Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Pendatang Mengincar Sektor Informal di DKI
Sebagian besar pendatang baru ke DKI Jakarta mengincar pekerjaan sektor informal. Ghasim Maulana (19), warga Compreng, Subang, Jabar, tiba di Jakarta, Senin (24/4) untuk bekerja sebagai pemulung di Pasar Induk Kramatjati. Begitu pula Muhammad Siddiq (17), warga Subang, yang tiba di DKI lebih awal. Mereka jadi pemulung dengan penghasilan sekitar Rp 100.000 per hari per orang. ”Tidak apa-apa bersusah dulu sekarang,” kata Siddiq. (Yoga)
Presiden Minta Enam Parpol Koalisi Rukun dan Kompak
JAKARTA, ID - Presiden Jokowi meminta enam partai politik yang kini berkoalisi untuk mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin tetap rukun dan kompak, serta menjalin kerja sama demi bangsa dan negara. Dalam pertemuan yang berlangsung 2,5 jam dengan enam pimpinan parpol di Istana Merdeka, Presiden Jokowi lebih banyak membahas masalah ekonomi dan tantangan yang lebih berat di masa mendatang. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sesuai bertemu Presiden Jokowi di Istana merdeka, Selasa (2/5/2023). “Pak Jokowi titip pesan kita rukun, kompak, dan bekerja sama demi bangsa dan negara,” kata Prabowo. Diketahui, Presiden Jokowi melakukan pertemuan tertutup dengan enam ketua umum partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam (02/05/2023) sejak pukul 19.00 WIB. Enam pimpinan parpol yang hadir dalam pertemuan itu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PPP M. Mardiono, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Yetede)
Kolaborasi Melapangkan Ekonomi
Para praktisi dan cerdik cendekia negeri ini paham bahwa Indonesia sudah terkepung oleh gejolak ekonomi global dan tingginya inflasi di berbagai belahan dunia. Kita juga cukup mengerti bahwa aneka kebijakan yang dirilis oleh The Fed kerap membuat panas dingin perekonomian kita. Namun, kegiatan ekonomi Indonesia masih berjalan baik-baik saja. Kondisi fundamental ekonomi nasional dari sisi pengendalian inflasi, masih berada dalam jalur yang benar, setidaknya sampai detik ini. Keadaan di atas setidaknya tergambar dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa inflasi nasional masih sangat terkendali. Secara tahunan (year-on-year/YoY), berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi April 2023 ternyata hanya 4,33%. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan inflasi pada Maret yaitu 4,97% dan inflasi Februari yang masih bertengger di 5,47%. Secara bulanan (month-to-month/MtM), inflasi IHK pada April 2023 juga hanya 0,33%. Adapun secara tahun berjalan (year-to-date/YtD), inflasi pada periode ini mencapai 1,01%. Meski demikian, secara umum, kontribusi inflasinya hanya 0,84% dan andilnya ke inflasi April 2023 sebesar 0,11%. Inflasi ini jika dibandingkan dengan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 2022, yaitu pada Mei 2022, yang tercatat sebesar 0,40%, maka inflasi pada April 2023 cenderung melambat. Bos BPS Margo Yuwono menerangkan perlambatan laju inflasi pada April 2023 dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Pertama, terjaganya pasokan komoditas hortikultura yang ditopang oleh aktivitas panen raya sepanjang Maret dan April 2023. Di sini, harga-harga relatif terkendali. Kedua, andil inflasi pada beberapa komoditas pangan lebih rendah dibandingkan dengan periode Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, kecuali tarif angkutan udara, darat, emas, ayam ras, dan rokok. Dengan inflasi yang terus menurun, tentu ini menandakan bahwa di satu sisi, fundamental ekonomi Indonesia terjaga dengan baik. Keadaan tersebut akan memantik harapan bahwa transaksi berjalan bisa menuju ke titik keseimbangan, neraca pembayaran akan surplus dan aliran modal yang masuk akan lebih banyak lagi. Harapannya tak hanya modal asing, tetapi juga investasi di portofolio.
Fokus Pada Transformasi dan Profitabilitas, Operating Profit Telkom Tumbuh 7,7%
Mengawali tahun 2023, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat kinerja yang cemerlang. Perseroan membukukan pendapatan Rp 36,1 triliun atau tumbuh 2,5% YoY dengan Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Rp 18,9 triliun. Tak hanya pendapatan, profitabilitas perseroan pun kian menguat dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,0% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 6,4 triliun. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan "Tahun ini, Telkom akan semakin gencar mengimplementasikan strategi Five Bold Moves yakni FMC, Data Center Co, Infra Co, B2B Digital IT Service Co, DigiCo demi menciptakan value yang optimal dan keberlangsungan perusahaan yang semakin baik ke depannya, kinerja tiga bulan pertama tahun 2023 ini menjadi awal yang baik dan memotivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan pelanggan, masyarakat dan negara". Dengan mengintegrasikan IndiHome dan Telkomsel maka Business to Consumers (B2C) di Telkom Group akan sepenuhnya dikelola olek Telkomsel. Sementara Telkom ke depannya akan fokus pada segmen Business to Business (B2B).
ANTREAN PANJANG REGULASI PEKERJA
Sektor ketenagakerjaan di Indonesia memasuki fase baru sejalan dengan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja. Regulasi itu menjadi tumpuan bagi perluasan lapangan kerja melalui masuknya investasi.Kendati demikian, hadirnya UU Cipta Kerja dirasa belum cukup. Sejumlah regulasi terkait dengan ketenagakerjaan maupun yang bersinggungan langsung dengan pekerja, masuk di dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020—2024.Ada regulasi yang telah rampung dan ada pula yang masuk tahap finalisasi. Namun, banyak pula rancangan aturan yang masih dalam tahap usulan. Sejumlah RUU pun patut dipertimbangkan untuk dapat dituntaskan menjelang akhir masa jabatan eksekutif dan legislatif.
LEGISLASI KETENAGAKERJAAN : Tidak Bisa Terus Menerus Diperpanjang
Dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020—2024, ada 259 rancangan undang-undang yang masuk dalam perencanaan baik yang diusulkan oleh DPR, DPD, pemerintah, maupun kombinasi antara lembaga-lembaga itu.Dari total rancangan undang-undang (UU) tersebut, sebanyak 221 RUU dalam status terdaftar, 9 RUU dalam tahap penyusunan. Lalu, 5 RUU masuk tahap harmonisasi, 2 RUU penetapan usul, 12 RUU masuk pembahasan, dan 19 RUU sudah selesai.Sebanyak 19 RUU yang selesai, satu di antaranya terkait dengan Cipta Kerja. Sementara itu, salah satu regulasi yang masuk dalam pembahasan yakni mengenai Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Anggota Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo mengatakan bahwa dalam penyusunan RUU, DPR ingin memastikan kualitas produk perundangan-undangan yang baik sehingga tidak sekadar cepat. Dia menuturkan setiap penyusunan beleid akan melibatkan publik seluas-luasnya dan menerima berbagai masukan dari masyarakat.
Terkait dengan kritik berbagai kelompok masyarakat terkait dengan lambatnya proses penyelesaian regulasi, dia menyatakan parlemen menyadari hal tersebut. Meski ada batasan waktu dalam penyusunan undang-undang, katanya tak sedikit RUU yang pembahasannya memakan waktu yang lama.“Kadang-kadang ada undang-undang yang sampai 10 kali perpanjang enggak selesai. Nah, ini kan membuang energi, membuang waktu. Oleh karena itu harusnya kendala-kendala seperti ini yang di atasi kalau memang kita konsisten dengan regulasi yang ada, yang kita buat. Begitu tiga kali masa sidang dan itu tidak bisa dilanjutkan, ya sudah berhenti. Harusnya begitu,” ujarnya.
Pekerja Tuntut Kesejahteraan di Hari Buruh
Puluhan ribu pekerja menyuarakan tuntutan kesejahteraan dalam peringatan Hari Buruh Internasional, Senin (1/5) di Jakarta dan di sejumlah daerah. Selain soal upah layak, mereka juga menyuarakan rentannya kondisi pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja serta ketentuan alih daya yang dianggap merugikan. Pemerintah mempersilakan pekerja mengajukan uji materi UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi. Berbagai organisasi pekerja terlibat dalam peringatan Hari Buruh tersebut, seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Komite Politik Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, ada sejumlah isu yang dipersoalkan dalam UU Cipta Kerja, antara lain upah murah dan outsourcing atau alih daya seumur hidup untuk semua jenis pekerjaan. Selain itu, penetapan upah minimum tak melibatkan pekerja dalam perundingannya dan terdapat ketentuan mengenai indeks tertentu yang membuat kenaikan upah lebih rendah. ”Buruh juga dikontrak terus-menerus tanpa memperhatikan periode, pesangon yang rendah, PHK dipermudah, istirahat panjang dua bulan dihapus, buruh perempuan yang mengambil cuti haid dan melahirkan tak ada kepastian mendapatkan upah,” ujar Said. (Yoga)
INOVASI BISNIS, Perasaan Diabaikan
Majalah Fast Company membahasan tentang problem takut diabaikan (fear of being ignored) atau dilupakan (fear of being forgotten) yang berawal dari fenomena di media sosial, yaitu orang merasa sedih dan cemas karena unggahan mereka kurang mendapatkan respons, seperti komentar atau tanda suka (like). Di dalam ilmu psikologi, masalah ini disebut athazagoraphobia atau fobia yang muncul karena ada perasaan takut melupakan atau perasaan dilupakan. Belakangan, masalah ini muncul secara nyata di dalam dunia bisnis, seperti pimpinan Anda membutuhkan waktu lama untuk menjawab surat elektronik atau Whatsapp Anda, Anda dimasukkan ke dalam sebuah tim tetapi disambut dengan dingin, dan Anda berusaha keras bertemu seseorang tepat waktu, tetapi orang tersebut tidak hadir. Studi dari Sauder School of Business Universitas British Columbia berjudul ”Ostracism More Damaging than Bullying in the Workplace” menyebutkan, diabaikan di tempat kerja berdampak lebih buruk bagi fisik dan mental daripada pelecehan atau intimidasi.
Peneliti menemukan bahwa sebagian besar orang masih menganggap pengucilan kurang berbahaya dari intimidasi. Padahal, perasaan dikucilkan secara signifikan bisa lebih menyebabkan ketidakpuasan kerja, berhenti kerja, dan memunculkan masalah kesehatan. Marty Nemko di dalam tulisannya di laman Psychology Today mengatakan, sesuatu mungkin yang paling penting adalah mengingatkan diri sendiri bahwa kita tidak dapat mengendalikan orang lain. Pengucilan dan perasaan diabaikan di dalam lingkungan kerja menjadi hal baru yang menguat setelah kemunculan media sosial. Pengucilan di tempat kerja adalah fenomena organisasi yang terjadi setiap hari di hampir setiap organisasi, yang memengaruhi kerja, baik manajer maupun anggota tim. Salah satu peneliti mengingatkan tentang keseriusan fenomena ini dan pentingnya perusahaan harus menawarkan bantuan profesional bagi mereka yang menderita dalam kesunyian di tempat kerja. (Yoga)
Tali Persaudaraan Jangan ”Mati Obor”
Saling kenal, saling bantu Acara kumpul keluarga besar biasa ditemui di daerah-daerah kantong perantau, seperti Kabupaten Wonogiri di Jateng serta Sleman dan Gunungkidul di Yogyakarta. Jadwal acara biasa disepakati bersama, umumnya menyesuaikan jadwal mudik para perantau itu. Tempat acara bisa di rumah yang dituakan atau menyewa tempat seperti vila ataupun restoran. Trah Kasandimejo menggelar acara kumpul di rumah makan Bale Merapi di Ngemplak, Kabupaten Sleman. Pada Rabu (26/4) siang itu, ada sekitar 50 orang yang hadir. ”Ini baru trah kecil Mbah Kasandimejo. Kalau trah besar yang kumpul jumlahnya bisa 100 orang,” kata Agus, salah satu keturunan Mbah Kasandimejo. Pada tahun-tahun sebelumnya, ujar Agus, acara Lebaran trah selalu digelar di rumah peninggalan Mbah Kasandimejo di Dusun Jayan, Ngaglik, Sleman. Tahun ini, mereka memutuskan untuk berkumpul di rumah makan yang tak jauh dari dusun itu.
”Kalau acaranya di rumah simbah, yang datang yang tua-tua saja. Padahal, Lebaran trah itu tujuannya untuk anak-cucu agar saling mengenal,” tutur Agus. Rumah makan dianggap lebih mengikuti zaman. Selain mendaraskan doa untuk leluhur, acara inti Lebaran trah Kasandimejo adalah membacakan silsilah keluarga, agar semua anggota trah hingga generasi paling muda paham asal-usul mereka ucap Tono, cucu Kasandimejo yang mudik dari Bali. Pembacaan silsilah itu, meskipun penting, barangkali formalitas belaka. Sebab, setiap ada perubahan anggota trah, baik menikah, bercerai, lahir, maupun meninggal selalu diinformasikan melalui grup percakapan di ponsel, lengkap dengan fotonya. Meski demikian, pertemuan tatap muka dianggap lebih bermakna. ”Ini adalah momen mengumpulkan tulang-tulang berserakan agar tali persaudaraan tidak ’mati obor’,” lanjut Tono.
Menjaga api itu juga berarti bergotong royong mengangkat kesejahteraan sanak saudara. Anggota trah yang dianggap sukses mesti memikirkan mereka yang masih berjuang. Caranya, bisa mengumpulkan dana darurat jika ada yang membutuhkan atau membuka jalan karier. Obrolan semacam itu lebih cair jika bertemu muka daripada lewat kanal virtual. Urusan pendanaan acara kumpul-kumpul itu dirundingkan dan disepakati bersama, biasanya melalui grup percakapan beberapa minggu sebelum hari raya. Trah Suswondo, misalnya, menyepakati biaya acara ditanggung bersama secara merata oleh sekitar 30 keluarga. Berapa pun jumlah anggota keluarga yang datang, tak jadi masalah. Patungannya tetap sama. Yang keberatan bisa ditalangi. (Yoga)
Laju Investasi Tinggi, Serapan Tenaga Kerja Mini
Kondisi ekonomi dalam negeri yang semakin pulih membuat realisasi investasi terus meningkat. Namun sangat disayangkan, moncernya kinerja investasi itu belum sebanding dengan penyerapan tenaga kerja.
Bukan baru kali ini, fenomena yang telah berlangsung lama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah hingga saat ini.
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal I-2023 sebesar Rp 328,9 triliun, setara 23,5% dari target realisasi investasi tahun ini yang sebesar Rp 1.400 triliun. Nilai tersebut tumbuh 16,5% dibanding periode yang sama pada tahun lalu, dan naik 4,5% dari kuartal sebelumnya.
Sayangnya, jumlah tenaga kerja yang terserap pada periode itu belum sebanding. Dari data Kementerian Investasi pula, jumlah tenaga kerja yang terserap sebesar 384.892 jiwa. Jumlah itu belum beranjak dari kisaran 300.000 jiwa sejak tahun 2022 lalu.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, sektor padat modal masih mendominasi realisasi investasi RI dibandingkan dengan padat karya. Hal ini menyebabkan serapan tenaga kerja yang dihasilkan tidak sebesar yang diharapkan.
Meski begitu, Bahlil mengatakan, pemerintah tetap berusaha untuk menciptakan lapangan kerja baru sebanyak-banyaknya. Termasuk mendorong padat karya di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, rendahnya serapan tenaga kerja tidak bisa disimpulkan hanya karena banyak investasi teknologi canggih atau industri 4.0 yang masuk. Sebab di banyak negara, industri
smelter
justru membutuhkan banyak tenaga kerja fisik.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









