Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Ribuan Ternak di NTT Mati akibat Demam Babi Afrika
Sebanyak 1.362 ternak babi mati pada periode Januari-April 2024 akibat serangan demam babi afrika (african swine fever/ASF) di 12 kabupaten/kota di NTT. Kerugian yang dialami peternak mencapai miliaran rupiah. Sembilan kabupaten di NTT masih dinyatakan bebas ASF sehingga daerah yang sudah terpapar ASF wajib menjaga lalu lintas ternak babi masuk dan keluar kabupaten. Pemda terus membangun komunikasi dan edukasi dengan peternak. Kabid Kesehatan NTT Melky Angsar mengatakan, ASF belum sepenuhnya hilang dari NTT. Virus ini masuk ke NTT akhir 2019 dan bertahan sampai hari ini. Sempat hilang di suatu daerah, kemudian muncul lagi.
”Sejak Januari hingga April 2024, sudah 1.362 ternak babi milik warga mati terserang ASF ini. Menyebar di 12 kabupa ten/kota. Kasus terbanyak di Kabupaten Sumba Tengah dengan 710 babi mati, menyusul Kabupaten Nagekeo 405 babi dan kasus kematian terkecil di Manggarai dan Manggarai Barat, masing-masing 5 babi,” kata Melky, Sabtu (4/5) di Kupang. Jika harga satu babi dinilai rata-rata Rp 3 juta per ekor, kerugian yang dialami peternak sekitarRp 4,4 miliar. Padahal, di tengah harga kebutuhan pokok yang terus melonjak naik, babi menjadi salah satu andalan peternak untuk menopang ekonomi keluarga. (Yoga)
KONFLIK LAHAN, Penjarah Sawit Ditangkap, Aparat Diserang di Kalteng
Konflik antara perusahaan perkebunan sawit dan masyarakat di Kalteng kian meruncing dan tak kunjung terselesaikan. Terakhir, konflik memanas ketika penjarahan sawit yang marak direspons oleh aparat dengan menangkap warga yang terlibat. Pada pertengahan April lalu, aparat dari Polda Kalteng bersama Polres Kotawaringin Timur menangkap tujuh orang yang diduga menjarah sawit pada pertengahan April 2024. Lalu, polisi menangkap 16 orang yang dituding mencuri sawit lagi pada Rabu (1/5). Berselang tiga hari, Sabtu (4/5), polisi kembali menangkap 13 orang yang diduga menjarah sawit milik perusahaan. Mereka ditangkap saat sedang berkumpul di perbatasan wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan.
Tak terima kerabatnya ditangkap, beberapa orang menyerang Polsek Kotawaringin Barat. Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji, Minggu (5/5), menjelaskan, dari 13 orang itu, 10 orang sudah ditetapkan sebagaitersangka, yakni UM, SN, NR, IG, PL, DN, BR, AR, SK, dan DN. Mereka kini ditahan di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalteng di Sampit, Kotawaringin Timur. Tiga orang lain yang ditangkap masih diperiksa dan berstatus sebagai saksi. Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Yusfandi Usman menjelaskan, pascapenangkapan itu, kantor Polsek Pangkalan Banteng di Kabupaten Kotawaringin Barat diserang empat pemuda yang juga dalam keadaan mabuk, menggunakan mobil pikap.
Direktur Save Our Borneo (SOB) Muhammad Habibi mengungkapkan, aksi panen massal di kebun milik perusahaan itu merupakan bentuk protes masyarakat terhadap perusahaan. Mereka memiliki berbagai alasan untuk melakukan hal itu, mulai dari perampasan lahan hingga tuntutan kebun plasma yang dijanjikan. Di Kabupaten Seruyan, khususnya di Kotawaringin Barat atau Kotawaringin Timur, menurut Habibi, konflik serupa sudah terjadi sejak perusahaan datang ke desa-desa mereka puluhan tahun lalu. Namun, pemerintah dan aparat kepolisian hanya melihat peristiwa itu sebagai tindak kriminal semata. ”Saat perusahaan datang diberi izin oleh pemerintah, ada lahan masyarakat yang hilang. Lahan itu merupakan ruang hidup mereka untuk berusaha,” ujar Habibi. (Yoga)
Pemerataan Air Bersih, Tantangan Jadi Kota Global
Pemerataan dan persoalan cakupan air bersih menjadi tantangan serius bagi Jakarta untuk menjadi kota global. Sebab, belum semua warga Jakarta bisa mengakses kebutuhan dasar tersebut, terlebih di wilayah utara. Pihak Perumda PAM Jaya pun membidik target 77.000 sambungan pipa baru di seluruh DKI Jakarta pada 2024. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Judistira Hermawan, menyebut bahwa kebutuhan air bersih menjadi tantangan Jakarta sebagai kota global seusai melepas statusnya sebagai ibu kota. Hingga pengujung tahun 2023, air bersih baru menjangkau 67 % warga Jakarta.
”Ketersediaan air bersih secara merata perlu dipikirkan dengan betul. Apalagi, ini untuk kepentingan Jakarta 3,5 tahun bahkan 10 tahun ke depan dengan status Daerah Khusus Jakarta yang sebagai satu kawasan kota global,” katanya, Sabtu (4/5). Judistira menambahkan, persoalan tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta. Sebab, kondisi kekurangan air bersih ini diperparah dengan perbedaan kualitas air antar wilayah. ”Kita tahu, wilayah Jakarta Utara itu kualitas air atau rasa airnya berbeda dengan kualitas air di Jakarta Barat, apalagi di Jakarta Selatan. Di Jakarta Utara ini airnya agak asin,” kata Judistira. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta dinilai perlu segera merancang program-program penyediaan air yang dapat berdampak luas dan berkeadilan bagi semua warga Jakarta.
”Kita ingin di tahun 2025 ada peningkatan kualitas yang lebih baik dalam hal pengelolaan dan pembangunan di Jakarta. Khususnya pemerataan cakupan air bersih,” ujar Judistira. DPRD DKI mendesak Pemprov DKI menyediakan sanitasi yang layak, antara lain, guna membantu mengatasi tengkes (stunting), khususnya, serta kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, umumnya. Sebab, perbaikan sanitasi di nilai bukan hanya melalui peRbaikan asupan gizi, melainkan juga perbaikan lingkungan tempat tinggal, seperti penyediaan air bersih yang baik. Penanganannya harus dilakukan dengan memasukkan intervensi spesifik dan intervensi sensitif dengan mengerahkan sumber daya dan program yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. (Yoga)
Putar Siasat Tangani Sampah di Yogyakarta
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki babak baru pengelolaan sampah setelah penutupan TPA Regional Piyungan per 1 Mei 2024. Dari tiga daerah yang terdampak, Kota Yogyakarta merupakan yang paling rentan. Sejak September 2023, TPA yang menjadi andalan Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul itu praktis hanya beroperasi terbatas di zona transisi seluas 2,5 hektar. Namun, lahan transisi itu pun ditutup total per 1 Mei 2024. Karena itu, Pemerintah DIY sejak pertengahan tahun lalu mendorong desentralisasi pengelolaan sampah. Namun, Kota Yogyakarta menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dua kabupaten lain. Luas kota itu hanya 33 km persegi atau 1 % dari luas Provinsi DIY. Adapun Sleman luasnya 575 km persegi dan Bantul 507 km persegi atau 15-17 kali lipat luas Kota Yogyakarta.
Sempitnya wilayah memunculkan problem dalam membangun fasilitas pengolahan sampah di Kota Yogyakarta. Sebagai ibu kota provinsi dan pusat perekonomian, hampir tak ada lagi lahan kosong di wilayah tersebut. Persoalan kian pelik karena Kota Yogyakarta adalah daerah dengan tingkat kepadatan penduduk ertinggi di DIY, bahkan termasuk salah satu yang tinggi di Indonesia. Dengan kondisi itu, Pemkot Yogyakarta membagi pengolahan sampah pada tiga fasilitas tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Ketiganya merupakan pengembangan dari TPS reduce, reuse, recycle (3R) yang sudah ada sebelumnya. Hal ini menjadi solusi atas kendala lahan meski luasannya terbatas. Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo pada Kamis (2/5) menyebut, dari ketiganya, TPST Nitikan yang berkapasitas olah 60-75 ton sampah per hari adalah yang terbesar.
TPST itu sudah beroperasi mengolah sampah menjadi bahanbakar industri semen berupa refuse derived fuel (RDF) dan pupuk kompos. Adapun dua TPST lainnya dengan model sama masih dalam penyelesaian. Singgih mengatakan, saat ini pemkot harus mengelola 200 ton sampah setiap hari. Artinya, jika ketiga TPST itu beroperasi dengan kapasitas maksimal, sampah yang bisa ditangani baru 150 ton per hari. Untuk itu, lanjut Singgih, pemkot juga bekerja sama dengan pihak swasta yang dapat mengelola sampah hingga 60 ton per hari. Selain itu, sambil menunggu penyelesaian TPST Kranon dan TPST Karangmiri, sampah juga akan ditampung di 14 depo milik Pemkot Yogyakarta. Di luar itu, pemkot berencana membangun satu TPST lagi di bekas lahan TPA Piyungan. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari warga sekitar sehingga realisasinya tertunda. (Yoga)
Sidang Etik In Absentia untuk Nurul Ghufron
DEWAN dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron tetap digelar pada 14 Mei 2024, meski Ghufron tidak hadir. Anggota Dewas KPK, Albertina Ho, menyatakan jadwal sidang etik tidak akan mundur lagi. Sidang etik Ghufron semestinya digelar pada Kamis, 2 Mei 2024. Tapi Wakil Ketua KPK itu enggan menghadiri panggilan.Nurul Ghufron diperiksa Dewas KPK karena diduga melakukan pelanggaran etik dengan mengurus proses mutasi kerabatnya yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Pertanian (Kementan). Dia mengurus proses mutasi ASN itu dengan menghubungi eks Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono.
Albertina Ho mengatakan, setelah Nurul Ghufron mangkir dari panggilan pertama sidang etik, Dewas KPK akan memanggilnya kembali untuk hadir dalam sidang kedua yang dijadwalkan pada 14 Mei 2024. “Sidang berikutnya tanggal 14 Mei 2024," kata Albertina kepada Tempo, Ahad, 5 Mei 2024. Albertina memastikan sidang etik Ghufron tak akan ditunda lagi. Dewas akan tetap melakukan sidang meski tanpa kehadiran Ghufron atau secara in absentia. "Ya," ujarnya.
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, mengatakan Dewas KPK memang tetap bisa melanjutkan sidang etik terhadap Nurul Ghufron apabila dalam panggilan kedua nanti mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu tetap mangkir. “Diatur dalam Pasal 7 ayat (4) Perdewas KPK Nomor 3 Tahun 2021,” kata Kurnia. Aturan yang sama ditemukan pada Pasal 11 ayat 4 Peraturan Dewas KPK Nomor 4 Tahun 2021. (Yetede)
Kebangkitan Tim Putri di Piala Uber 2024
UANG tunggu pemain di Hi-Tech Zone Sports Centre, Chengdu, Cina, pada Ahad pagi, 5 Mei 2024, waktu Indonesia ibarat tempat kenduri. Menunggu panggilan masuk gelanggang untuk menerima medali Piala Uber, ke sepuluh pemain Indonesia tampak ceria. Ribka Sugiarto, misalnya, sibuk mengajak rekan-rekannya wefie. Pemain nomor ganda itu juga nimbrung saat tim Jepang berfoto bareng. Sedangkan rekannya, Siti Fadhia Silva Ramadhanti, asyik bercengkerama dengan rivalnya di tim Cina.
Tak seperti sejumlah pemain Korea Selatan yang wajahnya tertekuk, semua pemain Indonesia penuh tawa. Tak tampak sedikit pun wajah kecewa meski mereka baru dicukur gundul oleh tuan rumah di babak final 0-3. Gregoria Mariska Tunjung, atlet tunggal putri nomor satu Indonesia, keok di tangan juara Olimpiade, Chen Yu Fei, 21-7, 21-16. Lalu pasangan Fadia/Ribka tak berkutik di hadapan ganda putri nomor satu dunia, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, 21-11, 21-8. Dalam pertandingan ketiga, Ester Nurumi Tri Wardoyo, 18 tahun, memberi perlawanan sengit terhadap pemain tunggal putri ranking 6 dunia, He Bing Jiao, sebelum takluk dengan skor 21-10, 15-21, 17-21.
Tim bulu tangkis putri Indonesia membawa bendera Merah Putih di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China, 4 Mei 2024. ANTARA/Galih Pradipta Wajar saja bila Jorji—panggilan Gregoria—dan kawan-kawan tampak ceria di ruang tunggu di Chengdu. Indonesia datang sebagai urutan kelima, sama sekali bukan unggulan. Banyak penggemar pesimistis saat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia mematok target mencapai semifinal. Apalagi saat Indonesia dihadang Thailand di perempat final. Nyatanya, justru Indonesia yang menghabisi Thailand—yang diperkuat mantan juara dunia, Ratchanok Intanon—dengan tiga kemenangan tanpa balas.
Di semifinal, Indonesia dihadang lawan yang lebih kuat, Korea Selatan, sang juara bertahan. Gregoria cs harus tampil habis-habisan sebelum Komang Ayu Cahya Dewi memastikan kemenangan Indonesia 3-2 dalam laga kelima. "Mencapai final merupakan capaian terbaik mereka sejak dulu. Sebelumnya selalu kandas," kata Rosiana Tendean, eks spesialis ganda putri yang ikut membawa Indonesia menjuarai Piala Uber 1994, kepada Tempo, Ahad, 5 Mei 2024. (Yetede)
Agar Kredit Bank Tetap Lapang
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, BI Rate, bulan lalu semestinya tak membuat industri perbankan buru-buru mengerek suku bunga kredit. Apalagi, jika bank-bank tetap berharap performa penyaluran kredit tahun ini tak seret. Selain likuiditas yang masih melimpah, sejumlah ‘jamu’ pelancar kredit dari otoritas moneter seharusnya bisa menahan kenaikan serta merta suku bunga kredit. Jika dilihat dari rasio alat likuid/noncore deposit (AL/NCD), misalnya sampai Maret 2024 masih menyentuh 121,05%, atau lebih dari dua kali lipat threshold sebesar 50%. Demikian halnya jika melihat rasio alat likuid/DPK (AL/DPK) yang masih mumpuni sebesar 27,18%, hampir tiga kali lipat dari threshold 10%. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga tidak buruk. Per Maret 2023, DPK tumbuh 7,44% secara tahunan menjadi Rp8.601 triliun, dengan giro yang menjadi kontributor pertumbuhan terbesar. Contohnya kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) melalui perluasan cakupan sektor prioritas.
Penguatan KLM bakal memberikan tambahan likuiditas perbankan hingga Rp81 triliun. Adapun sampai akhir tahun ini, tambahan likuiditas dari KLM diprakirakan tembus Rp115 triliun, sehingga total jenderal insentif mencapai Rp280 triliun. Berbagai upaya itu mestinya dapat mendorong pertumbuhan kredit utamanya di sektor properti dan kendaraan yang selama ini menjadi salah satu pilar penopang kinerja kredit bank. Selain inisiatif dari pemangku kebijakan, terobosan bank dalam meracik strategi penyaluran kredit juga bakal menentukan. Apakah dengan memilah sektor prioritas sesuai kualitas kredit, atau justru menambah exposure ke berbagai sektor anyar yang menjanjikan.
Atau barangkali mentok dengan menaikkan suku bunga kredit demi mencegah margin bunga melorot. Sejatinya ada momentum bagus penyaluran kredit oleh perbankan sepanjang kuartal pertama tahun ini. Per Maret 2024, kredit tumbuh 12,40% secara tahunan, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit modal kerja yakni 12,30%. Capaian itu diimbangi pula dengan kualitas kredit yang tetap terjaga dengan rasio nonperforming loan (NPL) nett dan NPL gross masing-masing sebesar 0,77% dan 2,25%.
Membenahi Dana Pensiun
Beberapa bulan belakangan ini industri keuangan Dana Pensiun (Dapen) menghadapi temuan yang serius semenjak Menteri BUMN Erick Tohir meminta audit seluruh Dapen di lingkungan BUMN. Ada tujuh Dapen yang di laporkan ke Kejaksaan dengan potensi kerugian Rp300 miliar (Bisnis Indonesia, 3/10/2023) yang semuanya adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), dan terbaru minggu kemarin Kejati DKI menetapkan salah seorang pejabat Dapen (di luar tujuh Dapen diatas) menjadi tersangka korupsi pengelolaan investasi Dapen (Bisnis Indonesia, 24/4/2024). Keberadaan Dapen bagaikan oasis di padang pasir bagi para purnatugas, karena uang pensiun menjadi tumpuan ekonomi para pensiunan BUMN di hari tua. Namun, tumpuan tersebut entah karena salah investasi ataupun adanya fraud dari pengelola membuat rontoknya harapan hingga nasabah kalangkabut, bahkan ada yang justru menikmati hari tua dengan sengsara.
Beberapa temuan tersebut yang menonjol di antaranya adalah;Pertama, tidak adanya penyesuaian regulasi internal. Padahal, regulasi terkait dari pemerintah sudah berubah.
Kedua, Monitoring yang tidak berkala atas penempatan investasi.
Ada beberapa Dapen masih bertahan lama saat emiten tersebut sudah keluar dari LQ45, sehingga risiko di depan mata dan rata-rata terlambat untuk keluar dari jurang kerugian. Ketiga, Penempatan investasi dengan mengabaikan regulasi.
Keempat, Tidak maksimalnya Komite Manajemen Risiko.
Atas beberapa temuan tersebut, maka pembenahan secara simultan perlu dilakukan sesuai dengan temuan yang ada. Namun, ada opsi revolusioner yang secara bertahap dapat dilakukan; Pertama, memastikan dana pensiun apakah akan tetap berada pada Pemberi Kerja (DPPK) ataukah akan digeser ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
Kedua, jika tetap mempertahankan pada DPPK, maka pemanfaatan digitalisasi serta pengelolaan dengan menggunakan teknologi informasi bahkan dengan pendekatan pada Artificial Intelligence sangat mendesak untuk dilakukan.
MICROSOFT BUILD: AI DAY JAKARTA : KETIKA MICROSOFT MENYERIUSI AI DI INDONESIA
Indonesia makin diperhitungkan dalam kancah ekosistem digital global setelah perusahaan teknologi multinasional menggelontorkan investasinya di Tanah Air. Kini, Indonesia perlu membuat kebijakan akselerator adopsi AI dan komputasi awan demi inovasi dan ekonomi AI. Kemeriahan ajang Microsoft Build: AI Day Jakarta yang digelar di Jakarta Convention Center pada Selasa (30/4) menjadi pembuka jalan bagi Microsoft lebih berperan di Indonesia. Acara yang menjadi rangkaian tur Microsoft di Asia Tenggara itu tidak saja mempertemukan pegiat teknologi, hingga developer teknologi, tetapi juga menghasilkan komitmen investasi Microsoft di Tanah Air.
Tidak tanggung-tanggung, raksasa teknologi dengan kapatalisasi terbesar di dunia itu siap menggelontorkan investasi senilai US$1,7 miliar atau setara Rp27,65 triliun (asumsi kurs Rp16.267 per dolar AS) di Indonesia. Rencana investasi itu diumumkan sendiri CEO Microsoft Satya Nadella saat menyampaikan pidato utama (keynote speech) dalam acara Microsoft Build: AI Day Jakarta, setelah sebelumnya bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Nadella melanjutkan bahwa Microsoft akan memiliki infrastruktur pelatihan inferensi kelas dunia, baik itu Nvidia, AMD, atau cip Maya milik Microsoft yang akan menjadi bagian dari infrastruktur pusat data. “Memungkinkan setiap pengembang dapat melatih model mereka, melakukan inferensi terbaik dari model mereka melalui seluruh infrastruktur,” ujarnya.
“Salah satu andalan kami saat ini adalah Copilot, yang bisa berguna bagi semua pihak, developer, dan perusahaan di berbagai sektor, baik itu publik maupun swasta,” katanya. Berdasarkan penelitian Kearney, AI bisa berkontribusi hampir US$1 triliun terhadap produk domestik bruto Asia Tenggara pada 2030. Microsoft juga menyampaikan komitmen pemberdayaan 2,5 juta orang di berbagai negara anggota Asean menggunakan AI hingga 2025. Inisiatif pelatihan itu akan diimplementasikan melalui kerja sama dengan pemerintah, perusahaan, organisasi nirlaba, serta komunitas di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Presiden Microsoft Asean Andrea Della Mattea mengatakan langkah itu bertujuan memberdayakan individu, organisasi, dan komunitas di negara Asia Tenggara dalam memanfaatkan potensi AI untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Microsoft memahami AI memiliki peran besar dalam meningkatkan ei siensi, produktivitas, dan kualitas hidup manusia tanpa melupakan etika.
Mengutip pernyataan Director Government Affairs Microsoft Indonesia & Brunei Darussalam, Ajar Edi menyebutkan pentingnya kolaborasi Pemerintah Indonesia, masyarakat sipil, akademisi, dan pelaku industri untuk memastikan AI berfungsi sebagai kekuatan untuk kebaikan; serta bagaimana Microsoft telah menyampaikan dukungan sukarela perusahaan untuk menerapkan nilai-nilai etika AI yang digarisbawahi dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Komunikasi dan Informatika No. 9/2023. Acara Microsoft Build: AI Day Jakarta dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi. Menkominfo menyebutkan investasi yang digelontorkan Microsoft menjadi angin segar bagi Indonesia. Hal itu juga menandakan bahwa Indonesia menjadi negara yang sangat diperhitungkan dalam kancah ekosistem digital global. Sementara itu, perusahaan dari berbagai sektor di Indonesia mulai terbiasa dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam menjalankan bisnis sehari-hari.
Sebagai contoh, penyelenggara dompet digital DANA Indonesia sudah menerapkan teknologi AI di semua lini usaha secara day-to-day dan komprehensif sejak awal tahun ini. Chief Teknologi Oficer DANA Norman Sasono menjelaskan AI diadopsi baik untuk costumer service (CS) harian eksternal via chatbot bernama Diana. “Jadi, kalau user ada kendala tinggal chat saja,” kata Norman. Di internal, pengembang difasilitasi produk Microsoft, yaitu GitHub Copilot, untuk asistensi dalam melakukan koding dalam melaksanakan tugas sehari-hari. GitHub Copilotini, sambungnya, membantu pengembang melakukan generate kode pemrograman dengan menggunakan Bahasa manusia. Para pengembang kemudian melakukan pengecekan terhadap kode yang sudah digenerate itu.
Tidak hanya DANA, organisasi lain seperti Universitas Terbuka (UT) dan E-Fishery di sektor agrikultur juga memulai pilot penggunaan AI dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
TRANSISI PRABOWO-GIBRAN : TKN Mengakui Ada ‘Toxic’ Adu Domba
Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengakui ada ‘Toxic’ yang sesungguhnya yakni adanya pihak yang mengadu domba antara TKN dan sukarelawan. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengemukakan bahwa pihak tersebut berupaya membedabedakan antara relawan dengan TKN Prabowo-Gibran. Sayangnya, dia merahasiakan oknum yang berupaya memecah belah relawan dengan TKN Prabowo-Gibran itu.
Habiburokhman menjelaskan bahwa kerja sukarelawan selama ini sangat terasa, apalagi bergerak secara swadaya dan swadana. Habiburokhman menjelaskan saat ini ada pihak yang merasa menjadi pahlawan dan mengeklaim kerja relawan dengan tujuan mendapatkan jabatan di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Di sisi lain, Prabowo diminta untuk berhati-hati dalam membagi-bagikan kursi menteri agar tidak menjadi bumerang untuk pemerintahannya nanti. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago meyakini saat ini banyak partai politik yang ingin bergabung pemerintahan Prabowo-Gibran hanya untuk mendapatkan jatah kursi menteri.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









