Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Cita-cita dan Harapan untuk Indonesia
Perangi Sampah Plastik di Laut
PERINGATAN HUT RI: TRANSISI MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Di tengah semangat perayaan, Indonesia bersiap menghadapi perubahan signifikan yang akan membentuk masa depan bangsa. Dua peristiwa krusial terjadi: perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara dan pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo kepada Prabowo Subianto. Sementara itu, visi besar Indonesia Emas 2045 kian mendekati realisasi.
Indonesia sedang berada di tengah perubahan besar yang mencakup perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara dan pergantian kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto. Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemindahan IKN bukan hanya tentang perubahan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir untuk mencapai visi Indonesia Maju. Nusantara diharapkan menjadi pusat inovasi yang mendukung transformasi ekonomi digital dan hijau, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti pendanaan dan keberlanjutan lingkungan. Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan proyek IKN serta menjaga momentum pembangunan yang telah dimulai oleh Jokowi. Transformasi ekonomi, termasuk hilirisasi industri dan transisi energi, terus didorong untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, meski tantangan domestik dan global tetap ada.
KPK TANGANI DUGAAN KORUPSI LPEI
Kejaksaan Agung melimpahkan kasus dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah tumpang tindih dalam penanganan kasus tersebut. Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Jaksa Agung ST Burhanudin pada Maret 2024, dengan dugaan fraud yang melibatkan empat debitur LPEI senilai Rp2,5 triliun. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kuntadi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan penanganan perkara berjalan efektif tanpa adanya konflik antara lembaga penegak hukum.
Daya Tarik Pinjaman Online Kian Menguat
Bisnis pinjaman online di Tanah Air kedatangan banyak pemodal asal luar negeri. Potensi pasar yang besar, diikuti dengan berbagai regulasi pendukung menjadi magnet para pemilik dana asing untuk masuk ke sektor usaha ini. Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2024, pemberi pinjaman teknologi finansial (tekfin) peer-to-peer (P2P) lending yang berasal dari luar negeri saat ini sebanyak 739 rekening atau melonjak hingga 195% dibandingkan dengan periode yang sama 2023 sebanyak 250. Peningkatan itu berdampak pada tumbuhnya outstanding pinjaman hingga 13,23% menjadi Rp11,82 triliun.
Bisnis pinjaman online di Indonesia terus menarik minat investor asing, terlihat dari peningkatan jumlah rekening pemberi pinjaman asing yang signifikan. Berdasarkan data OJK per Juni 2024, jumlah rekening pemberi pinjaman asing di sektor teknologi finansial P2P lending meningkat 195% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan outstanding pinjaman mencapai Rp11,82 triliun. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut pertumbuhan sektor ini, terutama dalam pembiayaan UMKM dan ultra mikro, sebagai faktor pendorong masuknya investor asing. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi sektor ini meliputi maraknya pinjaman online ilegal, kredit macet, dan persyaratan modal minimum. Upaya kolaboratif antara pemerintah, OJK, dan pelaku usaha diperlukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memastikan industri ini tumbuh dengan sehat.
Memanen Energi Panas Bumi di Dataran Tinggi Dieng
Potensi besar panas bumi terdapat di Dataran Tinggi Dieng, Jateng. Di balik uap kawah dan telaga belerang yang menghiasi plato Dieng, ada potensi bencana yang bisa mengancam jiwa makhluk hidup dan manusia hanya bisa menduga dan memprediksi aktivitasnya dengan mengandalkan peralatan yang ada, termasuk di sekitar Kawah Sileri, Dieng. Rangkaian alat yang terdiri dari instrumen seismik dan kamera pengawas menjadi penyuplai data untuk Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM. ”Lewat kemajuan teknologi, kami bisa mengumpulkan data lebih banyak. Tidak hanya untuk mitigasi, tetapi juga kebutuhan lain terkait potensi yang ada di kawah-kawah Dieng,” ujar Surip, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dieng PVMBG.
Selain memantau konsentrasi karbon monoksida, gas beracun yang tidak berbau dan tak berasa, alat itu juga merekam berbagai data, termasuk potensi panas bumi di dalamnya. Kepala PVMBG Hadi Wijaya menguatkan pendapat itu. Data aktivitas gunung api yang digunakan untuk sektor lain adalah wujud dari kerja sama lintas sektor. Salah satu potensi yang terus dipantau adalah panas bumi yang menjadi potensi energi baru dan terbarukan (EBT). Penyelidik bumi madya Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi di Badan Geologi, Nurhadi, menjelaskan, energi panas bumi di Dieng lebih dari 200 megawatt elektrik (MWe). Energi hijau dari Dieng ini hanyalah satu dari ribuan titik panas bumi yang tersebar dari penjuru negeri.
Indonesia memiliki potensi besar karena dilewati rangkaian gunung api yang disebut Cincin Api (Ring of Fire). Aktivitas vulkanik dari gunung api ini menghasilkan uap yang bisa diproses menjadi energi. Selain aktivitas vulkanik, keberadaan panas bumi ini juga ditemukan di sejumlah sesar aktif tektonik. Berdasarkan catatan Badan Geologi, potensi panas bumi yang telah dipetakan hingga Desember 2023 mencapai 362 lokasi. Tempat-tempat itu menghasilkan energi hingga 23,5 gigawatt. Energi panas bumi yang dipanen di Pulau Jawa menjadi yang terbanyak dengan 1.267 MWe. Energi ini berasal dari tujuh pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Penggunaan energi panas bumi untuk listrik di Indonesia masih didominasi untuk sistem Jamali (Jawa, Madura, dan Bali).
Pemanfaatan ini sejalan dengan target Indonesia bebas emisi karbon pada tahun 2060. Suplai energi yang stabil dari panas bumi bisa menjadi opsi sumber listrik untuk memenuhi kebutuhan dasar. Energi hijau dari perut bumi ini tidak terpengaruh cuaca, seperti pada energi surya dan angin, atau musim kemarau, seperti energi air. Panas bumi memerlukan dana tak sedikit. Biaya yang dibutuhkan untuk satu kali pengeboran eksplorasi 7 juta USD. ”Ini yang membuat perusahaan masih berpikir dalam melakukan pengeboran. EBT ini masih high risk dan high cost. Namun, biasanya teknologi akan diperbarui dan akan mencapai harga yang cocok sehingga pemanfaatan energi ini bisa dilakukan lebih optimal,” tuturnya. (Yoga)
Aliran Uang Penambangan Timah Ilegal
Harvey Moeis dijerat UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam kasus PT Timah Tbk. Pasalnya, Harvey disebut menerima Rp 420 miliar bersama Helena Lim. Dalam sidang pembacaan surat dakwaan terhadap dirinya, jaksa penuntut umum yang dipimpin Ardito Muwardi menyebut, Harvey menerima biaya pengamanan dari beberapa perusahaan smelter, yakni dari PT Tinindo Internusa, PT Sariwiguna Binasentosa, PT Stanindo Inti Perkasa, dan CV Venus Inti Perkasa, melalui Helena Lim. Harvey disebut sebagai perwakilan PT Refined Bangka Tin.
”Memperkaya terdakwa Harvey Moeis dan Helena setidaknya Rp 420 miliar,” kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (15/8). Tim jaksa dalam dakwaannya menyebut, meski bukan pengurus PT Refined Bangka Tin, Harvey Moeis yang merupakan satu dari 22 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, disebut mewakili perusahaan tersebut untuk bernegosiasi dengan direksi PT Timah Tbk dalam rangka pembelian bijih timah yang didapatkan dari penambangan ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk. Harvey juga disebut sebagai teman Suparta, Dirut PT Refined Bangka Tin.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman berpandangan, Harvey Moeis bukanlah penerima manfaat terbesar dalam praktik pengelolaan timah yang kini menjadi kasus korupsi. Sebab, dalam kasus itu, Harvey hanyalah perwakilan dari PT Refined Bangka Tin. ”Justru orang bernama RBS ini yang tidak muncul dalam dakwaan Harvey Moeis. Bahkan, menurut saya, RBS harus didakwa bersama-sama karena dialah pemilik keuntungan sesungguhnya,” tutur Boyamin.
Menurut Boyamin, sosok bernama RBS tersebut ikut dalam pertemuan dengan pihak PT Timah Tbk bersama dengan Harvey Moeis. Bahkan, sosok RBS tersebut diduga yang di awal menyediakan modal untuk kegiatan tersebut. Oleh karena itu, sosok tersebut jugalah yang menerima keuntungan besar dari praktik itu. Boyamin mengaku kecewa dengan proses hukum dalam kasus timah karena sosok yang diduga menjadi otak di balik praktik ini malah tidak dijerat hukum. Oleh karena itu, Boyamin berencana untuk mengajukan permohonan praperadilan ke pengadilan. (Yoga)
Rapuhnya Kelas Menengah
Kelas menengah Indonesia makin rapuh, dihantui PHK dan masalah keluarga yang menggerogoti keuangan dan kesehatan mentalnya. Laporan jurnalisme data harian Kompas pada awal pekan ini memaparkan bahwa gangguan kesehatan mental telah bergeser dari pekerja kelas bawah ke kelas menengah. Berdasar analisis data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2017 dan 2022, pergeseran ini dipengaruhi penurunan penyerapan tenaga kerja formal, PHK dan peningkatan angka pengangguran. Pada 2022, sebanyak 49 % pekerja kelas menengah merasakan gangguan kesehatan mental level tinggi. Sesuai Sakernas, definisi gangguan itu adalah pekerja dengan gangguan emosional/perilaku, mengingat/berkonsentrasi, serta mengurus diri dengan intensitas rendah, sedang, dan tinggi.
Analisis data berbeda berdasarkan Susenas BPS tahun 2022 menunjukkan 1,7 juta warga yang tinggal bersama keluarga utuh mengalami tekanan. Jumlah itu setara 58,6 % dari 2,9 juta orang yang mengalami stres di Indonesia. Hasil analisis data mikro Sakernas dan Susenas tersebut mempertebal fakta bahwa kelas menengah tidak baik-baik saja. Laporan Kompas, yang juga berdasarkan data Susenas 2022, menunjukkan jumlah kelas menengah merosot menjadi 52 juta orang pada 2023 dari 60 juta orang pada 2018. Kini, calon kelas menengah mendominasi dengan jumlah separuh populasi di Indonesia, karena daya beli calon kelas menengah dan kelas menengah menurun dipicu pekerjaan tidak layak berupah rendah, cenderung stagnan, serta minim kepastian kerja.
Di luar itu, ternyata ada faktor masalah keluarga yang ikut merongrong. Keluarga tidak harmonis karena berbagai sebab, termasuk karena tekanan ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga, menyebabkan anggotanya tertekan. Angka 1,7 juta jiwa terlihat kecil dibanding 280 juta penduduk Indonesia. Namun, jumlah itu mungkin baru seujung kecil dari bongkahan besar masalah gangguan kesehatan mental di Indonesia. Padahal, keluarga adalah fondasi negara. Ketika keluarga tak berfungsi baik hingga kesehatan mental anggotanya terganggu, negara bisa goyah. Dibutuhkan sejumlah intervensi kebijakan pemerintah untuk mengatasinya. (Yoga)
Menanti Kepastian di IKN
Banyak warga yang terdampak pembangunan Ibu Kota Nusantara rela jika mesti angkat kaki. Namun, perjalanan hidup mereka masih dilanda ketidakpastian. Perlu ada jaminan keamanan bagi warga kalau IKN bakal benar-benar menyejahterakan. Rabu (14/8) siang, puluhan warga duduk mengantre. Mereka hendak menerima ganti rugi lahan, tanaman, dan bangunan yang terdampak pembangunan jalan bebas hambatan seksi 6B, salah satu proyek IKN. Seorang anggota TNI mewakili Komandan Koramil Sepaku yang tidak bisa hadir dalam kegiatan di aula Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim, itu.
”Bapak-Ibu, uang ganti rugi lahan ini uang panas. Kesannya banyak, tetapi bisa cepat habis,” kata pria berseragam loreng hijau tersebut. Ia mengimbau agar uang ganti rugi digunakan untuk membeli lahan kembali, tidak dibelikan barang mewah yang konsumtif. Ia juga bilang, jangan sampai bapak-bapak ambil kesempatan cari istri baru. Tim dari Kantor Pertanahan Penajam Paser Utara dan petugas lain lanjut memanggil nama-nama warga penerima ganti rugi lahan. Ciya Sandio (53), warga Kelurahan Pemaluan, duduk di kursi belakang. Ia bercerita, rumah dan kebunnya terkena pembangunan jalan untuk IKN tersebut.
Ia melihat tetangganya langsung membeli mobil ratusan juta rupiah setelah dapat uang ganti rugi. Ketimbang punya mobil baru, dia berencana membangun rumah anyar di lahan keluarga di Pemaluan. Dia enggan terlalu lama menumpang di rumah mertua. Namun, ia galau karena lahan bakal rumah baru itu berdekatan dengan Sungai Pemaluan. Pemerintah sedang memproses pembangunan proyek pengendalian banjir dan normalisasi sungai di area tersebut. Ia khawatir di kemudian hari lahan keluarganya terdampak lagi pembangunan lain di sana. Janji pemerataan melalui IKN ditunggu semua kalangan. Namun, sebelum itu terwujud, keberlanjutan hidup orang di sekitarnya perlu dipastikan agar bisa menenangkan semua kalangan. (Yoga)
Michael Anthony Kwok, Tarian Jari Memori Auditori
Michael Anthony Kwok (21) terlahir istimewa. Ia tunanetra dan menyandang autisme. Berbekal anugerah memori auditori, jari-jari Michael bak menari di atas tuts piano dan menghipnotis siapa pun yang mendengarnya, pada Rabu (17/7) siang. Michael ditemani ibunya, Mentalia Kurnia (64), di tempatnya les piano di kawasan Imam Bonjol, Jakarta. Tiga hari sebelumnya, Minggu (14/7), ia menjuarai kompetisi piano klasik Indonesia International Piano Competition (IIPC) 2024 di kategori Profesional Senior. ”Masih mengantuk dia itu gara-gara kesenangan menang kemarin. Setiap malam dia bangun dan duduk-duduk di kamarnya sambil senyum-senyum girang” ujar Lia, sapaan ibunya. Kompetisi bergengsi itu diikuti ratusan peserta dari 10 negara dan melibatkan pakar piano klasik ke- las dunia sebagai juri dari delapan negara.
Para juri itu, antara lain, Andreas Frölich (Jerman), Pascal Nemirovski (Inggris), dan Rachel Naomi Kudo (AS). Michael memiliki kondisi khusus. Ia tunanetra dan menyandang autisme. Untuk bermain piano, ia berlatih dengan metode khusus berbekal anugerah yang dimilikinya sejak lahir. Salah satu keistimewaan Michael adalah kemampuannya mengingat berbagai macam bunyi dan nada secara rinci. Berdasar ingatan itu, ia memainkannya kembali secara presisi di atas tuts piano. Ingatan akan suara itu disebut dengan memori auditori (auditory memory) setara dengan kemampuan memori fotografik pada orang-orang tertentu, yakni ketika mereka memiliki ingatan kuat berdasarkan apa yang dilihatnya. Disebut juga dengan memori visual.
Dengan keistimewaan memori auditori itu, Michael tak perlu membaca atau menghafal partitur lagu atau repertoar. Guru-guru Michael biasanya menyiapkan bahan audio lagu atau repertoar yang akan dipelajari. Mereka juga memoles permainan Michael yang bersemangat dan kurang memperhatikan teknik artikulasi antarnot yang dimainkan. Setelah mendengar beberapa kali rekaman itu, Michael berlatih di rumah selama beberapa hari. Ia biasanya berlatih selama dua jam seusai makan malam. Dalam berkarya, Michael dibimbing oleh dua guru piano, yakni Randy Ryan dan Ivana Chandra. Randy melatih Michael di tempat lesnya di kawasan Imam Bonjol, sedang Ivana mendampingi Michael sejak usia belia. Mereka juga hadir saat penobatan juara kompetisi IIPC 2024 di Usmar Ismail Hall. Mendampingi Michael perlu ketelatenan.
Rabu siang itu, Randy menyimak permainan piano Michael. ”Mainnya pelan-pelan saja kalau legato, ya. Tuts piano jangan ditekan terlalu keras, pelan-pelan saja” ujar Randy kepada Michael. Mengajari Michael, menurut Randy, memberikan tantangan tersendiri. Kondisi Michael yang tak bisa melihat membuatnya harus menggunakan partitur lagu yang ditulis dalam bentuk Braille. Menurut Lia, hal itu terlalu riskan dan rumit bagi Michael. Dengan pola latihan sekarang, yang mengandalkan ingatan auditori, Michael lebih mudah memainkan nada. Seperti pada malam penobatan juara, Michael ”menghipnotis” penonton. Jari-jemari Michael seolah menari, terkadang sangat cepat, kadang pelan, mengalun membawakan lagu ”Danzas Argentinas”, Opus 2 karya Alberto Ginastera. Dengan keistimewaannya, Michael menerobos keterbatasan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









