;

Melibas Tantangan Emiten BUMN

Melibas Tantangan Emiten BUMN

Mungkin saja ada sebagian emiten BUMN yang sekarang mulai waswas karena melihat betapa mengerikannya terjangan pelemahan ekonomi global di sejumlah negara yang merontokkan sendi-sendi keuangan. Tak ada yang menyangka sektor keuangan global terus memburuk, bahkan ada yang bilang lebih parah pada tahun ini. Pada saat yang sama, keadaan ekonomi di dalam negeri belum menunjukkan performa ideal seperti yang diharapkan kalangan pebisnis setelah sempat dihajar pandemi Covid-19 dalam 2 tahun belakangan. Kendati aktivitas sosial makin longgar pada era New Normal, hal itu rupanya belum cukup membantu kegiatan ekonomi nasional pulih konsisten. Banyak sektor usaha baik finansial maupun sektor riil, yang masih terpuruk tahun ini dan butuh waktu tambahan untuk bangkit menuju normal. Apalagi, pada saat bersamaan, situasi di luar mulai penuh badai. Resonansi gelombang krisis finansial dari Amerika Serikat akibat cekikan dampak kebijakan The Fed (sebagian ekonom menyatakan demikian) sedang bergerak liar ke segala penjuru arah menggulung menjadi krisis keuangan global. Berdasarkan data Bisnis, sebanyak 18 dari 20 emiten anggota IDX BUMN 20 yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2022, terlihat bahwa mayoritas emiten membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba. Lonjakan laba paling mentereng dibukukan oleh emiten di sektor komoditas. Dua emiten yang labanya sangat gurih di antaranya ANTM karena meroket 105% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,82 triliun, atau naik dari posisi Rp1,86 triliun. Adapun, laba bersih ELSA melangit 247% YoY dari Rp108,74 miliar menjadi Rp378,06 miliar sepanjang 2022. Secara umum, mayoritas emiten BUMN mencatatkan kinerja positif pada 2022. Kinerja tersebut tecermin dari adanya pertumbuhan baik dari sisi pendapatan maupun laba.

Download Aplikasi Labirin :