;

Rapuhnya Kelas Menengah

Ekonomi Yoga 15 Aug 2024 Kompas
Rapuhnya Kelas Menengah

Kelas menengah Indonesia makin rapuh, dihantui PHK dan masalah keluarga yang menggerogoti keuangan dan kesehatan mentalnya. Laporan jurnalisme data harian Kompas pada awal pekan ini memaparkan bahwa gangguan kesehatan mental telah bergeser dari pekerja kelas bawah ke kelas menengah. Berdasar analisis data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2017 dan 2022, pergeseran ini dipengaruhi penurunan penyerapan tenaga kerja formal, PHK dan peningkatan angka pengangguran. Pada 2022, sebanyak 49 % pekerja kelas menengah merasakan gangguan kesehatan mental level tinggi. Sesuai Sakernas, definisi gangguan itu adalah pekerja dengan gangguan emosional/perilaku, mengingat/berkonsentrasi, serta mengurus diri dengan intensitas rendah, sedang, dan tinggi.

Analisis data berbeda berdasarkan Susenas BPS tahun 2022 menunjukkan 1,7 juta warga yang tinggal bersama keluarga utuh mengalami tekanan. Jumlah itu setara 58,6 % dari 2,9 juta orang yang mengalami stres di Indonesia. Hasil analisis data mikro Sakernas dan Susenas tersebut mempertebal fakta bahwa kelas menengah tidak baik-baik saja. Laporan Kompas, yang juga berdasarkan data Susenas 2022, menunjukkan jumlah kelas menengah merosot menjadi 52 juta orang pada 2023 dari 60 juta orang pada 2018. Kini, calon kelas menengah mendominasi dengan jumlah separuh populasi di Indonesia, karena daya beli calon kelas menengah dan kelas menengah menurun dipicu pekerjaan tidak layak berupah rendah, cenderung stagnan, serta minim kepastian kerja.

Di luar itu, ternyata ada faktor masalah keluarga yang ikut merongrong. Keluarga tidak harmonis karena berbagai sebab, termasuk karena tekanan ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga, menyebabkan anggotanya tertekan. Angka 1,7 juta jiwa terlihat kecil dibanding 280 juta penduduk Indonesia. Namun, jumlah itu mungkin baru seujung kecil dari bongkahan besar masalah gangguan kesehatan mental di Indonesia. Padahal, keluarga adalah fondasi negara. Ketika keluarga tak berfungsi baik hingga kesehatan mental anggotanya terganggu, negara bisa goyah. Dibutuhkan sejumlah intervensi kebijakan pemerintah untuk mengatasinya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :