Megawati: Kepala Desa Harus Pikirkan Nasib Rakyat
Di tengah permintaan agar pemerintah pusat meningkatkan anggaran dana desa, para kepala desa diingatkan serius memikirkan nasib masyarakat di wilayahnya. Di sisi lain, dalam menggerakkan pemerintahan desa, perangkat desa diimbau menjalankan kearifan local dengan berembuk, musyawarah mufakat, dan bergotong royong. ”Jika sudah terpilih nanti, para kepala desa harus benar-benar memikirkan nasib rakyat di daerah. Jangan korupsi, harus jujur,” kata Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada Peringatan Sembilan Tahun UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/3), yang dihadiri ribuan kepala desa.
Dalam pengarahannya, Megawati juga merespons pandangan tentang kepala desa yang kerap dipandang korup. Terkait hal itu, Megawati menekankan bahwa untuk menjadi kepala desa perlu kejujuran agar dapat dicintai rakyat di daerah dan bisa mewujudkan kesejahteraan. Dalam catatan Kompas, kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan, selama 2015-2021 pemerintah mengalokasikan dana desa Rp 400,1 triliun. Selama periode itu terjadi 592 kasus korupsi di tingkat desa dengan 729 tersangka. Akibat praktik korupsi itu, kerugian negara Rp 433,8 miliar (Kompas.id, 15/3). (Yoga)
Postingan Terkait
60 Tahun, Kompas Merekam Sejarah
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023