;

Tali Persaudaraan Jangan ”Mati Obor”

Tali Persaudaraan Jangan ”Mati Obor”

Saling kenal, saling bantu Acara kumpul keluarga besar biasa ditemui di daerah-daerah kantong perantau, seperti Kabupaten Wonogiri di Jateng serta Sleman dan Gunungkidul di Yogyakarta. Jadwal acara biasa disepakati bersama, umumnya menyesuaikan jadwal mudik para perantau itu. Tempat acara  bisa di rumah yang dituakan atau menyewa tempat seperti vila ataupun restoran. Trah Kasandimejo menggelar acara kumpul di rumah makan Bale Merapi di Ngemplak, Kabupaten Sleman. Pada Rabu (26/4) siang itu, ada sekitar 50 orang yang hadir. ”Ini baru trah kecil Mbah Kasandimejo. Kalau trah besar yang kumpul jumlahnya bisa 100 orang,” kata Agus, salah satu keturunan Mbah Kasandimejo. Pada tahun-tahun sebelumnya, ujar Agus, acara Lebaran trah selalu digelar di rumah peninggalan Mbah Kasandimejo di Dusun Jayan, Ngaglik, Sleman. Tahun ini, mereka memutuskan untuk berkumpul di rumah makan yang tak jauh dari dusun itu.

”Kalau acaranya di rumah simbah, yang datang yang tua-tua saja. Padahal, Lebaran trah itu tujuannya untuk anak-cucu agar saling mengenal,” tutur Agus. Rumah makan dianggap lebih mengikuti zaman. Selain mendaraskan doa untuk leluhur, acara inti Lebaran trah Kasandimejo adalah membacakan silsilah keluarga, agar semua anggota trah hingga generasi paling muda paham asal-usul mereka ucap Tono, cucu Kasandimejo yang mudik dari Bali. Pembacaan silsilah itu, meskipun penting, barangkali formalitas belaka. Sebab, setiap ada perubahan anggota trah, baik menikah, bercerai, lahir, maupun meninggal selalu diinformasikan melalui grup percakapan di ponsel, lengkap dengan fotonya. Meski demikian, pertemuan tatap muka dianggap lebih bermakna. ”Ini adalah momen mengumpulkan tulang-tulang berserakan agar tali persaudaraan tidak ’mati obor’,” lanjut Tono.

Menjaga api itu juga berarti bergotong royong mengangkat kesejahteraan sanak saudara. Anggota trah yang dianggap sukses mesti memikirkan mereka yang masih berjuang. Caranya, bisa mengumpulkan dana darurat jika ada yang membutuhkan atau membuka jalan karier. Obrolan semacam itu lebih cair jika bertemu muka daripada lewat kanal virtual. Urusan pendanaan acara kumpul-kumpul itu dirundingkan dan disepakati bersama, biasanya melalui grup percakapan beberapa minggu sebelum hari raya. Trah Suswondo, misalnya, menyepakati biaya acara ditanggung bersama secara merata oleh sekitar 30 keluarga. Berapa pun jumlah anggota keluarga yang datang, tak jadi masalah. Patungannya tetap sama. Yang keberatan bisa ditalangi. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :