Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Taufik, Limbah Kelapa yang Mendunia
Taufik (31), petani kelapa asal Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Pangandaran, Jabar, unjuk gigi lewat ekspor cocopeat, olahan limbah sabut kelapa untuk media tanam. Kreativitasnya ikut memberi tambahan penghasilan bagi petani lainnya agar lepas dari jerat utang. ”Cocopeat diambil dari limbah sabut kelapa. Dulu, petani hanya mengambil buahnya. Ternyata, nilai ekonominya lebih besar ketimbang buahnya bila diolah dengan benar, bisa sampai belasan kali lipat,” kata Taufik, di Pangandaran. Di pabrik pengolahan berkapasitas 2 ton per hari di Cintakarya. Selain cocopeat ada juga cocofiber, sabut dengan serat lebih kasar untuk furnitur hingga jok kendaraan kelas premium.
Setelah cocopeat masuk proses pencucian, berlanjutlah ke mesin pemerasan yang dibuat oleh Yohan Wijaya Noerahmat (40), pendiri Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KP-MK). Sejak rampung dibuat pada 2022, dia tak perlu lagi mengandalkan proses pemerasan dan penjemuran cocopeat pada alam untuk mendapatkan kadar air 20 %. ”Dulu harus dijemur selama dua hari. Sekarang dengan mesin hanya butuh dua jam,” katanya. Dengan kemudahan itu, pasar ekspor terbuka lebar. Salah satu pasarnya adalah Jepang. Awal tahun 2023, dia mengirimkan 28 ton. Ekspornya berulang kembali pada Maret dan Juni. Selain itu, Taufik dan belasan kawan-kawannya tetap memenuhi pasar lokal sekitar 500 karung per minggu, seperti di Jakarta dan Bandung. Dimana satu karung seberat 50 kg, dengan harga per kg Rp 3.000. (Yoga)
Otomotif Makin Menderu
Pameran otomotif menjadi pengungkit penjualan di saat belum membaiknya pasar. Penjualan kendaraan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang baru saja selesai, diyakini melonjak signifikan dibandingkan dengan pagelaran tahun lalu.Meski belum merilis data transaksi akhir, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis pada pameran tahun ini, nilai transaksi mencapai Rp15 triliun atau lebih tinggi daripada perolehan tahun lalu sebesar Rp11,74 triliun untuk pembelian sebanyak 26.658 unit kendaraan.Raihan sepanjang pameran diharapkan dapat mendorong volume penjualan mobil sepanjang bulan ini yang sempat terseok dalam dua bulan terakhir. Sebagaimana yang disampaikan oleh Gaikindo, volume penjualan secara ritel sejak Mei tahun ini terus menunjukkan penurunan.
Untuk meningkatkan penjualan, berbagai strategi pemasaran dari diskon hingga kemudahan pembiayaan pun dilakukan oleh produsen. Sepanjang GIIAS 2023, salah satu perusahaan pembiayaan yaitu Astra Financial turut merasakan dampak positif. Perusahaan itu mencatatkan nilai transaksi senilai Rp2,385 triliun, meningkat 53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di GIIAS, produsen otomotif juga berlomba memperkenalkan model keluaran terbaru termasuk kendaraan listrik. Upaya pemerintah yang terus mendorong penggunaan kendaraan listrik tampaknya mulai menarik perhatian produsen dan konsumen.
PT Toyota Astra Motor menyebutkan pada tahun ini penjualan kendaraan listrik merek Jepang itu naik hingga sepuluh kali lipat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal serupa juga dialami mobil merek lainnya.Berdasarkan data, penjualan mobil listrik di Indonesia terus naik. Sepanjang 2022 mencapai 10.327 unit, atau melesat jika dibandingkan dengan 2021 yang hanya terjual sebanyak 3.193 unit.
Data yang disampaikan oleh Kementerian ESDM menyebutkan, pada Juni 2023, total infrastruktur pengisian listrik mencapai total 2.188 unit yang terdiri dari 842 unit charging station termasuk instalasi privat, dan 1.346 unit swap battery. Meski sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah, jumlah tersebut harus terus ditambah dan disebar di seluruh wilayah Indonesia.
Arsitektur RAPBN 2024
Perekonomian bergerak sangat dinamis. Peta perdagangan dunia saat ini terus bergerak mengikuti tensi geopolitik yang masih tinggi. Hal ini tentu saja menjadi salah satu tantangan utama dalam perekonomian global. Di samping itu, dampak perubahan iklim menjadi isu tersendiri yang perlu terus ditangani demi kesinambungan pembangunan. Tantangan lain yang siap menghadang adalah perkembangan teknologi digital yang membawa perubahan perilaku, baik dari sisi konsumsi maupun produksi serta tantangan transisi pandemi ke endemi. Tantangan-tantangan tersebut pada satu sisi menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, tetapi pada sisi lain juga menjadi peluang besar bagi perekonomian nasional.Di tengah tantangan yang datang dan pergi, RAPBN tahun 2024 mempunyai nilai strategis karena merupakan tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selama dua periode pemerintahan dari tahun 2014—2024, dinamika ekonomi global penuh dengan tantangan dan berbagai guncangan besar. Salah satu contohnya adalah pandemi Covid-19. Dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan potensi perekonomian nasional, Pemerintah mengusulkan Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2024 yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2024 sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi 5,2%, inflasi 2,8%, nilai tukar rupiah Rp15.000 per US$, tingkat suku bunga SBN 10 Tahun 6,7%, harga minyak mentah Indonesia US$80 per barel dan lifting minyak bumi 625.000 barel per hari serta lifting gas 1.030 ribu—1,033 juta barel setara minyak per hari.Mencermati dinamika perekonomian terkini, prospek perekonomian ke depan, serta agenda pembangunan yang harus dilaksanakan, Arsitektur RAPBN 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan agar peran APBN dapat berfungsi optimal sebagai: (i) shock absorber untuk melindungi rakyat dan stabilisasi ekonomi dari guncangan global (stabilisasi harga pangan, ketahanan energi, pengendalian inflasi); (ii) akselerator transformasi ekonomi (human capital, physical capital, natural capital dan institutional reform); (iii) instrumen mewujudkan kesejahteraan rakyat (penurunan kemiskinan ekstrem, stunting, kesenjangan). Untuk mendukung efektivitas dalam mengakselerasi transformasi ekonomi tersebut perlu penguatan reformasi fiskal secara holistik melalui: (i) optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi dan kelestarian lingkungan, (ii) konsisten melakukan upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja negara (spending better), dan (iii) mendorong pembiayaan yang inovatif, prudent, dan berkelanjutan.
Jerat Utang BUMN
Bagi perusahaan, pendanaan yang bersumber dari utang merupakan hal yang lumrah saja. Ia menjadi salah satu alternatif dalam menopang operasional maupun mengakselerasi bisnis. Utang bakal menjadi masalah, manakala perusahaan mulai kepayahan dalam melunasinya. Amat disayangkan, gelagat itu muncul dari kalangan korporasi pelat merah alias badan usaha milik negara (BUMN), khususnya sektor konstruksi. Teranyar, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menjadi sorotan lantaran tak dapat membayar bunga dan pokok obligasi berkelanjutan IV senilai Rp135,5 miliar yang jatuh tempo pada 6 Agustus 2023. Perseroan pun kini melakukan reviu master restructuring agreement (MRA) sebagai salah satu upaya menangani persoalan tersebut. Selaras dengan hal itu, manajemen Waskita Karya juga menjamin tetap berusaha untuk memastikan penyelesaian proyek-proyek yang berjalan tidak terganggu walaupun pembayaran obligasi tertunda. (Bisnis, 16/8). Sejumlah perusahaan pelat merah pun akan turut membantu meringankan masalah yang menimpa Waskita Karya baik secara langsung maupun tidak langsung. Bank-bank BUMN pemberi kredit akan terlibat dalam upaya restrukturisasi. Ada pula rencana Kementerian BUMN untuk melakukan inbreng atau pengalihan saham pemerintah dari Waskita Karya ke PT Hutama Karya yang ditarget rampung awal 2024. Persoalan utang BUMN memang telah menjadi perhatian berbagai kalangan sejak lama. Malah dalam pidato di Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I tahun Sidang 2023—2024 pekan lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani kembali menguak adanya persoalan tersebut. Jika ditelusuri, utang obligasi dari tiga BUMN Karya yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk.; PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.; dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.; yang akan jatuh tempo pada 2023, tembus Rp1,56 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir bahkan mengeklaim sejatinya rasio utang BUMN terhadap ekuitas saat ini masih berada pada posisi sehat. Menurutnya, total utang BUMN saat ini mencapai Rp1.600 triliun, dengan total ekuitas Rp3.200.
Ironi Nelayan Gurem Berjibaku di Maluku
Sekitar 658.294 kilometer persegi atau 92,4 % luas Maluku berupa laut dan kaya akan komoditas perikanan. Namun, kehidupan nelayan di Maluku masih jauh dari sejahtera. Gelombang tinggi penanda musim timur terjadi mulai Mei hingga awal September. ”Kalau musim timur, kami lebih banyak parkir. Kami tidak berani melaut karena ukuran perahu kami terlalu kecil,” ujar Alan (40), salah seorang nelayan di Buru. Perahu kecil yang didorong mesin berkekuatan 15 HP tidak mampu mengarungi gelombang setinggi di atas 1 meter. Perahu berisiko tenggelam. Namun, terkadang tuntutan kebutuhan memaksa mereka mengambil risiko itu. Peristiwa hilangnya nelayan yang terjadi hampir setiap tahun menjadi buktinya.
Alan punya mimpi memiliki perahu minimal berukuran 3 gros ton dengan mesin 40 HP. Ia harus menabung hingga beberapa tahun ke depan karena butuh modal Rp 100 juta untuk mendapatkannya. Jika tangkapan bagus, satu bulan sudah bisa balik modal. Ruang pertarungan nelayan Buru berada di Laut Banda yang kaya hasil laut. ”Di Laut Banda, kami bisa dapat tuna yang beratnya sampai 50 kg,” ujarnya. Potret nelayan gurem juga banyak dijumpai di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru. Di sana berjejer permukiman nelayan yang mayoritas dihuni keluarga berpendapatan rendah. Kebanyakan dari mereka menyewa perahu dan meminjam modal. Hasil tangkap dibagi sesuai kesepakatan.
Jumain (41) nelayan, menggunakan perahu motor bermesin 15 HP yang melaut hingga 30 mil laut dan sering bermalam di daratan terdekat. Jika penjualannya mencapai Rp 1 juta, ia hanya kebagian separuhnya setelah dibagi dengan pemilik perahu motor. Bahan bakar dan makanan pun menjadi tanggungannya. Jumain menjadi gambaran nelayan di daerah kaya sumber daya perikanan. Kepulauan Aru berada di tengah Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 718, dengan potensi perikanan di 2,64 juta ton per tahun atau 21 % keseluruhan potensi ikan nasional. Kapal berukuran di atas 30 gros ton yang menangkap ikan di Aru kebanyakan milik korporasi nasional dan perusahaan modal asing. Tak terhitung pula banyaknya pelanggaran, seperti penangkapan ilegal, tidak terlapor, dan tidak sesuai regulasi. (Yoga)
Peluang Beasiswa Kuliah Makin Terbuka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyediakan beasiswa pendidikan jenjang sarjana sampai pascasarjana di dalam dan luar negeri bagi siswa, guru, dosen, dan pelaku budaya. Pada 2023 Kemendikbudristek melepas 465 mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Luar Negeri. Sebanyak 345 mahasiswa menerima beasiswa jenjang strata satu (S-1), 35 mahasiswa strata dua (S-2), dan 85 mahasiswa strata tiga (S-3). Mereka menempuh pendidikan pada Agustus-September 2023 di perguruan tinggi tujuan. Kepala Pusat Layanan Pendidikan Kemendikbudristek Abdul Kahar, di Jakarta, Minggu (20/8/2023), mengatakan, BPI untuk membangun kapasitas sumber daya manusia Indonesia. (Yoga)
Separuh ASN DKI Mulai Kerja di Rumah
Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk separuh ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mulai Senin 21 Agustus sampai 21 Oktober 2023. Kebijakan ini dipastikan tak bakal mengganggu aktivitas pelayanan publik karena ASN yang bekerja dari rumah atau work from home/WFH bakal diawasi ketat dan wajib melaporkan secara berkala aktivitasnya selama bekerja di rumah. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Jakarta, Minggu (20/8) mengatakan, kebijakan 50 % ASN WFH untuk merespons isu polusi udara tidak hanya berlaku untuk ASN DKI Jakarta. Kebijakan ini juga bakal diikuti pemda lain di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
”Ada wacana kemarin ditingkat pimpinan (Jabodetabek) untuk melakukan penyesuaian mirip-mirip seperti di DKI,” kata Heru. Pada Senin (14/8), Presiden Jokowi saat memberi pengantar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, meminta agar langkah-langkah memperbaiki kualitas udara yang buruk di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi segera dilakukan (Kompas, 15/8). Dalam rapat yang juga dihadiri Heru, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Pj Gubernur Banten Al Muktabar, WFH menjadi salah satu strategi pemerintah mengurangi mobilitas untuk mengendalikan polusi udara yang begitu parah di Jabodetabek. (Yoga)
Tanda Bahaya Pelemahan Ekonomi Cina
JAKARTA — Efek pelemahan ekonomi Cina mulai merambat ke perekonomian Indonesia. Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa pelaku usaha mulai mengalami keresahan yang diawali dengan terjadinya gangguan suplai bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur dengan tujuan ekspor.
“Ini khususnya terjadi di industri tekstil di mana perusahaan-perusahaan pemasok dari Cina mengalami masalah keuangan, sehingga kami harus mencari alternatif penggantinya,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Bahan baku yang dimaksudkan antara lain kain jadi, sehingga eksportir harus melakukan penyesuaian kepada konsumen. “Akhirnya mencari pemasok pengganti yang sudah disetujui oleh branded buyer dari negara pengimpor.”
Menurut Benny, kendala rantai pasok berkepanjangan berpotensi terjadi karena sebagian besar bahan baku manufaktur untuk tujuan ekspor maupun domestik bergantung pada Cina. Selain sebagai tujuan ekspor utama, di sisi lain, Cina memang merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia. “Sehingga apa yang terjadi di Cina pasti berpengaruh pada perdagangan Indonesia maupun global,” ujarnya. (Yetede)
Elan Petani Karet demi Kesejahteraan
Sungkunen Tarigan (47), Ketua Kelompok Tani Mbuah Page, memberi sambutan pembukaan lelang karet perdana di Kantor Desa Kuta Jurung, Kecamatan Sinembang Tanjung Muda (STM) Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (10/8). Ruangan 3 x 8 meter yang biasanya digunakan untuk melayani warga itu disulap menjadi ruang lelang karet. Pemimpin lelang, Tobat Perangin-Angin (50), duduk di depan bersama Kepala Desa Kuta Jurung Abadi Sitepu, Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Ishak Leono, dan perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Rita Budiati Harahap. Lima dari 17 peserta yang diundang, hadir di lelang perdana itu. Lelang, yang sedianya digelar pukul 10.00, molor hingga setelah makan siang karena para peserta harus melihat terlebih dahulu bahan olahan karet (bokar) yang akan di lelang. Getah karet itu berada di lima tempat berbeda dengan jarak cukup jauh. Lokasinya tersebar di dua kecamatan, yakni STM Hilir dan STM Hulu.
Menurut Sungkunen, dulu hampir semua warga Desa Kuta Jurung adalah petani karet. Namun, sepuluh tahun terakhir banyak warga yang menebang pohon karetnya, seiring anjloknya harga. Warga beralih membudidayakan tanaman kelapa sawit atau salak. "Ada 200 keluarga yang ada di Kuta Jurung, dulu semua punya kebun karet, sekarang tinggal 30 keluarga,” kata Sungkunen. Saat ini harga bokar di tingkat petani hanya Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kg. Namun, bersama Kelompok Tani Mbuah Page yang beranggota 100 orang, petani bisa mendapatkan harga getah Rp 8.000 hingga Rp 8.800 per kg. ”Harga karet kami ini tidak memadai lagi. kalau harganya begini terus, dua tahun lagi bisa pokok karet kita ini ditebang semua karena tidak mungkin lagi dikerjakan,” kata Sungkunen yang memiliki lahan 4 hektar. Ia hanya mengerjakan satu hektar yang ia deres sendiri.
Tiga hektar lainnya dibiarkan. Produktivitas tanamannya yang berusia 7-8 tahun itu menghasilkan 70 kg getah per minggu. Jika dirawat dengan baik, produktivitasnya bisa mencapai 150 kg getah per minggu. ”Tapi pupuk mahal, pupuk subsidi tidak ada,” kata Sungkunen. Harga pupuk NPK Phonska, terakhir ia beli Rp 750.000 per karung isi 50 kg, sedang pupuk subsidi Rp 150.000 per karung. Para petani mulai menebang pohon karet sejak harga menyentuh Rp 9.000 per kg. Padahal, petani karet baru sejahtera kalau harga 1 kg getah karet setara 1 kg harga beras. Untuk mendongkrak harga, para pengurus kelompok tani didukung kepala desa menggelar lelang, siang itu. Total ada 40 ton getah karet yang dilelang hari itu. (Yoga)
Menjaga Mutu Ikan Asin Ciweru
Para pekerja hilir mudik membawa nampan dari plastik berisi ikan jenis ”lemet” yang sudah digarami untuk dijemur di halaman seukuran setengah lapangan sepak bola. Kotak bambu berbentuk persegi panjang yang diberi kawat pada bagian tengahnya menjadi tempat ikan dikeringkan. Ratusan kotak bambu itu diletakkan di atas dudukan, yang juga dari bambu, sepanjang 50 meter, berjumlah lima banjar. Matahari siang itu begitu terik di sebuah usaha pembuatan ikan asin milik M Sugih (51) di Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Jabar, pertengahan Juli 2023. Penjemuran yang maksimal membuat ikan dapat bertahan tiga hingga lima bulan, bahkan bisa sampai satu tahun jika disimpan di dalam lemari pendingin. Sugih mempekerjakan tiga tetangganya untuk membantu memproduksi ikan asin. Sebelum dijemur, ikan terlebih dahulu direndam air garam, kemudian direbus menggunakan kayu bakar. Sekitar direbus lima hingga sepuluh menit, ikan diangkat untuk ditiriskan sebelum dijemur.
Saat musim kemarau, penjemuran berlangsung selama satu hari. Namun, saat musim hujan, durasinya lebih lama lagi. Sugih dan semua pembuat ikan asin di kawasan ini menjaga mutu dengan tidak menggunakan formalin dalam proses pembuatan ikan asin sehingga aman untuk dikonsumsi. Ketika musim ikan lemet seperti ini, dalam satu hari, usaha pembuatan ikan asin milik Sugih mampu memproduksi 1 ton ikan asin. Namun, jika musim hujan atau pasokan ikan minim, produksinya berkisar 5 kuintal hingga 7 kuintal. Harga jualnya mulai Rp 10.000 hingga Rp 45.000 per kg tergantung ukuran dan kualitas ikan. Ia menyetor produksinya ke pengepul di Bogor, Jabar. Selain ikan lemet, ikan jenis teri, udang kecil, rebon, dan deles paling sering digunakan Sugih. Sebab, siklus musiman ikan selalu berjalan dan para nelayan menyesuaikan tangkapannya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









