Klaim Kasus ISPA di BPJS Membengkak
Kualitas udara di sejumlah kota besar di Indonesia terutama Jakarta sangat memprihatinkan, karena berdampak buruk pada kesehatan. Tingkat pencemaran atau polusi udara harus mendapat perhatian serius dari para pemangku kepentingan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, polusi udara bisa menyebabkan berbagai penyakit pernafasan, mulai dari kanker paru-paru, TBC, asma, paru obstruksi kronis, serta pneumonia. Sebab itu, klaim BPJS Kesehatan dari kelima penyakit tersebut berpotensi akan melonjak jika situasi polusi udara memburuk.
Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Agustian Fardianto menyampaikan, jumlah kasus penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sampai Juli lalu di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, meningkat.
BPJS Kesehatan mencatat, kasus ISPA di wilayah DKI Jakarta, dari 92.840 kasus pada Juni 2023 menjadi 109.707 kasus pada Juli 2023. Sementara di wilayah Banten, kasus ISPA meningkat dari 132.362 kasus di Juni jadi 150.876 kasus di Juli 2023.
Merespons tuntutan sejumlah pihak untuk menetapkan darurat polusi udara, Ketua Komisi IV DPR Sudin bilang, lembaga legislatif akan membentuk panitia kerja (panja) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membahas kondisi polusi udara. Kalau KLHK menyepakati pembentukan panitia kerja, panja akan langsung bekerja.
Postingan Terkait
Pemasaran Digital Rokok Menyasar Anak Muda
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023