;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Animo Berwisata Tinggi

01 Sep 2023

Animo warga yang melakukan perjalanan wisata ”balas dendam” atau revenge tourism diperkirakan masih terjadi sampai sekarang. Animo ini menjadi peluang bisnis pelaku usaha di ekosistem industri pariwisata nasional, seperti lembaga keuangan dan agen perjalanan wisata. Executive Vice President Marketing and Lifestyle Business Division Head Bank OCBC NISP Amir Widjaya, Kamis (31/8) di Jakarta, mengatakan, Bank OCBC NISP melalui laporan Financial Fitness Index 2023 menemukan 35 % warga mengaku pernah melakukan pengeluaran gaya hidup secara impulsif dalam enam bulan terakhir, mencakup konser, bepergian (travelling), dan belanja berlebihan. ”Artinya, fenomena revenge tourism sejalan dengan temuan laporan Financial Fitness Index 2023 yang kami rilis baru-baru ini,” ujarnya.

Menurut dia, beberapa produk Bank OCBC NISP sampai mendukung hal itu, seperti produk untuk memenuhi kebutuhn transaksi dan daya tarik tunai bebas konversi kurs selama warga bepergian di luar negeri. ”Namun, sebagai perbankan tetap penting mengedukasi agar masyarakat pintar menyiasati keinginan agar tidak mengorbankan kebutuhan dasar lainnya dan investasi tetap aman,” kata Amir. Dirut PT Caturnusa Sejahtera Finance (Traveloka PayLater) Doan Lingga, mengatakan, fenomena revenge tourism menandakan minat warga berwisata kembali pasca pencabutan pembatasan sosial seiring redanya pandemic Covid-19. Traveloka mengamati fenomena itu sampai sekarang masih terlihat. Pada Agustus 2023, misalnya, dan secara khusus pada periode menuju libur panjang (long weekend) HUT Kemerdekaan Ke-78 RI, Traveloka mencatat peningkatan volume transaksi produk akomodasi hingga 55,5 % pada periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2023 dibandingkan minggu sebelumnya. (Yoga)


Yang Berekspansi dan Yang Terbebani

01 Sep 2023

Dari tahun ke tahun, BUMN selalu menuturkan dua kisah. Kisah perusahaan pelat merah yang berprestasi, berekspansi, atau bertransformasi, dan kisah BUMN yang terbebani utang atau penugasan negara. Kisah itu kini terulang kembali. Saat ini, Kementerian BUMN terus mendorong perusahaan-perusahaan negara agar bisa berperan aktif di kancah regional dan global. Kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik menjadi sasaran. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, beberapa BUMN berupaya memperkuat ekspansi bisnis di sejumlah sektor strategis di kawasan Asia Tenggara. Beberapa proyek kerja sama tengah berjalan di Singapura, Malaysia, dan Filipina. ”Hal ini merupakan buah transformasi perusahaan-perusahaan BUMN yang membuat mereka menjadi lebih tangguh, produktif, dan siap berkompetisi di panggung global,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (30/8).

Di Singapura, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Singtel, dalam pengintegrasian IndiHome ke Telkomsel. Dengan integrasi itu, kepemilikan efektif Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9 % dan Singtel 30,1 %. Selain itu, Telkom melalui anak usahanya, yakni NeutraDC, bekerja sama dengan Singtel dan Medco Power dalam pembangunan Data Center di Batam. Proyek yang ditargetkan mencapai kapasitas IT Load 51 megawatt hingga 2031 itu diharapkan mampu menarik minat perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menaruh data di Singapura berpindah ke Batam. Di sisi lain, ada kisah beberapa BUMN yang tengah mengalami masa sulit, terutama BUMN Karya yang banyak terbebani utang dan penugasan pemerintah untuk membangun infrastruktur nasional. Ada lima BUMN Karya yang tengah terlilit utang jumbo, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Adhi Karya, dan PT Pembangunan Perumahan. Berdasarkan laporan keuangan BEI pada semester I-2023, total utang kelima BUMN Karya itu Rp 274,82 triliun, dengan Rp 46,21 triliun merupakan total utang BUMN Karya di bank-bank BUMN. (Yoga)


POLUSI UDARA, Presiden Instruksikan Sanksi hingga Penutupan Industri

31 Aug 2023

Semua pihak diminta turut berupaya mengurangi polusi udara di kawasan Jabodetabek. Presiden Jokowi menegaskan, pengawasan ketat bakal dilakukan ke berbagai sektor, termasuk industri yang menjadi sumber polusi. Jika aturan tak ditaati, sanksi tegas hingga penutupan operasionalisasi bakal diberlakukan. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di sela kunjungannya ke SMK Negeri Jateng di Kota Semarang, Rabu (30/8).  Menurut Presiden, perlu kerja total dalam mengatasi persoalan polusi udara tersebut. Semua pihak diminta terlibat dalam kerja-kerja bersama tersebut.

”(Perlu) perpindahan dari transportasi pribadi ke transportasi publik atau transportasi massal. (Selain itu), penanaman pohon yang sebanyak-banyaknya di halaman kantor-kantor yang memang belum ada pohonnya juga (perlu) diwajibkan dan diharuskan,” kata Presiden. Pemerintah telah menerapkan teknologi modifikasi cuaca dan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah untuk mengurangi polusi. Tak hanya itu, pengawasan terhadap industri, pembangkit listrik tenaga uap, dan uji emisi kendaraan pun telah dilakukan. Presiden menyebutkan, sanksi tegas hingga penutupan bakal diberlakukan. ”Kemarin, pas rapat, sudah saya sampaikan, kalau tidak mau memperbaiki, tidak pasang scrubber (pengendali pencemaran), tegas untuk ini. Sebab, harga kesehatan yang harus kita bayar sangat mahal,” kata Presiden. (Yoga)


Pelaku Industri Rotan Tertekan Penyelundupan Bahan Baku

31 Aug 2023

Penyelundupan rotan mentah menimbulkan ketidakpastian pasokan bahan baku bagi pelaku industri furnitur dalam negeri. Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Abdul Sobur mengatakan, pasokan bahan baku untuk industri furnitur dan kerajinan berbahan baku rotan menurun 8-10 persen. ”Suplai bahan baku rotan terkendala dengan maraknya penyelundupan,” katanya di Jakarta, Rabu (30/8/2023). (Yoga)

Mendorong Hilirisasi ke Hilir

31 Aug 2023

Saat ini semakin masif industri hilirisasi yang mengolah sumber daya mineral menjadi beragam komoditas, industri berbasis nikel paling maju dibandingkan mineral lainnya disebabkan nikel Indonesia memiliki keunggulan komparatif paling tinggi di dunia sehingga banyak negara memburunya, apalagi kebutuhan nikel sangat tinggi di era transisi energi untuk kebutuhan baterai. Indonesia kini menjadi produsen nikel terbesar di dunia. Produksi nikel 2022 tak kurang dari 1,8 juta ton, dua puluh kali lebih besar dibanding sepuluh tahun lalu di 90.000 ton. Bahkan pengolahan bijih nikel sudah menjadi baja tahan karat, produksinya nomor dua di dunia setelah China. Sudah waktunya dipikirkan kebijakan pembatasan produksi nikel, dan fokus pada industri lebih ke hilir.

Hilirisasi tembaga dan aluminium masih berproses,dan akan segera terwujud. Timah berpotensi dijadikan paduan logam dan berbagai kegunaan. Ke depan banyak jenis logam yang akan diekstrak di dalam negeri karena kebutuhan industri strategis. Keterbatasan infrastruktur energi memperlambat  hilirisasi, terutama aluminium. Namun, tantangan masih besar, produk logam seperti feronikel, produk nikel lainnya, alumina, aluminium, dan tembaga yang dihasilkan saat ini masih merupakan bahan baku industri manufaktur. Mengalirkan produk logam ke hilir sangat dipicu oleh adanya kebutuhan di hilir. Artinya, industri strategis tersebut yang harus menarik industri logam ke hilir atau demand driven. Keterkaitan pertambangan dan industri manufaktur. Tantangan utama adalah mewujudkan keterkaitan sektor pertambangan dan industri manufaktur. Manakala industri manufaktur tidak siap, industri tambang, tidak ada jalan lain, harus mengekspor hasil olahan atau bahkan hasil tambangnya. (Yoga)


Optimisme Memacu Fungsi Intermediasi

31 Aug 2023

Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit baru pada kuartal II/2023 meningkat, yang tecermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 94,0%, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 63,7%. Pertumbuhan kredit baru tersebut terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit investasi yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, peningkatan permintaan kredit baru pada kuartal II/2023, relatif stabil. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru yang meningkat terjadi pada hampir seluruh jenis kredit. Hal tersebut terindikasi pada kredit modal kerja (SBT 89,5%) dan kredit konsumsi (SBT 85,3%). Sementara itu, kredit investasi (SBT 54,4%) terindikasi sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Kredit baru untuk seluruh jenis kredit konsumsi tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sementara itu, pada kuartal III/2023, kebijakan penyaluran kredit baru diproyeksikan tetap terjaga tumbuh positif, terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 86,3%. Secara sektoral, pertumbuhan penyaluran kredit baru terutama terjadi pada sektor konstruksi (SBT 82,2%), diikuti oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan (SBT 79,5%), dan sektor industri pengolahan (SBT 77,9%). Survei BI menyebut kebijakan penyaluran kredit diperkirakan lebih ketat, antara lain pada suku bunga kredit dan premi kredit berisiko. Selanjutnya, hasil survei menunjukkan responden tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit ke depan, di mana responden memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2023 sebesar 10,9% (YoY), tumbuh positif meski tidak setinggi realisasi pertumbuhan kredit pada 2022 sebesar 11,4% (YoY).

Agar Epicentrum of Growth Tak Jadi Slogan Semata

31 Aug 2023

JAKARTA,ID-Keketuaan Asean yang kini dipegang Indonesia berpeluang mengantarkan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara itu menjadi pusat pertumbuhan (epicentrum of growth) dunia yang berkelanjutan. Namun, itu akan menjadi pasti bila Pertemuan Pleno KTT Asean ke-43 di jakarta awal September nanti menghasilkan deklarasi yang bisa menjadi panduan bagi penyelesaian sejumlah tantangan seperti integrasi  yang tersendat dan berpengaruh atau peran global Asean yang masih minim. Terkait faktor-faktor pendorong bagi terwujudnya Asean sebagai spectrum of growth diantaranya adalah konektivitas kawasan yang telah terbangun. Jumlah penduduk negara-negara Asean yang mencapai 660 juta dengan pertumbuhan signifikan di kelas menengah, juga menjadi nilai lebih dari sisi pasar. Apalagi, Asean menjadi penghasil bahan baku, terutama critical minerals untuk bahan baku transisi  energi seperti nikel, bauksit, dan bijih besi yang kini banyak diburu pelaku industri. (Yetede)

Jokowi: Butuh Waktu dan Usaha Bersama Mengatasi Polusi Udara

31 Aug 2023

SEMARANG,ID-Untuk mengatasi polusi udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi membutuhkan waktu, dan hasilnya tidak bisa instan dirasakan. Butuh kerja keras dan usaha bersama untuk mengurangi polusi udara. hal ini ditegaskan Presiden Jokowi  usai meninjau sekolah menengah kejuruan negeri di Semarang, jawa tengah, Rabu (30/08/2023). "Ini memang perlu kerja total, kerja bersama-sama, tetapi memerlukan waktu, tidak bisa langsung. banyak yang akan kita kerjakan untuk menyelesaikan (masalah-red) ini, tetapi memang bertahap ya (prosesnya-red)," kata Presiden. Presiden mengatakan, pemerintah telah melakukan upaya modifikasi cuaca serta menggiatkan penanaman pohon dilingkungan perkantoran guna menurunkan polusi udara. Dalam upaya mengurangi polusi udara, lanjut Jokowi, pemerintah juga mengkaji pemberlakuan aturan bekerja bagi aparatur ASN, meningkatkan pengawasan terhadap pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap, dan melaksanakan uji emisi pada kendaraan bermotor. "Ya ini dibutuhkan usaha bersama. Semuanya harus melakukan, (termasuk melakukan) perpindahan dari (sarana-red) transportasi pribadi ke (sarana) trasnportasi publik dan massa." kata Jokowi. (Yetede)

Ancaman Tunggakan Paylater

31 Aug 2023

Tunggakan penggunaan paylater yang belum tuntas masih membayangi Hendri Saputra. Pemuda berusia 23 tahun itu masih ingat betapa menggiurkannya fitur "beli sekarang, bayar nanti" yang diiklankan di platform marketplace favoritnya itu. Tak seperti kartu kredit atau pinjaman perbankan, proses pengajuan paylater sangat mudah dan cepat, hanya membutuhkan KTP dan verifikasi online. Awalnya, dia mendapat limit rendah sebesar Rp 1 juta, sampai akhirnya terus meningkat cepat seiring dengan penggunaan fitur paylater yang kian intens. Dia banyak menggunakan paylater untuk membeli barang konsumtif, seperti produk fashion, elektronik, serta makanan dan minuman. Petaka pun mengintai ketika akhirnya penggunaan paylater tersebut melebihi kemampuan membayar pria yang baru satu tahun bekerja itu. “Waktu itu keranjingan belanja karena prosesnya sangat mudah dan cepat. Yang penting beli sekarang, mikir bayarnya nanti, sampai kemudian tagihan paylater yang masuk sudah lebih dari Rp 5 juta,” ujar dia kepada Tempo, kemarin, 30 Agustus 2023. (Yetede)

Berharap Banyak pada RUU Migas

31 Aug 2023

JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) belum menunjukkan kemajuan berarti. Padahal kondisi hulu migas Indonesia sudah kritis. Hingga kemarin, 30 Agustus 2023, RUU Migas masih dalam tahap pembahasan. Pada awal pekan ini, Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat mengundang sejumlah pihak untuk rapat dengar pendapat, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, SKK Migas, hingga Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas. Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Achmad Baidowi, hasil pembahasan tersebut akan dilanjutkan kembali di Komisi Energi dan Perindustrian.

Menurut Wakil Ketua Komisi Energi dan Perindustrian DPR Eddy Soeparno, pembahasan terus digeber. Sejumlah poin krusial mulai mengerucut, khususnya soal badan usaha khusus pengganti SKK Migas. "Kami menargetkan pembahasan RUU ini selesai sebelum akhir tahun," kata Eddy kepada Tempo, kemarin. Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Moshe Rizal masih belum menyerah berharap pada janji DPR RI setelah lebih dari satu dekade menanti revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 ini. "Seharusnya, dengan akan berakhirnya masa kepemimpinan, bisa menjadi pemicu DPR untuk meloloskan RUU Migas," kata dia. (Yetede)