Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )SASARAN KINERJA BUMN : PASANG AKSI PELAT MERAH
Kementerian Badan Usaha Milik Negara mematok sejumlah langkah atraktif perusahaan pelat merah pada tahun ini. Beberapa proyek yang tengah digarap targetnya rampung pada pengujung tahun ini. Selain itu, Kementerian BUMN menyiapkan rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) kelompok usaha pelat merah, termasuk menyuntikan modal tambahan guna mempercepat proyek-proyek yang digarap. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa sejak awal tahun ini, perusahaan BUMN sukses melaksanakan aksi korporasi. Salah satunya yakni anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang melantai di bursa. Dari aksi korporasi tersebut, PGEO berhasil meraup dana lebih dari Rp9 triliun dan menjadi IPO terbesar kelima di Bursa Efek Indonesia. “Aset-aset geothermal pemerintah akan kami konsolidasikan, yang sedang kami bicarakan tentu aset yang ada di Kemenkeu, yang sudah dalam tahap pembicaraan dan sepertinya Ibu Menkeu juga terbuka untuk dikonsolidasikan dan ke depan nanti aset yang PLN,” ujarnya disela-sela Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Kementerian BUMN, Senin (20/3). Jika konsolidasi tersebut terealisasi dan berhasil, harapannya Indonesia akan memiliki produk energi terbarukan yang bisa langsung disambungkan dengan kilang-kilang Pertamina sehingga ada turunan green product. Dalam paparannya di Komisi VI DPR, Erick juga menyatakan pemerintah akan melakukan penambahan modal kepada sejumlah perusahaan operator jalan tol. Tambahan modal itu guna mengkonsolidasikan kekuatan sejumlah perusahaan operator jalan tol di Tanah Air. Kementerian BUMN diminta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi lainnya dalam kaitan jarak aman antara objek vital nasional perusahaan BUMN dengan permukiman masyarakat sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku, termasuk dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), penyediaan green barrier dan pagar pembatas.
Pemisahan Direktorat Pajak dari Kementerian Keuangan
Pemerintah sudah berinisiatif membuat draf RUU Ketentuan Umum dan Tata Perpajakan (RUUKUP) pada 2015. Dalam Pasal 95 rancangan tersebut disebutkan bahwa penyelenggaraan tugas pemerintahan di bidang perpajakan dilaksanakan oleh lembaga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.Namun pembahasan tersebut tidak tuntas. Pada DPR periode berikutnya (2019-2024), pemerintah mengajukan RUUKUP dengan draf baru pada Mei 2021. Tapi rancangan itu tidak menyebutkan mengenai posisi DJP menjadi lembaga di bawah presiden. Akhirnya, melalui pembahasan yang relatif cepat, RUUKUP baru itu disahkan pada 29 Oktober 2021 menjadi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Setelah penetapan undang-undang itu, DJP tetap berada di bawah Kemenkeu. Usulan DJP menjadi otoritas terpisah dari Kemenkeu akhirnya sirna. Tapi, sejak munculnya kasus-kasus pejabat DJP yang hidup mewah dengan penghasilan tidak wajar, usulan DJP dipisahkan dari Kemenkeu kembali mengemuka meskipun kurang gencar. Pemisahan DJP dari Kemenkeu membutuhkan kajian mendalam menyangkut berbagai hal. Apakah DJP yang terpisah dari Kemenkeu berupa Badan Keuangan Negara yang bersifat otonom atau semi-otonom. Kalau mengacu janji Jokowi sebelum menjadi presiden, salah satunya akan membuat DJP menjadi lembaga otonom lepas dari Kemenkeu dan langsung berada di bawah presiden.
Pemisahan otoritas pajak dari Kemenkeu sudah banyak contohnya. Di AS, lembaga pajaknya bernama Internal Revenue Service (IRS), yang merupakan lembaga otonom yang terpisah dari Kemenkeu. IRS sebenarnya tidak sepenuhnya otonom karena masih berkoordinasi dengan Kemenkeu, tapi mereka otonom dalam hal kewenangan menentukan kebijakan, anggaran, dan SDM. Beberapa negara berkembang juga telah melakukan transformasi otoritas perperpajakan dari konsep tradisional di bawah kementerian keuangan menjadi otoritas pajak semi-otonom (SARA). Hasil penelitian Arthur Mann (2004), keputusan negara-negara itu memilih SARA memberikan beberapa dampak, seperti peningkatan pendapatan dari publik yang tecermin dalam rasio pajak yang lebih tinggi dan pertumbuhan pendapatan riil; efisiensi yang lebih besar dalam pemanfaatan sumber daya publik melalui kemandirian/otonomi keuangan dan administrasi; mempekerjakan staf yang kompeten, berdisiplin, dan lebih berkualitas; depolitisasi administrasi perpajakan; berkurangnya korupsi sehingga meningkatkan kredibilitas perpajakan khususnya dan pemerintah pada umumnya; serta meningkatkan layanan wajib pajak dan mengurangi biaya kepatuhan wajib pajak. Beberapa negara yang sudah beralih ke SARA, menurut Mann, adalah Argentina (mulai 1988), Kolombia (1991), Malaysia (1995/1996), Meksiko (1995/1997), Peru (1988/1991), Singapura (1992), dan Afrika Selatan (1996/1997). Indonesia bisa saja membentuk otoritas perpajakan semi-otonomi seperti yang sempat diajukan dalam RUUPUK pada 2015. (Yoga)
Motor Listrik Disubsidi Rp 7 T
Mendorong penggunaan Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik, pemerintah memberi subsidi pembelian motor listrik Rp 7 triliun. Subsidi serupa akan diberikan juga bagi pembelian motor listrik. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan insentif untuk motor listrik Rp 7 triliun yang berlaku selama 2 tahun, 2023-2024 untuk 1 juta motor listrik baru dan konversi.
“Subsidi pada 2022 diperkirakan untuk 200 motor baru dan 50 ribu unit konversi dengan anggaran Rp 1.75 triliun. Subsidi 2024 untuk 600 ribu motor listrik baru dan 150 ribu unit motor konversi dengan anggaran Rp 5.25 triliun”, tutur Menkeu pada konfrensi pers Peluncuran Kebijakan Bantuan Pemerintah untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) secara Hybrid, Senin (20/03). Persyaratan yang harus dipenuhi, motor tersebut harus diproduksi di dalam negeri dan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 %. (Yoga)
Megawati: Kepala Desa Harus Pikirkan Nasib Rakyat
Di tengah permintaan agar pemerintah pusat meningkatkan anggaran dana desa, para kepala desa diingatkan serius memikirkan nasib masyarakat di wilayahnya. Di sisi lain, dalam menggerakkan pemerintahan desa, perangkat desa diimbau menjalankan kearifan local dengan berembuk, musyawarah mufakat, dan bergotong royong. ”Jika sudah terpilih nanti, para kepala desa harus benar-benar memikirkan nasib rakyat di daerah. Jangan korupsi, harus jujur,” kata Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada Peringatan Sembilan Tahun UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/3), yang dihadiri ribuan kepala desa.
Dalam pengarahannya, Megawati juga merespons pandangan tentang kepala desa yang kerap dipandang korup. Terkait hal itu, Megawati menekankan bahwa untuk menjadi kepala desa perlu kejujuran agar dapat dicintai rakyat di daerah dan bisa mewujudkan kesejahteraan. Dalam catatan Kompas, kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan, selama 2015-2021 pemerintah mengalokasikan dana desa Rp 400,1 triliun. Selama periode itu terjadi 592 kasus korupsi di tingkat desa dengan 729 tersangka. Akibat praktik korupsi itu, kerugian negara Rp 433,8 miliar (Kompas.id, 15/3). (Yoga)
Waspadai Penipuan Modus Surat Tilang
Polisi mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan dengan berbagai modus. Terbaru, beredar sejumlah unggahan pengguna media sosial menerima upaya penipuan dengan modus tautan tilang elektronik lewat aplikasi Whatsapp. Kepolisian mengklaim tidak pernah mengirimkan surat tilang melalui aplikasi itu. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko berharap warga waspada sembari polisi memonitor para pelaku. ”Sejauh ini, kami belum menerima laporan resmi, hanya melalui monitor tim kami. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada secara dini,” katanya, Minggu (19/3). (Yoga)
BSI Bangun Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat Lewat Masjid
Masjid Bank Syariah Indonesia (BSI) yang berada di kawasan Bakauheni Harbour City, Lampung resmi dibuka oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Masjid berkapasitas 2.000 jamaah ini merupakan bentuk dukungan BSI dalam memperkuat kontribusi untuk mendorong per tumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata di Lampung dan Pulau Sumatra secara luas. Erick Thohir dalam sambutannya mengatakan, Bakauheni Harbour City dan Masjid BSI ini akan menjadi destinasi wisata baru di Provinsi Sumatera. “Kalau kita ingin memulai sesuatu yang baik, diawali dengan membangun tempat ibadah. Alhamdulillah Masjid BSI Bakauheni hasil sinergi BUMN ini sudah bisa digunakan masyarakat saat Ramadan dan lebaran mendatang.
Semoga memberikan manfaat bagi masyarakat yang akan mudik ke kota-kota di Sumatra,” ujar Erick. Erick juga berharap masjid BSI Bakauheni juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. “Masjid ini dibangun untuk memperkuat keimanan kita, menguatkan masyarakat, membangun ekonomi, dan menyejahterakan bangsa,” ujarnya. Dirut BSI Hery Gunardi mengemukakan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bentuk komitmen BSI untuk ter us meningkatkan kontribusi dan perannya dalam memacu pertumbuhan ekonomi di tanah air, termasuk di sektor pariwisata dan mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi Islam. (Yoga)
Apdesi Minta 10% Dana APBN untuk Dana Desa
JAKARTA, ID-Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) meminta agar 10% dari dana APBD dialokasikan menjadi dana desa. Usulan penambahan anggaran dana desa ini bertujuan untuk mempercepat berbagai jenis pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia, penanganan stunting dan gizi buruk, hingga pengentasan rumah kumuh. Saat ini, setiap desa menerima dana sekitar Rp 1 miliar per tahun. Hal ini ditegaskan ketua Apdesi, Surta Wijaya dalam acara peringatan UU Desa ke-9 di Lapangan Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (19/03/2023). "Semua itu jawabannya adalah (peningkatan-red) dana desa. Jadi merupakan harga mati kedepan dana desa 10% dari APBN," kata Surta. Acara peringatan UU Desa ke-9 bertajuk 'Membangun Indonesia dari Desa' ini digelar oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), DPN Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), dan Asosiasi Badan Permusyawarahan Desa Nasional (Abdesnas). (Yoga)
Lebaran Masih Lama, Keriuhan Belanja Sudah Bergema
Keriuhan mencolok mata di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (16/3). Gedung Blok B dipenuhi ribuan pengunjung. Di basemen, terhampar pelbagai jenis pakaian untuk Lebaran, mulai gamis, baju koko, sarung, gaun, hingga pakaian anak-anak. Tua ataupun muda tak ketinggalan merayakan gaya hidup. Di tengah hiruk pikuk teriakan pedagang, Iyan Sofyan (42) beserta keluarganya sibuk belanja. Ia menyeret tas berat berisi sarung dan kopiah dalam kantong plastik hitam yang diikat tali rafia. Tiga putri kecilnya. Berangkat dari Parung Panjang, Bogor, Jabar, menggunakan KRL ke Pasar Tanah Abang dengan misi sederhana, mencari pakaian Lebaran dengan anggaran Rp 10 juta.
Sementara itu, rumah Lukita W (44) sudah sesak dengan beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, teh, kopi, mi instan, sirop, dan kue. Di sudut lain, sarung, tas perempuan, dan mukena bertumpuk. Kardus dan kantong tak kalah berserakan. ”Kalau mau bulan puasa, pasti ribet. Malah, aku sudah mulai belanja lebih dari tiga bulan lalu,” kata Lukita seraya tersenyum. Kiriman dari lokapasar mengalir deras ke kediaman warga Bekasi itu. Belanjaan itu sebagian akan ia kemas menjadi hampers yang akan dikirim ke sejumlah orang. Lukita menunjukkan buku berisi daftar penerima hampers. Lembar-lembar kertas dipenuhi corat-coret dengan contrengan yang begitu banyak. Ia ternyata masih pilah-pilih isi paketnya. Karyawan swasta lembaga internasional itu dan suaminya gemar memberi hadiah Lebaran kepada kolega, kerabat, dan handai tolan. Lukita jauh-jauh hari memborong bahan pokok dan perangkat shalat, karena, selain mengatur pengeluaran, ia tak perlu berjibaku dengan pedagang kulakan. Tahun ini, Lukita berencana berbagi rezeki dengan 50 kenalannya. Ia menyiapkan paket seharga mulaiRp 300.000 yang mesti tuntas dikirim sepekan sebelum Idul Fitri.
Rudi Cahyadi (40) dan istrinya turut mendatangi anjungan demi anjungan di pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2023. Beberapa mobil berukuran besar mereka amati dan merasakan duduk di dalam kabinnya. Rudi terlihat menggenggam gulungan brosur beberapa merek mobil. Pemandangan yang jamak terlihat di pameran pada 10-19 Maret ini. Mereka langsung ”digiring” menuju All-New Terios, mobil SUV berkapasitas tujuh penumpang.Memang mobil ukuran inilah yang diidamkan pasangan itu. ”Anggota keluarga bertambah. Butuh yang lebih besar. Bagasinya lumayan lega,” kata Rudi. Pilihan mereka sudah mantap pada mobil seharga Rp 254 juta ini yang akan dipakai mudik ke Blitar, Jatim, domisili orangtua Rudi. (Yoga)
Korsel Beri Hibah untuk Bendungan IKN dan Jajaki Investasi
Pemerintah Korsel bersama sejumlah investor berkunjung ke beberapa titik Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Korsel memberi hibah untuk proyek bendungan. Adapun para investor dari ”Negeri Ginseng” juga menjajaki kemungkinan investasi di megaproyek nasional tersebut. Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, Pemerintah Korsel akan memberikan hibah di Bendungan Sepaku-Semoi. Proyek yang masih berjalan itu merupakan salah satu penyuplai air baku untuk IKN. ”Korsel akan memberikan hibah IPA (instalasi pengolahan air minum) untuk 350 liter per detik dari key water,” kata Diana saat memperlihatkan Bendungan Sepaku Semoi kepada rombongan dari Korsel, Sabtu (18/3).
Lokasi yang akan mendapat hibah di bendungan itu sudah ditandai dengan bendera yang tersebar di banyak titik bendungan. Dari proyek bendungan, rombongan beralih ke Sumbu Kebangsaan Barat IKN, lokasi Istana Presiden, bangunan pekerja proyek IKN, dan terakhir di Titik Nol IKN. Sekretaris Otorita IKN Nusantara Achmad Jaka Santos Adiwijaya mengatakan, rombongan terdiri dari perwakilan Otorita IKN; perwakilan Pemerintah Indonesia; Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korsel Won Hee-ryong; serta 57 investor dari ”Negeri Ginseng”. Menurut Achmad, selain mempererat kerja sama dengan Pemerintah Korsel, kunjungan kali ini untuk memberi gambaran detail pembangunan IKN kepada calon investor dan dunia internasional. Dengan melihat langsung proses pembangunan, calon investor bisa mengetahui kesungguhan Pemerintah Indonesia dalam pembangunan ibu kota baru ini. (Yoga)
Selamat Datang Rezeki Ramadhan
Lebaran masih lama,tapi perancang busana Ria Miranda telah menggelar acara Private Preview Collection untuk Koleksi ”Sangsata”, Kamis (16/3) di Jakarta. ”Kami sudah menyiapkan koleksi Lebaran ini sejak tahun lalu,” kata Ria. Jumlah koleksi ini, dua kali lebih banyak dari koleksi Lebaran tahun lalu. Pertimbangannya, masyarakat kian bebas bersilaturahmi seiring redanya pandemi Covid-19. Ia mengeluarkan dua tampilan untuk dua jenamanya. Untuk jenama RiaMiranda, koleksi menonjolkan motif full print lanskap dan budaya Minang. Sementara RiaMiranda Signature mengutamakan permainan embroidery pada kain polos. Harga koleksinya mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. ”Alhamdulillah tren penjualannya selalu sold out,” kata Ria. Tanti Yusepa, warga Tangerang, Banten, yang hadir di acara Private Preview Collection untuk Koleksi ”Sangsata, menyiapkan anggaran Rp 10 juta untuk membeli baju, di luar baju Lebaran untuk suami dan anak-anak.
Iwan Tirta Private Collection (ITPC) tak ketinggalan, meluncurkan Koleksi ”Pranargya” yang terdiri atas 25 busana laki-laki danperempuan dengan harga Rp 6 juta-Rp 10 juta per potong. ”Sudah beberapa tahun kami konsisten mengeluarkan koleksi untuk Hari Raya karena demand-nya besar. Koleksi ini juga untuk mengakomodasi kebutuhan customer yang tidak mau menggunakan motif bergambar hewan, makanya ada motif bunga,” kata Head of Marketing ITPC Rindu Melati saat peluncuran di Plaza Indonesia, Kamis (9/3).
Bisnis pelayanan jasa, yang sempat tiarap, seperti restoran dan hotel, ikut optimistis menyambut Lebaran tahun ini. GM Potato Head Family Jakarta Jessica Eveline, saat ditemui di Restoran Kaum Jakarta, Rabu (15/3) menyebutkan, timnya sudah meriset menu di Sumbar sejak akhir Januari lalu. Tim Jessica memilih menu, seperti ayam hitam, soto padang, dendeng lambok, udang bakar. Pada hari biasa, jumlah porsi makan malam yang terjual per hari rata-rata 60 pax. Saat bulan Ramadhan bisa melonjak menjadi 150 pax. Ketika musim halalbihalal, jumlah pesanan per hari bisa 100 pax.
Hotel Gran Melia Jakarta juga sudah bersiap-siap menangkap momen Ramadhan. Manajer Komunikasi dan Pemasaran Arditya Chandra Putra menjelaskan, pihaknya menawarkan santap malam berbuka puasa di restoran Café Gran Via yang berkapasitas 400 orang. Menu yang ditawarkan antara lain menu Indonesia dan Timteng. Pelaku bisnis otomotif juga berusaha menggaet pasar yang bergairah. Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, dua pekan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jadwal perhelatan itu dirancang guna mengerek penjualan mobil awal tahun dan memenuhi kebutuhan mudik masyarakat. ”Ini adalah momentum tepat bagi konsumen untuk berbelanja produk otomotif, termasuk mobil, dengan berbagai penawaran dan promosi,” kata Ketua Pelaksana GJAW Rizwan Alamsjah. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









