;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10118 )

Merah Putih Fund Akselerasi Usaha Rintisan

05 Sep 2023

Sejumlah perusahaan modal ventura milik negara bersinergi membentuk Merah Putih Fund, yang pada putaran pendanaan pertama berhasil mengumpulkan investasi sebesar 300 juta USD. Merah Putih Fund bertujuan mempercepat pengembangan ekosistem usaha rintisan di Tanah Air. ”Setiap modal ventura milik BUMN perlu disinergikan. Tujuannya agar mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi ekosistem perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up dalam negeri. Suntikan investasi yang akan dilakukan oleh Merah Putih Fund bersifat akselerasi bagi start up yang sedang menuju status unicorn,” ujar Wakil Menteri BUMN Rosan Perkasa Roeslani, saat menghadiri acara Perjanjian Partisipasi Merah Putih Fund, Senin (4/9) di Jakarta.

Perjanjian Partisipasi Merah Putih Fund dilakukan oleh Mandiri Capital Indonesia (Bank Mandiri), MDI Ventures (Telkom), BRI Ventures (BRI), Telkomsel Mitra Inovasi (Telkomsel), dan BNI Ventures (BNI). Perjanjian partisipasi tersebut menandai peresmian Merah Putih Fund. Dari 300 juta USD dana investasi putaran pertama yang terkumpul, porsi yang paling besar berasal dari Telkom Grup. Rosan menekankan agar Merah PutihFund menjaga prinsip keterbukaan dan akuntabilitas selama proses penyuntikan dana kepada start up. Legalitas start up juga harus diutamakan. (Yoga)


Investasi Sektor Hiburan IKN Rp 20 Triliun

05 Sep 2023

Total investasi swasta di sektor hiburan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp 20 triliun. ”Ini mainly play, artinya entertainment, hotel, dan sebagainya, termasuk ruang terbuka hijau,” kata Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono dalam keterangan tertulis, Senin (4/9/2023). Sampai saat ini, Otorita IKN sudah menerima 270 minat investasi dalam dan luar negeri. (Yoga)

Ciptakan Usaha Beras yang Adil

05 Sep 2023

Dampak El Nino bukan satu-satunya tantangan sektor perberasan pada akhir dan awal tahun ini. Ada persoalan lain yang perlu dicari solusinya oleh pemerintah dan pemangku terkait, yakni perlunya keadilan usaha perberasan dan harga beras. Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja Kemendag dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen di Jakarta, Senin (4/9). Menurut anggota Komisi VI DPR Ananta Wahana, kehadiran korporasi besar memang menguntungkan petani karena mampu membeli gabah dengan harga tinggi. Namun, hal itu dapat mematikan penggilingan-penggilingan padi kecil. Di Serang, Banten, misalnya, sudah banyak penggilingan padi kecil yang berhenti beroperasi karena kalah bersaing mendapatkan gabah. Penutupan itu juga menyebabkan pengangguran. Rerata penggilingan kecil itu memiliki 10 pekerja. 

Di sisi lain, pembelian gabah dengan harga tinggi mendongkrak harga beras. Konsumen, khususnya masyarakat bawah, terbebani. ”Pemerintah diharapkan mencari solusi ini agar petani tetap untung, penggilingan padi kecil tidak mati dan bisa mempertahankan pekerja, serta konsumen tidak terbebani kenaikan harga beras,” ujarnya. Kekeringan akibat El Nino dapat menggerus produksi serta mengerek harga gabah dan beras.  Kementan memperkirakan, dampak El Nino sedang dapat menyebabkan produksi beras berkurang 380.000 ton. Namun, jika yang terjadi El Nino kuat, produksi beras yang hilang bisa mencapai 1,2 juta ton. (Yoga)


PELUANG KOLABORASI PEBISNIS ASEAN

05 Sep 2023

Rangkaian pertemuan antar pelaku bisnis kawasan Asia Tenggara sejak Minggu (3/9) hingga Senin (4/9), dalam forum Asean Business & Investment Summit (ABIS) 2023 kian menyulut optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Pasalnya, forum tersebut turut membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih besar di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, kawasan tersebut sejauh ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang pesat pasca hantaman pandemi. Geliat ekonomi Asean juga diharapkan bakal terakselerasi dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar hari ini, Selasa (5/9), di Jakarta. Ajang tersebut menjadi momentum bagi yurisdiksi di kawasan ini untuk merapatkan barisan guna meningkatkan soliditas serta memantik deru ekonomi lebih kencang. Dalam satu dekade terakhir, perekonomian kawasan berhasil tumbuh rata-rata di kisaran 4%-5%, mempertahankan posisi sebagai eksportir terbesar keempat di dunia, dan pada tahun lalu menjadi tujuan investasi asing langsung terbesar kedua sejagat. Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid menegaskan, kesuksesan Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) yang masuk dalam rangkaian KTT Asean, membuat posisi Indonesia makin kuat. Sebagaimana diketahui Asean-BAC membawa lima proyek strategis yang melibatkan pemerintah hingga sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara-negara Asean. Kelima proyek tersebut berkenaan dengan digital transformation, sustainable development, health resilience, food security, serta trade & investment facilitation. Dia berharap forum ABIS dapat memfasilitasi pertukaran ide dan perspektif dalam upaya kolaborasi strategis Asean. Kemarin, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pemimpin negara Asean, serta petinggi organisasi penting dunia seperti World Bank, International Monetary Fund (IMF) dan World Economic Forum. Pertumbuhan ekonomi Asean menjadi bahasan dalam berbagai pertemuan itu. Managing Director IMF Kristalina Geor­gieva menyoroti kondisi ekonomi dunia yang masih dalam keadaan tidak dapat diprediksi. Namun, dia menilai Asean merupakan salah satu bright spot di tengah situasi dunia yang tidak pasti. Dalam forum yang sama, Generasi ketiga Salim Group yang kini menduduki posisi sebagai Direktur PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA), Axton Salim menyatakan besarnya potensi pasar keuangan digital Indonesia dapat mendukung perekonomian kawasan Asean.

Selangkah Memimpin Blok Ekonomi Digital

05 Sep 2023

Indonesia diproyeksikan bakal mulai menikmati bonus demografi pada 2030 dan mencapai Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Saat menyampaikan pidato tentang Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 16 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus dapat memanfaatkan dua peluang untuk dapat mencapai Indonesia Emas 2045. Dua peluang besar tersebut adalah bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-an dan tingginya kepercayaan internasional terhadap Indonesia. Bonus demografi yang akan mencapai puncak pada dekade 2030 adalah peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045 karena 68% penduduk berusia usia produktif, yang menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional kita. Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan penduduk sebuah negara pada usia produktif yaitu berkisar antara 16 hingga 65 tahun. Peningkatan tersebut biasanya diikuti pula dengan menurunnya angka kelahiran serta kematian. Sebut saja Presidensi G20, keketuaan Indonesia di Asean hingga proyeksi sejumlah lembaga multilateral, salah satunya Bank Dunia, yang menyebut sejumlah negara-negara berkembang Asia seperti India, China, hingga Indonesia akan tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju. Capaian-capaian RI di tengah krisis akibat pandemi dalam tiga tahun terakhir terbukti telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia dalam peta percaturan dunia. Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut Indonesia sebagai middle power di Asia dengan pengaruh diplomatik yang terus meningkat tajam. Indonesia juga disebut termasuk satu dari enam negara di Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power. Ekonomi digital sendiri diangkat sebagai salah satu pilar strategis Keketuaan Asean Indonesia pada 2023 untuk dapat mengakselerasi transformasi digital yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan digital di kawasan. Sebagai catatan, Indonesia sudah menjadi salah satu pemain utama digital di Asia Tenggara karena 40% dari nilai total transaksi ekonomi digital Asean berasal dari Indonesia, negara dengan jumlah startup terbesar keenam di dunia dengan lebih dari 2.400 startup dan penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 76,8%.

KTT KE-43 ASEAN : RI Optimalkan Konektivitas Digital ASEAN

05 Sep 2023

Indonesia yang memimpin ASEAN pada 2023 berada di garis depan untuk mengoptimalkan konektivitas digital di kawasan yang tengah mengalami gelombang digitalisasi dengan potensi ekonomi sektor e-commerce mencapai US$130 miliar. Dengan pengguna internet mencapai 460 juta – dengan tambahan 100 juta peng guna dalam tiga tahun terakhir – kawasan ini mem posisikan dirinya sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital. ASEAN juga di proyeksikan menjadi salah satu ekonomi digital regional dengan pertumbuhan tercepat.Karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan, sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia memegang peran penting dalam mengoptimalkan konektivitas digital untuk seluruh negara ASEAN. “Seiring tren dan potensi digitalisasi, Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi agenda transformasi digital nasional, termasuk memperkuat konektivitas digital, khususnya melalui Keketuaan ASEAN tahun 2023,” ujarnya dalam Seminar Konektivitas Digital ASEAN untuk Memperkuat Epicentrum of Growth untuk Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lemhannas belum lama ini. Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023, menjadi momentum untuk menjawab tantangan kesenjangan digital di kawasan Asia Tenggara. Menteri Budi menjelaskan sebagai Ketua ASEAN di sektor digital, Indonesia me ngusung isu-isu terkini dalam pencapaian Komunitas Digital ASEAN 2040.“Kami mengangkat isu kesenjangan digital dengan mengedepankan program pemerintah seperti Palapa Ring, dan program pengembangan SDM digital, serta, isu pelindungan data pribadi sesuai dengan UU PDP [Pelindungan Data Pribadi],” ujarnya. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kominfo Mira Tayyiba mengatakan Indonesia mengajak negara ASEAN mengembangkan ekosistem digital untuk kepentingan semua negara anggota agar menjadi contoh di tingkat global.Sebagai Ketua ASEAN Telecommunication Regulators’ Council (ATRC) ke-19, Mira Tayyiba menyatakan kawasan ASEAN kini menjadi sebuah ekosistem inovasi. Penerapan kota pintar hingga teknologi pertanian mutakhir untuk memberdayakan petani menjadi bukti nyata sektor digital menggerakan pertumbuhan kawasan.

PENGENDALIAN INFLASI SUMSEL : Peningkatan Tarif Transportasi Diwaspadai

05 Sep 2023

Tim pengendali inflasi daerah (TPID) di Sumatra Selatan dinilai patut mewaspadai peningkatan tarif transportasi dalam upaya mengendalikan laju inflasi di wilayah tersebut. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, M Latif, mengatakan kewaspadaan menjadi keharusan kendati provinsi tersebut pada Agustus 2023 mengalami deflasi sebesar 0,04% secara bulanan (month-to-month). Pasalnya, jelas dia, kenaikan tarif sejumlah moda transportasi bisa menjadi ancaman. Pihaknya juga memperkirakan akan ada peningkatan pada tarif udara dan angkutan antarkota bertepatan dengan momen libur Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir September 2023. Meski demikian, kata Latif, inflasi di Bumi Sriwijaya juga diprediksi akan tertahan oleh periode panen raya padi, yang akan terjadi pada bulan ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel melaporkan pada Agustus 2023 terjadi inflasi 3,19% secara tahunan (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,68. Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto memerinci inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Menurutnya, kelompok transportasi menjadi kontributor terbesar.

GERAK-GERIK BRICS

04 Sep 2023

Kekuatan BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan memiliki tambahan kekuatan baru mulai awal tahun depan. Sebanyak enam negara memastikan bergabung dalam poros tersebut. Indonesia yang sempat disebut menjadi salah satu negara kawasan Asean yang akan bergabung ke BRICS, urung melakukannya. Adanya berbagai kerja sama strategis yang dalam proses pembahasan dengan sejumlah negara, menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Dari BRICS, Indonesia punya modal berharga karena napas KTT Asia Afrika di Bandung pada 1955 berhasil digelorakan. Sebuah seruan antarbangsa negara-negara Asia dan Afrika yang ingin menghadirkan terciptanya keadilan. Semangat dari Afrika Selatan yang diharapkan menular dalam pertemuan puncak pemimpin kawasan Asia Tenggara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean yang akan berlangsung di Jakarta pekan ini. Pertemuan yang dihadiri mitra dagang penting Asean itu, harapannya menghadirkan energi baru dalam kerja sama antarnegara di berbagai kawasan.

Memacu Kolaborasi Antarnegara

04 Sep 2023

Dinamika global yang begitu tinggi diiringi tantangan dari perang dan konflik saat ini telah menyebabkan tragedi kemanusiaan, krisis pangan menyebabkan puluhan juta orang jatuh miskin, dan ancaman perubahan iklim yang mengintai umat manusia. Semua krisis global tersebut tidak akan terselesaikan apabila negara-negara bekerja sendiri atau dilakukan oleh sekelompok negara saja. Dibutuhkan solidaritas dan kerja sama antarnegara. Itulah yang menjadi perhatian pemerintah kita, sekaligus termasuk dalam pesan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada 24 Agustus 2023. BRICS merupakan aktor hubungan internasional baru dengan anggota utama Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Poros baru ini mewakili sekitar 40% dari total penduduk dunia. Adapun dari sisi ekonomi, lima negara itu mewakili sekitar 26% dari total gross domestic product (GDP) global. Kekuatan BRICS bertambah menyusul bergabungnya Arab Saudi, Argentina, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab mulai 1 Januari 2024. Keberadaan BRICS merupakan sebuah upaya untuk menciptakan sebuah tatanan dunia alternatif, yang lebih bersimpati kepada negara-negara berkembang, dibandingkan dengan negara-negara maju. Dominasi negara-negara maju dalam tataran ekonomi global memang begitu kuat. Namun, poros baru seperti BRICS menawarkan kerja sama menguntungkan yang lepas dari kekangan negara maju. Ambil contoh kerja sama dua negara calon anggota BRICS yaitu India dan Uni Emirat Arab. Transaksi minyak kedua negara yang menggunakan mata uang rupee menandai upaya setiap negara mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Sebagai organisasi, beberapa pengamat menilai BRICS masih belum matang dan menghadapi persoalan institusional. Belum lagi, sejumlah negara inti BRICS memiliki hubungan yang kurang akur seperti India dan China. Tren alih mitra dagang atau friendshoring yang makin massif dari negara-negara maju, terutama para pemegang kendali kekuatan ekonomi lama, seperti AS, Eropa, dan Jepang secara tidak langsung membuat pengaruh BRICS menguat. Indonesia sejatinya sempat diisukan akan bergabung dengan BRICS. Bahkan, jelang KTT Afsel berakhir, pemerintah sempat mempertimbangkan sikap untuk segera bergabung. Namun, rencana itu dibatalkan. Alasannya, Pemerintah Indonesia dalam posisi sedang melakukan pembahasan perjanjian kerja sama perdagangan dengan beberapa negara, bahkan termasuk sejumlah perubahan perjanjian. Keputusan Pemerintah Indonesia tersebut dapat dimaklumi karena negara kita harus berhati-hati mengambil banyak peluang tanpa terkekang dengan satu poros hubungan internasional. Indonesia dan Asean sebenarnya berada dalam posisi unik karena dianggap tetap netral.

Anomali Defisit Transaksi Berjalan

04 Sep 2023

Dari sekian banyak dampak buruk pagebluk virus Corona terhadap perekonomian Indonesia, defisit transaksi berjalan bukanlah salah satu di antaranya. Sebaliknya, kondisi pandemi justru mendorong neraca transaksi berjalan yang sebelumnya hampir selalu defisit, menjadi surplus. Sebelum pandemi, setiap tahunnya Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan hingga lebih dari US$30 miliar. Namun, sejak paruh kedua 2020 hingga awal 2023, transaksi berjalan mengalami surplus bahkan mencapai lebih dari US$12,6 miliar pada 2022. Anomali ini tentu sangat menarik. Apalagi, dua pembentuk utama transaksi berjalan yakni neraca perdagangan jasa dan neraca pendapatan, sebenarnya justru mengalami defisit yang makin lebar. Defisit jasa pada 2022 bahkan menembus US$20 miliar atau tiga kali lipat defisit prapandemi, sebagai efek anjloknya kunjungan wisatawan asing karena penyebaran virus Corona. Sayangnya, kondisi ini tidak bertahan lama. Pada kuartal kedua tahun ini, sejalan dengan terus melemahnya harga komoditas, neraca transaksi berjalan pun kembali jatuh defisit. Anomali nan menarik itu pun menjadi sebuah ironi. Ketika kondisi perekonomian membaik, performa neraca transaksi berjalan justru memburuk. Selain ketergantungan terhadap ekspor komoditas yang masih relatif besar, anomali transaksi berjalan ini juga disebabkan oleh belum mampunya pemerintah mengatasi defisit pendapatan primer dan defisit jasa yang sudah terjadi berpuluh-puluh tahun. Meredam defisit pada pendapatan primer memang merupakan bagian yang paling sukar. Memang Indonesia bukan satu-satunya yang langganan defisit pada jasa transportasi ini. Banyak negara berkembang lain juga menghadapi masalah yang sama. Akan tetapi, sejumlah negara tetangga terbukti mampu mengembangkan sektor jasa andalan yang dapat meredam defisit jasa transportasi yang mereka alami, sehingga neraca perdagangan jasa mereka pun berhasil surplus. Sebut saja, Thailand dengan sektor pariwisata yang menjadi andalannya, atau Filipina yang memiliki tenaga kerja terampil dalam jasa telekomunikasi lintas negara dan berbagai jasa bisnis lainnya. Transformasi ekonomi yang tengah digalakkan oleh pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada dasarnya sangat berkaitan erat dengan perbaikan kinerja transaksi berjalan. Dari sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menekan defisit transaksi berjalan, tulisan singkat ini menekankan pada sektor-sektor jasa yang menjadi kunci, yakni pariwisata dan jasa transportasi laut.