;

Pisang Goreng Kebaikan Warastuti

Pisang Goreng Kebaikan Warastuti

Warastuti (48) ulet mengembangkan bisnis kulinernya meski didera pandemi. Ia juga menebarkan welas asih dengan membagikan sembako dan memberdayakan ibu rumah tangga. Sempat kehabisan uang hingga lengannya kerap melepuh, pelaku UKM itu mampu kembali bangkit. Waras, demikian sapaannya, berkeliling di dapur untuk mengawasi seraya bersenda gurau dengan sekitar lima pegawai yang tengah memasak di Warung Tradisional atau Waras, Jalan Ciragil I, Jakarta, itu. Ia beranjak menemui supervisornya, Muhamad Setyo Budi (26), yang ikut mengelap piring. Didampingi Sientje Rieuwpassa (46) yang menerima order di kasir. Ia juga meminta juru masak untuk melengkapi selat solo dengan kentang, mengamati konblok yang masih dicat, hingga memberi tahu pengunjung agar menata mobilnya.

Ia pemilik kedai bergaya industri rumahan tersebut, tetapi tak hanya berpeluk tangan dengan terjaga sejak subuh untuk menyiapkan bahan baku puluhan sajiannya. Usaha yang turut merambah Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya itu bukan sekadar aktualisasi keuletan Waras. Ia pun menaburkan semangat filantropinya dengan merangkul sejumlah pegawai rumah makan yang kehilangan nafkah karena dihantam pagebluk. Waras, mengulurkan tangan kepada Budi yang tak lagi bekerja sebagai pramusaji di restoran padang. Ia pun menggandeng ibu-ibu di sekitar cabang-cabangnya. Usaha itu sudah tersebar di hampir 20 lokasi. Semula, ia memasang aplikasi pemesanan makanan secara daring. Banyak ojek online yang meminta Waras mempekerjakan istrinya. ”Sejak tahun 2022, saya juga mengadakan mudik gratis buat karyawan,” ujarnya, Jumat (2/5).

Ia membulatkan niatnya meninggalkan dunia korporasi untuk membuat rintisan (start up) pada tahun 2019. Tak dinyana, Covid-19 yang merebak lalu memorak-porandakan impian Waras. Namun, tekadnya tak berarti pupus. Saat itu, Mei 2020, sajian iftar, seperti pisang goreng, risoles, dan setup makaroni, mulai dipasarkan lewat internet. Ia juga meracik selat solo, empal gentong, dan rawon. Hampir setahun, Waras membagikan minyak goreng, telur, beras, dan mi instan. Ia sungguh bersyukur seiring beberapa perusahaan yang menawarkan dana tanggung jawab sosialnya. Kenikmatan Pisang Waras menyebar dari mulut ke mulut. Sejumlah investor pun mengajukan pinangannya untuk bermitra dan tak sungkan menggulirkan modal hingga miliaran rupiah. (Yoga)


Tags :
#Varia #UMKM
Download Aplikasi Labirin :