;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Pembahasan DIM Baru Separuh, Rancangan UU EBET Terancam Molor

28 Aug 2023

Pengesahan RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan terancam molor mengingat pembahasan daftar inventarisasi masalah atau DIM baru separuhnya. Pemerintah dan DPR didorong lebih cepat dan serius menuntaskannya tanpa mengesampingkan pendalaman isu-isu krusial di dalamnya. Menurut data Kementerian ESDM, pembahasan DIM Rancangan RUU EBET oleh forum panitia kerja yang terdiri dari wakil pemerintah dan DPR baru 259 dari total 574 masalah dalam DIM. Setidaknya hingga pekan lalu, pembahasan RUU tersebut belum juga dimulai kembali.

Peneliti Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Akmaluddin Rachim, yang dihubungi di Jakarta, Minggu (27/8) mengatakan, pembahasan RUU di sektor energi, termasuk energi terbarukan, amat membutuhkan waktu. Pasalnya, ada banyak kepentingan yang diatur sebelum kemudian disepakati dan diputuskan. ”Kami harap pemerintah dan DPR betul-betul serius karena isu di sektor energi ini akan terus berkembang. Ini berkait dengan capaian bauran energi terbarukan, transisi energi, dan perubahan iklim. Bidang energi membutuhkan kepastian hukum yang kuat. Jika tidak, investasi terkait energi terbarukan akan sulit masuk,” katanya. (Yoga)


Warga Kembali Gugat Pemerintah dan Industri

28 Aug 2023

Kelompok masyarakat sipil akan mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action) terkait polusi udara Jakarta. Kerugian warga akibat polusi udara ditaksir mencapai Rp 51,2 triliun tiap tahun. Ketua Forum Udara Bersih Indonesia Ahmad Safrudin mengatakan, polusi udara menyandera Jakarta sejak 1992. Dari riset Program Lingkungan PBB (UNEP) pada 1992 diketahui Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor di dunia setelah Mexico City (Meksiko) dan Bangkok (Thailand). ”Jakarta dan kota-kota sekitarnya tidak pernah absen sebagai kota dengan polusi udara yang sudah parah dan kronis dalam tiga dekade terakhir. Sejak saat itu, dampak kesehatan telah membebani warganya,” kata Ahmad, saat diskusi bertajuk Menggugat Kerugian Krisis Polusi Udara Jakarta”, Minggu (27/8) di Jalan MH Thamrin, Jakpus.

Nilai kerugian yang diderita warga akibat polusi udara Jakarta sejak tiga dekade silam bertambah setiap tahun. Berdasarkan kajian Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2010, kerugian ekonomi warga untuk perawatan kesehatan akibat polusi udara mencapai Rp 38,5 triliun. Nilai  kerugian warga untuk perawatan kesehatan kembali meningkat menjadi Rp 51,2 triliun pada 2016. ”Ini biaya yang dihabiskan warga Jakarta hanya untuk berobat. Belum lagi beban sosial, misalnya karena sakit, warga menjadi tidak nyaman, atau karena sakit, warga tidak bisa bekerja,” kata Ahmad. Gugatan class action yang bakal diajukan ke pengadilan itu, kata Ahmad, didasarkan pada UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindunganan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam UU itu, warga bisa mengajukan gugatan ganti rugi jika pencemaran lingkungan merugikannya. (Yoga)


NESTAPA ANAK NELAYAN KUPANG SETELAH BADAI SEROJA BERLALU

28 Aug 2023

Vantriks Mandala (13) mengunyah makanan sambil menggerutu. Dia berulang kali mengaduk nasi, sayur, dan potongan tempe goreng dalam piring. Dipelototi ayahnya dari seberang meja makan,Vantriks menghabiskan makanan itu dengan berat hati. ”Kapan makan ikan segar lagi?” tanya Vantriks kepada sang ayah. Dia lalu meraih tas dan berangkat ke sekolah dari rumahnya di perkampungan nelayan Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, NTT, Sabtu (19/8) pagi. Pertanyaan serupa sering dilontarkan Vantriks selama dua tahun terakhir, ketika ikan yang ia konsumsi semakin sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kalaupun ada ikan yang tersaji di meja makan, itu bukan ikan kesukaannya yang dulu  selalu ada. Vantriks gemar makan ikan kuwe, yang direbus dan dibakar. ”Saya suka makan mata  ikan yang agak berlendir seperti jeli. Itu enak sekali. Saya rasa badan saya kuat,” ujar bocah yang gemar main sepeda dan sepak bola itu.

Berkurangnya konsumsi ikan di keluarga Vantriks itu tak lepas dari masalah yang dihadapi sang ayah, Romi Mandala (43). Dulu, Romi bekerja sebagai nelayan. Namun, pada 4 April 2021, kapal motor miliknya hancur diterjang ombak akibat badai Seroja saat sedang ditambatkan di pesisir Pantai Oesapa. Kala itu, hampir semua wilayah di NTT terdampak. Kerusakan kapal melumpuhkan aktivitas nelayan yang berjumlah 41 keluarga di kampong tersebut. Sebagian besar nelayan yang terdampak itu kini tak lagi melaut. Mereka beralih menjadi pekerja serabutan dan pengojek. Ada pula yang merantau ke daerah lain. Akibat kondisi itu, konsumsi ikan di keluarga nelayan pun berkurang drastis. Saat ini, Romi yang merupakan generasi ke-8 keluarga nelayan itu sedang menabung untuk membeli kapal baru. Untuk membeli satu kapal lengkap dengan mesin dan alat tangkap, butuh uang sekitar Rp 50 juta. ”Targetnya paling cepat dua tahun ke depan,” ujarnya. (Yoga)


Dapat Dukungan Cuaca, Harga Gas Alam Sulit Membara

28 Aug 2023

Di atas kertas, perkiraan cuaca panas yang akan berlanjut hingga minggu ini bisa membuat harga gas alam terangkat. Cuaca panas memaksa pembangkit listrik untuk terus membakar gas lebih banyak demi menghasilkan listrik bagi pendingin ruangan. Namun, harga gas alam justru masih dalam tren tertekan. Harga gas alam untuk pengiriman September 2023 di New York Merchantile Exchange pada Jumat (25/8) berada di level US$ 2,54 per MMbtu, atau naik tipis 0,02% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan harga gas alam melemah 0,43%. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan tren harga gas alam memang masih tertekan sejak Rusia memangkas aliran gas melalui Jalur Nord. Setelah pemangkasan itu, Eropa membeli gas alam dari Timur Tengah, Asia dan Afrika yang mengakibatkan saat masuk musim dingin, Eropa sudah memenuhi kuotanya. Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengamati, meskipun memasuki musim dingin tekanan terhadap harga gas alam tidak akan langsung mereda lantaran musim dingin yang lebih hangat. Di sisi lain, aktivitas pembelian Asia menurun dalam beberapa pekan terakhir. Wahyu memperkirakan harga gas alam di akhir tahun berkisar US$ 1,3 - US$ 7,6 per MMBtu. Ibrahim memperkirakan harga gas alam pada US$ 2,5 - US$ 4 per MMBtu.

Keajaiban ”Garuda Muda” Terhenti

27 Aug 2023

Vietnam U-23 mengajarkan Indonesia betapa proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Berbekal persiapan yang lebih matang, Vietnam merengkuh gelar Piala AFF U-23 kedua seusai menundukkan Indonesia, 6-5, melalui adu tendangan penalti di Stadion Provinsi Rayong, Thailand, Sabtu (26/8) malam. Kerja keras Vietnam menghentikan keajaiban yang dibuat Indonesia sejak fase grup hingga semifinal. Laga antara Indonesia dan Vietnam harus diselesaikan dengan adu tendangan penalty setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu normal. Dalam adu tendangan penalti, lima pemain Indonesia sukses menjalankan tugasnya. Namun, penendang keenam Indonesia, kiper Ernando Ari Sutaryadi, gagal menyerangkan bola.

Para pemain Indonesia tertunduk lesu ketika penendang keenam Vietnam, Thai Ba Dat, sukses memperdaya Ernando. Hasil ini sangat mengecewakan pemain Indonesia yang mampu bermain dengan sangat tenang di babak pertama. Indonesia tidak terburu-buru dalam melancarkan serangan. ”Saya mengapresiasi pemain kedua tim yang telah menampilkan performa terbaiknya. Tetapi, seperti yang saya bilang, di Piala AFF ini perangkat pertandingan bisa berubah menjadi game changer,” kata Pelatih Indonesia Shin Tae-yong seusai laga. Dengan kemenangan ini, Vietnam mengukir sejarah sebagai negara pertama yang mampu dua kali menjadi juara Piala AFF U-23. (Yoga)


Wapres Dorong Kiprah Santri di Berbagai Bidang

27 Aug 2023

Peran pondok pesantren kini semakin luas. Pesantren tidak hanya mencetak orang yang paham agama, tetapi juga melahirkan pegawai negeri, pengusaha, serta presiden. Wakil Presiden Ma’ruf Amin pun mendorong santri berkiprah di berbagai bidang, ujarnya saat menghadiri haul ke-34 KH Aqil Siroj (KHAS) di Ponpes KHAS Kempek, Kabupaten Cirebon, Jabar, Sabtu (26/8). ”Saya bangga menjadi santri. Ternyata, santri itu bisa jadi apa saja. Bisa jadi camat, bupati, gubernur, menteri, bisa jadi presiden dan wakil presiden. Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) itu, kan, presiden (ke-4),” ujar Wapres Amin disambut tepuk tangan hadirin. Menurut Wapres, lulusan pesantren semakin diakui kualitasnya seiring munculnya program peningkatan kapasitas dan keterampilan di ponpes.

Bahkan, banyak pesantren yang memiliki balai latihan kerja untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan (upskilling) santri. Wapres juga menekankan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi. ”Kalau dulu pesantren melahirkan mujahid-mujahid yang berjuang mengusir Belanda, sekarang mujahid ekonomi,” ucapnya. Wapres mendorong pesantren terus ikut membangun bangsa, salah satunya melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Wapres yang juga Ketua Harian KNEKS mengatakan, lembaga serupa telah dibentuk di 20 provinsi dengan pimpinan kepala daerah. Pihaknya mengembangkan kawasan industri halal yang melibatkan santri dan menargetkan Indonesia menjadi produsen industri halal terbesar di dunia. (Yoga)


Perempuan Nelayan Menatap Hidup

27 Aug 2023

Lebih dari satu dekade terakhir, belasan perempuan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak, Jateng, mengais rezeki di laut sebagai nelayan. Padahal, pekerjaan sebagai nelayan jauh dari angan-angan para perempuan tersebut. Pekerjaan itu terpaksa dilakoni karena mereka tak punya banyak pilihan. ”Mau kerja di pabrik tidak mungkin karena umur saya sudah terlalu tua. Ijazah juga saya tidak punya. Jadi, ya (kerja) ini saja, biar bisa tetap makan,” kata Zubaedah (55), salah satu perempuan nelayan di Timbulsloko, saat ditemui, Selasa (21/8). Menurut Zubaedah, hidup di tengah impitan rob tidaklah mudah. Ia dan keluarganya cuma dua pilihan, yakni pindah atau bertahan. Karena tak punya banyak uang untuk pindah, keluarganya terpaksa bertahan. Supaya bisa bertahan, mereka dituntut untuk beradaptasi.

Zubaedah yang awalnya bekerja sebagai ibu rumah tangga harus turut membantu suaminya yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk mencari uang, menjadi nelayan. Perempuan lain, Sunarti (50), juga bekerja sebagai nelayan sebagai bentuk adaptasi. Mulanya, ibu tunggal dari dua anak itu bekerja sebagai buruh bangunan dan buruh kupas bawang. Ia belajar melaut dari saudara laki-lakinya yang lebih dulu beralih pekerjaan menjadi nelayan. ”Saya belajar cara mengendarai kapal, memancing, dan memasang jaring serta perangkap ikan dalam waktu satu pekan,” tutur Sunarti. Setiap harinya, Sunarti melaut dari pukul 07.00 hingga pukul 13.00. Dari aktivitas itu, Sunarti bisa mengantongi uang paling banyak Rp 60.000. Kalau sedang apes, ia hanya dapat Rp 5.000. (Yoga)


Klaim Kasus ISPA di BPJS Membengkak

27 Aug 2023

Kualitas udara di sejumlah kota besar di Indonesia terutama Jakarta sangat memprihatinkan, karena berdampak buruk pada kesehatan. Tingkat pencemaran atau polusi udara harus mendapat perhatian serius dari para pemangku kepentingan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, polusi udara bisa menyebabkan berbagai penyakit pernafasan, mulai dari kanker paru-paru, TBC, asma, paru obstruksi kronis, serta pneumonia. Sebab itu, klaim BPJS Kesehatan dari kelima penyakit tersebut berpotensi akan melonjak jika situasi polusi udara memburuk. Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Agustian Fardianto menyampaikan, jumlah kasus penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sampai Juli lalu di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, meningkat. BPJS Kesehatan mencatat, kasus ISPA di wilayah DKI Jakarta, dari 92.840 kasus pada Juni 2023 menjadi 109.707 kasus pada Juli 2023. Sementara di wilayah Banten, kasus ISPA meningkat dari 132.362 kasus di Juni jadi 150.876 kasus di Juli 2023. Merespons tuntutan sejumlah pihak untuk menetapkan darurat polusi udara, Ketua Komisi IV DPR Sudin bilang, lembaga legislatif akan membentuk panitia kerja (panja) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membahas kondisi polusi udara. Kalau KLHK menyepakati pembentukan panitia kerja, panja akan langsung bekerja.

Menghidupkan Literasi dari Pinggir Kali

27 Aug 2023

Saban akhir pekan, suasana Taman Eco Park di Jalan Pintu Air, Neglasari, Tangerang, selalu meriah dipenuhi anak-anak, dari usia balita (di bawah lima tahun) hingga remaja. Di taman yang dibangun Pemerintah Kota Tangerang itu, anak-anak berbaur dan bersukacita. Mereka "melahap" buku-buku yang disediakan Komunitas Wara-wiri Mengajar.

Tak hanya para bocah, ibu-ibu juga membacakan cerita dari buku dongeng untuk anak-anaknya yang belum mampu membaca. Suasana meriah dan akrab terjadi. Selain membaca buku, anak-anak bermain permainan tradisional dan cerdas cermat. Pemandangan belajar di taman pinggir Kali Cisadane itu telah berlangsung sejak 2018.

"Di Taman Eco Park, malam penuh bintang, lingkaran kecil menjadi lingkaran besar, saling sapa tukar cerita semua guru dan murid. Dalam sirkulasi diskusi yang bertenaga dan menginspirasi adalah mereka yang muda, peduli, dan kreatif," kata Panji Bahri Majiid, penggagas Wara-wiri Mengajar, menggambarkan suasana epik dari program Wara-wiri Mengajar Sapa Anak Indonesia, Kamis lalu. (Yetede)

Mereka yang Menanti Kejelasan Nasib Seusai Status Honorer Dihapus

26 Aug 2023

Per November 2023, pemerintah akan menghapus status pegawai honorer di Indonesia. Kebijakan itu membuat 2,3 juta tenaga honorer di Tanah Air menanti kejelasan nasib. Kekhawatiran akan ketidakjelasan nasib itu membayangi benak Meli (45), pegawai honorer di Pemekot Jambi, ”Kalau dak dipakai lagi, kayak manolah (Kalau tidak dipekerjakan lagi, bagaimana)?” ujar Meli yang menjadi pegawai honorer sejak 2014, Rabu (23/8). Meli mengawali pengabdiannya di salah satu unit kerja di Pemkot Jambi pada 2010 dengan honor dari dana alokasi khusus (DAK). Setelah berakhir pada 2014, ia bekerja dengan status honorer daerah dimana pada 2015, ia mendaftarkan namanya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, baru tiga tahun kemudian namanya tercatat resmi, berarti pengabdian sebagai tenaga honorer baru terekam resmi lima tahun terakhir. Lima tahun lalu gaji yang diterimanya Rp 1 juta. Belakangan, naik menjadi Rp 1,7 juta per bulan. Ia berharap segera ada kejelasan nasib untuk pegawai honorer sepertinya.

”Saya sadar, secara peraturan, tidak ada lagi pengangkatan (honorer). Tapi, tidak bisa dimungkiri kami butuh penempatan. Apalagi, keberadaan honorer selama ini sangat membantu pemerintah,” katanya. Bagi beberapa tenaga honorer lainnya, penghapusan status itu tidak mengkhawatirkan sepanjang mereka telah meningkatkan kapasitas diri. Sofa (34), guru SD di kawasan Seberang Kota Jambi, berhasil lolos menjadi PPPK dengan menyesuaikan kapasitas dirinya menurut kebutuhan dalam formasi penerimaan pegawai. Sofa yang dulunya lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melanjutkan pendidikan hingga memiliki ijazah sarjana pendidikan. Ia kini dalam proses meraih sertifikasi guru. Ia optimistis, jika terus berjuang meningkatkan kapasitas, harapannya bisa terwujud.  Selain Sofa, ada 1.200 guru lainnya di Kota Jambi yang lolos formasi. (Yoga)