Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )HARI PERTAMA KERJA ASN Diminta Langsung Melayani
Pada hari pertama kerja kemarin, aparatur sipil negara (ASN) diminta langsung fokus melayani masyarakat pascalibur Idul Fitri 1444 H. Mereka yang bekerja dipusat ataupun daerah diharapkan memberikan pelayanan sebagaimana mestinya. Pelayanan publik di tengah momen Lebaran dinilai juga sudah terbiasa dilakukan ASN. Menpan dan RB Abdullah Azwar Anas, saat memimpin rapat perdana seusai libur lebaran, telah menginstruksikan agar ASN langsung bekerja secara optimal agar berdampak langsung pada masyarakat.
”Pelayanan publik harus optimal, meningkat, dan berdampak langsung ke masyarakat. Kita harus langsung focus untuk tugas melayani masyarakat seusai libur nasional dan cuti bersama ini,” kata Anas lewat keterangan tertulis, Rabu (26/4). Selain membahas hal strategis terkait reformasi birokrasi, rapat juga membahas mengenai manajemen ASN. Anas berpesan, Idul Fitri harus menjadi momentum perbaikan dan percepatan kinerja ASN. (Yoga)
Meratus Line Dikabarkan Geser CT Corp di Patimban
Pengelolaan proyek Pelabuhan Patimban disebut-sebut bakal berganti. Berembus kabar, Kementerian Perhubungan menunjuk Meratus Line untuk menggantikan PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI).
Dua sumber KONTAN bilang, pengalihan pengelolaan Pelabuhan Patimban sedang bergulir. "Meratus Line sedang berproses menjadi operator di Patimban," bisik sumber KONTAN, belum lama ini.
Info dari sumber lain menyebutkan, pengalihan konsesi lantaran konsorsium PPI tak kunjung maju dalam menggarap proyek Patimban.
PPI adalah konsorsium perusahaan yang beranggotakan PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services-PT U Connectivity Services-PT Terminal Petikemas Surabaya.
Namun Kementerian Perhubungan membantah kabar tersebut. Juru bicara Kemenhub, Adita Irawati menegaskan, PPI masih memegang konsesi pelabuhan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat tersebut. "PPI masih memegang konsesi. Saat ini mereka menjajaki kerja sama operasi dengan berbagai pihak yang sifatnya B to B
(business-to-business)
," ujar Adita saat dihubungi KONTAN, kemarin.
Mengulang Sukses Surplus Pajak
Penerimaan negara berupa pajak menjadi instrumen utama kebijakan fiskal. Apabila pajak diturunkan, output barang dan jasa akan makin meningkat dan mendorong daya beli masyarakat. Sebaliknya, jika pajak dinaikkan, akan menurunkan output barang dan jasa serta menurunkan daya beli masyarakat. Sampai dengan saat ini, sektor perpajakan masih menjadi sumber penerimaan negara yang paling dominan berkontribusi dalam APBN, disusul kemudian oleh penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah. Pajak digunakan sebagai instrumen untuk menarik dana dari masyarakat guna membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Selain untuk menarik dana, pajak juga memiliki fungsi mengatur melalui kebijakan insentif dan disinsentif. Mengingat pentingnya pajak bagi kelangsungan pembangunan, pemerintah terus berupaya menggali potensi dan memperluas cakupan pajak di masyarakat. Sayangnya, antara target dan realisasi perpajakan seringkali tak seiring sejalan. Berdasarkan data Bank Indonesia, dalam dua dekade terakhir (2003—2023), baru empat kali penerimaan perpajakan melampaui target, yaitu pada 2004 ketika penerimaan pajak mencapai 100,8%, 2008 (108,1%), 2021 (107,15%), dan 2022 (114%). Adapun pada 2023, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan sebesar Rp1.718 triliun, meningkat sekitar 16% dari target pada 2022 sebesar Rp1.485 triliun. Pemerintah sendiri menyampaikan penerimaan pajak hingga kuartal I/2023 tumbuh 33,78% dengan nilai mencapai Rp430 triliun. Sektor yang masih mencatatkan kinerja positif, antara lain industri pengolahan, pertambangan, perdagangan, dan pembiayaan.
ARUS BALIK : BERKAH ONE WAY DAN IMBAUAN PRESIDEN
Lalu lintas darat pada puncak arus balik Lebaran pada gelombang pertama praktis cukup lancar yang didukung kebijakan one way dan kepatuhan terhadap imbauan Presiden. Suhendra mengubah rencana perjalanan balik menggunakan kendaraan pribadi dari Yogyakarta menuju Jakarta yang awalnya pada 24 April 2023 atau H+2 Lebaran menjadi 25 April 2023 atau H+3 Lebaran yang bertepatan dengan hari terakhir libur cuti bersama. Pada tanggal itu juga diprediksi sebagai puncak arus balik sehingga jalan tol kemungkinan dipadati oleh kendaraan arus balik. Meskipun demikian, Suhendra tidak mempersoalkan kepadatan lalu lintas karena pemerintah dan aparat kepolisian sudah melakukan antisipasi agar dampaknya bisa diminimalisir. “Kebijakan one way dan contraflow sudah cukup membantu saat mudik maupun arus balik. Kalaupun terjadi kepadatan lalu lintas di jalan tol yang penting tidak stuck, mobil masih bisa jalan,” katanya setelah tiba di Jakarta, Rabu (26/4). Arus balik pada 24 dan 25 April memang terjadi peningkatan dan menjadi puncak arus balik gelombang pertama. Pemerintah dan kepolisian memprediksi arus balik gelombang kedua terjadi pada akhir pekan ini yakni Sabtu 29 April 2023 dan Minggu 30 April 2023. Oleh karena itu, potensi kepadatan arus balik melalui jalur darat kemungkinan besar akan terjadi. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa lancarnya arus balik menjadi bagian dari kepatuhan atas imbauan Presiden Joko Widodo bagi masyarakat untuk menghindari puncak arus balik pada Senin (24/4) dan Selasa (25/4). Hal itu berhasil menekan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik. Setelah diumumkannya imbauan tersebut, Listyo Sigit mengatakan setidaknya terdapat penurunan sekitar 13% jumlah pemudik yang melakukan perjalanan arus balik hingga H+3 Lebaran.
EFEK DOMINO MUDIK LEBARAN
Dihapusnya pembatasan mobilitas masyarakat selama Idulfitri untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 mampu menjadi mesin baru yang mendorong laju ekonomi makin tinggi. Bank Indonesia (BI) mengestimasikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada paruh pertama tahun ini berada pada level prapandemi seiring dengan konsumsi rumah tangga yang makin moncer. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Ramadan dan Idul fitri akan memberikan efek positif pada dua kuartal sekaligus, mengingat masing-masing terjadi pada pengujung kuartal I/2023 dan awal kuartal II/2023. Sejalan dengan itu, bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2023 minimal di angka 5%, sementara pada kuartal II/2023 sedikitnya bisa mencapai 5,1%. "Pada kuartal I/2023, ekonomi sudah menggeliat dengan perkiraan tumbuh 5% lebih sedikit. Kuartal II/2023 dengan adanya momentum Ramadan bisa mencapai 5,1% atau lebih sedikit," katanya, Minggu (23/4). Hal ini tecermin dari membaiknya keyakinan konsumen dan meningkatnya daya beli seiring dengan penurunan inflasi hingga Maret tahun ini. Pada kuartal I/2023, Perry mengatakan ekspor mencatatkan kinerja yang tetap positif, didukung antara lain oleh ekspor batu bara, mesin listrik, dan kendaraan bermotor. Sementara itu, berdasarkan lapangan usaha, kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi diperkirakan tumbuh kuat. Kondisi ini sejalan dengan survei yang telah dilakukan oleh Data Indonesia bahwa aktivitas ekonomi Lebaran akan banyak mendorong konsumsi masyarakat terutama pengeluaran mudik, belanja, aktivitas wisata, serta pembelian makanan minuman dan oleh-oleh. Peningkatan aktivitas pariwisata di daerah juga tidak lepas dari jumlah pemudik yang melampaui diperkirakan. Presiden Joko Widodo pun menghimbau agar pemudik memundurkan jadwal kepulangan guna menghindari penumpukan di sejumlah titik.
Uji Kekuatan Ekonomi Lebaran
Sudah menjadi tradisi tahunan, Lebaran selalu diwarnai hiruk-pikuk aktivitas mudik dan belanja masyarakat. Lebaran telah menjadi momen perayaan penting bukan hanya bagi kaum muslim. Bukan hanya bagi kalangan mampu, melainkan juga bagi mereka yang berpendapatan menengah ke bawah. Pada Lebaran tahun ini, diprediksi ada 123 juta pemudik meramaikan lalu-lintas antar wilayah dan antarkota di Indonesia. Bertambah 14% dibandingkan musim mudik lebaran tahun 2022. Pertanyaan yang mengemuka kemudian adalah apakah peningkatan jumlah pemudik benar-benar diikuti dengan lonjakan dorongan belanja? Pada momen Idulfitri, per-ekonomian biasanya mendapatkan daya dorong tambahan dari belanja masyarakat. Meskipun demikian, ada sejumlah fakta belanja masyarakat dalam beberapa bulan sebelum Lebaran yang penting untuk diperhatikan. Salah satu indikatornya adalah tingkat penjualan retail. Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa indeks penjualan retail pada triwulan pertama tahun ini ternyata hanya tumbuh 1,6% secara tahunan. Sangat jauh di bawah pertumbuhan pada triwulan pertama 2022 yang mencapai 12,5%.
Selain sektor retail, kredit pemilikan rumah dan kendaraan bermotor juga bergerak lebih lambat pada awal 2023. Ini memang tak lepas dari berakhirnya insentif pajak yang diberikan selama masa pandemi melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kredit pemilikan rumah pada Januari tahun ini hanya tumbuh 0,16% secara tahunan, lebih lambat dibanding pertumbuhan rata-rata triwulan pertama 2022 yang mencapai 1,96%. Sementara pertumbuhan kredit kendaraan bermotor melemah dari 5,28% pada triwulan pertama tahun lalu menjadi 1,17% pada Januari tahun ini.
Melihat indikasi melemahnya konsumsi masyarakat sejak awal tahun, wajar jika daya dorong belanja Lebaran tahun ini diperkirakan tidak sekuat tahun lalu kendati arus mudik tetap ramai. Setidaknya ada tiga faktor utama penyebab pelemahan tersebut. Pertama, lonjakan inflasi yang terjadi sepanjang tahun 2022 yang mengena terutama pada kebutuhan dasar, baik bahan pangan maupun energi, termasuk BBM bersubsidi.
Kedua, scarring effect dari pandemi yang masih dirasakan oleh masyarakat berpendapatan menengah bawah dan sejumlah sektor. Ketiga, pelemahan ekono-mi global yang menekan sektor-sektor yang mengandalkan pasar ekspor.
LEBARAN 2023 : GELOMBANG ARUS BALIK DIMULAI
Puluhan ribu pemudik yang kembali dari kampung halamannya mulai memadati sejumlah moda transportasi untuk masuk ke Ibu Kota seiring dengan berakhirnya cuti bersama Lebaran tahun ini. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI hingga Selasa (25/4) pukul 14.00 WIB mencatat sudah ada 43.500 penumpang dari berbagai daerah yang tiba di Jakarta dengan menggunakan kereta api.Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan bahwa jumlah penumpang yang tiba di Jakarta itu mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan masa normal. Tercatat, Gambir dan Senen menjadi stasiun yang paling banyak menerima kedatangan penumpang dari daerah yang menggunakan moda transportasi kereta api. Secara rinci, jumlah penumpang yang turun di Stasiun Pasar Senen mencapai 16.200 orang, Stasiun Gambir 16.100 orang, Stasiun Jatinegara 4.500 orang, Stasiun Bekasi 4.100 orang, serta sisanya tiba di Stasiun Cikarang, Stasiun Karawang, Stasiun Cikampek, dan Stasiun Jakarta Kota.“Masuk masa puncak arus balik sejak Senin [24/4]. Jumlah penumpang ada di atas 40.000 tiba di Jakarta. Seluruh KA [kereta api] sudah pasti full dengan penumpang. Jadwal kedatangan padat merata, semua KA yang datang sampai malam nanti dipadati dengan okupansi 90% ke atas,” katanya, Selasa (25/4).
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun melaporkan realisasi penumpang yang menyeberang dari Sumatra pada periode 24 April 2023 pukul 08.00 WIB hingga 25 April 2023 pukul 08.00 WIB mencapai 88.758 orang, atau naik 29% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 68.917 orang.Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin memerinci realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 6.255 unit atau naik 27% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak 4.936 unit. Kendaraan roda empat mencapai 11.854 unit atau naik 27% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 9.309 unit.
Sementara itu, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat volume lalu lintas di Ruas Tol wilayah Jabotabek dan Jawa Barat pada pada H+1 Idulfi tri sebanyak 214.794 kendaraan atau meningkat 29,06% dibandingkan dengan volume lalu lintas harian normal sebanyak 166.429 kendaraan.Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Panji Satriya memerinci volume lalu lintas di GT Halim Tol Dalam Kota meningkat 9,77% atau sebanyak 67.801 kendaraan dibandingkan dengan lalu lintas harian normal sebanyak 61.768 kendaraan.
TURIS MANCANEGARA : Bali Jadi Pilihan Kapal Pesiar
Pulau Bali menjadi pilihan utama kapal pesiar untuk berlabuh, menyusul peningkatan yang cukup signifikan sepanjang tahun ini.Sejumlah kapal pesiar itu memilih Pelabuhan Benoa, Denpasar, sebagai pilihan untuk melepas jangkar. PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo mencatat dari Januari hingga April 2023, kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa sudah mencapai 28 unit.Jumlah itu meningkat signifikan apabila dibandingkan dengan 2022 yang masih terpengaruh oleh pandemi Covid-19.General Manager PT Pelindo Terminal Pelabuhan Benoa Anak Agung Gede Agung Mataram menjelaskan pada pekan ketiga April 2023 tepatnya pada 22 April 2023 masuk kapal pesiar ke 28, yakni MV Pacifi c World yang membawa 1.262 penumpang, serta 692 kru kapal. Menurut catatan Kantor Imigrasi Provinsi Bali, jumlah kapal pesiar yang berlabuh di Pulau Dewata sepanjang tahun berjalan telah melampaui capaian pada tahun lalu yang hanya 18 unit.Bahkan, pihak imigrasi juga memberikan fasilitas visa on arrival (VOA) bagi penumpang kapal pesiar yang masuk ke Bali, sehingga lebih mudah berwisata.Adapun, setiap kapal pesiar yang masuk sepanjang tahun berjalan rata-rata membawa 1.000 penumpang atau wisman yang akan berwisata ke Bali. Satu kapal pesiar juga bisa membawa 500 kru kapal yang biasanya juga melakukan aktivitas belanja di Bali.
Puncak Arus Balik Kedua Diantisipasi
Puncak arus balik kedua yang terjadi pada Minggu (30/4)-Senin (1/5) diprediksi akan lebih padat daripada arus balik pertama (24-25/4). Pemerintah meminta penyelenggara transportasi untuk mengantisipasi lonjakan kepadatan pada puncak arus balik kedua. Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan, puncak arus balik kedua terjadi setelah ada imbauan dari Presiden Jokowi agar instansi pemerintah dan perusahaan swasta memberikan perpanjangan waktu cuti atau kelonggaran bekerja di kampung halaman kepada pegawainya. Imbauan disampaikan untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2023.
”Jadi (puncak kedua) akan sangat padat, pesawatnya lebih banyak, okupansinya tinggi. Jumlah orang yang akan kembali ke Jakarta akan lebih banyak lagi,” kata Budi seusai meninjau kesiapan arus balik di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Selasa (25/4). Ia menyebutkan, kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta baru 1.050 penerbangan. Pada puncak arus balik kedua, angka ini diprediksi meningkat hingga 1.200 penerbangan per hari. Selain di jalur udara, kepadatan juga akan terjadi di jalur darat dan laut. Oleh karena itu, ia meminta semua penyelenggara transportasi untuk bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang.
Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengatakan, puncak arus balik semula diprediksi terjadi pada Senin (24/4) malam sampai Rabu (26/4) pagi. Namun, hingga Selasa pagi, jumlahnya masih 13 % di bawah prediksi 203.000 kendaraan per hari. Fenomena ini, menurut Listyo, terjadi karena ada pengaturan rekayasa lalu lintas, pemberian diskon tarif tol, dan imbauan pemerintah kepada TNI, Polri, aparatur sipil negara, dan pegawai BUMN untuk menunda arus balik. (Yoga)
Tak Atur Keuangan, Babak Belur Kemudian
Selama Ramadhan hingga masa libur Lebaran, pengeluaran tentu akan jauh membengkak. Persiapan jauh-jauh hari terkadang tidak sesuai prediksi. Dompet menipis, tabungan terkuras. Perlu perencanaan maksimal agar keuangan tak jebol lagi di kemudian hari. Sejak jauh-jauh hari, Nafila (24) yang ditemui Selasa (25/4) telah merencanakan pengeluaran mudik tahun ini dengan matang. Pekerja BUMN di Cilegon, Banten, ini merencanakan THR-nya untuk sejumlah keperluan. Namun, lagi-lagi pengeluaran tak terduga tidak dapat dihindari. Sebelumnya, alokasi penggunaan THR-nya telah dirancang 75 % untuk keperluan Lebaran dan 25 % untuk ditabung.
Total Rp 5 juta ia anggarkan untuk tiket mudik ke Kebumen (Jateng), THR keluarga, membeli kue Lebaran, dan membantu memperbaiki rumah orangtua. Ternyata jatah untuk THR bertambah beberapa ratus ribu rupiah untuk saudaranya yang perkiraan awal Rp1juta. Tidak hanya itu, mudik dari Cilegon ke Kebumen juga membengkakkan anggarannya, dari Rp 2 juta untuk akomodasi dan transportasi, ia menambah Rp 500.000. Tidak mengira akan terjadi pembengkakan, Nafila akhirnya mengambil uang tabungan dan gaji. Alhasil, peruntukan menabung berkurang menjadi 20 % dari THR kali ini.
Nasib Olivia Putri (26) jauh lebih tragis, sebab ia tidak mendapat THR dari tempat kerjanya, sebuah perusahaan rintisan pendidikan di Jaksel. Informasi ini ia dapatkan H-8 Lebaran, persis sehari sebelum tenggat terakhir pembayaran hak pekerja oleh pengusaha. Tidak mendapatkan THR membuat ia harus merogoh tabungan untuk mudik dan berbagi rezeki kepada keluarga di kampung. ”Semenjak bekerja dan punya penghasilan sendiri, kebutuhan Lebaran jadi tanggunganku. Apalagi, semenjak bekerja jauh dari rumah, anggarannya berkali-kali lipat.
Selain beli tiket balik kampung, juga harus memberi rezeki ke nenek dan kakek untuk dibagi-bagikan ke saudara,” tutur Olivia, Senin (24/4). Baik Olivia, kakek, nenek, maupun adiknya yang tinggal di Ngaglik, Sleman, DIY, beragama Katolik. Namun, karena banyak kerabat dan tetangganya yang beragama Islam, mereka turut merayakan Lebaran. Jika seseorang disiplin dengan bujet yang sudah direncanakan, mereka akan lebih tahu kapan bujet sudah habis atau melampaui batas yang ditentukan. Jika tidak, tabungan akan terkuras habis. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









