Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Investasi Tertekan Ketidakpastian Global
Data perlambatan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto atau PMTB yang sejalan dengan data realisasi investasi di triwulan I-2025, menggambarkan lesunya investasi di awal tahun ini. Ketidakpastian global, lemahnya permintaan domestik, serta faktor musiman jadi penyebab terhambatnya pertumbuhan investasi. BPS mencatat, pertumbuhan PMTB tercatat hanya 2,12 % secara tahunan pada triwulan I-2025, lebih rendah ketimbang pertumbuhan triwulan IV-2024, di 5,03 %, sekaligus menjadi laju pertumbuhan terendah dalam dua tahun terakhir. PMTB merupakan pengeluaran untuk barang modal dengan masa manfaat lebih dari satu tahun dan bukan barang konsumsi. PMTB secara umum dikenal sebagai bentuk investasi fisik.
EkonomCenter of Reformon Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai perlambatan pertumbuhan investasi menunjukkan adanya gangguan sentimen dari sisi eksternal. Ketidakpastian global yang dipicu eskalasi perang tarif AS dinilai berpotensi menurunkan minat investasi. ”Hal ini diperparah oleh penurunan indeks harga komoditas energi dari 100,8 pada 2024 menjadi 94,5 pada 2025. Penurunan harga ini tidak hanya menekan pendapatan ekspor, tetapi juga mengurangi daya tarik sektor ekstraktif bagi investor,” ujar Yusuf, Selasa (6/5) di Jakarta. Faktor domestic juga turut memengaruhi perlambatan investasi. Ketidakpastian politik dan kebijakan fiskal selama masa transisi pemerintahan membuat pelaku usaha cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati (wait and see). (Yoga)
Pengadaan Bursa Kerja di Tengah Lonjakan Pengangguran
Pencari kerja terlihat sedang beristirahat di tengah acara bursa kerja di GOR Kemayoran, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Pemerintah Provinsi Jakarta kembali menyelenggarakan bursa kerja (job fair) di dua kecamatan, yakni Kemayoran dan Johar Baru. Bursa kerja ini diikuti 40 perusahaan dari berbagai industri. Ribuan lowongan pekerjaan juga tersedia di bursa kerja ini. Ajang bursa kerja bisa menjadi harapan bagi pencari kerja di tengah lonjakan angka pengangguran di Indonesia. Berdasarkan data Sakernas Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penganggur di Indonesia mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025. Dibandingkan dengan Februari 2024, jumlahnya bertambah sekitar 83.000 orang. (Yoga)
Ibu Rumah Tangga pun Mencari Kerja
Bursa kerja tak hanya dipadati penganggur, lulusan baru, dan mereka yang terkena PHK. Ada ibu rumah tangga hingga pekerja lepas yang ”turun gunung” untuk mendapatkan pemasukan tetap agar dapur tetap mengepul di tengah impitan kebutuhan sehari-hari. Tami (33) diajak tetangganya ke Bursa kerja, Jakarta Job Fair di GOR Johar Baru, yang dihelat Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakpus pada Selasa (6/5) siang. Ibu rumah tangga ini ingin mengadu nasib di bursa kerja agar bisa bekerja lagi setelah 12 tahun fokus mengurus buah hati. Suaminya hanya pekerja serabutan atau sesekali membantu kenalan sebagai petugas kebersihan di hotel.
”Sekarang suami lagi di rumah saja. Belum ada panggilan kerja. Mau tidak mau harus begini (cari kerja) supaya bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” kata warga Koja, Jakut, itu. Tami kerap membantu mertuanya berjualan makanan dan minuman untuk memenuhi uang jajan anak-anak. Namun, keluarganya harus punya pemasukan tetap agar tak merepotkan mertua. Narsih (48) juga membawa harapan serupa. Orang tua tunggal ini ingin anak-anaknya bisa sekolah dengan tenang dan segala kebutuhannya tercukupi. ”Cari kerja apa saja,” ujar Narsih, warga Pemalang, Jateng, yang sudah belasan tahun merantau ke Jakbar. Saban hari ia bekerja serabutan sebagai tukang bersih-bersih, cuci, dan pijat tradisional di Jakarta Barat. Sebelumnya, dalam sehari ada delapan panggilan kerja serabutan. Namun, kini paling banter empat. (Yoga)
TPT Harus Dimulai dengan Mengurangi Pekerja Informal
Pengangguran Meningkat akibat Ekonomi Melambat
Adanya stagnasi pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 melambat dibanding pertumbuhan pada triwulan I-2024. Perlambatan ini turut dibayangi kenaikan jumlah penganggur yang semakin mengancam pelemahan konsumsi masyarakat. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan pada triwulan I-2025 adalah 4,87 %, lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi secara tahunan pada triwulan I-2024 di 5,11 %. Dalam konferensi pers secara hibrida, Senin (5/5) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025 ditopang oleh pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga dan ekspor yang tumbuh secara tahunan sebesar 4,89 % dan 6,78 %.
”Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi adalah ekspor, didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas dan kunjungan wisatawan mancanegara. Konsumsi rumah tangga tumbuh didorong momen Ramadhan dan liburan Idul Fitri di akhir Maret 2025,” ujarnya. Perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2025 sejalan dengan stagnasi pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga triwulan I-2025 berbanding pada triwulan I-2024. BPS mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulanI-2025 tumbuh 4,89 % secara tahunan. Sementara pada triwulan I-2024, pertumbuhan tahunan konsumsi rumah tangga sedikit lebih tinggi, di level 4,91 %.
Secara historis, konsumsi rumah tangga memang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menilai, perlambatan kinerja konsumsi masyarakat sebelumnya telah terindikasi dari hasil Survei Konsumen BI pada Maret 2025 yang menunjukkan pelemahan indeks pendapatan dan pembelian barang tahan lama, terutama dari kelompok pendapatan menengah bawah. ”Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan terhadap daya beli,” ujarnya. Stagnasi pada pertumbuhan konsumsi masyarakat sedikit banyak juga dipengaruhi oleh pertumbuhan belanja pemerintah secara tahunan yang pada triwulan I-2025 terkontraksi 1,38 %. (Yoga)
Rp 5 Triliun dari Dana Indonesiana untuk Mendukung Warisan Budaya
Kementerian Kebudayaan meluncurkan Program Dana Indonesiana 2025 untuk pemajuan kebudayaan. Dengan fasilitasi tersebut, pemerintah menciptakan skema pendanaan berkelanjutan agar warisan budaya, seni, serta inovasi kreatif terus hidup dan berkembang. Pemajuan kebudayaan diharapkan menghasilkan dampak ekonomi, sosial, dan kekuatan diplomasi. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat meluncurkan Program Dana Indonesiana 2025 di Jakarta, Senin (5/5) menuturkan, tahun ini tersedia pembiayaan Rp 465 miliar dari dana abadi Rp 5 triliun. Target pendanaan mencapai lebih dari 1.000 penerima manfaat, baik individu, komunitas, maupun lembaga budaya. Semua pengajuan melalui mekanisme transparan dan dikurasi tim. Hal ini menunjukkan negara hadir dalam pemajuan kebudayaan.
Pemajuan kebudayaan bagian dari upaya menanamkan kembali jati diri bangsa, kekuatan bangsa secara inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Pemajuan kebudayaan juga menjadi penjaga, penggerak, dan mitra utama ekosistem budaya nasional. Melalui Dana Indonesiana, pemerintah menciptakan skema pendanaan berkelanjutan agar warisan budaya, seni, tradisi, pengetahuan adat, serta inovasi kreatif hidup dan berkembang. Hal itu menjadi fondasi pembangunan nasional. ”Pendanaan publik untuk kebudayaan penting. Tanpa investasi tepat, banyak komunitas tradisi dan praktik budaya, terutama yang membutuhkan dukungan, berisiko terpinggirkan, bahkan hilang,” kata Fadli. (Yoga)
Tren Optimistis IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua Mei 2025 melanjutkan tren kenaikan harga atau bullish sejak pertengahan April lalu. Tren ini terjadi di tengah banyaknya tantangan ekonomi dari dalam dan luar negeri, dari potensi penurunan suku bunga The Fed yang tidak signifikan hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. IHSG, Senin (5/5) dibuka di level 6.844 dan berhasil mempertahankan tren kenaikan hingga 6.851 pada penutupan sesi pertama perdagangan. Pengamat pasar modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, mengatakan, IHSG mulai menunjukkan kenaikan sejak minggu lalu ketika berhasil menguat 2 % ke level 6.815.
Dalam tiga hari berturut-turut pada awal Mei, asing kembali melakukan pembelian bersih di pasar saham dengan total Rp 300 miliar. Pada waktu bersamaan, nilai tukar rupiah kembali menguat selama pekan lalu, dengan ditutup pada angka Rp 16.400 per USD, posisi terkuat sejak pertengahan Maret 2025. ”Faktor penggerak IHSG pada minggu ini salah satunya dari aliran dana asing yang tercatat mulai masuk ke bursa saham Indonesia pada minggu lalu. Aliran dana asing tercatat net buy (melakukan pembelian bersih) sebesar Rp 292 miliar dalam kurun waktu seminggu terakhir,” tuturnya kepada Kompas. (Yoga)
Distribusi MBG di NTT hanya 3,3 %
Menginjak bulan kelima, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTT baru menjangkau 62.289 penerima atau 3,3 % dari target 1,9 juta penerima. Kondisi geografis berupa kepulauan jadi tantangan percepatan program unggulan Presiden Prabowo di NTT. Florencio MarioVieira dari tim monitoring program MBG, Senin (5/5) menyebutkan, jumlah penerima manfaat MBG di NTT baru 62.289 orang. Penerima dilayani 21 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Padahal, target penerima di NTT sekitar 1,9 juta orang yang dilayani 749 SPPG. Artinya, penerima manfaat program ini baru 3,3 %. Adapun program MBG di NTT mulai 6 Januari 2025. Layanannya dilakukan SPPG Noelbaki di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Menurut Mario, kondisi geografis NTT yang terdiri atas kepulauan menjadi tantangan bagi hadirnya pelayanan MBG. ”Arahan Presiden (Prabowo), (target akan tercapai) 100 % (pada) akhir tahun (2025),” katanya. Gunex Lerebulan, guru di SMA Negeri Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, menuturkan, lebih kurang 1.000 siswa di sekolah itu belum menikmati program MBG. Program MBG baru menjangkau beberapa sekolah di ibu kota kabupaten. Rote adalah pulau terluar di selatan NTT. Gunex menyarankan, untuk mempercepat capaian program MBG, pemerintah perlu bekerja sama dengan orangtua murid. Sebab, jika hanya mengandalkan SPPG, butuh waktu lama menjangkau seluruh sekolah, terutama di daerah yang sulit akses transportasi.
”Caranya, uang MBG itu diberikan kepada orangtua untuk dikelola sebab orangtua yang tahu selera anaknya. Nanti, pihak sekolah yang mengawasi. Kalau anak datang ke sekolah tidak bawa makanan, uang MBG ke orangtua dihentikan,” katanya. Ermelia (43) setuju jika diminta menyediakan MBG bagi anaknya. Selama ini, ia cemas dengan olahan makanan MBG, mulai dari penggunaan penyedap rasa hingga pemberian susu kotak yang dianggap tidak sehat. Sejumlah siswa SMA di Kota Kupang mengatakan, menu makan yang dibagikan sering tak sesuai selera. Mereka pun menginginkan MBG disiapkan orangtua agar bisa menyesuaikan kebiasaan mereka. (Yoga)
Penyelundupan Narkoba Lintas Negara Berhasil Digagalkan
Prabowo Klarifikasi Soal Isu Boneka Politik
Presiden Prabowo Subianto dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya adalah "presiden boneka" yang berada di bawah kendali Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan (5/5), Prabowo menegaskan bahwa komunikasi yang ia jalin dengan Jokowi hanyalah bentuk konsultasi yang wajar antara pemimpin baru dan pendahulunya. Ia menyatakan, "Itu seorang pemimpin yang bijak. Konsultasi. Minta pendapat, minta saran." Prabowo juga menegaskan bahwa praktik menjalin komunikasi dan silaturahmi ini bukan hanya dengan Jokowi, melainkan juga dilakukan dengan para mantan presiden lainnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri. Pernyataan ini menunjukkan sikap Prabowo sebagai pemimpin yang terbuka terhadap masukan, sekaligus menegaskan kemandiriannya dalam menjalankan pemerintahan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









