;

Laju Investasi Tinggi, Serapan Tenaga Kerja Mini

Laju Investasi Tinggi, Serapan Tenaga Kerja Mini

Kondisi ekonomi dalam negeri yang semakin pulih membuat realisasi investasi terus meningkat. Namun sangat disayangkan, moncernya kinerja investasi itu belum sebanding dengan penyerapan tenaga kerja. Bukan baru kali ini, fenomena yang telah berlangsung lama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah hingga saat ini. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal I-2023 sebesar Rp 328,9 triliun, setara 23,5% dari target realisasi investasi tahun ini yang sebesar Rp 1.400 triliun. Nilai tersebut tumbuh 16,5% dibanding periode yang sama pada tahun lalu, dan naik 4,5% dari kuartal sebelumnya. Sayangnya, jumlah tenaga kerja yang terserap pada periode itu belum sebanding. Dari data Kementerian Investasi pula, jumlah tenaga kerja yang terserap sebesar 384.892 jiwa. Jumlah itu belum beranjak dari kisaran 300.000 jiwa sejak tahun 2022 lalu. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, sektor padat modal masih mendominasi realisasi investasi RI dibandingkan dengan padat karya. Hal ini menyebabkan serapan tenaga kerja yang dihasilkan tidak sebesar yang diharapkan. Meski begitu, Bahlil mengatakan, pemerintah tetap berusaha untuk menciptakan lapangan kerja baru sebanyak-banyaknya. Termasuk mendorong padat karya di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, rendahnya serapan tenaga kerja tidak bisa disimpulkan hanya karena banyak investasi teknologi canggih atau industri 4.0 yang masuk. Sebab di banyak negara, industri smelter justru membutuhkan banyak tenaga kerja fisik.

Tags :
#Nasional
Download Aplikasi Labirin :