;

Banyak Aspek diJabar Dimasuki Premanisme

30 Apr 2025 Kompas (H)
Banyak Aspek diJabar Dimasuki Premanisme

Premanisme di Jabar masuk dalam berbagai aspek kehidupan yang minim penegakan hukum, terabaikan, dan dianggap biasa. Penataan aturan, perbaikan infrastruktur, kemudahan mencari pekerjaan, hingga pengentasan warga dari kemiskinan harus dilakukan berbarengan bila Jabar ingin lepas dari jerat premanisme. Ny Lili (45) gemas dengan semrawutnya tempat parker di Jalan Banda, Kota Bandung, Jabar. Sepeda motor parkir di trotoar, mobil seenaknya parkir di bawah tanda larangan berhenti. Ironisnya, lokasi jalan itu cukup strategis dan berdekatan dengan institusi pendidikan serta kantor pemerintahan. Di sana ada gedung Fakultas Hukum Unpad, 100 meter dari jalan itu berdiri Gedung Sate, tempat Gubernur Dedi Mulyadi berkantor. Tempat parkir liar itu, akin ramai saat ada larangan menggunakan kendaraan di area Gedung Sate pada Kamis dan Jumat.  Sejumlah pemuda terlihat menjaga kendaraan itu.

”Kalau lihat trotoar jadi lahan parkir, seharusnya tidak resmi,” kata Lili di Bandung, Selasa (29/4). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui ruang parkir di Kota Bandung tak memadai. Jumlahnya belum bisa menampung banyaknya kendaraan. Minim solusi, hal ini rentan memberi ruang bagi preman dan juru parkir liar. Farhan mengatakan, sudah punya solusi jangka panjang. Salah satunya membangun gedung parker vertikal. Preman juga menyasar pengelolaan sampah di pasar. Setelah Pasar Induk Caringin, masalah sampah muncul di Pasar Induk Gedebage, Bandung. Pedagang sudah membayar ongkos sampah, tetapi sampah tetap menggunung dan tak terangkut. Data Pemkot Bandung menyebutkan, tumpukan sampah mencapai 1.120 meter kubik. Setiap hari, ada tambahan 20 ton.

Farhan menyebut, kondisi itu juga dipicu dugaan pungli. Pemungutan iuran sampah dilakukan setiap hari tetapi sampahnya tidak pernah dikelola. ”Perhitungan kasarnya, iuran Rp 5.000 per lapak. 700-an lapak, bisa terkumpul Rp 3,5 juta per hari,” katanya. Di Subang, ulah para preman ini mengganggu pebisnis kendaraan listrik. Sejauh ini, polisi sudah menangkap sembilan preman di sejumlah titik kawasan industri Kabupaten Subang selama sebulan terakhir. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran operasi itu adalah area pembangunan pabrik mobil listrik asal China, BYD, dengan nilai investasi Rp 11,7 triliun. Terkait premanisme ini, Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono berharap upaya pemberantasan diiringi penciptaan lapangan pekerjaan. Dia yakin, preman beraksi karena tidak ada pekerjaan layak bagi mereka. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :