Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )BPS Mencatat Jumlah Pengangguran Sebanyak 7,28 Juta Orang
Biaya Haji yang Lebih Efisien Diupayakan Presiden
Presiden Prabowo Subianto melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 10 Embarkasi Jakarta Pondok Gede di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Minggu (4/5). Presiden berkomitmen untuk mewujudkan layanan haji yang lebih baik dan lebih efisien. ”Kita berjuang dengan semua pihak, Menteri Agama, Kepala Badan Haji, kita mencari yang paling mungkin (untuk) turunin lagi (biaya haji),” tutur Presiden kepada wartawan saat melepas jemaah dan meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2F, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dalam pidato peresmiannya, Presiden mengatakan, saat bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, beberapa waktu lalu, sudah disampaikan rencana untuk membangun perkampungan Indonesia di Arab Saudi. Hal ini disebutnya mendapat respons positif.
Dalam pertemuan selanjutnya di Arab Saudi, Pemerintah RI akan mematangkan rencana tersebut. ”Kami akan berangkat ke Arab Saudi. Kami sudah minta waktu dengan pemimpin Arab Saudi. Kita mau bangun perkampungan Indonesia.Nanti penerbangan juga dibikin efisien semuanya. Di mana bisa kurangi biaya, akan dilakukan,” ujar Presiden. Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana mengatakan, ”Peresmian ini adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam rangka meningkatkan dan memberikan kualitas pelayanan terbaik untuk jemaah haji dan umrah.” (Yoga)
RI Dalam bayangan Pertumbuhan di Bawah 5 %
Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 diperkirakan mulai memasuki tren perlambatan yang tumbuh di bawah 5 %. Beberapa katalis utama pertumbuhan, seperti konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan sektor keuangan, mulai menunjukkan gejala pelemahan. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan PDB Indonesia cenderung stabil di atas 5 %, di luar masa pandemi Covid-19 pada triwulan II-2020 hingga triwulan I-2021, yang sempat mencatatkan pertumbuhan negatif selama empat triwulan beruntun. Secara kumulatif, PDB nasional pada 2024 tumbuh 5,03 % secara tahunan. Meskipun di atas pertumbuhan pada 2019 di 5,02 %, capaian itu melambat dibanding pada 2023 yang mencapai 5,05 %.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) dalam laporan Indonesia Economic Outlook Triwulan II-2025 yang bertajuk ”Memasuki Pertumbuhan di Bawah 5 %” memperkirakan, PDB Indonesia tumbuh 4,94 % pada triwulan I-2025, di kisaran 4,93-4,95 %. PDB nasional 2025 diperkirakan tumbuh 4,95 % atau dalam kisaran 4,9-5,0 %, dipengaruhi faktor eksternal global ataupun faktor internal domestik. Tekanan eksternal terutama berasal dari eskalasi perang dagang yang dipicu pengenaan tarif bea masuk impor tinggi AS. Perkembangan ini berisiko negatif bagi Indonesia, khususnya terhadap arus investasi, perdagangan, inflasi impor, depresiasi nilai tukar, tekanan fiskal, serta perlambatan ekonomi secara menyeluruh.Cerita Kemiskinan Indonesia Versi BPS dan Bank Dunia
Angka kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS berbeda. Laporan Bank Dunia menyebutkan, separuh rakyat Indonesia hidup miskin. Sementara BPS menyebutkan, jumlah rakyat miskin di Indonesia tidak melampaui 10 % dari total penduduk Indonesia. Perbedaan ini berasal dari perbedaan metode penghitungan, asumsi, serta ambang batas kemiskinan yang digunakan kedua lembaga itu. Bank Dunia, melalui laporan terbaru, Macro Poverty Outlook edisi April 2025, menyebutkan, 172 juta orang atau 60,3 % penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan. Dasar penghitungan yang digunakan adalah standar negara berpendapatan menengah-atas, status yang resmi disandang Indonesia sejak 2023.
Bank Dunia mengklasifikasikan negara yang berpendapatan menengah-atas apabila memiliki pendapatan nasional bruto (gross national income/ GNI) di kisaran 4.466 USD-13.845 USD per kapita. Menurut data Bank Dunia, GNI Indonesia pada 2023 mencapai 4.870 USD per kapita. Maka, Bank Dunia menghitung tingkat kemiskinan Indonesia sesuai standar negara berpendapatan menengah-atas, dimana ambang batas pengeluaran masyarakat kategori miskin adalah mereka dengan pengeluaran di bawah 6,85 USD per kapita per hari. Pengeluaran yang dimaksud adalah paritas daya beli (purchasing power parity/PPP). PPP digunakan sebagai dasar menghitung dan membandingkan tingkat kemiskinan antar negara, seolah-olah semua hidup dalam kondisi ekonomi yang setara.
Merujuk Jisdor, 6,85 USD setara Rp 115.073. Atas dasar ini, PPP Indonesia yang dihitung Bank Dunia pada 2024 setara Rp 41.093 per kapita per hari termasuk dalam kategori miskin. Di sisi lain, data resmi BPS menunjukkan tingkat kemiskinan Indonesia per September 2024 sebanyak 24,06 juta orang atau 8,57 % dari total penduduk. Garis kemiskinan dihitung berdasarkan hasil pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dua kali setahun. Pengukuran itu dilakukan pada tingkat rumah tangga, bukan individu. Oleh karena itu, garis kemiskinan yang dihitung BPS dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Indonesia berdasarkan wilayah. Terlepas perbedaan standar pengukuran itu, sejumlah kalangan menilai sudah saatnya Indonesia memperbaiki metode pengukuran kemiskinannya. (Yoga)
Kisah Cokelat Dubai
Indonesia tersambar kehebohan cokelat dubai. Orang beramai-ramai mencari dan membeli cokelat yang sebenarnya sudah muncul pada 2022 dengan nama Can’t Get Knafeh of It. Pada mulanya diproduksi FIX Chocolatier dan dijual secara eksklusif di Uni Emirab Arab atau UEA. Cokelat ini menjadi sangat populer di media sosial sehingga hanya dijual selama dua jam sehari dan sering kali habis dalam hitungan menit. Kini telah ada cokelat tiruan, yang dikenal dengan julukan ”Cokelat Dubai”. Cokelat ini mudah ditemukan di supermarket dan juga toko daring di Indonesia. Yezen Alani, yang memiliki FIX bersama istrinya, Sarah Hamouda, mengatakan kepada BBC bahwa cokelat batangan FIX pertama kali dicetuskan oleh Hamouda pada tahun 2021 yang mendambakan rasa tersebut saat ia sedang hamil.
Mereka menjalankan bisnis tersebut di sela-sela pekerjaan kantor. ”Sarah dan saya dibesarkan di Inggris dan pindah ke Dubai 10 tahun yang lalu, jadi kami memiliki akar budaya Barat dan Arab. Kami ingin menciptakan rasa yang terinspirasi dari hal tersebut,” kata Alani. Awalnya sebagian daya tarik cokelat tersebut adalah eksklusivitasnya. Anda hanya dapat memesannya menggunakan aplikasi pengiriman makanan, harganya 15 pound sterling per batang dan hanya dapat dibeli pada jam-jam tertentu sehari untuk memastikan perusahaan dapat memenuhi semua pesanan mereka. Setelah itu bermunculan di pasar. Hingga kemudian popularitas cokelat batangan ini muncul dan viral di media sosial setelah sebuah video dibuat oleh pengguna Tiktok, Maria Vehera, pada Desember 2023.
Konten ini telah disukai hampir tujuh juta pengguna dan telah dilihat 127 juta orang. Dampaknya, cokelat ini terkenal dan pasarnya meluas. Harga cokelat ini (10 pound sterling untuk berat 145 gram) menjadi dua kali lipat disbanding harga cokelat lainnya. Harga bahan baku, yaitu kacang pistachio, di Inggris dilaporan oleh Financial Times melonjak dari 7,75 pound sterling menjadi 10,30 pound sterling untuk setiap pound. Menurut BBC, elemen yang paling menonjol dari produk itu adalah sifat renyah dari isiannya. Dengan adonan filo (filo pastry) tekstur dan ketebalan pada cokelat batangan ini bertambah. Kehadiran cokelat dubai ini telah mendorong inovasi berbagai produsen cokelat baik kecil maupun besar. Laman Speciality Food mengeksplorasi berbagai inovasi yang muncul setelah produk itu terkenal. (Yoga)
Karier Perempuan di Dunia Kerja
Nina (52) sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring di Jakarta sejak 2016. Saat itu, dia baru mengundurkan diri dari posisi sekretaris di salah satu kantor notaris di Jakpus. Ia tidak betah dengan suasana kantor yang tidak sehat sehingga kariernya susah berkembang. Ditambah lagi, dia pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuatnya harus istirahat hampir sebulan lebih. Suaminya sudah lama meninggal. Dua anaknya butuh biaya agar tetap sekolah. Saat berusia 43 tahun, dia merasa lowongan pekerjaan formal sudah terbatas sekalipun memiliki ijazah pendidikan di salah satu akademi sekretaris di Jakarta. Menjadi pengemudi ojek daring adalah survival. Pekerjaan ini tidak perlu persyaratan rumit. Berbekal bisa mengendarai sepeda motor, dia memutuskan melamar menjadi pengemudi ojek daring khusus layanan pesan antar makanan.
Berbeda dengan Elisa (31) manajer perusahaan produk perawatan kulit nasional yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk menempati posisinya sekarang, dia hanya butuh waktu tujuh tahun. ”Saya banyak menemukan pengalaman kerja di sektor industri yang sama supaya dapat menunjukkan kapabilitas untuk memimpin sebuah tim,” ujarnya. Elisa merupakan lulusan sarjana dari UI. Sejak awal, dia berkarier di industri kecantikan yang cenderung memilih perempuan sebagai karyawan. Sektor ini pun menyasar perempuan sebagai pembeli. ”Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, lowongan pekerjaan sebagai manajer di industri ini banyak. Tidak pernah ada yang mensyaratkan jender tertentu, tetapi ada pertimbangan-pertimbangan internal yang tidak diketahui sehingga tidak selalu perempuan dipanggil wawancara,” katanya.
Temuan Labor Market Brief oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI pada 3 Maret 2025, bahwa tingginya angka partisipasi kerja perempuan tidak serta-merta menjamin akses terhadap pekerjaan dan kualitas pekerjaan. Perempuan dengan pendidikan tinggi di Indonesia, yakni diploma dan universitas, menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) yang cukup tinggi di hampir semua provinsi. Mengutip data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS pada 2023, sebagian besar provinsi di Indonesia mencatatkan TPAK perempuan di atas 75 %. Peneliti LPEM UI dalam Labor Market Brief itu, Muhammad Hanri, menyampaikan, TPAK perempuan Jakarta yang berpendidikan tinggi relatif rendah, yaitu 68,8 %. Kondisi tersebut merefleksikan: Pertama, adanya peluang kerja yang lebih stabil bagi perempuan berpendidikan tinggi. Kedua, keputusan perempuan lulusan pendidikan tinggi untuk tidak aktif di pasar kerja disebabkan faktor keluarga dan ketimpangan beban domestik yang tinggi. (Yoga)
Pisang Goreng Kebaikan Warastuti
Warastuti (48) ulet mengembangkan bisnis kulinernya meski didera pandemi. Ia juga menebarkan welas asih dengan membagikan sembako dan memberdayakan ibu rumah tangga. Sempat kehabisan uang hingga lengannya kerap melepuh, pelaku UKM itu mampu kembali bangkit. Waras, demikian sapaannya, berkeliling di dapur untuk mengawasi seraya bersenda gurau dengan sekitar lima pegawai yang tengah memasak di Warung Tradisional atau Waras, Jalan Ciragil I, Jakarta, itu. Ia beranjak menemui supervisornya, Muhamad Setyo Budi (26), yang ikut mengelap piring. Didampingi Sientje Rieuwpassa (46) yang menerima order di kasir. Ia juga meminta juru masak untuk melengkapi selat solo dengan kentang, mengamati konblok yang masih dicat, hingga memberi tahu pengunjung agar menata mobilnya.
Ia pemilik kedai bergaya industri rumahan tersebut, tetapi tak hanya berpeluk tangan dengan terjaga sejak subuh untuk menyiapkan bahan baku puluhan sajiannya. Usaha yang turut merambah Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya itu bukan sekadar aktualisasi keuletan Waras. Ia pun menaburkan semangat filantropinya dengan merangkul sejumlah pegawai rumah makan yang kehilangan nafkah karena dihantam pagebluk. Waras, mengulurkan tangan kepada Budi yang tak lagi bekerja sebagai pramusaji di restoran padang. Ia pun menggandeng ibu-ibu di sekitar cabang-cabangnya. Usaha itu sudah tersebar di hampir 20 lokasi. Semula, ia memasang aplikasi pemesanan makanan secara daring. Banyak ojek online yang meminta Waras mempekerjakan istrinya. ”Sejak tahun 2022, saya juga mengadakan mudik gratis buat karyawan,” ujarnya, Jumat (2/5).
Ia membulatkan niatnya meninggalkan dunia korporasi untuk membuat rintisan (start up) pada tahun 2019. Tak dinyana, Covid-19 yang merebak lalu memorak-porandakan impian Waras. Namun, tekadnya tak berarti pupus. Saat itu, Mei 2020, sajian iftar, seperti pisang goreng, risoles, dan setup makaroni, mulai dipasarkan lewat internet. Ia juga meracik selat solo, empal gentong, dan rawon. Hampir setahun, Waras membagikan minyak goreng, telur, beras, dan mi instan. Ia sungguh bersyukur seiring beberapa perusahaan yang menawarkan dana tanggung jawab sosialnya. Kenikmatan Pisang Waras menyebar dari mulut ke mulut. Sejumlah investor pun mengajukan pinangannya untuk bermitra dan tak sungkan menggulirkan modal hingga miliaran rupiah. (Yoga)
Pejabat Kemendag Diperiksa dalam Kasus Minyak
Pelayanan Rumah Sakit dan Bandara Tetap Berjalan meski Listrik Padam
Melemahnya Industri Manufaktur
Industri manufaktur dalam negeri tengah menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar global, tercermin dari melemahnya Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan menurunnya Indeks Kepercayaan Industri. Survei PMI Manufaktur merupakan survei persepsi terhadap pelaku industri yang menunjukkan tingkat keyakinan (optimistis atau pesimistis) menjalankan usahanya saat ini. Para pelaku usaha mendesak pemerintah untuk memberikan pelindungan lebih bagi industri nasional dari gempuran produk impor. PMI Manufaktur Indonesia pada April 2025 turun ke level 46,7, yang berarti berada dalam fase kontraksi karena berada di bawah ambang batas 50, berdasarkan laporan S&P Global. Padahal, pada Maret 2025, PMI masih berada di zona ekspansif dengan nilai 52,4.
”Penurunan sangat signifikan hingga 5,7 poin dibanding Maret lalu. Ini sekaligus menandakan bahwa optimisme atau kepercayaan diri dari para pelaku industri manufaktur di dalam negeri semakin menurun di tengah situasi ketidakpastian saat ini,” kata Jubir Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, Jumat (2/5). Sejumlah pelaku industri manufaktur di Indonesia masih menunggu kepastian dari hasil negosiasi perwakilan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS. Sebab, dengan adanya kepastian hukum melalui kebijakan dari pemerintah, pelaku industri akan dapat percaya diri untuk menjalankan usahanya sehingga tidak dalam kondisi menunggu dan melihat situasi (wait and see). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









