Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Penebusan Pupuk Bersubsidi Dipermudah
Kementan mempermudah penebusan pupuk bersubsidi oleh petani yang terdaftar. Selain menggunakan kartu tani atau KTP, penebusan pupuk bersubsidi juga bisa diwakilkan dengan syarat. Karena itu, petani diharapkan mengoptimalkan serapan pupuk bersubsidi yang realisasi penyerapannya saat ini masih rendah. Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus tergabung dalam kelompok tani. Mereka juga harus terdaftar dalam Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Kebijakan itu tertuang dalam Permentan No 1 Tahun 2024. Regulasi itu merupakan revisi atas Permentan No 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Dalam Pasal 15 regulasi itu disebutkan, penebusan pupuk bersubsidi dapat dilakukan dengan KTP atau kartu tani. Jika menggunakan kartu tani, penebusan pupuk dilakukan dengan mesin pengambilan data elektronik (EDC). Ketentuan penebusan pupuk bersubsidi selanjutnya diatur dirjen terkait.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil, Jumat (3/5) mengatakan, Permentan No 1/2024 lebih mengedepankan solusi atas persoalan pupuk bersubsidi dengan memberi kemudahan bagi petani penerima pupuk bersubsidi. Apabila ada petani mengalami kendala, seperti sudah tua, sakit, atau jarak rumah sangat jauh dari kios, penebusan pupuk bersubsidi bisa diwakilkan kepada sanak saudara dengan membuat surat kuasa yang ditandatangani kepala desa dan ketua gabungan kelompok tani. ”Kemudahan-kemudahan itu guna memastikan tujuan program pupuk bersubsidi sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Ali melalui siaran pers di Jakarta. (Yoga)
Tangkapan Melimpah, Nelayan Buang Ikan
Selama beberapa waktu terakhir, jumlah tangkapan ikan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Lampulo, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, meningkat pesat. Akibatnya, harga ikan anjlok dan sebagian tak laku terjual sehingga akhirnya dibuang. Berdasarkan pantauan Kompas, Jumat (3/4) beberapa jenis ikan, seperti dencis dan tongkol, dibuang dengan cara dikuburkan di tanah. Sebagian lainnya dibuang di dermaga tidak jauh dari posisi kapal ditambatkan. Seorang nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Masran, mengatakan, dalam sepekan terakhir, harga ikan anjlok dari biasanya Rp 15.000 per kg menjadi Rp 1.000 per kg.
Sementara, daya beli konsumen tidak menguat. Akibatnya, tangkapan tidak terserap sepenuhnya oleh pasar. ”Tangkapan melimpah, tetapi ikan kamitidak laku. Ikan-ikan mulai busuk dan terpaksa kami buang,” kata Masran. Ia menambahkan, jumlah tangkapan ikan sangat banyak sehingga harga ikan jatuh ke titik yang sangat rendah. Pada hari biasa, harga ikan per keranjang ukuran 28 kg Rp 700.000. Namun, saat ini, harga ikan per keranjang ukuran sama hanya Rp 50.000. Menurut Masran, Aceh butuh tempat penyimpanan ikan yang memadai, agar tangkapan ikan yang melimpah bisa disimpan dan dijual kembali kala kondisi mulai stabil. Masran mengoperasikan kapal berukuran 30 gros ton (GT).
Sekali berlayar, dia memperoleh 15 ton ikan jenis campuran. Namun, saat ini, tangkapannya mencapai 30 ton. Tangkapan melimpah juga dialami para nelayan lain di PPS Lampulo. Adapun biaya operasional sekali berlayar untuk kapal 30 GT sekitar Rp 100 juta. Akibat harga murah, uang dari penjualan ikan membuat nelayan tidak bisa balik modal. Salah seorang pedagang ikan grosir di Lampulo, Teungku Wen, menuturkan, harga ikan yang anjlok itu membuat nelayan rugi. Dia menilai pemerintah belum optimal mengelola PPS Lampulo sehingga kondisi tersebut kerap terjadi saat musim panen. ”Aceh harus memiliki pabrik pengolahan agar ikan tidak terbuang,” ujar Wen. (Yoga)
Membatik dan Menghidupkan Ruang Seni Sobokartti
Para peserta pelatihan membatik saat proses membuat motif pada selembar kain di Gedung Sobokartti, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2024). Pelatihan membatik tersebut diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas bagi perwakilan kelurahan di Kota Semarang. Pelatihan tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi kreatif di daerah. Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang. (Yoga)
Parkir di Minimarket Semestinya Gratis
Dishub DKI Jakarta akan menggandeng Satpol PP DKI Jakarta untuk menindak juru parkir liar di Jakarta, khususnya di minimarket. Parkir di depan minimarket seharusnya gratis. Namun, ada pihak-pihak yang memanfaatkannya. ”Sebagaimana regulasi yang ada, parkir di depan minimarket tidak dipungut biaya (gratis). Bahkan, pihak pengelola tidak diperbolehkan memungut biaya,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Jumat (3/5). Menurut Syafrin, masyarakat yang berkunjung ke minimarket seharusnya tidak perlu membayar parkir, kecuali memang ingin secara sukarela memberi uang parkir. Namun, ada oknum yang memanfaatkan situasi ini.
”Jadi, seolah-olah menjadi kewajiban si pengemudi untuk membayar. Padahal, seharusnya tidak karena itu (lahan parkir) merupakan fasilitas yang memang disiapkan pihak minimarket. Biasanya juru parkir liar ini meminta uang dalam jumlah tertentu dan memaksa pengunjung membayar sesuai permintaan,” tuturnya. Syafrin menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP DKI Jakarta dan pihak terkait lain untuk menangani oknum-oknum yang memanfaatkan lokasi di minimarket untuk memungut uang parkir dalam jumlah tertentu dengan cara memaksa. Pihaknya juga akan mendiskusikan lebih lanjut terkait langkah tegas dan tindakan untuk juru parkir liar tersebut. (Yoga)
Dimas Asrur Fauzi ”Pacuel” Dari Hati Naik ke Telinga
Setelah hengkang dari dunia penjualan gawai pada 2019, Dimas Asrur Fauzi alias Pacuel (31) mencoba dunia baru secara mandiri, yakni teknisi elektronik. Dari sana, ia bertemu sejumlah klien dengan masalah headset yang biasa digunakan untuk bermain gim daring. Beberapa produk yang ia tangani merupakan keluaran jenama ternama. Bahkan, ada yang harganya jutaan rupiah. Dari pengalaman itu, ia bisa merasakan langsung kualitas berbagai headset. Ia berkesimpulan, ada sejumlah produk mahal yang kualitas audionya biasa saja. Ada pula headset dengan harga terjangkau, tetapi kualitasnya mumpuni. Ia lantas memperdalam pemahamannya dengan belajar di internet cara headset diproduksi serta mencari elemen-elemen pendukung headset, seperti spesifikasi bahan yang harus dipakai untuk mendapatkan kualitas maksimal audio. Mulai 2020, ia membuat headset sendiri.
Produknya punya nilai lebih karena bisa didesain sesuai keinginan klien, mulai dari warna, logo yang disematkan, sampai panjang kabel yang dibutuhkan. Produk awal itu ia tawarkan ke sejumlah kawan. Di tengah pejalanan memulai bisnis itu, ia kebanjiran order. Mula-mula, di lokapasar ada seseorang memesan in ear monitor, alat bantu dengar yang biasa digunakan musisi saat pentas. Kliennya merupakan sound engineer grup musik Vierratale. ”Setelah berkontak, dia bilang, ’Boleh enggak produkmu ini dibagikan ke sound engineer Indonesia lain? Kayaknya mereka butuh, deh’,” kata pria yang karib disapa Pacuel itu di Balikpapan, Kaltim, Minggu (28/4). Produk keduanya itu langsung menyebar di kalangan musisi dan aktor pendukung lainnya di tingkat nasional dengan harga terjangkau, yakni Rp 350.000, kliennya merasa kualitas in ear monitor produksi Pacuel amat baik.
In ear monitor buatannya itu kemudian dipesan dan turut digunakan sejumlah musisi dan grup musik ternama Tanah Air, seperti Last Child, Saint Loco, Praz Teguh, Kevin Aprilio, For Revenge, dan Oomleo dari Goodnight Electric. Seluruh produk itu ia rakit sendiri secara manual (handmade). Sejumlah musisi menilai harga yang ia tawarkan terlalu murah. Seorang musisi bahkan menyatakan kualitas produknya lebih baik dari in ear monitor yang didapatkan kliennya di Singapura seharga Rp 3 juta. Namun, Pacuel menyebut harga yang ia tawarkan bukan murah, melainkan terjangkau. Tujuannya untuk mengenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Sebab, dengan harga tersebut, ia masih memperoleh margin keuntungan. Saat ini ia menaikkan sedikit harga produknya. Dua produk yang ia buat ditawarkan dengan harga Rp 380.000 dan Rp 550.000. (Yoga)
Kualitas SDM Perlu Ditingkatkan
Pesiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kunci untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Pembangunan di sektor tersebut memang telah menunjukkan banyak kemajuan. Namun, secara keseluruhan kualitas SDM Indonesia masih relatif tertinggal dibanding negara lainnya, sehingga perlu ditingkatkan. Mengacu pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) seperti yang dirilis program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Development Programme (UNDP), Indonesia 2023-2024 mencapai angka 0.713 atau naik 0,008 poin dari IPM Indonesia di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Indonesia naik peringkat dari urutan 114 ke 112. Kenaikan IPM tersebut menunjukkan Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pemulihan yang stabil menuju pencapaian tingkat IPM tertinggi sebelum pandemi 2019 yaitu 0,718. Namun Indonesia disebut masih menghadapi tantangan dalam hal kesenjangan. (Yetede)
Investor Uni Eropa Siap Suntik Modal di IKN
Minat investor asing untuk menyuntikkan modalnya kedalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi kalimantan Timur makin masif pasca diselenggarakannya pemilihan umum 2024 yang berjalan lancar dan aman. Pada pekan ini saja dua negara dari Uni Eropa (UE) yakni Belanda dan Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan di IKN saat delegasi dan kedua negara tersebut mengunjungi langsung IKN. "Kunjungan kami ke IKN menjadi bekal untuk melihat, apakah para pakar Belanda dapat membantu pembangunan IKN," kata Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Belanda Michiel Sweers seperti dikutip Antara. Seewrs mengatakan sejumlah perusahaan dan lembaga peneliti di Belanda, telah memberikan dukungan secara langsung atau lewat organisasi dunia kepada Indonesia, termasuk terkait IKN. "Secara umum, kami melihat banyak ketertarikan dari perusahaan-perusahaan Belanda untuk bekerja bersama di Indonesia," katanya. Belanda, lanjutnya, telah memiliki pakar dan pengetahuan pada sektor manajemen pengelolaan air, agrikultur dan pengolahan pangan, dan energi terbarukan yang dapat diterapkan di IKN. (Yetede)
Komersialisasi Kampus Akibat Berburu Status
SEBAGIAN calon mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) merasa dijebak oleh pihak kampus. Pihak Universitas Jenderal Soedirman tak pernah menginformasikan kenaikan biaya kuliah atau yang disebut uang kuliah tunggal (UKT) per semester per mahasiswa saat pendaftaran mahasiswa baru jalur prestasi. Dengan demikian, saat pendaftaran, calon mahasiswa baru menduga biaya kuliah tetap serupa dengan tahun sebelumnya.
Kampus baru mengumumkan besaran kuliah setelah pengumuman calon mahasiswa baru yang lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Biaya kuliah yang diumumkan itu naik berlipat-lipat dibanding pada tahun akademik sebelumnya. Seorang calon mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman menceritakan kondisi tersebut kepada Tempo. Ia bernama Salma, nama samaran, yang mendaftar pada Program Studi Teknologi Pangan di kampus ini.
Salma memilih mendaftar di Unsoed karena menduga biaya kuliah di kampus ini serupa dengan tahun sebelumnya. Selama ini Salma mengetahui bahwa biaya kuliah di Unsoed lebih murah ketimbang kampus negeri lainnya. Namun Salma kaget mengetahui biaya kuliah di kampus ini ternyata berbeda dengan biaya pada tahun sebelumnya. “Saya sempat berpikir tidak meneruskan kuliah. Niat mengubah nasib keluarga dengan meraih gelar sarjana tiba-tiba sirna,” kata Salma, Jumat, 3 Mei 2024.
Salma awalnya hendak mendaftar kuliah di kampus negeri lewat jalur prestasi di Universitas Indonesia. Namun ia mengurungkan rencana itu karena biaya kuliah di kampus kuning tersebut sangat mahal. Salma lantas memilih mendaftar di Universitas Jenderal Soedirman. Akhir April lalu, Salma dinyatakan lulus di Unsoed lewat jalur prestasi. Ia berbahagia mendapat informasi tersebut. Namun kegembiraan Salma memudar ketika kampus menginformasikan biaya UKT untuk calon mahasiswa baru. Biaya kuliah itu disampaikan pihak kampus saat sosialisasi setelah pengumuman lulus. (Yetede)
Penugasan Janggal Brigadir Ridhal
JENAZAH Brigadir Ridhal Ali Tomi—lebih sering ditulis Brigadir RA—relatif mulus. Tak ada luka di tubuhnya, kecuali sebuah lubang di pelipis kanan yang tembus ke sisi kiri atas. "Saya yang periksa badannya. Saya yang mandikan, jadi saya tahu,” kata Rudi Dagong, sepupu Ridhal, yang dihubungi Tempo pada 1 Mei 2024. Luka tersebut belakangan menjadi salah satu indikasi Ridhal bunuh diri dengan tembakan senjata api.
Rudi menegaskan, ketika memandikan jenazah, dia mengamati jasad Ridhal dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Enggak ada apa-apa. Tidak ada lebam atau tanda-tanda penganiayaan,” katanya. “Cuma luka di kepala itu saja, yang tertembak itu.” Ridhal ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Alphard hitam di teras sebuah rumah di Jalan Mampang Prapatan IV, Nomor 20, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada 25 April 2024. Pemilik rumah itu bernama Indra Pratama, yang oleh tetangga dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara.
Dari hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan Ridhal tewas bunuh diri menggunakan pistol jenis HS-9. Senjata api itu pun tercatat milik Ridhal. Untuk memastikan kesimpulan itu, keluarga mengutus Rudi Dagong dan dua kerabat ke Jakarta. Setelah memeriksa kondisi jenazah, Rudi, yang merupakan anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, tidak menyanggah kesimpulan penyelidik Kepolisian Resor Jakarta Selatan tersebut. “Kami akan membawa jenazah pulang untuk dimakamkan,” kata Rudi. (Yetede)
Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II 2024 Terjaga
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia selama kuartal pertama tahun ini masih terjaga di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global.
Laporan tersebut berdasarkan hasil rapat KSSK kedua 2024, yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2024 masih dalam kondisi yang terjaga, yang didukung oleh kondisi dari APBN, kebijakan fiskal, kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan sektor keuangan yang stabil," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (3/5).
Sri Mulyani memastikan, KSSK akan terus melakukan
forward looking
atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi global dan keuangan global yang meningkat serta gejolak geopolitik yang semakin eskalatif.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









