Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )BI Perwakilan NTT Gelar Exotic Tenun Fest
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Exotic Tenun Fest 2023 di Kota Kupang, Jumat-Minggu (25-27/8/2023). Sejumlah penenun binaan BI diundang dalam acara yang juga didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT itu. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Donny Heatubun mengatakan, karya tenun NTT banyak disukai pasar karena memiliki motif yang kaya. Sebanyak 22 kabupaten/kota di NTT pun memiliki motif tenun yang berbeda-beda. Dalam acara promosi produk tenun ini juga digelar pelatihan bagi para perajin. (Yoga)
Belanja Besar Pesawat Tempur Demi Pertahanan
Indonesia semakin getol berbelanja sistem persenjataan, termasuk pesawat tempur dari luar negeri. Kabar teranyar, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru saja meneken
memorandum
of understanding
(MoU) komitmen pembelian 24 unit pesawat tempur F-15EX dari Amerika Serikat.
Dengan kondisi perekonomian global dan nasional yang belum stabil, ditambah volatilitas rupiah, sejumlah pihak mewanti-wanti besarnya belanja peralatan militer bisa menekan anggaran negara dan cadangan devisa. Apalagi, transaksi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Indonesia pada kuartal II-2023 mencatatkan defisit US$ 7,4 miliar.
Berdasarkan riset Kontan, nilai total 24 pesawat F-15EX mencapai US$ 1,32 miliar (1 unit senilai US$ 87,7 juta). Sebelumnya, Indonesia berencana memboyong 42 unit Rafale dari Prancis, lengkap dengan persenjataannya senilai total US$ 8,1 miliar. Jet tempur ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada 2026.
Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, Menhan Prabowo Subianto ingin memperkuat pertahanan Indonesia. Pertahanan merupakan investasi, bukan biaya. Pertahanan yang kuat akan memastikan ekonomi bekerja baik dan lebih maju.
Anggota DPR RI Komisi I Tb Hassanudin minta Kemhan berkomunikasi dengan parlemen terkait alasan pengadaan dan anggarannya. "Sebaiknya pengadaan alutsista sesuai aturan perundang-undangan dan jelaskan kepada DPR atau Komisi I alasan pengadaan dan anggarannya," ujar dia, kemarin.
Mengalap Cuan dari Sumber Ekonomi Hijau
Seiring upaya mencapai net zero emission, potensi bisnis energi baru terbarukan (EBT) makin menjanjikan di kawasan Asia Tenggara. Lantaran perusahaan minyak dan gas bumi serta yang bergulat di energi fosil mulai merambah sektor energi hijau.
Senior Analyst Supply Chain
Rystad Energy, Afiqah Mohd. Ali dalam laporannya meramal komitmen investasi EBT di Asia Tenggara diproyeksi bisa US$ 76 miliar dari 2023 hingga 2025.
Dan di akhir 2027 nantinya nilainya tembus US$ 119 miliar. Investasi di segmen EBT akan mengalir deras ke proyek pembangkit listrik tenaga angin, tenaga surya, dan panas bumi (geotermal).
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, potensi bisnis EBT cukup besar. Terlebih Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kontribusi energi terbarukan pada bauran energi primer mencapai 31% pada 2050 dari sebelumnya 14,1% pada 2022.
Tak heran jika sejumlah emiten mulai masuk ke bisnis EBT. Terkini, ada PT United Tractors Tbk (UNTR) yang masuk ke bisnis geothermal. UNTR via perusahaan terkendalinya Energia Prima Nusantara (EPN), mengakuisisi 40,47% saham Supreme Energy Sriwijaya yakni Rp 634,94 miliar atau US$ 42,32 juta.
Selain UNTR, PT Indika Energy Tbk (INDY) juga masuk ke bisnis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pada 2021, Indika Energy dan Fourth Partner Energy mendirikan Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS).
Katalis positif juga datang dari implementasi bursa karbon yang bakal digelar September nanti. Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan meyakini, bursa karbon dapat menjadi katalis positif bagi PGEO.
Sedangkan analis Sinarmas Sekuritas Axel Leonardo mempertahankan rating netral terhadap saham INDY dengan target harga Rp 2.100 per saham.
Perjamuan Hutan untuk Korporasi Tambang
FRANS Maru, Sekretaris Camat Laham, Kabupaten Mahakam Ulu, belum pernah mendengar rencana perubahan fungsi kawasan hutan lindung di sekitar Desa Nyaribungan. Yang dia tahu, sekitar Februari lalu, sebuah pertemuan virtual digelar di kantor kecamatan untuk membicarakan rencana penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) PT Pari Coal, anak perusahaan PT Adaro Energi Indonesia Tbk. "Saat itu perwakilan warga dari Desa Nyaribungan, Danum Paroi, Long Gelawang, dan Muara Ratah dikumpulkan karena pertemuan virtual dilakukan di kantor kecamatan," kata Frans saat ditemui di kediamannya, akhir Juli lalu.
Frans tidak mengingat detail pertemuan itu, termasuk perwakilan PT Pari Coal yang kala itu berbicara di seberang layar komputer jinjing. Dia hanya ingat tak ada peserta rapat yang menyatakan keberatan atas rencana penambangan Pari Coal. Perusahaan, kata dia, juga berjanji akan membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Sedangkan warga desa berharap Pari Coal juga mengupayakan pembangunan jalan akses dari kampung menuju jalan poros provinsi. "Kami (Kecamatan Laham) hanya minta agar aktivitas penambangan tidak menggunakan air baku dari Sungai Nyaribungan," kata Frans. (Yetede)
Sektor Pertanian Berisiko Tinggi
Perubahan iklim berisiko mencetak kerugian ekonomi hingga Rp 500 triliun pada 2020-2024 jika pemerintah tak melakukan intervensi. Pertanian menjadi salah satu sektor yang paling terdampak, mulai dari bergesernya musim tanam hingga konversi lahan yang terus terjadi. Pendapatan petani pun berisiko turun 9-25 %. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mengakibatkan beragam bencana dan kerugian ekonomi. Indonesia pun terkena imbasnya. Ia memperkirakan kerugian ekonomi Indonesia pada 2020-2024 dapat menyentuh Rp 544 triliun jika tak ada intervensi kebijakan (business as usual). Dari jumlah tersebut, risiko kerugian ini berasal dari pesisir dan laut(Rp 408 triliun), diikuti pertanian (Rp 78 triliun), kesehatan (Rp 31 triliun), dan air (Rp 28 triliun).
Pada tahun 2020-2034, Indonesia diproyeksi mengalami penurunan curah hujan tahunan 1-4 % dibandingkan periode 1995-2010, kecuali di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Fenomena ini berdampak pada kekeringan yang berakibat kurangnya ketersediaan air sehingga berpeluang menimbulkan konflik alokasi kebutuhan air untuk pertanian, industri, dan energi. ”Perubahan iklim juga menyebabkan sulitnya menentukan waktu tanam karena terjadi pergeseran puncak musim hujan, kapan awal dan akhir,” ujar Suharso dalam seminar ”Antisipasi Dampak Perubahan Iklim untuk Pembangunan Indonesia Emas 2045” di Jakarta, Senin (21/8). (Yoga)
Masyarakat Perlu Mewaspadai Kejahatan Keuangan Digital
Masyarakat perlu mewaspadai berbagai modus kejahatan keuangan yang terus berkembang seiring perkembangan teknologi digital. Tak hanya pemberantasan, edukasi juga harus terus-menerus dilakukan untuk melindungi masyarakat dari jeratan kejahatan ini. ”Pelaku kejahatan keuangan memanfaatkan teknologi digital untuk menipu masyarakat,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi dalam webinar, Senin (21/8/2023). (Yoga)
Warga Tolak Rencana Penggusuran di Rempang
Ratusan warga di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepri, memblokade jembatan yang menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Batam, Senin (21/8). Mereka menolak kedatangan tim terpadu dari Batam yang akan mengukur lahan di Rempang. Penolakan itu dipicu rencana penggusuran permukiman warga terkait keinginan pemerintah menjadikan Rempang sebagai kawasan investasi terpadu. Warga menuntut pemerintah lebih jelas menyosialisasikan rencana pembangunan kawasan investasiterpadu. Warga mendesak Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam agar menemui warga. ”Jangan tiba-tiba (pemerintah) datang mau mematok lahan untuk proyek. Tanggal 23 Agustus nanti, warga berencana unjuk rasa besar-besaran di Kantor BP Batam,” kata Dian Arniandi, salah satu perwakilan warga.
Konflik ini bermula ketika BP Batam berencana merelokasi seluruh penduduk Rempang yang berjumlah sekitar 7.500 jiwa, untuk mendukung rencana pengembangan investasi di Pulau Rempang. Di pulau itu akan dibangun kawasan industri, jasa, dan pariwisata. Proyek yang digarap PT Makmur Elok Graha (MEG) itu ditargetkan bisa menarik investasi hingga Rp 381 triliun pada 2080. Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, Muhammad Syuzairi, mengatakan, warga yang menolak relokasi adalah masyarakat di 16 titik kampung tua atau permukiman orang Melayu. Warga aslidiyakini telah bermukim di pulau itu setidaknya sejak 1834. ”Sejak awal sudah jelas warga Rempang tidak mau digusur karena ini menyangkut marwah. Mereka tidak mau identitas dan jati dirinya sebagai orang Melayu pesisir hilang,” ujarnya. Luas total 16 titik kampung tua itu tidak sampai 10 % luas Pulau Rempang yang mencapai 17.000 hektar. Syuzairi menilai, seharusnya pembangunan kawasan investasi terpadu tetap dapat dilakukan tanpa menggusur warga. (Yoga)
Taufik, Limbah Kelapa yang Mendunia
Taufik (31), petani kelapa asal Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Pangandaran, Jabar, unjuk gigi lewat ekspor cocopeat, olahan limbah sabut kelapa untuk media tanam. Kreativitasnya ikut memberi tambahan penghasilan bagi petani lainnya agar lepas dari jerat utang. ”Cocopeat diambil dari limbah sabut kelapa. Dulu, petani hanya mengambil buahnya. Ternyata, nilai ekonominya lebih besar ketimbang buahnya bila diolah dengan benar, bisa sampai belasan kali lipat,” kata Taufik, di Pangandaran. Di pabrik pengolahan berkapasitas 2 ton per hari di Cintakarya. Selain cocopeat ada juga cocofiber, sabut dengan serat lebih kasar untuk furnitur hingga jok kendaraan kelas premium.
Setelah cocopeat masuk proses pencucian, berlanjutlah ke mesin pemerasan yang dibuat oleh Yohan Wijaya Noerahmat (40), pendiri Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KP-MK). Sejak rampung dibuat pada 2022, dia tak perlu lagi mengandalkan proses pemerasan dan penjemuran cocopeat pada alam untuk mendapatkan kadar air 20 %. ”Dulu harus dijemur selama dua hari. Sekarang dengan mesin hanya butuh dua jam,” katanya. Dengan kemudahan itu, pasar ekspor terbuka lebar. Salah satu pasarnya adalah Jepang. Awal tahun 2023, dia mengirimkan 28 ton. Ekspornya berulang kembali pada Maret dan Juni. Selain itu, Taufik dan belasan kawan-kawannya tetap memenuhi pasar lokal sekitar 500 karung per minggu, seperti di Jakarta dan Bandung. Dimana satu karung seberat 50 kg, dengan harga per kg Rp 3.000. (Yoga)
Otomotif Makin Menderu
Pameran otomotif menjadi pengungkit penjualan di saat belum membaiknya pasar. Penjualan kendaraan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang baru saja selesai, diyakini melonjak signifikan dibandingkan dengan pagelaran tahun lalu.Meski belum merilis data transaksi akhir, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis pada pameran tahun ini, nilai transaksi mencapai Rp15 triliun atau lebih tinggi daripada perolehan tahun lalu sebesar Rp11,74 triliun untuk pembelian sebanyak 26.658 unit kendaraan.Raihan sepanjang pameran diharapkan dapat mendorong volume penjualan mobil sepanjang bulan ini yang sempat terseok dalam dua bulan terakhir. Sebagaimana yang disampaikan oleh Gaikindo, volume penjualan secara ritel sejak Mei tahun ini terus menunjukkan penurunan.
Untuk meningkatkan penjualan, berbagai strategi pemasaran dari diskon hingga kemudahan pembiayaan pun dilakukan oleh produsen. Sepanjang GIIAS 2023, salah satu perusahaan pembiayaan yaitu Astra Financial turut merasakan dampak positif. Perusahaan itu mencatatkan nilai transaksi senilai Rp2,385 triliun, meningkat 53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di GIIAS, produsen otomotif juga berlomba memperkenalkan model keluaran terbaru termasuk kendaraan listrik. Upaya pemerintah yang terus mendorong penggunaan kendaraan listrik tampaknya mulai menarik perhatian produsen dan konsumen.
PT Toyota Astra Motor menyebutkan pada tahun ini penjualan kendaraan listrik merek Jepang itu naik hingga sepuluh kali lipat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal serupa juga dialami mobil merek lainnya.Berdasarkan data, penjualan mobil listrik di Indonesia terus naik. Sepanjang 2022 mencapai 10.327 unit, atau melesat jika dibandingkan dengan 2021 yang hanya terjual sebanyak 3.193 unit.
Data yang disampaikan oleh Kementerian ESDM menyebutkan, pada Juni 2023, total infrastruktur pengisian listrik mencapai total 2.188 unit yang terdiri dari 842 unit charging station termasuk instalasi privat, dan 1.346 unit swap battery. Meski sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah, jumlah tersebut harus terus ditambah dan disebar di seluruh wilayah Indonesia.
Arsitektur RAPBN 2024
Perekonomian bergerak sangat dinamis. Peta perdagangan dunia saat ini terus bergerak mengikuti tensi geopolitik yang masih tinggi. Hal ini tentu saja menjadi salah satu tantangan utama dalam perekonomian global. Di samping itu, dampak perubahan iklim menjadi isu tersendiri yang perlu terus ditangani demi kesinambungan pembangunan. Tantangan lain yang siap menghadang adalah perkembangan teknologi digital yang membawa perubahan perilaku, baik dari sisi konsumsi maupun produksi serta tantangan transisi pandemi ke endemi. Tantangan-tantangan tersebut pada satu sisi menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, tetapi pada sisi lain juga menjadi peluang besar bagi perekonomian nasional.Di tengah tantangan yang datang dan pergi, RAPBN tahun 2024 mempunyai nilai strategis karena merupakan tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selama dua periode pemerintahan dari tahun 2014—2024, dinamika ekonomi global penuh dengan tantangan dan berbagai guncangan besar. Salah satu contohnya adalah pandemi Covid-19. Dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan potensi perekonomian nasional, Pemerintah mengusulkan Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2024 yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2024 sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi 5,2%, inflasi 2,8%, nilai tukar rupiah Rp15.000 per US$, tingkat suku bunga SBN 10 Tahun 6,7%, harga minyak mentah Indonesia US$80 per barel dan lifting minyak bumi 625.000 barel per hari serta lifting gas 1.030 ribu—1,033 juta barel setara minyak per hari.Mencermati dinamika perekonomian terkini, prospek perekonomian ke depan, serta agenda pembangunan yang harus dilaksanakan, Arsitektur RAPBN 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan agar peran APBN dapat berfungsi optimal sebagai: (i) shock absorber untuk melindungi rakyat dan stabilisasi ekonomi dari guncangan global (stabilisasi harga pangan, ketahanan energi, pengendalian inflasi); (ii) akselerator transformasi ekonomi (human capital, physical capital, natural capital dan institutional reform); (iii) instrumen mewujudkan kesejahteraan rakyat (penurunan kemiskinan ekstrem, stunting, kesenjangan). Untuk mendukung efektivitas dalam mengakselerasi transformasi ekonomi tersebut perlu penguatan reformasi fiskal secara holistik melalui: (i) optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi dan kelestarian lingkungan, (ii) konsisten melakukan upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja negara (spending better), dan (iii) mendorong pembiayaan yang inovatif, prudent, dan berkelanjutan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









