Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Pembangunan Huntap Sulsel Serap Anggaran Rp 1,05 Triliun
Kapal Selam Scorpène Asal Perancis Dibangun di Indonesia
Naval Group, produsen kapal selam asal Perancis, dan PT PAL Indonesia
menandatangani kontrak kerja sama dengan Kemenhan untuk pembelian dua kapal
selam Scorpène. Kapal selam konvensional tersebut telah dilengkapi dengan teknologi
baterai lithium-ion atau LiB. Melalui akun resminya di X, Naval Group menyebut,
kapal selam Scorpène akan dibangun di Indonesia melalui mekanisme transfer
teknologi dari Naval Group. ”Untuk memperkuat kapabilitas TNI AL,” demikian disebutkan
di akunnya, Selasa (2/4). Dalam keterangan pers, PT PAL Indonesia juga menyatakan,
penandatanganan kontrak itu dilakukan untuk pembelian dua kapal selam Scorpène Evolved
Full LiB.
Kedua kapal selam tersebut akan dibangun di galangan kapal PT
PAL Indonesia melalui mekanisme transfer teknologi dengan memanfaatkan aset
produksi yang dimiliki PT PAL Indonesia. Presdir PT PAL Indonesia Kaharuddin
Djenod mengatakan, kontrak tersebut merupakan komitmen dan kepercayaan yang
tinggi dari Pemerintah Indonesia terhadap kemampuan rekayasa anak bangsa dalam
memajukan teknologi pertahanan, khususnya teknologi kapal selam. Untuk mewujudkan
kemandirian industri pertahanan, pemerintah mendukung dengan memberikan
penyertaan modal negara (PMN) kepada PT PAL Indonesia. ”Ke depan, Indonesia
diharapkan mampu menguasai teknologi kapal selam,” katanya. (Yoga)
Orang Kaya Rusia Makin Sejahtera
Setelah terkena sanksi Barat, Rusia tak lantas runtuh. Jalanan
Moskwa dan Sochi menjadi saksi saat mobil-mobil mewah produk Eropa justru
memadatinya, seolah menggusur Lada, merek lokal yang puluhan tahun mendominasi
setiap jengkal aspal negeri itu. Merujuk majalah Forbes, Selasa (2/4) kekayaan
konglomerat Rusia justru bertambah 72 miliar USD atau Rp 1,1 kuadriliun dalam
setahun terakhir. Jika digabungkan, kekayaan kolektif orang-orang terkaya di
Rusia menjadi 577 miliar USD atau Rp 9,2 kuadriliun. Kekayaan mereka bertambah
karena memasok logam, bahan kimia, dan aneka kebutuhan militer untuk perang di
Ukraina.
Di Rusia, status orang terkaya dipegang Vagit Alekperov dengan
kekayaan 28,6 miliar USD. Ia merupakan mantan Dirut Lukoil, raksasa minyak
Rusia. Ia juga menempati peringkat ke-59 daftar orang terkaya sedunia. Alekperov
dan banyak konglomerat Rusia menikmati hasil kenaikan harga komoditas di tengah
serbuan Rusia ke Ukraina. Aneka sanksi Barat pada Rusia ternyata tidak berdampak
pada mereka. Setahun sebelum Rusia menyerbu Ukraina, Forbes mencatat akumulasi
kekayaan konglomerat Rusia bernilai 606 miliar USD. Para miliarder itu pernah
disebut akan kehilangan banyak aset seiring sanksi Barat pada Rusia.
Memang ada penurunan drastis aset miliarder Rusia pada 2022.
Akumulasi kekayaan mereka menjadi 353 miliar USD saja. Setahun setelah perang,
Rusia beradaptasi dan pulih. Alekperov salah satu bukti pemulihan itu. Dari
20,5 miliar USD pada 2022, kekayaannya bertambah 8,1 miliar USD sepanjang 2023.
Memang, tidak semua miliarder Rusia bertambah kekayaannya. Raja pupuk Rusia, Andrei
Melnichenko, kehilangan kekayaan 4,1 miliar USD sepanjang tahun lalu. Kini, kekayaannya
tinggal 21,1 miliar USD. Pupuk adalah salah satu komoditas Rusia yang diembargo
Barat. Ekspor pupuk Rusia terhambat dan berdampak pada orang seperti
Melnichenko. Kekayaan Rusia tidak hanya minyak dan gas bumi. Rusia juga punya
banyak sumber daya lain.
Karena itu, Putin berulang kali sesumbar bahwa sanksi Barat
tidak akan mampu menekan perekonomian Rusia. Buktinya, pertumbuhan ekonomi
Rusia tetap baik, terutama ditopang produksi persenjataan. Dana Moneter
Internasional menaksir PDB Rusia akan tumbuh 2,6 % pada 2024. Keligatan orang
Rusia menyiasati sanksi ditunjukkan oleh daftar konglomerat versi Forbes. Ada
nama-nama baru dan sebagian nama lama yang melejit kekayaannya. Resep lonjakan
itu adalah pengambilalihan bisnis Barat. Sanksi membuat sejumlah perusahaan
asing meninggalkan bisnisnya di Rusia. Banyak bisnis itu dijual murah kepada orang
Rusia. Padahal, potensi pendapatannya tetap sama. Bisnis makanan, farmasi, hingga
bahan bangunan ditinggal pebisnis asing. Pebisnis Rusia mengambil alih, lalu
mendapat untung dari transaksi itu. (Yoga)
Kemendikbudristek Didesak Mengevaluasi Program ”Ferienjob”
Komisi X DPR mendesak Kemendikbudristek mengevaluasi program
ferienjob di Jerman yang mengeksploitasi mahasiswa asal Indonesia. Meskipun
program ini telah dihentikan, evaluasi tetap dibutuhkan karena program kerja paruh
waktu saat musim libur itu telah menimbulkan berbagai kerugian. Wakil Ketua
Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya meminta
Kemendikbudristek mengidentifikasi permasalahan program magang atau kerja paruh
waktu di luar negeri yang terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sosialisasi
program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga perlu diintensifkan agar
tidak disalahgunakan untuk menarik minat mahasiswa mengikuti kerja paruh waktu
di luar negeri.
Kemendikbudristek telah menegaskan, ferienjob bukan bagian
dari MBKM. Sebab, ferienjob biasanya meliputi kerja-kerja fisik saat libur
kuliah. Sementara program magang dalam MBKM harus berkaitan dengan pembelajaran
yang meningkatkan kompetensi serta berkontribusi pada nilai akademik mahasiswa.
”Komisi X DPR mendesak Kemendikbudristek mengevaluasi kegiatan mahasiswa dan
perguruan tinggi yang mengikuti ferienjob, khususnya terkait permasalahan dugaan
TPPO terhadap mahasiswa Indonesia yang magang di luar negeri,” ujarnya saat rapat
kerja dengan Kemendikbudristek di Kompleks Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (3/4).
Permasalahan program ferienjob muncul saat sejumlah mahasiswa
Indonesia dijanjikan kerja magang di Jerman, tetapi justru menjadi korban eksploitasi.
Bareskrim Polri mengungkap dugaan kasus perdagangan orang terkait program magang
ini. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka (Kompas, 26/3/2024). Hasil
penyelidikan Polri, program ini dijalankan 33 perguruan tinggi di Tanah Air
dengan total peserta 1.047 orang. Menurut Agustina, perlu identifikasi lebih
lanjut untuk memastikan masalah yang ditimbulkan program ferienjob itu dapat
dikategorikan TPPO atau bukan. Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta
Kemendikbudristek berkoordinasi dengan Polri. (Yoga)
Menanti Ujung Langkah Mengatasi Defisit Beras di NTT
NTT mengalami defisit beras cukup tinggi, 125.390 ton, pada
triwulan pertama tahun 2024 menurut data BPS. Pasokan lokal hanya mampu menutup
23 % kebutuhan. Akibatnya, butuh pasokan 70 % dari luar daerah, sedangkan 7 %
lainnya diadakan Bulog. Kondisi ini rawan terus terjadi di NTT. Hingga kini,
NTT tak pernah menjadi lumbung beras. Banyak hari tanpa hujan, kondisi tanah
tandus, serta minim sumber air menjadi penyebabnya. Belum lagi perilaku bercocok
tanam yang masih cenderung sekadar untuk kebutuhan keluarga. Rata-rata
produktivitas per hektar hanya 4,15 ton gabah kering giling (GKG), jauh di
bawah produktivitas Bali (6,21 ton) atau Jatim (5,72 ton).
Ironisnya, tingkat konsumsi beras di NTT cukup tinggi. Dalam
satu tahun, rata-rata orang NTT mengonsumsi 117,19 kg beras, termasuk tinggi di
Indonesia. Defisit beras itu ikut memicu harga beras kualitas medium naik dari
Rp 13.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg. Kepala Perwakilan BI NTT Agus Sistyo
Widjajati dalam acara buka puasa bersama media di Kota Kupang, Selasa (2/4)
mengatakan, upaya yang dilakukan BI bersama pemangku untuk mengatasi inflasi
beras, antara lain pasar, koordinasi antardaerah khusus penyuplai beras agar
membantu kelancaran distribusi ke NTT, serta mendorong gerakan menanam.
BI NTT juga mendorong anak muda produktif mengembangkan pangan
berbasis teknologi untuk bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan
perkebunan. Dorongan itu salah satunya dikerucutkan melalui kompetisi teknokreasi.
Pesertanya anak muda usia 17-22 tahun. ”Kami ingin menciptakan anak muda yang
punya jiwa kewirausahaan, terutama di bidang pangan. Kami ingin mereka punya
inovasi dan produktif. Sekarang ini petani, peternak, dan nelayan kebanyakan
sudah tua dan lulusan SD,” kata Agus. Sejumlah pihak menilai defisit beras di
NTT tak semata dapat diatasi dengan meningkatkan produktivitas. Salah satu upaya
yang pernah dilakukan adalah mendorong masyarakat mengonsumsi pangan beragam.
”Pangan bukan hanya beras,” kata Koordinator Program Voice
for Climate Action Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal (Pikul)
Dina Soro. Petani di NTT yang selama ini mengembangkan pertanian lahan kering
didorong untuk terus menerapkan sistem tumpang sari. Selain padi dan jagung,
teruslah menanam umbi-umbian dan pisang. Tanaman itu bisa bertahan kala terik atau
cocok dengan iklim di NTT. Terbukti, masyarakat suku Boti di Kabupaten Timor
Tengah Selatan selama bertahun-tahun mempraktikkan pangan beragam itu. Cadangan
makanan mereka selalu ada setiap waktu. Mereka tidak pernah kekurangan makanan
ketika warga daerah lain kelaparan. (Yoga)
Viral Salak Dibuang ke Sungai, Ironi Buah Kita
Belasan keranjang plastik berisi salak busuk dibuang ke sungai dari tepian Jembatan Sendang Kamulyan, Banjarnegara, Jateng,
Kamis (28/3). Video dengan narasi ”salak tidak ada harganya” itu viral. Salak
itu dibuang di Desa Talunamba, Kecamatan Madukara, Banjarnegara. Menurut Pardi,
distributor yang membuang salak, buah itu sudah terlalu lama di gudang dan membusuk.
”Sudah empat hari di gudang, semua itu sudah busuk, ada 15 ton salak dibuang,”
kata Pardi saat ditemui di Madukara, Banjarnegara, Rabu (3/4). Menurut Pardi,
salak terlalu lama di gudang karena sepi permintaan atau pembeli. Biasanya ia
bisa menerima 10-15 ton salak per hari dari sekitar 50 petani di Desa
Talunamba. Salak itu langsung dikirim ke pasar-pasar di Bandung dan Karawang
(Jabar) serta Lamongan (Jatim).
Tapi, pekan itu, salak di pasar tersebut masih banyak sehingga
pedagang belum bersedia menerima pasokan baru. ”Salak tak laku. Permintaan pasar
sedikit. Di gudang banyak banget. Ini faktor terlalu banyak buah, ada duku, manggis,
dan rambutan,” ujarnya. Harga salak saat normal, kata Pardi, berkisar Rp
4.500-Rp 5.000 per kg untuk kualitas bagus atau besar. Namun, saat ini harganya
hanya Rp 2.000 per kg. Sementara untuk salak ukuran kecil, yang harganya
sekitar Rp 1.500 per kg saat normal, kini hanya Rp 500 per kg. Kendati telah
membuang 15 ton salak, Pardi masih menerima dan menjual salak meski permintaan
dan harganya rendah. Jika biasanya dapat permintaan sampai 20 ton, kini hanya
sekitar 5 ton per hari.
”Ini memang sengaja tak dipanen karena harganya murah, sekarang
Rp 1.000 per kg. Padahal, biasanya lebih dari Rp 3.000 per kg,” ucap Sugianto (54),
petani salak. Sugianto dan keluarga memiliki sekitar 200 rumpun tanaman salak.
Namun, dua pekan terakhir, mereka tidak memanennya. Dari 200 rumpun tanaman
salak, sebenarnya Sugianto bisa memanen 200 kg salak. Namun, jika harga jualnya
hanya Rp 1.000 per kg, pemasukannya hanya Rp 200.000. Adapun biaya untuk tenaga
kerja berkisar Rp 80.000-Rp 100.000 per orang. ”Mungkin nanti setelah Lebaran
harganya bisa naik. Kalau (harga) sudah naik, baru dipanen,” katanya. Menurut
Sugianto, idealnya harga salak lebih dari Rp 4.500 per kg. Sebab itu baru sebanding
dengan biaya produksi yang meliputi tenaga kerja, pemupukan, dan perawatan. (Yoga)
Polemik Kampung Bayam Berlanjut
Kelompok Tani Kampung Bayam Madani memprotes penangkapan
Muhammad Furqon terkait polemik Kampung Susun Bayam di Jakut. PT Jakarta Propertindo
(Perseroda) selaku pengelola kampung yang disebut Hunian Pekerja Pendukung Operasional
Jakarta International Stadium, menyerahkan proses hukum ke Polres Metro Jakut.
Polisi menangkap Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, Furqon, Selasa (2/4).
Istri Furqon, Munjiah, menyaksikan penangkapan suaminya. Munjiah sempat dibawa
ke kantor polisi dan dipulangkan pada pukul 22.00. Penangkapan ini tak lepas dari
polemik antara warga Kampung Bayam dan Jakarta Propertindo.
Puncaknya, Jakarta Propertindo melaporkan empat warga,
termasuk Furqon, ke Polres Metro Jakut karena dianggap telah menerobos masuk ke
kawasan pekarangan rumah susun. ”Polisi masuk ke dalam rumah dan menangkap Furqon.
Saya juga dibawa,” kata Munjiah, Rabu (3/4). Munjiah menanyakan alasan penangkapan
tersebut dan polisi menjawab jika nanti akan dijelaskan di kantor polisi. Dia menyayangkan
penangkapan tanpa menunjukkan surat tugas dan Furqon diperlakukan bak seorang
teroris. ”Sampai saat ini belum pernah ada mediasi dan belum ada solusi yang
tepat serta tidak ada mediasi yang obyektif dan netral yang berpihak kepada warga,”
kata Munjiah.
Pendamping warga Kampung Bayam, Yusron, menambahkan, ”Yang
terjadi, laporan naik tingkat ke penyidikan hingga status saksi menjadi
tersangka dan yang menjadi tersangka hanya Furqon,” kata Yusron. Menurut dia,
Furqon menolak surat pemanggilan karena penyelidikan tidak disertai bukti yang
cukup. Akhirnya,Furqon dijemput paksa Selasa malam. ”Kami memandang tindakan kepolisian
ini sudah melampaui batas prosedur maupun sisi kemanusiaan atas nama Pemprov
DKI Jakarta,” kata Yusron.
Atas polemik yang terjadi, Pemprov DKI Jakarta berencana
membangun rusun baru di Tanjung Priok, Jakut, bagi warga Kampung Bayam.
Pembangunan ditargetkan mulai Januari 2025 dan tuntas akhir 2025. Pj Gubernur
DKI Heru Budi Hartono, Rabu (24/1), menyampaikan rencana pembangunan rusun baru
di Kecamatan Tanjung Priok dengan jumlah 150-200 unit hunian. Rusun tersebut ditujukan
bagi warga terprogram dan warga Kampung Bayam, sebagai solusi terbaik yang bisa
diberikan pemerintah untuk menyelesaikan polemik Kampung Bayam. Namun,
pemerintah belum menyosialisasikan pembangunan rusun baru kepada warga. (Yoga)
Mengelola Risiko Pembiayaan EBT
Mengelola risiko pembiayaan dari fase pembangunan hingga kegiatan operasional energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia adalah tantangan yang kompleks dan memerlukan kerja sama agar antarberbagai pihak. Risiko dan pembiayaan dapat mencakup risiko politik, regulasi, teknik, sosial, politik teknis, sosial, lingkungan, dan pasar. Untuk mengurangi resiko pembiayaan, lima langkah yang dapat dilakukan adalah, pertama meningkatkan keterlibatan pemerintah dalam memberikan dukungan kebijakan. Kedua, mendorong konsorsium pembiayaan yang melibatkan lembaga keuangan multilateral, bilateral, domestik, dan swasta. Ketiga, pengembangan mekanisme pembiayaan yang inovatif dan fleksibel. Keempat, pertimbangkan pentingnya penilaian kecukupan asuransi terkait dengan strategi pembiayaan kepada pemberi pinjaman dan investor. Kelima, melakukan analisis sensitivitas tahunan.(Yetede)
Agar Hampers Tak Jadi Gratifikasi
Momen Mudik Lebaran Bisa Perkuat Ekonomi Desa Wisata
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









