Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Banyak Aspek diJabar Dimasuki Premanisme
Premanisme di Jabar masuk dalam berbagai aspek kehidupan yang minim penegakan hukum, terabaikan, dan dianggap biasa. Penataan aturan, perbaikan infrastruktur, kemudahan mencari pekerjaan, hingga pengentasan warga dari kemiskinan harus dilakukan berbarengan bila Jabar ingin lepas dari jerat premanisme. Ny Lili (45) gemas dengan semrawutnya tempat parker di Jalan Banda, Kota Bandung, Jabar. Sepeda motor parkir di trotoar, mobil seenaknya parkir di bawah tanda larangan berhenti. Ironisnya, lokasi jalan itu cukup strategis dan berdekatan dengan institusi pendidikan serta kantor pemerintahan. Di sana ada gedung Fakultas Hukum Unpad, 100 meter dari jalan itu berdiri Gedung Sate, tempat Gubernur Dedi Mulyadi berkantor. Tempat parkir liar itu, akin ramai saat ada larangan menggunakan kendaraan di area Gedung Sate pada Kamis dan Jumat. Sejumlah pemuda terlihat menjaga kendaraan itu.
”Kalau lihat trotoar jadi lahan parkir, seharusnya tidak resmi,” kata Lili di Bandung, Selasa (29/4). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui ruang parkir di Kota Bandung tak memadai. Jumlahnya belum bisa menampung banyaknya kendaraan. Minim solusi, hal ini rentan memberi ruang bagi preman dan juru parkir liar. Farhan mengatakan, sudah punya solusi jangka panjang. Salah satunya membangun gedung parker vertikal. Preman juga menyasar pengelolaan sampah di pasar. Setelah Pasar Induk Caringin, masalah sampah muncul di Pasar Induk Gedebage, Bandung. Pedagang sudah membayar ongkos sampah, tetapi sampah tetap menggunung dan tak terangkut. Data Pemkot Bandung menyebutkan, tumpukan sampah mencapai 1.120 meter kubik. Setiap hari, ada tambahan 20 ton.
Farhan menyebut, kondisi itu juga dipicu dugaan pungli. Pemungutan iuran sampah dilakukan setiap hari tetapi sampahnya tidak pernah dikelola. ”Perhitungan kasarnya, iuran Rp 5.000 per lapak. 700-an lapak, bisa terkumpul Rp 3,5 juta per hari,” katanya. Di Subang, ulah para preman ini mengganggu pebisnis kendaraan listrik. Sejauh ini, polisi sudah menangkap sembilan preman di sejumlah titik kawasan industri Kabupaten Subang selama sebulan terakhir. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran operasi itu adalah area pembangunan pabrik mobil listrik asal China, BYD, dengan nilai investasi Rp 11,7 triliun. Terkait premanisme ini, Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono berharap upaya pemberantasan diiringi penciptaan lapangan pekerjaan. Dia yakin, preman beraksi karena tidak ada pekerjaan layak bagi mereka. (Yoga)
PT KAI Incar 86 Juta Penumpang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan arah bisnis jangka panjang hingga 2029 dengan memperkuat empat pilar utama yakni operasi, pelanggan, keberlanjutan (ESG: Environmental, Social, and Governance), dan keuangan. Strategi ini tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029, yang mengedapankan transformasi berkelanjutan serta inovasi dalam setiap aspek bisnis. Vice President Public Relations KAI Anne Pruba menjelaskan bahwa strategi ini disusun untuk menjawab tantangan industri transportasi yang semakin dinamis dan kompleks. "Kami menyusun strategi berbasis trasnformasi berkelanjutan untuk memastikan pertumbuhan bisnis untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang kuat adaptif, dan berorientasi pada pelanggan," kata Anne. Dengan mempersiapkan sejumlah strategi, KAI membidik capaian signifikan pada tahun 2029, yaitu volume pelanggan sebanyak 86,6 juta, serta volume angkutan barang mencapai 111,2 juta ton batubara dan 10,9 juta ton-batubara. Di sisi lain, dari aspek citra perusahaan KAI menargetkan masuk dalam daftar 20 Most Value Brands di Indonesia. "Dengan beberapa strategi, KAI menargetkan menjadi perusahaan transportasi berbasis rel terdepan di Asia Tenggara dengan layanan berkelas dunia yang berorientasi pada keberlanjutan dan inovasi," kata Anne. (Yetede)
Melambatnya Investasi, Premanisme Jadi Sorotan
Pertumbuhan realisasi investasi di tiga bulan pertama tahun 2025 mengalami pelambatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain menunjukkan masih lemahnya efektivitas insentif, kondisi ini juga tak lepas dari masalah premanisme di kawasan industri yang belakangan banyak disorot. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat, realisasi investasi pada triwulan I-2025 mencapai Rp 465,2 triliun, setara dengan 24,4 % dari total target investasi tahun 2025 di Rp 1.905,6 triliun. Realisasi investasi itu tumbuh 15,9 % secara tahunan dibanding triwulan I-2024 yang sebesar Rp 401,5 triliun. Namun, dari sisi pertumbuhan, ada perlambat pada tiga bulan pertama tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana pertumbuhan tahunan investasi pada triwulan I-2024 adalah 22,1 %.
Dari seluruh realisasi investasi yang masuk pada Januari-Maret 2025, sebanyak 49,5 % atau Rp 230,4 triliun merupakan penanaman modal asing (PMA). Sementara, 50,5 atau Rp 234,8 triliun adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN). Kepala BKPM sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (29/4) menyebutkan, total investasi yang masuk pada triwulan I-2025 menunjukkan selera investor luar dan dalam negeri untuk berinvestasi di Indonesia masih tinggi kendati tensi geopolitik dan geoekonomi terus meningkat. ”Ini adalah salah satu indikator yang sangat baik yang patut disyukuri. Kita melihat appetite investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia masih meningkat,” ujarnya.
Terkait perlambatan pertumbuhan investasi di tiga bulan pertama 2025, Rosan menyoroti sejumlah persoalan yang diakuinya masih perlu disempurnakan untuk memperbaiki iklim investasi Tanah Air, antara lain kemudahan perizinan, kepastian hukum, termasuk masalah premanisme. Khusus soal premanisme, Rosan mengatakan sudah menerima keluhan dari investor terkait persoalan tersebut. Kami berkoordinasi dengan Kapolri dan pemda untuk memastikan hal-hal ini jangan terjadi karena ini memberikan dampak yang negatif terhadap investasi yang masuk,” ujar Rosan. Kompas mencatat pembangunan pabrik BYD di Subang, Jabar, diganggu ormas. Isu ini mencuat saat Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno mengungkap kabar adanya aksi premanisme yang mengganggu investasi dan pembangunan pabrik BYD di Subang. (Yoga)
Kejaksaan Agung Telusuri Skandal Minyak Mentah
Harga Bawang Putih Naik Jauh di Atas HAP
Buruh harian terlihat sedang mengupas bawang putih impor di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Senin (28/4/2025). BPS mencatat, per pekan keempat April 2025, harga rerata nasional bawang putih Rp 45.671 per kg, masih jauh di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen Rp 38.000 per kg. Harga ini bahkan jauh lebih tinggi dibanding rerata nasional harga bawang putih menjelang Lebaran, yang rata-rata dijual dengan harga sebesar Rp. 40.000. (Yoga)
Kehadiran Negara ditunggu Perempuan Korban Pinjol
Praktik rentenir dalam bentuk pinjaman daring atau pinjaman online (pinjol) kian mengkhawatirkan dan mengancam masyarakat kelompok rentan, terutama perempuan. Pemerintah harus menghentikan praktik itu agar tak semakin banyak korban yang jatuh. Komnas Perempuan dan organisasi masyarakat sipil meminta negara hadir melindungi perempuan korban dan memutus lingkaran kekerasan yang dialami para perempuan yang terjerat utang berlipat-lipat akibat skema bunga-berbunga yang diterapkan pengelola akun pinjol.
”Komnas Perempuan mendesak agar negara tidak melakukan pengabaian terhadap perempuan korban pinjol yang mengalami kekerasan berlapis dan pelanggaran HAM berupa perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia,” ujar Sondang Frishka Simanjuntak, komisioner Komnas Perempuan, Senin (28/4) di Jakarta. Saat ini, ribuan perempuan menjadi korban pinjol. Mereka mengalami berbagai kekerasan, gangguan kesehatan dan mental, bahkan ada yang memilih jalan mengakhiri hidup (Kompas, 28/4/2025). Pinjol terlihat seperti memberikan pertolongan darurat. Namun, pada akhirnya hal itu justru menjerumuskan peminjamnya dalam lautan utang yang tak berujung.
Perempuan bisa dengan mudah menjadi korban pinjol karena persyaratan meminjam dan aksesnya amat mudah jika proses pinjaman di bank umumnya. Cukup dengan nomor telepon, KTP dan foto diri (swafoto), peminjam di pinjol bisa langsung menerima dana. ”Negara harus hadir untuk memenuhi hak korban atas penanganan, pemulihan, dan jaminan ketidakberulangan,” kata Sondang. Karena lemahnya perlindungan negara, pinjol justru lebih sering menjadijebakanjerat utang, eksploitasi, tipu daya dengan memanfaatkan kerentanan kelompok miskin dan perempuan, serta menghasilkan kejahatan baru atau kejahatan lanjutan dan berlapis. (Yoga)
SMK ditantang Menghasilkan Tenaga Kerja Pemasaran Berkompeten
Kebutuhan tenaga kerja bidang pemasaran dan penjualan atau sales di Indonesia masih tinggi. Hal ini menjadi tantangan sekolah menengah kejuruan atau SMK untuk menghasilkan tenaga kerja yang berkompeten di bidang itu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengutarakan, hampir semua ektor membutuhkan tenaga kerja pemasaran untuk membangun branding atau pencitraan perusahaan, katanya saat meluncurkan program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (28/4). ”Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mengangkat jurusan marketing (pemasaran) ini agar lebih bisa menghasilkan lulusan yang siap memenuhi kebutuhan dunia usaha yang makin bervariasi dengan pasar yang berbeda-beda,” ujarnya.
Menurut Mu’ti, gerakan itu tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan individu. Gerakan ini juga merupakan program strategis dalam meningkatkan kualitas kolaborasi antara pemerintah, industri, dan sekolah. ”Kami ingin siswa atau lulusan SMK pemasaran bisa naik kelas. Mereka bisa memiliki kompetensi dan skill (keterampilan) serta personality (kepribadian) sebagai marketers (pemasar) yang tidak hanya bisa diterima di dunia industri, tapi juga bisa memajukan perusahaan tempat mereka bekerja,” ujarnya. Maka, kurikulum SMK mesti bisa menyasar kebutuhan tersebut. Kerja sama dengan dunia usaha dan industri perlu diperkuat. Dengan begitu, siswa tak cuma mendapat bekal pembelajaran di sekolah, tetapi juga pengalaman praktik sebelum mereka masuk ke dunia kerja. (Yoga)
Potensi Remitansi Pekerja Migran Kian Menjanjikan
Pinjol Menjerat Perempuan
Pinjaman daring atau pinjol (pinjaman online), yang marak beberapa tahun terakhir, sering menimbulkan masalah ekonomi dan kemanusiaan di masyarakat, terutama di kalangan perempuan kepala keluarga. Sejumlah perempuan jadi korban kekerasan, mengalami gangguan kesehatan dan mental, bahkan mengakhiri hidup akibat pinjol. Banyak perempuan kepala keluarga menjadi korban pinjol, karena dalam praktiknya, pinjol, terutama yang ilegal, menjadi wajah baru lintah darat yang beroperasi di ruang digital. Pinjamannya terlihat seperti memberikan pertolongan darurat kepada masyarakat, tetapi ujungnya justru menjerumuskan peminjamnya dalam lautan utang. Sejumlah korban pinjol mengaku tidak menyadari bunga pinjaman yang diajukannya tinggi dan berlipat-lipat (bunga-berbunga).
Akibatnya, mereka harus gali lubang tutup lubang, melunasi utang pinjol dengan pinjol lainnya. ”Pinjol yang eksploitatif telah menjelma menjadi praktik lintah darat dalam wujud yang modern. Utang yang mencekik, bunga tak masuk akal, serta teror ataupun kekerasan fisik, psikologis, dan verbal dialami para korban pinjol,” kata Direktur LBH Jakarta, Muhammad Fadhil Alfathan, Minggu (27/4), di Jakarta. Sejak 2018 hingga 2024, LBH Jakarta menerima 1.944 pengaduan dari para korban pinjol di Jabodetabek serta luar Jabodetabek. Sebanyak 1.208 (62,14 %) korban adalah perempuan. Dari pengaduan yang masuk, diduga telah terjadi berbagai pelanggaran atas privasi korban pinjol.
Ketika pembayaran utang tertunggak, pemberi pinjaman menyebarkan informasi korban ke kontak-kontak yang ada di telepon seluler korban. Berbagai kekerasan yang dialami perempuan korban pinjol hingga saat ini tidak disikapi serius oleh negara. ”Kondisi ini menunjukkan bahwa negara gagal melindungi warganya dari praktik ekonomi yang tidak adil,” kata Fadhil. Banyaknya perempuan yang terjerat pinjol sejalan dengan tingginya aktivitas mereka terhadap praktik pinjam-meminjam secara daring. Jumlah pembiayaan macet alias tingkat wanprestasi(TWP) 90 hari pinjaman perseorangan pada Januari 2025 mencapai Rp 1,46 triliun, pembiayaan macet perempuan mencapai Rp 752,11 miliar, lebih besar ketimbang laki-laki sebesar Rp 716,79 miliar. (Yoga)
Membangun SDM Dulu, Baru menciptakan Lapangan Kerja
Wamen Diktisaintek, Stella Christie menilai lapangan kerja tidak bisa serta-merta tercipta tanpa sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, pemerintah akan lebih fokus membangun SDM sembari terus berupaya memperluas lapangan kerja. Hal ini disampaikan Stella dalam orasi ilmiah di hadapan ratusan wisudawan sarjana dan pascasarjana Universitas Yarsi, Jakarta, Sabtu (26/4). Menurut dia, hubungan antara SDM dan lapangan kerja tidaklah sejajar. Lapangan kerja tidak akan ada jika tidak ada SDM unggul yang menciptakannya. ”Jadi (mengupayakan) SDM yang berkualitas itulah yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ini menjadi poin yang sangat penting yang saya rasa kurang diperhatikan akhir-akhir ini,” kata Stella.
Pemerintah, memang berperan besar dalam memperluas lapangan kerja untuk memberi pekerjaan pada masyarakat. Pemerintah akan lebih fokus mengembangkan SDM melalui pendidikan. ”Jadi, orangnya dulu (dikembangkan) oleh universitas dan dia akan menciptakan lapangan-lapangan kerja yang bisa diisi oleh orang-orang berkualitas yang datang dari universitas tersebut,” ujarnya. Untuk itu, pemerintah mendorong mahasiswa untuk menguasai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebelum lulus dan masuk ke dunia kerja. Sebab, AI bisa menggantikan pekerjaan manusia jika manusianya tidak beradaptasi dengan perkembangan zaman. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









