;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Pengusaha Tempuh Jucicial Review Aturan Pajak Hiburan

27 Jan 2024
Kebijakan pemerintah yang menerapkan pajak hiburan di kisaran 40-70% terhadap diskotek, kelab malam, karaoke, bar, dan mandi uap/spa, dikhawatrikan akan mematikan kelangsungan  laju usaha pada lima sektor tersebut. Dengan adanya pemberlakuan, karena ada 20 juta karyawan padat karya yang bekerja di bisnis pariwisata akan mengalami  pengusaha  pemutusan hubungan kerja (PHK). Berkaitan itu, pelaku usaha sedang melakukan (judicial review) terhadap Pasal 58 Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam Pasal 58 disebutkan bahwa tarif  Pajak Barang Jasa (PBJT) atas jasa hiburan pada diskotek, karaoke, klab malam, bar, mandi uap/spa ditetapkan paling rendah 40% dan paling tinggi 75%.. (Yetede)

Sebatik Miliki Dermaga Khusus

26 Jan 2024
Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini memiliki dermaga terminal khusus untuk material bangunan. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, Kamis (25/1/2024), mengatakan, dermaga tersebut diresmikan pada 18 Januari 2024. Dermaga itu beroperasi dengan penyesuaian izin komersial atau operasional terminal khusus yang melayani perdagangan besar, seperti semen, kapur, pasir, dan batu. Dengan adanya Terminal itu menekan harga bahan bangunan sampai 10 persen dari harga sebelumnya. (Yoga)

GAIRAH WARGA MANFAATKAN RUANG HIJAU DI MATARAM

26 Jan 2024

Ruang terbuka hijau di Kota Mataram, NTB, kian menarik dan menumbuhkan gairah positif warga untuk memanfaatkannya. Tidak hanya menjalankan fungsi ekologis, ruang terbuka hijau yang terus dibenahi juga menjadi tempat rekreasi dan edukasi, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Senin (5/1) pukul 11.30, Roni Irawan (28) dan putranya, Respan (4,5) nyaman bermain di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Mataram, NTB, di bawah deretan pepohonan rindang. Respan antusias mencoba alat bermain anak di sana, mulai dari jungkat-jungkit, terowongan drum yang digandeng dengan dua peluncur, hingga ayunan, diawasi Roni. Menurut Roni, keberadaan taman penting, apalagi dilengkapi fasilitas bermain anak yang sulit ditemukan di tempat lain selain sekolah, apalagi di Selagalas, fasilitas itu gratis.

Selain Selagalas, ada pula Taman Udayana di sisi utara kota, Taman Sangkareang dan Taman Mayura di tengah, RTH Pagutan di selatan, serta Taman Bawak Kokok Ampenan di sisi barat kota. Taman-taman kota itu tidak pernah sepi pengunjung. Sepanjang hari selalu ada warga yang datang, baik pagi, siang, sore, ataupun malam. Baik pada hari biasa maupun pada akhir pekan. Taman Udayana merupakan RTH terbesar di Kota Mataram dengan luas 6,3 hektar. ”Saya dulu sering ke Udayana, tetapi sejak Covid-19 sudah hampir tidak lagi. Sekarang ke sini lagi, bersama anak-anak. Apalagi ada destinasi baru,” kata Elita Nurmayana (36), warga Selaparang. Destinasi baru yang dimaksud Elita adalah Destinasi Wisata Teras Udayana yang belum lama diresmikan Pemkot Mataram.

Tidak hanya Elita, warga lain juga penasaran untuk melihat Teras Udayana. Setelah puas berfoto di area amfiteater, mereka bersantai di pinggir kolam air mancur. Beberapa warga lain memilih duduk di bangku-bangku panjang di bawah pohon sambal menyantap kuliner yang dijual pedagang kaki lima di sana. Saat hari beranjak sore, semakin banyak orang datang. Keberadaan ruang terbuka hijau turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Di sana tersedia area bagi pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan. Di Taman Udayana, misalnya, ada Diana (50) asal Ampenan, yang sehari-hari berjualan siomay bersama suaminya. Saat ni omzetnya Rp 500.000-Rp 600.000 per hari. ”Alhamdulillah. Semoga penataan Taman Udayana terus dilakukan sehingga semakin ramai lagi,” kata Diana.

Pedagang di Taman Selagalas juga turut mendapat keuntungan dari kunjungan warga ke taman tersebut. Hendi (36), warga Sayang-Sayang, Cakranegara, mengatakan, setiap hari istrinya mendapat keuntungan Rp 70.000-Rp 80.000 dari jualan kelontong. Namun, khusus di akhir pekan seperti Sabtu-Minggu, penghasilannya bisa di atas Rp 100.000. Menurut Nyoman, dampak itu yang juga diharapkan pemerintah kota hadir dari penyediaan RTH, di samping manfaat lain seperti sebagai ruang rekreasi, edukasi, dan fungsi ekologis untuk udara yang lebih bersih dan hijau. Oleh karena itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana juga berkomitmen RTH harus tetap dipertahankan sesuai dengan regulasi. (Yoga)

Darius Don Boruk Mengabdi untuk Warga Desa

26 Jan 2024

Sejak muda Darius Don Boruk terbiasa dengan pemberdayaan masyarakat dan pembelaan terhadap hak-hak petani kecil. Semangat itu makin berkobar ketika dia menjadi kepala desa. Kini dia total mengabdi untuk kesejahteraan warga desa. Di tengah gelap malam, Don, sapaan akrab Darius Don Boruk, mendatangi satu per satu rumah penduduk yang menampung pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Ia ingin memastikan, setiap pengungsi yang tinggal di desanya terlayani dengan baik. Desa itu bernama Boru Kedang, di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, NTT, 9 km dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki yang mengalami erupsi sejak 23 Desember 2023 hingga Kamis (25/1/2024). Boru Kedang berada dalam zona aman, jauh dari ancaman erupsi. ”Saya imbau untuk siapkan tempat tidur dan beri makan pengungsi. Kalau ada masyarakat yang kekurangan makanan, laporkan kepada saya. Saya gerakkan orang untuk ambil makan di kebun,” tuturnya.

Pengabdian total kepada masyarakat yang melekat dalam napas hidup Don tidak kendur sedikit pun hingga usianya kini 56 tahun. Sejak muda, ia sudah terlibat mengorganisasi masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tanah yang diambil negara. Ia juga mengorganisasi petani melawan tengkulak. Tahun 1994, Don membentuk kelompok tani di Kecamatan Wulanggitang dengan jumlah petani 1.500 orang, sebagai perlawanan terhadap para tengkulak yang bertahun-tahun menggerus pendapatan petani. Tengkulak yang menguasai akses modal dan pasar mempermainkan harga kakao, komoditas unggulan petani di daerah itu. Kondisi ini membuat petani kaya dengan komoditas, tetapi hidupnya tetap miskin. Don bersama tim mendampingi petani mulai dari proses penanaman hingga pascaproduksi, lalu menjembatani petani dengan pembeli di Maumere, Kabupaten Sikka, 70 km barat Wulanggitang. Untuk membantu petani yang membutuhkan uang sebelum panen tiba, mereka mengarahkan ke koperasi.

Selama memimpin sebagai Kepala Desa, ia memprioritaskan pendidikan anak-anak kurang mampu. Setiap tahun ia mengalokasikan anggaran Rp 100 juta bagi 20 orang yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Angka tersebut setara 12,5 % alokasi dana desa yang berkisar Rp 800 juta setiap tahun. Para penerima diikat dengan perjanjian, yakni harus kuliah tepat waktu. Jika drop out, penerima wajib mengembalikan dana yang sudah diterima. Bagi penerima yang menikah saat masih dalam masa studi, hak untuk menerima beasiswa mulai tahun selanjutnya akan dicabut. Setelah lulus, mereka boleh bekerja di mana saja. Selama kepemimpinan Don pada 2014-2020, sekitar 30 orang berhasil meraih gelar sarjana dan kini sudah bekerja di sejumlah instansi pemerintahan ataupun perusahaan swasta. (Yoga)

Mahal, Biaya Penempatan Pekerja Migran

26 Jan 2024
Biaya total penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri masih dinilai tinggi, yaitu Rp 21 juta-Rp 30 juta per orang. Komponen biaya terbesar adalah untuk pelatihan dan pendidikan kerja. Perhitungan ini tercantum dalam laporan studi ”Empowering Migrants: Feasibility Study of Innovative Financing Mechanism on Migration” oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Kementerian Luar Negeri Indonesia. Laporan ini dirilis Kamis (25/1/2024) di Jakarta. (Yoga)

HILIRISASI NIKEL, Diributkan Elite, Dikeluhkan Warga

26 Jan 2024

Aktivitas pertambangan nikel yang masif di Halmahera Timur, Maluku diduga memicu pencemaran lingkungan yang berdampak pada menurunnya kualitas hidup warga lokal. Video viral yang direkam pada Senin (25/12/2023) menunjukkan hamparan laut Halmahera Timur berubah warna menjadi kuning kecoklatan. Air laut yang tercemar itu tampak meluas hingga ke perairan pulau-pulau kecil di sekitar. Pencemaran diduga akibat kerukan tambang nikel. Dampaknya, warga setempat yang bermata pencarian nelayan tidak bisa melaut dan menangkap ikan untuk konsumsi sehari-hari serta dijual. Kondisi itu juga diulas dalam Laporan Climate Right International (CRI), ”Nickel Unearthed: The Human and Climate Costs of Indonesia’s Nickel Industry” yang dirilis 17 Januari 2024. Laporan itu menyebutkan, aktivitas industri nikel raksasa serta pertambangan nikel lainnya di Maluku Utara telah menyebabkan deforestasi serta pencemaran air dan udara yang mengganggu kualitas hidup penduduk lokal.

Wilman (27), warga setempat, menuturkan, sumber air bersih warga di Wawonii telah digunakan selama puluhan tahun. Namun, baru kali ini mata air itu bercampur lumpur, utamanya saat pertambangan terus beraktivitas membuka lahan dan membangun jalan tambang. ”Kalau bercampur lumpur begini, kita sudah tidak bisa apa-apa,” katanya (Kompas, 29/5/2023). Saat warga kesulitan hidup akibat aktivitas tambang nikel, ribuan kilometer dari Maluku dan Sulawesi, para elite politik dan pejabat di Jakarta sibuk berdebat dan saling sindir tentang kebijakan hilirisasi nikel menjelang Pemilihan Umum 2024. Kegaduhan soal nikel ini muncul pascadebat cawapres, pekan lalu, saat cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, berkali-kali menyentil nama mantan Kepala BKPM Thomas Lembong. Sebelumnya, Lembong menyebut hilirisasi nikel yang merupakan kebijakan andalan pemerintahan Jokowi telah menghancurkan harga nikel dunia. Akibat hilirisasi yang dilakukan RI, stok nikel dunia surplus besar dan membuat harga nikel di pasar global turun 30 % dalam satu tahun terakhir. (Yoga)

Dunia Usaha Akan Lebih Aktif Rekrut Karyawan

26 Jan 2024

Sebanyak 45 % dari 1.180 orang perekrutan profesional yang disurvei penyedia laman lowongan kerja Jobstreet by Seek meyakini aktivitas perekrutan tenaga kerja pada paruh pertama 2024 lebih aktif dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan skala kecil dan menengah memimpin rencana perekrutan pegawai tetap dan kontrak pada semester I-2024. ”Kepercayaan terhadap pasar tenaga kerja masih tinggi. Iklim ekonomi di Indonesia dipandang masih menjanjikan,” ujar Country Marketing Manager Jobstreet by Seek untuk Indonesia, Sawitri, saat peluncuran laporan survei Rekrutmen, Kompensasi, dan Manfaat 2024, Kamis (25/1) di Jakarta. Survei Jobstreet by Seek dilakukan pada September 2023. Jumlah responden yang mencapai 1.180 orang perekrutan profesional itu datang dari perusahaan besar atau mempunyai 100 karyawan lebih (49 %), perusahaan skala menengah atau memiliki 51-99 karyawan (16 %), dan perusahaan kecil atau memiliki karyawan hingga 50 orang (35 %).

Latar belakang perusahaan responden beragam, dari manufaktur; teknologi informasi, listrik, elektronik, dan telekomunikasi; serta ritel dan perdagangan. Dilihat dari latar belakang sektornya, Sawitri menyebutkan, perusahaan yang akan aktif merekrut berasal dari makanan dan minuman; manufaktur; ritel dan penjualan; serta teknologi. Ada beberapa fungsi bidang pekerjaan yang tren jumlah perekrutannya berkurang ataupun bertambah karena perusahaan selalu berusaha menyesuaikan bisnis. ”Perekonomian Indonesia yang masih dipandang positif membuat sejumlah perusahaan  ingin bertumbuh pada 2024. Jika ingin bertumbuh, perusahaan harus mempunyai aset sumber daya manusia,” kata Sawitri. Sales Director Jobstreet by Seek untuk Indonesia, Wisnu Dharmawan, mengatakan, jika pada paruh I-2024 terdapat 45 % yang percaya aktivitas perekrutan lebih aktif, maka pada paruh II-2024 terdapat 44 % dari total responden yang meyakini perekrutan lebih aktif. Ini berarti ada konsistensi kepercayaan terhadap perekrutan yang lebih baik. (Yoga)

Merayakan Buah-buahan Hutan di Palangkaraya

26 Jan 2024

Panen buah hutan dinanti saat pergantian tahun di Palangkaraya, Kalteng. Ragam buah-buahan menghiasi kota sekaligus penanda masih ada sisi hutan Kalteng yang tetap terjaga. Salah satu sudut Jalan Yos Sudarso sejak lama dikenal sebagai pusat kuliner di Palangkaraya. Berjarak 1 km dari Bundaran Besar Palangkaraya, kawasan itu menjadi primadona warga. Ragam kuliner, seperti ikan bakar hingga ragam hidangan laut, tersaji mengundang rasa lapar warga. Namun, salah satu yang ditunggu oleh warga di sudut jalan itu ialah buah-buahan hutan. Biasanya, musim buah-buahan hutan tiba saat akhir tahun, atau menuju pergantian tahun, bersamaan dengan datangnya musim hujan. Warga dapat mengetahui musim itu telah dating seiring munculnya lapak-lapak kayu beratap terpal biru dan hitam, tempat buah-buahan hutan dijajakan. Momen panen buah-buahan hutan itu hanya datang setahun sekali, selama satu-dua bulan.

Yunan Juran (47), warga Bukit Batu, Kota Palangkaraya, Rabu (10/1) malam, misalnya, rela menembus hujan untuk datang ke satu dari puluhan lapak buah-buahan hutan. Ia tertarik pada manggis hutan, ketiau, dan sentol. Usai tawar-menawar dengan penjual menggunakan bahasa Dayak Ngaju, Yunan membayar Rp 60.000 untuk 2 kg buah pilihannya. ”Ketiganya bukan buah yang lazim ditemui di tukang buah biasanya. Mangat ih (enaknya),” kata Yunan saat menyantap ketiau. Bentuk ketiau persis melinjo, kecil dan lonjong. Kulitnya merah. Daging buahnya seperti rambutan, bentuk dan rasa sentol seperti kecapi. Bedanya, buah ini tumbuh liar di hutan-hutan Kalimantan. Salah satu pemilik lapak buah, Fitri, mengatakan, panen buah kali ini melimpah. Tidak hanya jumlahnya, tetapi juga ragam jenisnya.

”Tahun lalu ada buahnya, tetapi hanya manggis saja, yang lain tidak berbuah,” kata Fitri, yang menempuh perjalanan panjang dari Rungan di Gunung Mas, 150 km dari Palangkaraya, untuk berjualan buah hutan. Bersama suami dan anaknya, ia tinggal di lapak berukuran 4 x 5 meter yang dibuat awal Desember 2023. Buah-buah itu tumbuh liar di hutan. Saat panen, Fitri mengambil dan menjualnya untuk menyambung hidup. Ia ikut menjaganya dengan tidak menebang pohon-pohon tersebut. Penjual lainnya, Ahmad Candra (36), menempuh perjalanan 200 km dari Desa Kalahien, Barito Selatan, ke Palangkaraya. Buah andalannya yakni ramania (Bouea macrophylla Griffith). Kulit dan daging ramania, yang dijual Rp 40.000 per kg, berwarna kuning. Bijinya ungu dan krem. Rasa manisnya tidak dominan meski tidak asam. Buah yang masih muda juga digunakan untuk sayuran dan sambal. (Yoga)

KENDARAAN ELEKTRIFIKASI : Kualitas Motor Listrik Jadi Pilihan

26 Jan 2024

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia memprediksi masyarakat menyerap sepeda motor listrik berkualitas menyusul besarnya potensi pasar kendaraan bermotor listrik roda dua di Tanah Air. Sekretaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi mengatakan bahwa produsen motor listrik memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan menggunakan jenis baterai Li-ion. Hanya saja, dia menegaskan harga motor memang akan cenderung lebih mahal. Dia menyebut baterai jenis Lithiumion (Li-ion) yang berbahan baku nikel lebih cocok untuk digunakan pada produk elektrifi kasi. Menurutnya, kepadatan dari baterai Li-ion yang lebih tinggi membuat produk menjadi lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis lead acid. Terlebih lagi Indonesia memiliki sumber nikel terbesar di dunia. Di sisi lain, dia juga mengatakan pemerintah sudah merilis standardisasi untuk baterai swap menjadi kapasitas 60 volt dan 72 volt. Hal itu bertujuan pengalaman yang didapatkan dari motor listrik tidak berbeda jauh dengan konvensional. Dalam kesempatan yang sama, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan perlu upaya komprehensif untuk mematangkan ekosistem motor listrik supaya menarik minat konsumen. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memasang target kuota subsidi sepeda motor listrik sebanyak 50.000 unit bisa terserap penuh pada 2024, setelah Syarat penerima subsidi motor listrik diperluas menjadi penerima subsidi 1 NIK untuk 1 unit motor listrik.

Pengelolaan Kekayaan Syariah

26 Jan 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023—2027. Pelaku industri perbankan syariah di Tanah Air tentu menyambut baik dan berharap keberadaan roadmap perbankan syariah terbaru tersebut bisa lebih memperkuat daya saing dari industri ini dan pada saat yang sama turut mendorong minat konsumen lebih tinggi lagi dalam memilih layanan perbankan syariah (melalui program literasi dan insentif langsung maupun tak langsung). Sesuai dengan RP3SI tersebut, maka peningkatan aspek ketahanan dan daya saing perbankan syariah dilakukan melalui konsolidasi perbankan syariah, penguatan resiliensi dan prudensial, dan inovasi untuk memperkuat diferensiasi produk dan layanan. Sektor perbankan syariah di Indonesia memang terus menunjukkan pertumbuhan yang makin pesat. Laporan Islamic Finance Development Indicators (IDFI) 2022 menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam peta keuangan syariah global, sekaligus posisi ketujuh untuk aset syariah tertinggi di dunia. Sementara, dari dalam negeri, data OJK Juni 2023 menunjukkan pertumbuhan keuangan syariah nasional mencapai 13,37% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Jika mengacu pada data OJK per Juni 2023, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia mencapai 7,3%. Capaian itu memang masih lebih rendah dibandingkan dengan perkembangan pada sejumlah negara lain, sebut saja Malaysia yang pangsa pasar perbankan syariahnya sudah mencapai 46% pada Mei 2023. Selain itu perbankan Syariah juga diharapkan untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah kepada konsumen melalui solusi-solusi keuangan yang unik. Shariah wealth management merupakan sistem pengelolaan kekayaan yang mengusung prinsip-prinsip syariah untuk membantu masyarakat mencapai tujuan jangka panjang. Ini merupakan layanan keuangan yang unik dan komprehensif yang tidak sekadar replikasi dari layanan yang ditawarkan perbankan konvensional. Yang menjadikannya berbeda, shariah wealth management tak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga spiritual dan sosial melalui pilar wealth purification dan wealth distribution. Upaya memperbesar pangsa pasar perbankan syariah tentu menjadi pekerjaan rumah bersama dari seluruh ekosistem di sektor ini.