai Rp349 triliun.

OBJEK VITAL NASIONAL PERTAMINA : Menata Area Penyangga

28 Mar 2023

Penataan permukiman yang sangat dekat dengan Objek Vital Nasional (Obvitnas), terutama yang berkaitan dengan migas dinilai sangat mendesak untuk segera dilakukan. Pasalnya, pembiaran banyaknya permukiman yang sangat dekat dengan sumber migas misalnya, bukan hanya mengganggu operasional tapi juga berbahaya bagi keselamatan masyarakat. Insiden kebakaran pipa di Terminal Bahan Bakar Minyak Plumpang milik PT Pertamina (Persero) di Jakarta Utara yang mengakibatkan korbanjiwa menjadi pelajaran penting bahaya bermukim di wilayah hilir migas yang rentan dengan kebakaran atau ledakan. Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (20/3/) menyampaikan bahwa buffer zone atau area penyangga di Depo Plumpang rencananya akan dibangun selebar 52,5 meter, meskipun rata-rata standar internasional itu berjarak 500 meter. Dari rencana yang kajiannya dilakukan Sucofindo itu, akan ada sekitar 783 unit bangunan yang bakal terdampak rencana pembangunan area penyangga tersebut. Master Planning Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan kecenderungan warga bermukim di lahan kosong yang dekat dengan instalasi migas atau listrik milik negara karena dianggap strategis dan juga didorong oleh tingginya kebutuhan akan tempat tinggal yang perlu segera ditempati. Ketua Umum Asosiasi AnalisKebijakan Indonesia (AAKI) Trubus Rahardiansyah mengatakan pemerintah dan pemilik aset Obvitnas terutama Pertamina harus memastikan penyediaan buffer zone sepanjang 1 kilometer, bukan 500 meter. Hal ini untuk membuat mitigasi dampak bencana sekaligus menjaga keamanan Obvitnas dari ancaman eksternal.

Freeport Kantongi Izin Hingga Juni

28 Mar 2023

JAKARTA, ID-PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapatkan rekomondasi persetujuan  ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM) hanya tiga bulan, atau sampai 10 Juni 2023. Pada Juni mendatang, pemerintah menerapkan larangan ekpor  mineral mentah dan olahan, sesuai amanat Undang-Undang No.3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). "Kami telah mendapatkan rekomondasi ekspor  dari kementerian ESDM. Namun, dengan jangka waktu sampai dengan Juni 2023," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas. kata Tony dalam rapat  dengar pendapat Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (27/03). TTony menerangkan volume 2,3 juta ton tersebut sesuai  dengan rencana kerja  dan anggaran belanja (RKAB) perusahaan tahun 2023 yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM pada akhir tahun lalu. Dengan rentan waktu ekpor yang pendek, dia mengeaskan pengiriman konsentrat tembaga ke luar negeri tidak akan jor-joran. Pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah terkait dampak yang ditimbulkan pasca berakhirnya izin ekspor di Juni nanti. (Yetede)

TRANSAKSI MENCURIGAKAN Rp 3,3 Triliun Terkait Pegawai Kemenkeu

28 Mar 2023

Menkeu Sri Mulyani memberikan klarifikasi terkait laporan transaksi keuangan mencurigakan  senilai Rp 349 triliun di Kemenkeu. Laporan transaksi keuangan mencurigakan itu disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK kepada Kemenkeu dalam 300 surat. Klarifikasi disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Kemenkeu di Jakarta, Senin (27/3/2023). Dalam rapat dengan agenda evaluasi reformasi birokrasi Kemenkeu ini, Sri Mulyani didampingi para pejabat eselon I Kemenkeu. Sri Mulyani mengatakan, dari 300 surat senilai Rp 349 triliun, bagian yang benar-benar berhubungan atau terkait dengan pegawai Kemenkeu sebesar Rp 3,3 triliun. Bagian lainnya menyangkut transaksi korporasi yang tidak ada hubungannya dengan pegawai Kemenkeu.

”Jadi, yang benar-benar berhubungan dengan pegawai Kemenkeu Rp 3,3 triliun. Ini merupakan akumulasi transaksi debit kredit dari seluruh pegawai, termasuk penghasilan resmi, transaksi dengan keluarga, jual beli aset, dan jual beli rumah dalam watu 15 tahun (2009-2023),” tuturnya. Sri Mulyani merinci, dari 300 surat yang disampaikan PPATK ke Kemenkeu, 139 surat  diminta Kemenkeu ke PPATK (inquiry Kemenkeu) untuk kepentingan penyelidikan. ”Jadi, untuk 200 surat sudah kami rekap mengenai apa isi masing-masing surat itu. Hasil atau statusnya untuk 82 audit investigasi sudah selesai dengan hukuman disiplin terhadap 193 pegawai. Kemudian, ada 13 pegawai Kemenkeu yang dilimpahkan ke aparat penegak hukum karena terkait kasus korupsi,” tuturnya. Untuk laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Sri Mulyani memastikan, Inspektorat Jenderal Kemenkeu akan melakukan berbagai pengecekan serta pengujian melalui informasi transaksi yang mencurigakan, pengaduan masyarakat, media sosial, dan rekam jejak pelanggaran integritas pegawai. (Yoga)


Pengawasan Impor Diperketat

28 Mar 2023

Kemendag akan memperketat pengawasan barang impor baju bekas yang banyak diperjual belikan. Saat ini pemerintah sedang mengincar importir ilegal yang menyelundupkan barang bekas melalui jalur ”tikus” atau jalur tak resmi. Penggantian penjualan baju bekas impor dengan produk lokal juga tak semudah yang diinginkan pemerintah. ”Berdasar aturan yang ada, impor baju bekas ini dilarang. Saya sudah beberapa kali (memusnahkan baju bekas ilegal) di Pekanbaru, di Jatim, dan di Tangerang. Besok (Selasa, 28/3) bersama Bareskrim Polri akan ada pemusnahan dengan nilai lebih besar, sampai Rp 80 miliar pakaian bekas ilegal yang akan dimusnahkan,” kata Mendag Zulkifli Hasan seusai audiensi bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Senin (27/3) di Jakarta.

Berdasar data Kemendag, pada 17 Maret 2023 di Pekanbaru, Riau,Kemendag memusnahkan 730 bal baju bekas impor senilai Rp 10 miliar. Pada 20 Maret 2023 di Sidoarjo, Jatim, Kemendag juga memusnahkan 824 bal baju bekas impor senilai Rp 10 miliar. Selain gencar memusnahkan baju bekas impor, pemerintah akan memperketat pengaturan impor yang mengganggu produk buatan UMKM. Berdasar data yang ada, Teten menyebut ada 31 % barang impor tekstil dan produk tekstil serta alas kaki yang tidak tercatat (unrecorded import). Teten menambahkan, pembatasan impor banyak dilakukan oleh sejumlah negara. Ia mencontohkan ASt yang memberlakukan aturan ketat terhadap barang impor yang diproduksi UMKM asal Indonesia, untuk memastikan agar produk lokal di negara mereka tidak terancam produk impor. (Yoga)


Panggung Mereka yang Terempas

27 Mar 2023

Di tengah cengkeraman kepentingan ekonomi industri media, bagaimana mungkin fungsi sosial media massa yang terwujud dalam berbagai kreasi jurnalistik idealnya itu dapat terus dipertahankan? Gugatan kritis reflektif inilah yang menjadi titik acuan bahasan Forum  Ombudsman Kompas, Jumat (24/3) yang secara khusus mengevaluasi liputan tematis ”Suara Tak Terdengar”. Liputan tematis ”Suara Tak Terdengar” merupakan kreasi jurnalistik khas Kompas, yang berupaya memanggungkan pergulatan kaum marjinal, yang selama ini terempas dari pusaran berbagai struktur sosial, ekonomi, ataupun politik. Semangat mengetengahkan kaum tertindas sejatinya sudah tak terpisahkan semenjak harian Kompas lahir. Kemanusiaan menjadi perspektif dalam setiap produk jurnalistiknya.

Namun, kini menjadi lebih istimewa lantaran semangat itu telah menjadi rubrikasi tematis yang terbangun dalam biduk konvergensi 4K (Kompas, Kompas TV, Kompas.com, dan Kontan). Sejak Mei 2020, ”Suara Tak Terdengar” rutin menyapa sekaligus ”mengingatkan” kaum mapan, pun elite pengambil ke bijakan, bahwa masih banyak persoalan kaum papa yang perlu dipulihkan. Khusus pada kaum yang terpinggirkan secara ekonomi di era pandemi, misalnya, banyak dipanggungkan. Membacanya, menguras sisi emosi dan sekaligus mengundang empati. Masalahnya, bagaimana pergulatanekonomi kesehariankaum ini yang bertumpu pada aktivitas fisik antar-ruang itu dapat berjalan di saat pandemi yang justru membatasi jarak ruang?

Liputan kaum pemulung (11-13 Mei 2020), nelayan (2-4 November 2020), gelandangan (1-3 Februari 2021), kaum miskin kota Jakarta (21-23 Juni 2021), pekerja migran (24-26 Januari 2022), ataupun liputan terbaru terkait kehidupan kuli angkut (13 Maret 2023) menjadi pengingat masih suburnya ketidakberdayaan. Begitu pula masih langgengnya belitan struktur sosial yang kadang mengempaskan keberadaan kaum rentan perempuan, anak, disabilitas, dan masyarakat hukum adat menjadi perhatian khusus liputan ini. Tidak kurang sering pula ”Suara Tak Terdengar” mengulas kaum yang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kerap dipandang sebelah mata. Keberadaan kaum penghayat kepercayaan (31 Mei-3 Juni 2021), kiprah kaum transpuan dalam struktur biner public (25-27 Juli 2022). Menurut Ashadi Siregar, ketua Ombudsman Kompas, perluasan pada pilihan pola-pola advokasi dalam membela hak yang terpinggirkan dapat menjadi alternatif pilihan. (Yoga)