Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Ramai-ramai Melamar Jadi PPSU Jakarta
Di tengah ketatnya persaingan dan keterbatasan lapangan kerja, pembukaan lowongan kerja sebagai anggota penanganan prasarana dan sarana umum atau PPSU di Jakarta menjadi opsi menarik bagi pencari kerja. Sedari awal pekan ini, Balai Kota Jakarta diserbu pencari kerja. Mereka mengantre sejak pagi demi lowongan kerja sebagai penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP). PJLP adalah sebutan bagi pasukan pelangi. Garda depan Pemprov Jakarta dalam berbagai bidang. Ada pasukan oranye (PPSU), pasukan biru (dinas sumber daya air), dan pasukan kuning (dinas bina marga). Pasukan hijau (dinas pertamanan dan hutan kota) serta petugas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
Setidaknya 1.000 warga mengantre sejak pagi di gerbang masuk Balai Kota Jakarta, Rabu (23/4). Tua, muda, datang sendirian atau berkelompok, bahkan membawa anak, memadati akses masuk ke kompleks perkantoran Pemprov Jakarta. Tidak ada antrean yang jelas. Hanya ada petugas Satpol PP Jakarta dan pengamanan dalam yang mengatur pencari kerja agar tertib. Salah seorang yang antre menaruh berkas lamaran adalah Budiawan (21). Sambil mendekap berkas lamarannya, Budiawan keluar dari antrean, lalu duduk di trotoar. Ia mendapat informasi lowongan kerja PPSU dari pesan di Whatsapp.
Dalam pesan itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung membuka peluang kerja hanya dengan ijazah SD. Pesan itu bak angin segar baginya untuk meningkatkan taraf hidup. Pemasukannya selama ini hanya dari kerja serabutan dan mengamen. ”Lulusan SMP bisa dapat gaji UMR, siapa yang tidak mau. Kalau dapat kerja baik, saya bisa bantu orangtua juga, kan,” ucap Budiawan. Sebagai gambaran, upah minimum provinsi (UMP) Jakarta tahun 2025 sebesar Rp 5.396.761. (Yoga)
Kejagung Sita Rp 5,5 Miliar dalam Kasus Korupsi
Bisnis Rumah Sakit Dukung Pertumbuhan Emiten
Proyek Rempang Eco City Membuat Warga Nelangsa
Polemik rencana proyek Rempang Eco City di Pulau Rempang, Kepri, dua tahun terakhir telah mengusik kehidupan masyarakat. Polemik itu membuat penghasilan masyarakat anjlok ke lembah terdalam, akibat aksi represif aparat keamanan dan tak ada lagi akses permodalan. Begitulah yang dirasakan warga Kampung Pasir Panjang, Rempang, sekaligus Ketua Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu, Ishak alias Saka (58). Menurut Saka, Senin (21/4) sebelum mencuat polemik Rempang, masyarakat bak hidup di tanah surga. Pulau Rempang dan lingkungan sekitarnya mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Bulan madu di tanah surga itu menjelma menjadi nelangsa saat pemerintah menetapkan Rempang Eco City sebagai PSN yang disahkan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Agustus 2023.
Pada 7 September 2023, sebanyak 1.010 aparat gabungan TNI, Polri, satpol PP, dan petugas keamanan BP Batam masuk ke Rempang untuk mematok lahan. Saat itu, ada 16 kampung tua yang masuk dalam bagian PSN walau akhirnya menyusut menjadi lima kampung. Terlepas dari itu, kedatangan ribuan aparat untuk mematok lahan memicu perlawanan besar dari masyarakat Rempang. Perekonomian masyarakat, ujar Saka, berada di tingkat sejahtera sebelum terjadi polemik Rempang. Dalam sebulan, setidaknya, warga bisa 15 kali pergi melaut dengan penghasilan rata-rata Rp 500.000 per hari. Saat musim berlimpah ikan, penghasilan dari laut tembus Rp 3 juta-Rp 4 juta per malam. Setelah dihantam dampak polemik Rempang, penghasilan warga terjun bebas hingga merosot 70 % dari kondisi normal.
Selain diliputi rasa cemas saat beraktivitas, usaha warga untuk melaut, berkebun, dan berladang seolah sengaja dilumpuhkan oleh pemerintah. Dewan Penasihat Pusat Studi Agraria IPB University, Rina Mardiana, menuturkan, selama ini hasil perikanan, perkebunan, dan pertanian dari Rempang menjadi pemasok utama kebutuhan pangan di Batam. Hal itu menandakan ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari Rempang. Kalau ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kenapa pemerintah tidak melihat potensi itu sebagai jalan untuk memajukan daerah itu. Sebaliknya, kenapa pemerintah memaksakan proyek Rempang Eco City saat masyarakat konsisten menolaknya. (Yoga)
Naiknya Harga Emas Menembus Rp 2 Juta Per Gram
Pedagang terlihat sedang melayani pelanggan yang hendak membeli perhiasan emas di salah satu toko emas di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, pada hari Selasa (22/4/2025). Harga emas Antam pada Selasa mencetak rekor tertinggi dan tembus di atas Rp 2 juta per gram, tepatnya Rp 2.016.000 atau naik Rp 36.000 dari hari sebelumnya. Walau harganya tinggi, animo masyarakat untuk membeli emas masih tinggi. (Yoga)
Pelaku Usaha Melakukan Dekarbonisasi Lewat IDX Carbon
Bursa Karbon Indonesia atau IDX Carbon membuka berbagai peluang pemanfaatan bursa sebagai sarana dekarbonisasi bagi pelaku usaha. Untuk itu, Bursa Karbon RI disiapkan memiliki regulasi berstandar internasional hingga memiliki inovasi produk, seperti proyek carbon capture and storage (CCS). Sejak diluncurkan September 2023 sampai 17 April 2025, IDX Carbon mencatat peningkatan total pengguna jasa dari 16 partisipan menjadi 111 pengguna jasa. Dalam periode 1,5 tahun, volume transaksi untuk pengimbangan emisi karbon mencapai 1,6 juta ton CO2 ekuivalen (CO2e) dengan nilai transaksi hampir Rp 80 miliar.
Lebih dari sepertiga transaksi karbon tersebut, yakni sebanyak 690.675 ton CO2e, terakumulasi sepanjang triwulan I-2025. Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam acara CarboNEX, di Kantor BEI, Jakarta, Selasa (22/4) menuturkan, kenaikan transaksi itu mengungguli transaksi bursa karbon di Jepang. IDX Carbon, menurut dia, semakin percaya diri sejak mereka resmi membuka perdagangan karbon untuk pasar internasional pada Januari 2025 ini. Dengan ini, perusahaan asing yang mengemisi karbon bisa mengganti potensi kerusakan alam yang mereka buat dengan membiayai proyek hijau atau minim emisi di Indonesia.
Namun, sejauh ini, pasar internasional masih terbatas bertransaksi lewat perusahaan afiliasinya di dalam negeri. Hal ini mengingat IDX Carbon masih harus menyesuaikan regulasi dan standar tertentu untuk menarik pelaku pasar internasional bertransaksi di dalam negeri. ”Pemerintah sedang menjajaki mutual recognition agreement (MRA) dengan registry unit internasional untuk mendorong lebih jauh lagi perdagangan internasional dari Indonesia. Misalnya, Verra dan Gold Standard, di mana IDX Carbon saat ini juga sedang berproses menjadi member dari Verra dan Gold Standard,” kata Iman. (Yoga)
Menjaga Momentum dan Mempertahankan Stabilitas Ekonomi
Milenial Jadi Sasaran Baru Pengembang Properti
Selamat Jalan, Sri Paus
Kabar duka datang dari Vatikan. Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Senin (21/4), wafat dalam usia 88 tahun, sehari setelah menemui ribuan umat yang memadati Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, di Minggu Paskah. Berkat untuk Kota dan Dunia atau Urbi et Orbi yang disampaikan Paus dari balkon Basilika Santo Petrus, di Minggu Paskah (20/4) adalah berkat terakhirnya untuk dunia. Dalam kesempatan itu, Paus kembali menegaskan pentingnya membangun dialog demi hadirnya perdamaian di dunia. Ketika menyapa umat dari balkon, Paus tampak terengah-engah. Pada Februari lalu, Paus mendapat perawatan khusus lantaran serangan pneumonia ganda.
”Dengan kesedihan yang mendalam, saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita, Fransiskus,” kata Kardinal Kevin Farrell di saluran TV Vatikan. ”Pukul 07.35 ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa”. Setelah dirawat selama 38 hari di rumah sakit sejak 14 Februari 2025, Paus tidak banyak muncul di publik. Dokter meminta Paus mengurangi kegiatannya demi pemulihan. Namun, dalam rangkaian Pekan Suci menjelang Paskah, Paus menyempatkan diri berkunjung ke penjara dan menyapa umat. ”Dengan rasa syukur tak terhingga atas keteladanannya, kami serahkan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih Tuhan yang tak terbatas dan penuh belas kasihan,” tutur Farrell. Selamat jalan Sri Paus. (Yoga)
Masih Tertinggalnya Perempuan di Dunia Kerja
Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih tertinggal dibanding laki-laki. Walau tingkat pengangguran terbuka (TPT) perempuan dan laki-laki sama-sama turun dan kini hampir setara, perempuan cenderung lebih banyak bekerja paruh waktu serta lebih rentan terserap di sektor informal. Kondisi ini memperlebar kesenjangan kesejahteraan antara perempuan dan laki-laki. Berdasarkan data BPS selama 2021-2024, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan meningkat, tetapi belum beranjak dari angka 50 %. Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 53,34 % pada Agustus 2021, menjadi 53,41 % pada Agustus 2022, 54,52 % pada Agustus 2023, dan 56,42 % pada Agustus 2024. Pada periode yang sama, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki sudah berada di angka 80 %.
Laporan studi Bank Dunia bertajuk ”Indonesia Country Gender Assessment: Investing in Opportunities for Women” pada 2020 menyebutkan, selama dua dekade, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan hanya 52 %, sedang laki-laki sudah di atas 80 %. Laporan studi ”Perempuan Pekerja Informal dalam Ekonomi Digital” oleh Micro Save Consulting dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Mei 2024) mengakui, meski jumlah pekerja perempuan masih lebih rendah dibanding laki-laki, pekerja perempuan besar kemungkinannya untuk menjadi pekerja informal. Sekitar 66 % atau 54,5 juta pekerja informal di Indonesia merupakan perempuan. Upah/gaji bersih yang diterima sebulan oleh buruh/karyawan/pegawai laki-laki dan perempuan juga cenderung masih ada ketimpangan.
Data BPS pada periode 2021-2024 memperlihatkannya. Pada Agustus 2021 di Provinsi Jakarta, nilai rata-rata upah/gaji bersih yang diterima buruh/karyawan/pegawai laki-laki mencapai Rp 4,2 juta per bulan, sedang perempuan Rp 3,6 juta per bulan. Pada Agustus 2024, nilai rata-rata yang diterima laki-laki Rp 6,1 juta per bulan dan perempuan Rp 5,1 juta per bulan. Indonesia, sesuai laporan Bank Dunia berjudul ”Indonesia Country Gender Assessment: Investing in Opportunities for Women (2020)” telah berkomitmen pada tujuan G20 untuk meningkatkan partisipasi kerja perempuan sebesar 25 % atau menjadi 58,8 % pada 2025. Jika komitmen ini dapat dicapai, pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan meningkat 0,67 % atau 123 miliar USD (setara 432 USD per kapita) pada 2025. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









