DANA DESA, ”Keroyokan” di Desa Nglanggeran
Desa Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu desa percontohan program pendampingan untuk pengelolaan dana desa. Berkat program pendampingan yang tepat atas kolaborasi sejumlah pemangku kepentingan, desa di tenggara Kota Yogyakarta itu terus membangun wilayahnya. Sekdes Nglanggeran Rusmiati berpendapat, bantuan dan pendampingan usaha desa dari lembaga-lembaga tersebut sangat membantu dalam melengkapi alokasi dana desa yang selama ini lebih banyak digunakan untuk penanggulangan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur.
Pada 2024, dana desa untuk Desa Nglanggeran senilai Rp 813 juta., 20 % ditujukan untuk bantuan langsung tunai dan 30 % untuk pembangunan infrastruktur. ”Bagi masyarakat kita sekarang yang sedang terus mengeksplorasi potensi wisata, bantuan dan pelatihan yang diberikan untuk melengkapi dana desa sangat baik untuk mendongkrak ekonomi dari sektor pariwisata. Kami berharap akan banyak yang bisa kami kembangkan seandainya ini terus berlanjut,” ujarnya. Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Luky Alfirman pada kunjungan bersama wartawan di Desa Nglanggeran, Kamis (2/5) menyatakan, Kemenkeu terlibat dalam pendampingan dan pengawasan pengelolaan dana desa.
Langkah ini untuk memitigasi tantangan terkait kapasitas masyarakat dalam mengelola anggaran. Untuk itu, Kemendesa PDTT mengawasi dan membantu pengelolaan uang berjalan. Kemenkeu berkepentingan memastikan dana desa memberi dampak pada desa. Adalah BUMDes yang menjadi sasaran pendampingan. Kemenkeu bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pemerintah menjalankannya sejak 2022. Pada 2024, sebanyak 2.000 BUMDes ditargetkan bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Harapannya, desa mampu mengelola keuangan dan mengembangkan potensi desa.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dari Indonesia Eximbank melalui program Desa Devisa memberi pendampingan pemberdayaan usaha kakao. Bentuknya, antara lain, bantuan unit pengolahan hasil kakao, pendampingan sertifikasi organik, pendampingan kualitas dan teknis produksi, pendampingan prosedur dan administrasi ekspor, serta business matching kakao fermentasi dengan pengusaha asal Swiss. Bekerja sama dengan Desa Nglanggeran sejak 2019, Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyalurkan program pembiayaan untuk penginapan yang dikelola warga. Pusat Investasi Pemerintah akan menyalurkan program pendampingan dan pembiayaan ultramikro untuk pembiayaan usaha. (Yoga)
Postingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023