;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Jerat Utang BUMN

21 Aug 2023

Bagi perusahaan, pendanaan yang bersumber dari utang merupakan hal yang lumrah saja. Ia menjadi salah satu alternatif dalam menopang operasional maupun mengakselerasi bisnis. Utang bakal menjadi masalah, manakala perusahaan mulai kepayahan dalam melunasinya. Amat disayangkan, gelagat itu muncul dari kalangan korporasi pelat merah alias badan usaha milik negara (BUMN), khususnya sektor konstruksi. Teranyar, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menjadi sorotan lantaran tak dapat membayar bunga dan pokok obligasi berkelanjutan IV senilai Rp135,5 miliar yang jatuh tempo pada 6 Agustus 2023. Perseroan pun kini melakukan reviu master restructuring agreement (MRA) sebagai salah satu upaya menangani persoalan tersebut. Selaras dengan hal itu, manajemen Waskita Karya juga menjamin tetap berusaha untuk memastikan penyelesaian proyek-proyek yang berjalan tidak terganggu walaupun pembayaran obligasi tertunda. (Bisnis, 16/8). Sejumlah perusahaan pelat merah pun akan turut membantu meringankan masalah yang menimpa Waskita Karya baik secara langsung maupun tidak langsung. Bank-bank BUMN pemberi kredit akan terlibat dalam upaya restrukturisasi. Ada pula rencana Kementerian BUMN untuk melakukan inbreng atau pengalihan saham pemerintah dari Waskita Karya ke PT Hutama Karya yang ditarget rampung awal 2024. Persoalan utang BUMN memang telah menjadi perhatian berbagai kalangan sejak lama. Malah dalam pidato di Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I tahun Sidang 2023—2024 pekan lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani kembali menguak adanya persoalan tersebut. Jika ditelusuri, utang obligasi dari tiga BUMN Karya yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk.; PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.; dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.; yang akan jatuh tempo pada 2023, tembus Rp1,56 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir bahkan mengeklaim sejatinya rasio utang BUMN terhadap ekuitas saat ini masih berada pada posisi sehat. Menurutnya, total utang BUMN saat ini mencapai Rp1.600 triliun, dengan total ekuitas Rp3.200.

Ironi Nelayan Gurem Berjibaku di Maluku

21 Aug 2023

Sekitar 658.294 kilometer persegi atau 92,4 % luas Maluku berupa laut dan kaya akan komoditas perikanan. Namun, kehidupan nelayan di Maluku masih jauh dari sejahtera. Gelombang tinggi penanda musim timur terjadi mulai Mei hingga awal September. ”Kalau musim timur, kami lebih banyak parkir. Kami tidak berani melaut karena ukuran perahu kami terlalu kecil,” ujar Alan (40), salah seorang nelayan di Buru. Perahu kecil yang didorong mesin berkekuatan 15 HP tidak mampu mengarungi gelombang setinggi di atas 1 meter. Perahu berisiko tenggelam. Namun, terkadang tuntutan kebutuhan memaksa mereka mengambil risiko itu. Peristiwa hilangnya nelayan yang terjadi hampir setiap tahun menjadi buktinya.

Alan punya mimpi memiliki perahu minimal berukuran 3 gros ton dengan mesin 40 HP. Ia harus menabung hingga beberapa tahun ke depan karena butuh modal Rp 100 juta untuk mendapatkannya. Jika tangkapan bagus, satu bulan sudah bisa balik modal. Ruang pertarungan nelayan Buru berada di Laut Banda yang kaya hasil laut. ”Di Laut Banda, kami bisa dapat tuna yang beratnya sampai 50 kg,” ujarnya. Potret nelayan gurem juga banyak dijumpai di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru. Di sana berjejer permukiman nelayan yang mayoritas dihuni keluarga berpendapatan rendah. Kebanyakan dari mereka menyewa perahu dan meminjam modal. Hasil tangkap dibagi sesuai kesepakatan.

Jumain (41) nelayan, menggunakan perahu motor bermesin 15 HP yang melaut hingga 30 mil laut dan sering bermalam di daratan terdekat. Jika penjualannya mencapai Rp 1 juta, ia hanya kebagian separuhnya setelah dibagi dengan pemilik perahu motor. Bahan bakar dan makanan pun menjadi tanggungannya. Jumain menjadi gambaran nelayan di daerah kaya sumber daya perikanan. Kepulauan Aru berada di tengah Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 718, dengan potensi perikanan di 2,64 juta ton per tahun atau 21 % keseluruhan potensi ikan nasional. Kapal berukuran di atas 30 gros ton yang menangkap ikan di Aru kebanyakan milik korporasi nasional dan perusahaan modal asing. Tak terhitung pula banyaknya pelanggaran, seperti penangkapan ilegal, tidak terlapor, dan tidak sesuai regulasi. (Yoga)


Peluang Beasiswa Kuliah Makin Terbuka

21 Aug 2023

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyediakan beasiswa pendidikan jenjang sarjana sampai pascasarjana di dalam dan luar negeri bagi siswa, guru, dosen, dan pelaku budaya. Pada 2023 Kemendikbudristek melepas 465 mahasiswa  penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Luar Negeri. Sebanyak 345 mahasiswa menerima beasiswa jenjang strata satu (S-1), 35 mahasiswa strata dua (S-2), dan 85 mahasiswa strata tiga (S-3). Mereka menempuh pendidikan pada Agustus-September 2023 di perguruan tinggi tujuan. Kepala Pusat Layanan Pendidikan Kemendikbudristek Abdul Kahar, di Jakarta, Minggu (20/8/2023), mengatakan, BPI untuk membangun kapasitas sumber daya manusia Indonesia. (Yoga)

Separuh ASN DKI Mulai Kerja di Rumah

21 Aug 2023

Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk separuh ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mulai Senin 21 Agustus sampai 21 Oktober 2023. Kebijakan ini dipastikan tak bakal mengganggu aktivitas pelayanan publik karena ASN yang bekerja dari rumah atau work from home/WFH bakal diawasi ketat dan wajib melaporkan secara berkala aktivitasnya selama bekerja di rumah. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Jakarta, Minggu (20/8) mengatakan, kebijakan 50 % ASN WFH untuk merespons isu polusi udara tidak hanya berlaku untuk ASN DKI Jakarta. Kebijakan ini juga bakal diikuti pemda lain di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

”Ada wacana kemarin ditingkat pimpinan (Jabodetabek) untuk melakukan penyesuaian mirip-mirip seperti di DKI,” kata Heru. Pada Senin (14/8), Presiden Jokowi saat memberi pengantar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, meminta agar langkah-langkah  memperbaiki kualitas udara yang buruk di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi segera dilakukan (Kompas, 15/8). Dalam rapat yang juga dihadiri Heru, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Pj Gubernur Banten Al Muktabar, WFH menjadi salah satu strategi pemerintah mengurangi mobilitas untuk mengendalikan polusi udara yang begitu parah di Jabodetabek. (Yoga)


Tanda Bahaya Pelemahan Ekonomi Cina

21 Aug 2023

JAKARTA — Efek pelemahan ekonomi Cina mulai merambat ke perekonomian Indonesia. Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa pelaku usaha mulai mengalami keresahan yang diawali dengan terjadinya gangguan suplai bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur dengan tujuan ekspor.

“Ini khususnya terjadi di industri tekstil di mana perusahaan-perusahaan pemasok dari Cina mengalami masalah keuangan, sehingga kami harus mencari alternatif penggantinya,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Bahan baku yang dimaksudkan antara lain kain jadi, sehingga eksportir harus melakukan penyesuaian kepada konsumen. “Akhirnya mencari pemasok pengganti yang sudah disetujui oleh branded buyer dari negara pengimpor.”

Menurut Benny, kendala rantai pasok berkepanjangan berpotensi terjadi karena sebagian besar bahan baku manufaktur untuk tujuan ekspor maupun domestik bergantung pada Cina. Selain sebagai tujuan ekspor utama, di sisi lain, Cina memang merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia. “Sehingga apa yang terjadi di Cina pasti berpengaruh pada perdagangan Indonesia maupun global,” ujarnya. (Yetede)

Elan Petani Karet demi Kesejahteraan

20 Aug 2023

Sungkunen Tarigan (47), Ketua Kelompok Tani Mbuah Page, memberi sambutan pembukaan lelang karet perdana di Kantor Desa Kuta Jurung, Kecamatan Sinembang Tanjung Muda (STM) Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (10/8). Ruangan 3 x 8 meter yang biasanya digunakan untuk melayani warga itu disulap menjadi ruang lelang karet. Pemimpin lelang, Tobat Perangin-Angin (50), duduk di depan bersama Kepala Desa Kuta Jurung Abadi Sitepu, Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Ishak Leono, dan perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Rita Budiati Harahap. Lima dari 17 peserta yang diundang, hadir di lelang perdana itu. Lelang, yang sedianya digelar pukul 10.00, molor hingga  setelah makan siang karena para peserta harus melihat terlebih dahulu bahan olahan karet (bokar) yang akan di lelang. Getah karet itu berada di lima tempat berbeda dengan jarak cukup jauh. Lokasinya tersebar di dua kecamatan, yakni STM Hilir dan STM Hulu.

Menurut Sungkunen, dulu hampir semua warga Desa Kuta Jurung adalah petani karet. Namun, sepuluh tahun terakhir banyak warga yang menebang pohon karetnya, seiring anjloknya harga. Warga beralih membudidayakan tanaman kelapa sawit atau salak. "Ada 200 keluarga yang ada di Kuta Jurung, dulu semua punya kebun karet, sekarang tinggal 30 keluarga,” kata Sungkunen. Saat ini harga bokar di tingkat petani hanya Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kg. Namun, bersama Kelompok Tani Mbuah Page yang beranggota 100 orang, petani bisa mendapatkan harga getah Rp 8.000 hingga Rp 8.800 per kg. ”Harga karet kami ini tidak memadai lagi.  kalau harganya begini terus, dua tahun lagi bisa pokok karet kita ini ditebang semua karena tidak mungkin lagi dikerjakan,” kata Sungkunen yang memiliki lahan 4 hektar. Ia hanya mengerjakan satu hektar yang ia deres sendiri. 

Tiga hektar lainnya dibiarkan. Produktivitas tanamannya yang berusia 7-8 tahun itu menghasilkan 70 kg getah per minggu. Jika dirawat dengan baik, produktivitasnya bisa mencapai 150 kg getah per minggu. ”Tapi pupuk mahal, pupuk subsidi tidak ada,” kata Sungkunen. Harga pupuk NPK Phonska, terakhir ia beli Rp 750.000 per karung isi 50 kg, sedang pupuk subsidi Rp 150.000 per karung. Para petani mulai menebang pohon karet sejak harga menyentuh Rp 9.000 per kg. Padahal, petani karet baru sejahtera kalau harga 1 kg getah karet setara 1 kg harga beras. Untuk mendongkrak harga, para pengurus kelompok tani didukung kepala desa menggelar lelang, siang itu. Total ada 40 ton getah karet yang dilelang hari itu. (Yoga)

Menjaga Mutu Ikan Asin Ciweru

20 Aug 2023

Para pekerja hilir mudik membawa nampan dari plastik berisi ikan jenis ”lemet” yang sudah digarami untuk dijemur di halaman seukuran setengah lapangan sepak bola. Kotak bambu berbentuk persegi panjang yang diberi kawat pada bagian tengahnya menjadi tempat ikan dikeringkan. Ratusan kotak bambu itu diletakkan di atas dudukan, yang juga dari bambu, sepanjang 50 meter, berjumlah lima banjar. Matahari siang itu begitu terik di sebuah usaha pembuatan ikan asin milik M Sugih (51) di Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Jabar, pertengahan Juli 2023. Penjemuran yang maksimal membuat ikan dapat bertahan tiga hingga lima bulan, bahkan bisa sampai satu tahun jika disimpan di dalam lemari pendingin. Sugih mempekerjakan tiga tetangganya untuk membantu memproduksi ikan asin. Sebelum dijemur, ikan terlebih dahulu direndam air garam, kemudian direbus menggunakan kayu bakar. Sekitar direbus lima hingga sepuluh menit, ikan diangkat untuk ditiriskan sebelum dijemur.

Saat musim kemarau, penjemuran berlangsung selama satu hari. Namun, saat musim hujan, durasinya lebih lama lagi. Sugih dan semua pembuat ikan asin di kawasan ini menjaga mutu dengan tidak menggunakan formalin dalam proses pembuatan ikan asin sehingga aman untuk dikonsumsi. Ketika musim ikan lemet seperti ini, dalam satu hari, usaha pembuatan ikan asin milik Sugih mampu memproduksi 1 ton ikan asin. Namun, jika musim hujan atau pasokan ikan minim, produksinya berkisar 5 kuintal hingga 7 kuintal. Harga jualnya mulai Rp 10.000 hingga Rp 45.000 per kg tergantung ukuran dan kualitas ikan. Ia menyetor produksinya ke pengepul di Bogor, Jabar. Selain ikan lemet, ikan jenis teri, udang kecil, rebon, dan deles paling sering digunakan Sugih. Sebab, siklus musiman ikan selalu berjalan dan para nelayan menyesuaikan tangkapannya. (Yoga)

Polusi Budaya

20 Aug 2023

Ada dua jenis polusi yang ramai diperbincangkan hari-hari ini. Yang satu polusi udara di Ibu Kota Jakarta, yang sangat berbahaya untuk kesehatan. Ada yang menuding karena asap kendaraan sehingga solusinya adalah mengurangi kendaraan pribadi. Ada yang menyebutkan karena musim kemarau dan solusinya adalah membuat hujan buatan. Tapi ada yang menuding bertambahnya pusat listrik tenaga uap di daerah penyangga Jakarta yang memakai batu bara.

Yang kedua adalah polusi budaya. Tak ada pengaruhnya buat kesehatan, tapi berbahaya untuk peradaban bangsa. Presiden Joko Widodo memperkenalkan polusi di wilayah budaya itu ketika memberikan pidato kenegaraan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyambut ulang tahun kemerdekaan RI.

Presiden Jokowi mengatakan, “Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Firaun, tolol. Ya, ndak apa. Sebagai pribadi, saya menerima saja.” Lalu Jokowi melanjutkan, “Tapi, yang membuat saya sedih, budaya santun dan budi pekerti luhur bangsa ini kok kelihatannya mulai hilang. Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia.” (Yetede)

Gagasan Arya Putra Kembangkan Kampung Kota

20 Aug 2023

Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Arya Putra, 22 tahun, baru-baru ini meraih gelar prestisius. Dia dinobatkan sebagai Designer of the Year pada kategori desain interior. Melampaui harapannya, penghargaan itu ia peroleh dari Asian Young Designer Awards (AYDA) 2022/2023 di Vietnam pada medio Juli lalu. Sebagai pemenang, ia pun mendapat beasiswa Design Discovery Program senilai US$ 10 ribu di Harvard University’s Graduate School of Design selama tiga minggu di Boston, Amerika Serikat.

Arya melenggang ke kompetisi tersebut setelah menyabet Gold Winner tingkat nasional pada Februari lalu di kategori desain interior. Sementara itu, pada kategori arsitektur, pemenangnya Salsabila Novitasari dari Universitas Gadjah Mada dengan judul karya Re-Stack! Adapun Arya mengusung judul Silih Hub. Idenya menyesuaikan dengan tema lomba, yaitu “Converge: Pushing the Reset Button”, yang menantang solusi desainer untuk membantu masyarakat mengatasi kehidupan pasca-masa pandemi.

Kata “silih” diambil Arya dari nilai hidup masyarakat Sunda, yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh. Kearifan lokal itu mengajarkan agar manusia saling belajar, peduli, dan menyayangi sesama. “Silih”, yang mengandung arti kebersamaan, pada desain dijalin lewat bangunan penghubung (hub) berupa balai dan semacam gedung serbaguna. “Yang dipentingkan adalah masyarakat tidak canggung saat masuk ke fasilitas tersebut dan bisa sadar bahwa itu bagian dari mereka juga,” kata Arya, Sabtu, 12 Agustus lalu. (Yetede)

Bising Seru Pasar Malam Jakarta

19 Aug 2023

Kemilau lampu warna-warni mulai menyala menerangi dan menambah semarak wahana pasar malam di tanah lapang berdebu di kawasan Manunggal, Cibubur, Jaktim. Bising suara jedhag-jedhug menggelegar mengundang pengunjung mendekat ke wahana hiburan rakyat ini. Pasar malam jalanan tidak pernah kehilangan penikmat. Daya pikat hiburan rakyat ini masih sulit ditolak sejumlah kalangan. Selasa (15/8) di lokasi pasar malam, pukul 19.00, masyarakat mulai berdatangan dari berbagai sisi pintu masuk. Farid Althaf (30) bersama istri menemani anak mereka yang berusia lima tahun menikmati komidi putar. Ada bianglala, kora-kora, hingga ombak banyu tampak menarik perhatiannya. ”Selama hampir sebulan pasar malam (berlangsung), baru kali ini sempat  datang. Sekalian nostalgia dan hiburan sembari menikmati waktu berkualitas bersama keluarga,” kata Farid.

Wahana-wahana pasar malam di kawasan Manunggal merupakan milik Cogay Kreasi Jakartayang kerap berkeliling di daerah-daerah pinggiran Jakarta dan sekitarnya. Koordinator Pasar Malam Cogay Kreasi Jakarta, Yoga Maullana Haryanto, mengungkapkan, di Jabodetabek, antusiasme warga terhadap pasar malam berbeda-beda. Pesonanya tidak sementereng dulu yang bisa menarik minat orang dari berbagai penjuru. Wahana terbaik pasar malam tetap mendapat tempat di hati masyarakat, seperti ombak banyu, bianglala, dan kora-kora, yang tetap menjadi primadona. Apalagi, harga karcis lebih terjangkau dibandingkan wahana permainan elite di Ibu Kota. Cukup Rp 15.000-Rp 20.000 untuk setiap wahana permainan.

”Pasar malam selalu punya banyak cerita. Ombak banyu, misalnya, di sana banyak interaksi yang terjadi. Tidak hanya sesama pengunjung, tetapi juga dengan para arjunanya,” ujar Yoga. Arjuna merujuk operator wahana ombak banyu yang berbentuk bangku melingkar dan diputar mengikuti ritme musik jedhag-jedhug yang terpasang di tengah wahana. Para arjuna akan menciptakan efek gelombang saat wahana ini berputar. Di saat itu pula mereka akan beratraksi menarik perhatian pengunjung. Wahana ini menjadi paling populer di pasar malam. Interaksi yang terjadi saat ombak banyu berputar meninggalkan kesan bagi pengunjung serta para arjuna. (Yoga)