Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )WAJAH BARU PARIWISATA TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
Setelah lebih dari dua tahun ditutup akibat pandemi Covid- 19,
Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, kembali dibuka
untuk umum. Pariwisata TNWK kali ini mengedepankan kesejahteraan satwa, pemberdayaan
masyarakat, dan keberlanjutan. Adila Zakia (10) mengelus belalai gajah dengan
lembut di area Pusat Latihan Gajah, TNWK, Kamis (18/1/). Ia lantas memandikan
seekor gajah jinak dengan selang air, didampingi sang pawang. Adila yang datang
jauh-jauh dari Riau mengaku senang bisaberkunjung ke TNWK dan melihat
gajah-gajah jinak di sana. Sang ayah, Sunu Istiqomah Danu (47), mengatakan,
keluarganya sengaja berwisata ke TNWK untuk melihat gajah-gajah jinak yang
dipelihara di taman nasional tersebut.
Ia penasaran mendengar kabar TNWK buka dengan konsep baru.
”Kami kebetulan sedang pulang kampung ke Lampung. Kami ke sini karena ingin
mengenalkan anak-anak dengan alam,” kata Sunu. Sunu dan keluarganya membeli
beberapa paket wisata di TNWK, seperti memandikan gajah seharga Rp 150.000 per orang
dan paket berfoto dengan gajah Rp 20.000 per orang. Selain itu, wisatawan juga
membayar tiket masuk ke dalam TNWK Rp 5.000 per orang. Sunu senang bisa
mengajak anaknya berwisata ke TNWK. Meski begitu, ia merasa fasilitas yang
disediakan di TNWK masih terbatas, antara lain, tempat bersantai untuk
wisatawan masih terbatas. Ia berharap, pengelola TNWK bisa meningkatkan sarana
dan prasarana agar wisatawan lebih nyaman.
Selain itu, pengalaman yang ditawarkan dalam konsep baru wisata
alam TNWK juga dinilai masih terbatas. Pengelola perlu menyiapkan pengalaman
yang lebih seru untuk wisatawan. Annisa Putri (23), wisatawan asal Lampung
mengatakan ”Sekarang sudah enggak kayak dulu, kita bisa lihat gajah main sirkus
dan atraksi. Sekarang hanya bisa berfoto dengan gajah atau memandikan gajah,”
ucapnya.Ia sebenarnya berharap bisa menaiki gajah jinak yang ada di TNWK.
Namun, ternyata hal itu sudah tidak diperbolehkan karena dianggap tidak
memperhatikan kesejahteraan satwa.
Rudi Hartono (35) warga Desa Labuhan Ratu IX, yang juga
pelaku usaha jasa wisata, mengatakan, dengan konsep baru tersebut, tarif wisata
di TNWK menjadi lebih mahal. Ia mengaku kesulitan menawarkan paket wisata
kepada para agen travel. ”Kalau dulu paket wisata TNWK bisa saya jual Rp 90.000
per orang, sudah termasuk kendaraan, tour guide, makan dan minum, serta paket
wisata berkeliling satu hari di TNWK dan desa penyangga. Kalau sekarang, kita
tawarkan di harga Rp 150.000-Rp 190.000 per orang, tapi belum deal semua, masih
banyak yang pikir-pikir,” kata Rudi. Sukatmoko, Humas TNWK mengatakan, konsep baru
wisata alam di TNWK dilakukan dengan mengintegrasikan wisata desa yang dikelola
oleh masyarakat. Desa-desa penyangga yang ada di sekitar TNWK dilibatkan untuk
menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata di TNWK. (Yoga)
DANA DESA DAN ARAH PEMBANGUNAN DESA CAPRES-CAWAPRES 2024
Arah pembangunan desa yang diusung ketiga pasangan capres-cawapres
2024 dalam forum debat capres-cawapres keempat pada Minggu (21/1/2024) masih
belum banyak berubah dari apa yang telah berjalan. Program peningkatan dan optimalisasi
dana desa masih menjadi unggulan ketiga paslon yang sepakat bahwa kedua hal tersebut
dibutuhkan untuk menuju kemandirian desa dalam jangka panjang. Mengangkat tema
Pembangunan Ber-kelanjutan; Lingkungan Hidup; Energi dan Sumber Daya Alam; Pangan;
Agraria; Masyarakat Adat; dan Desa; debat yang diikuti oleh para cawapres itu memberikan
kesempatan ketiga peserta untuk menyampaikan pandangannya tentang persoalan
wilayah desa, dimana ketiganya sama-sama menonjolkan desa sebagai akar dari
pembangunan Indonesia, selaras dengan visi-misi yang diusung ketiga paslon dalam
Pemilu 2024.
Cawapres no 1 Muhaimin Iskandar menjawab pembangunan yang
berakar dari desa harus diteruskan. Menurut dia, selama ini paradigma
pembangunan dari desa sudah berjalan seiring bertambahnya dana desa yang diberikan
pemerintah. Dengan keberhasilan itu, menambahkan dana desa untuk membangun desa
tidak hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga perekonomian dapat mempercepat
kemajuan dan kesejahteraan desa. Maka, nantinya ia akan meningkatkan dana desa
menjadi Rp 5 miliar setiap desa yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi
dan kesejahteraan desa.
Gibran Rakabuming Raka, Cawapres no 2 berpendapat, penting
untuk menumbuhkan rasa kepemilikan warga desa pada desanya terlebih dahulu,
yang diwujudkan melalui program pembangunan yang melibatkan warga desa. Ia mencontohkan
keberhasilan salah satu desa di Mojokerto yang mengusung konsep crowdfunding
untuk membangun desa wisata. Mahfud MD, Cawapres no 3 menambahkan contoh pemba-ngunan
desa yang berhasil di Daerah Istimewa Yogyakarta di mana pemerintah desa dan
warganya sukses mengelola koperasi, irigasi, dan UMKM desanya, karena desa
dengan kewenangannya mampu mengoptimal-kan sumber daya dan kearifan lokal yang
ada sehingga bermanfaat banyak. Sementara di daerah-daerah lain, negara masih
terlalu mengintervensi pembangunan desa sehingga potensi-potensi lokal kurang
dikembangkan. (Yoga)
Risiko Korupsi Meningkat
Risiko korupsi di Indonesia meningkat menyusul turunnya
integritas lembaga pemerintahan, baik pusat maupun daerah, pada 2023. Selain
sistem pengadaan barang dan jasa, penyebab fundamental turunnya integritas lembaga
pemerintahan di antaranya adalah tingginya ongkos pemilihan umum dan pemilihan
kepala daerah serta lemahnya sistem pendanaan partai politik. KPK, Jumat (26/1)
merilis, Indeks Integritas Nasional 2023 berada di angka 70,97 atau dibulatkan
menjadi 71. Angka tersebut didapat dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI)
2023 terhadap 508 pemkab / kota, 38 pemeprov, serta 93 kementerian / lembaga. Angka
tersebut tidak hanya di bawah target integritas nasional, yakni 74, tetapi juga
turun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2022, Indeks Integritas
Nasional berada di angka 71,94 dan 2021 di angka 72,43.
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengatakan, hasil SPI 2023
menunjukkan tren penurunan Indeks Integritas nasional. Hal ini, secara
sederhana, bisa diartikan risiko korupsi di lembaga pemerintahan semakin
tinggi. ”Fakta bahwa Indeks Integritas Nasional secara umum cenderung turun
mengindikasikan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sistem
tata kelola, regulasi, dan komitmen yang harus diperbaiki,” kata Johanis saat
peluncuran hasil survei SPI di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/1). Johanis
mengungkapkan, ada sejumlah persoalan fundamental yang menyebabkan turunnya
Indeks Integritas Nasional selama tiga tahun terakhir. Salah satunya adalah
tingginya ongkos politik, baik untuk pemilu maupun pemilihan kepala daerah (pilkada).
Kondisi itu diperparah dengan lemahnya pendanaan partai politik. (Yoga)
Pengusaha Tempuh Jucicial Review Aturan Pajak Hiburan
Sebatik Miliki Dermaga Khusus
GAIRAH WARGA MANFAATKAN RUANG HIJAU DI MATARAM
Ruang terbuka hijau di Kota Mataram, NTB, kian menarik dan
menumbuhkan gairah positif warga untuk memanfaatkannya. Tidak hanya menjalankan
fungsi ekologis, ruang terbuka hijau yang terus dibenahi juga menjadi tempat
rekreasi dan edukasi, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Senin (5/1) pukul
11.30, Roni Irawan (28) dan putranya, Respan (4,5) nyaman bermain di kawasan
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Mataram, NTB, di
bawah deretan pepohonan rindang. Respan antusias mencoba alat bermain anak di
sana, mulai dari jungkat-jungkit, terowongan drum yang digandeng dengan dua
peluncur, hingga ayunan, diawasi Roni. Menurut Roni, keberadaan taman penting,
apalagi dilengkapi fasilitas bermain anak yang sulit ditemukan di tempat lain
selain sekolah, apalagi di Selagalas, fasilitas itu gratis.
Selain Selagalas, ada pula Taman Udayana di sisi utara kota,
Taman Sangkareang dan Taman Mayura di tengah, RTH Pagutan di selatan, serta
Taman Bawak Kokok Ampenan di sisi barat kota. Taman-taman kota itu tidak pernah
sepi pengunjung. Sepanjang hari selalu ada warga yang datang, baik pagi, siang,
sore, ataupun malam. Baik pada hari biasa maupun pada akhir pekan. Taman
Udayana merupakan RTH terbesar di Kota Mataram dengan luas 6,3 hektar. ”Saya
dulu sering ke Udayana, tetapi sejak Covid-19 sudah hampir tidak lagi. Sekarang
ke sini lagi, bersama anak-anak. Apalagi ada destinasi baru,” kata Elita
Nurmayana (36), warga Selaparang. Destinasi baru yang dimaksud Elita adalah
Destinasi Wisata Teras Udayana yang belum lama diresmikan Pemkot Mataram.
Tidak hanya Elita, warga lain juga penasaran untuk melihat Teras
Udayana. Setelah puas berfoto di area amfiteater, mereka bersantai di pinggir
kolam air mancur. Beberapa warga lain memilih duduk di bangku-bangku panjang di
bawah pohon sambal menyantap kuliner yang dijual pedagang kaki lima di sana.
Saat hari beranjak sore, semakin banyak orang datang. Keberadaan ruang terbuka hijau
turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Di sana tersedia area bagi pedagang kaki
lima (PKL) untuk berjualan. Di Taman Udayana, misalnya, ada Diana (50) asal
Ampenan, yang sehari-hari berjualan siomay bersama suaminya. Saat ni omzetnya
Rp 500.000-Rp 600.000 per hari. ”Alhamdulillah. Semoga penataan Taman Udayana
terus dilakukan sehingga semakin ramai lagi,” kata Diana.
Pedagang di Taman Selagalas juga turut mendapat keuntungan
dari kunjungan warga ke taman tersebut. Hendi (36), warga Sayang-Sayang,
Cakranegara, mengatakan, setiap hari istrinya mendapat keuntungan Rp 70.000-Rp
80.000 dari jualan kelontong. Namun, khusus di akhir pekan seperti Sabtu-Minggu,
penghasilannya bisa di atas Rp 100.000. Menurut Nyoman, dampak itu yang juga
diharapkan pemerintah kota hadir dari penyediaan RTH, di samping manfaat lain
seperti sebagai ruang rekreasi, edukasi, dan fungsi ekologis untuk udara yang lebih
bersih dan hijau. Oleh karena itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana juga
berkomitmen RTH harus tetap dipertahankan sesuai dengan regulasi. (Yoga)
Darius Don Boruk Mengabdi untuk Warga Desa
Sejak muda Darius Don Boruk terbiasa dengan pemberdayaan
masyarakat dan pembelaan terhadap hak-hak petani kecil. Semangat itu makin
berkobar ketika dia menjadi kepala desa. Kini dia total mengabdi untuk
kesejahteraan warga desa. Di tengah gelap malam, Don, sapaan akrab Darius Don
Boruk, mendatangi satu per satu rumah penduduk yang menampung pengungsi korban
erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Ia ingin memastikan, setiap pengungsi yang
tinggal di desanya terlayani dengan baik. Desa itu bernama Boru Kedang, di
Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, NTT, 9 km dari puncak Gunung Lewotobi
Laki-laki yang mengalami erupsi sejak 23 Desember 2023 hingga Kamis
(25/1/2024). Boru Kedang berada dalam zona aman, jauh dari ancaman erupsi. ”Saya
imbau untuk siapkan tempat tidur dan beri makan pengungsi. Kalau ada masyarakat
yang kekurangan makanan, laporkan kepada saya. Saya gerakkan orang untuk ambil
makan di kebun,” tuturnya.
Pengabdian total kepada masyarakat yang melekat dalam napas
hidup Don tidak kendur sedikit pun hingga usianya kini 56 tahun. Sejak muda, ia
sudah terlibat mengorganisasi masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tanah yang
diambil negara. Ia juga mengorganisasi petani melawan tengkulak. Tahun 1994,
Don membentuk kelompok tani di Kecamatan Wulanggitang dengan jumlah petani 1.500
orang, sebagai perlawanan terhadap para tengkulak yang bertahun-tahun menggerus
pendapatan petani. Tengkulak yang menguasai akses modal dan pasar mempermainkan
harga kakao, komoditas unggulan petani di daerah itu. Kondisi ini membuat
petani kaya dengan komoditas, tetapi hidupnya tetap miskin. Don bersama tim mendampingi
petani mulai dari proses penanaman hingga pascaproduksi, lalu menjembatani
petani dengan pembeli di Maumere, Kabupaten Sikka, 70 km barat Wulanggitang.
Untuk membantu petani yang membutuhkan uang sebelum panen tiba, mereka
mengarahkan ke koperasi.
Selama memimpin sebagai Kepala Desa, ia memprioritaskan
pendidikan anak-anak kurang mampu. Setiap tahun ia mengalokasikan anggaran Rp
100 juta bagi 20 orang yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Angka
tersebut setara 12,5 % alokasi dana desa yang berkisar Rp 800 juta setiap
tahun. Para penerima diikat dengan perjanjian, yakni harus kuliah tepat waktu.
Jika drop out, penerima wajib mengembalikan dana yang sudah diterima. Bagi penerima
yang menikah saat masih dalam masa studi, hak untuk menerima beasiswa mulai tahun
selanjutnya akan dicabut. Setelah lulus, mereka boleh bekerja di mana saja.
Selama kepemimpinan Don pada 2014-2020, sekitar 30 orang berhasil meraih gelar
sarjana dan kini sudah bekerja di sejumlah instansi pemerintahan ataupun
perusahaan swasta. (Yoga)
Mahal, Biaya Penempatan Pekerja Migran
HILIRISASI NIKEL, Diributkan Elite, Dikeluhkan Warga
Aktivitas pertambangan nikel yang masif di Halmahera Timur,
Maluku diduga memicu pencemaran lingkungan yang berdampak pada menurunnya
kualitas hidup warga lokal. Video viral yang direkam pada Senin (25/12/2023) menunjukkan
hamparan laut Halmahera Timur berubah warna menjadi kuning kecoklatan. Air laut
yang tercemar itu tampak meluas hingga ke perairan pulau-pulau kecil di
sekitar. Pencemaran diduga akibat kerukan tambang nikel. Dampaknya, warga
setempat yang bermata pencarian nelayan tidak bisa melaut dan menangkap ikan
untuk konsumsi sehari-hari serta dijual. Kondisi itu juga diulas dalam Laporan
Climate Right International (CRI), ”Nickel Unearthed: The Human and Climate
Costs of Indonesia’s Nickel Industry” yang dirilis 17 Januari 2024. Laporan itu
menyebutkan, aktivitas industri nikel raksasa serta pertambangan nikel lainnya
di Maluku Utara telah menyebabkan deforestasi serta pencemaran air dan udara
yang mengganggu kualitas hidup penduduk lokal.
Wilman (27), warga setempat, menuturkan, sumber air bersih
warga di Wawonii telah digunakan selama puluhan tahun. Namun, baru kali ini
mata air itu bercampur lumpur, utamanya saat pertambangan terus beraktivitas
membuka lahan dan membangun jalan tambang. ”Kalau bercampur lumpur begini, kita
sudah tidak bisa apa-apa,” katanya (Kompas, 29/5/2023). Saat warga kesulitan
hidup akibat aktivitas tambang nikel, ribuan kilometer dari Maluku dan
Sulawesi, para elite politik dan pejabat di Jakarta sibuk berdebat dan saling sindir
tentang kebijakan hilirisasi nikel menjelang Pemilihan Umum 2024. Kegaduhan
soal nikel ini muncul pascadebat cawapres, pekan lalu, saat cawapres nomor urut
02, Gibran Rakabuming Raka, berkali-kali menyentil nama mantan Kepala BKPM
Thomas Lembong. Sebelumnya, Lembong menyebut hilirisasi nikel yang merupakan
kebijakan andalan pemerintahan Jokowi telah menghancurkan harga nikel dunia.
Akibat hilirisasi yang dilakukan RI, stok nikel dunia surplus besar dan membuat
harga nikel di pasar global turun 30 % dalam satu tahun terakhir. (Yoga)
Dunia Usaha Akan Lebih Aktif Rekrut Karyawan
Sebanyak 45 % dari 1.180 orang perekrutan profesional yang
disurvei penyedia laman lowongan kerja Jobstreet by Seek meyakini aktivitas
perekrutan tenaga kerja pada paruh pertama 2024 lebih aktif dibandingkan tahun
sebelumnya. Perusahaan skala kecil dan menengah memimpin rencana perekrutan
pegawai tetap dan kontrak pada semester I-2024. ”Kepercayaan terhadap pasar
tenaga kerja masih tinggi. Iklim ekonomi di Indonesia dipandang masih
menjanjikan,” ujar Country Marketing Manager Jobstreet by Seek untuk Indonesia,
Sawitri, saat peluncuran laporan survei Rekrutmen, Kompensasi, dan Manfaat
2024, Kamis (25/1) di Jakarta. Survei Jobstreet by Seek dilakukan pada
September 2023. Jumlah responden yang mencapai 1.180 orang perekrutan profesional
itu datang dari perusahaan besar atau mempunyai 100 karyawan lebih (49 %), perusahaan
skala menengah atau memiliki 51-99 karyawan (16 %), dan perusahaan kecil atau
memiliki karyawan hingga 50 orang (35 %).
Latar belakang perusahaan responden beragam, dari manufaktur;
teknologi informasi, listrik, elektronik, dan telekomunikasi; serta ritel dan perdagangan.
Dilihat dari latar belakang sektornya, Sawitri menyebutkan, perusahaan yang
akan aktif merekrut berasal dari makanan dan minuman; manufaktur; ritel dan
penjualan; serta teknologi. Ada beberapa fungsi bidang pekerjaan yang tren jumlah
perekrutannya berkurang ataupun bertambah karena perusahaan selalu berusaha menyesuaikan
bisnis. ”Perekonomian Indonesia yang masih dipandang positif membuat sejumlah
perusahaan ingin bertumbuh pada 2024.
Jika ingin bertumbuh, perusahaan harus mempunyai aset sumber daya manusia,”
kata Sawitri. Sales Director Jobstreet by Seek untuk Indonesia, Wisnu Dharmawan,
mengatakan, jika pada paruh I-2024 terdapat 45 % yang percaya aktivitas
perekrutan lebih aktif, maka pada paruh II-2024 terdapat 44 % dari total
responden yang meyakini perekrutan lebih aktif. Ini berarti ada konsistensi kepercayaan
terhadap perekrutan yang lebih baik. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









