Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Untung- Rugi WFA untuk Perusahaan Luar Negeri
Pesatnya perkembangan industri teknologi digital membuka peluang bekerja dengan berbagai macam orang di belahan dunia mana pun. Teknologi memungkinkan orang bekerja dari jarah jauh, bahkan lintas negara, dengan tetap terhubung secara unit. Zain Fathoni (33) warga Yogyakarta, mengambil tawaran bekerja jarak jauh (remote worker atau work from anywhere/WFA) sebagai senior front-end engineer perusahaan AS yang bergerak di bidang software as a service atau perangkat lunak untuk layanan e-dagang. Keputusan ini ia ambil setelah 10 tahun bekerja kantoran sebagai karyawan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Jakarta dan Singapura. Empat bulan sudah ia melakoni pekerjaan barunya. Profesi ini memungkinkan Zain bekerja dari Yogyakarta.
Mengejar fleksibilitas dan keseimbangan hidup, antara bekerja dan tetap memiliki waktu berkualitas bersama keluarga, menjadi pertimbangan saat memutuskan mengambil pekerjaan ini. Lewat model bekerja jarak jauh, Zain bisa tetap memantau anaknya yang home schooling sambil bekerja. Ia juga tetap dapat mengerjakan tugas pekerjaan sembari mengajak anaknya liburan. ”Memang, ketika saya masih bekerja sebagai karyawan di Jakarta lalu pindah ke Singapura, saya sudah berpikir untuk bekerja jarak jauh dari Indonesia. Tapi lumayan susah menemukan perusahaan yang benar-benar mau menerima karyawan full remote,” ujarnya, Kamis (15/8) di Jakarta.
Perbedaan waktu membuat Zain harus pandai mengatur jam kerja. Meski demikian, dia tetap menikmatinya. Dia menilai lebih baik menyiasati waktu bekerja jarak jauh supaya tetap bisa menghasilkan output pekerjaan yang optimal ketimbang bermacet-macet di jalanan pergi-pulang kantor setiap hari. Dua pekan sekali, perusahaan membuat sistem agar karyawan yang bekerja jarak jauh, tetapi beda tim, tetap terkoneksi sehingga saling kenal. Perusahaan juga menggelar ”kopi darat” karyawan di satu kota di satu negara. Tidak semua pengembang (developer), menurut Zain, mampu bekerja jarak jauh, apalagi untuk perusahaan di luar negeri. Selain teknik, keterampilan berkomunikasi, berkoordinasi, dan membangun jejaring pertemanan amat perlu dikuasai. (Yoga)
Pudarnya Belanja Masyarakat di Ritel Modern
Perilaku belanja masyarakat pelan-pelan berubah. Troli, tas belanja, dan impulsive buying di ritel modern bisa menjadi indikator. Perkembangan teknologi dan pelemahan daya beli menjadi penyebab. Transformasi belanja masyarakat dari luring ke daring pertama kali terjadi di Inggris pada 1979. Waktu itu, Michael Aldrich dari Redifon Computers menyambungkan televisi berwarna dengan computer yang mampu memproses transaksi secara real time melalui kabel telepon. Setelah ia memasarkan sistem belanja daring itu pada 1980, belanja daring menyebar ke sejumlah negara lain. Salah satunya untuk memasarkan mobil di Perancis. Pada 1992, muncul toko buku daring pertama Book Stacks Unlimited yang dibuat Charles Stack, yang berkembang menjadi Books.com.
Dua tahun kemudian, Jeff Bezos membuat situs Amazon.com. Toko-toko daring terus tumbuh seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Pelan-pelan kemajuan perdagangan secara elektronik (e-dagang) itu mengubah perilaku belanja masyarakat. Pandemi Covid-19 yang muncul pada akhir 2019 semakin mempercepat masyarakat mengadopsi belanja daring. Pascapandemi, masyarakat makin akrab dengan belanja daring, bahkan memadukan dengan belanja luring. Di tengah kondisi itu, ritel modern mulai kehilangan sesuatu yang berharga. Di sisi lain, ritel modern mulai menemukan jalan bisnis yang mampu mengakomodasi perubahan perilaku belanja masyarakat.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey, Rabu (14/8) menuturkan, dalam satu dekade terakhir, masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan adu troli di pusat-pusat perbelanjaan. Dulu, rerata keluarga yang berbelanja di hipermarket atau supermarket mengambil 2-4 troli. Setiap anggota keluarga, minimal ayah dan ibu, berkeliling mencari kebutuhan masing-masing. Setelah itu, mereka berkumpul di kasir atau area dekat kasir untuk membayar aneka barang belanjaan. ”Kami menyebutnya silaturahmi troli keluarga,” ujar Roy dalam Gambir Trade Talk #15 bertajuk ”Transformasi Ritel Modern di Era Digitalisasi: Peluang dan Tantangan” yang digelar Badan Kebijakan Perdagangan di Jakarta, Rabu (14/8).
Roy juga mengisahkan, 60 % dari seluruh belanjaan di troli mereka merupakan barang-barang yang tidak masuk dalam daftar rencana belanja. Peritel kerap menyebutnya sebagai barang-barang hasil impulsive buying atau pembelian spontan. ”Impulsive buying inilah yang dahulu menopang kinerja ritel. Sekarang, impulsive buying dan adu troli mulai pudar. Konsumen mulai belanja sesuai kebutuhan,” katanya. Bahkan, mulai banyak orang yang datang ke mal tidak untuk berbelanja. Mereka hanya sekadar melihat produk, kemudian membelinya secara daring karena lebih murah atau ada promo yang sangat menarik. Banyak pengunjung mal juga lebih memilih sekadar bersantai. Mereka bisa berjam-jam di mal untuk makan, ngopi, menonton bioskop, dan menikmati wahana permainan. (Yoga)
Bertaruh Nyawa demi Teripang
Tergiur harga jual teripang yang mahal, nelayan tradisional NTT nekat mengarungi lautan selama puluhan hari hingga perairan Australia. Risiko ditahan aparat keamanan Australia karena penangkapan ikan secara ilegal hingga nyawa melayang di perairan menjadi taruhannya. Satu kapal motor berukuran sekitar 20 gros ton baru menuntaskan pelayaran 48 jam dari perairan Australia. Kapal sandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Tenau, Kupang, NTT, Sabtu (3/8) petang. Kapal mengangkut berbagai hasil laut. Seorang anak buah kapal (ABK) turun memantau situasi sekeliling.
Ada kapal cepat polisi berlabuh 80 meter dari situ, tapi tak tampak ada petugas yang berjaga. Sejurus kemudian, beberapa boks berisi teripang (Holothuroidea) dikeluarkan dari kapal, dimasukkan ke dalam mobil, lalu dibawa pergi. ”Kebanyakan teripang koro,” tutur ABK, yang enggan disebutkan namanya, demi keamanan .Teripang diambil dari laut Australia yang berjarak di atas 125 mil laut atau 231,5 km dari Kupang. Mereka menyelam dan mengambilnya di dasar laut pada kedalaman hingga 40 meter. Alat bantu yang digunakan hanyalah kompresor yang menyalurkan udara melalui selang saat nelayan menyelam ke dasar laut.
Dengan bantuan kompresor, mereka bisa bertahan hingga tiga jam di dasar laut, tergantung pasokan udara yang tersedia dalam kompresor. Cara ini berbahaya. ”Bulan lalu ada satu penyelam dari kapal lain meninggal karena keracunan udara kompresor,” kata nelayan tersebut. Hingga Minggu (18/8), banyak nelayan Indonesia mengincar teripang di laut Australia. Mereka tetap berlayar meski harus menghadapi risiko gelombang hingga 4 meter. Gelombang tinggi berlangsung dari Mei hingga Oktober. Dalam satu pelayaran, nelayan berada di tengah laut paling sedikit 20 hari. Dengan ukuran kapal 20 GT, ada risiko kapal karam dihantam gelombang.
Belum lagi jika ditangkap petugas Australia, kapal ditahan dan awaknya diproses hukum, kemudian dideportasi ke Indonesia. Kapal dibakar dan semua barang dimusnahkan. Data Dinas Kelautan dan Perikanan NTT menyebutn, sepanjang tahun 2024 hingga akhir Juli lalu, ada 32 nelayan NTT yang ditangkap aparat Australia. Setiap tahun, rata-rata lebih dari 100 nelayan Indonesia terbukti melakukan illegal fishing atau penangkapan ikan ilegal. ”Pelaku illegal fishing ini membuat negara kita malu. Kami pusing urus mereka. Sulit menghentikan mereka,” kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Stefania Tunga Boro. (Yoga)
Mengejar Diskon di Hari Kemerdekaan
Perayaan HUT Ke-79 RI menjadi hari yang ditunggu-tunggu sejumlah warga. Beberapa pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan di Jakarta menyuguhkan promo menarik untuk pengunjung. Mulai dari potongan harga, diskon paket makanan, hingga ada promo khusus untuk yang bernama ”Agus”. Sabtu (17/8) pukul 09.50 WIB, ratusan warga Jakarta menunggu Mal Central Park di Jakarta Barat buka. Sebagian besar warga berburu promo, mulai dari makanan, kosmetik, hingga pakaian. Seorang warga Jakbar, Intan Tri Hapsari (27) bersama dua teman tak sabar melihat diskon kosmetik. ”Sengaja datang lebih awal biar tidak ramai. Setelah ini juga ada acara lain, jadi tidak bisa lama-lama di sini (mal),” ujar Intan yang juga berburu diskon makanan dan minuman, seperti di gerai minuman Fore, Ikkudo Ichi, dan Haagen-Dazs.
Dalam perayaan 17 Agustus tahun ini, Central Park menggelar Indonesia Shopping Festival (ISF) hingga 19 Agustus. Lebih dari 300 tenant di Central Park ikut berpartisipasi memberikan diskon besar-besaran hingga 79 %. ”Diskon ini berakhir pada 18 Agustus pada hari Minggu. Sementara pada 19 Agustus 2024 akan ada pengundian hadiah atau door prize bagi pengunjung mal yang berpartisipasi selama periode ISF,” tutur Nadya Arriani dari Humas Central Park dan Neo Soho, Sabtu. Berbagai hadiah disiapkan, antara lain 1 unit Wuling Air EV,1unit iPhone 15, dan voucer belanja senilai Rp 500.000 untuk 79 pemenang. Syaratnya, pengunjung berbelanja minimal Rp 100.000 untuk mendapatkan 1 poin.
”Jadi, tiap belanja Rp 100.000 akan dapat poin, berlaku kelipatan. Nantinya akan diakumulasikan dari mal untuk dibagikan ke tim APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) karena itu hak mereka,” kata Nadya. Beberapa tenant yang memberikan diskon pada momen perayaan hari kemerdekaan antara lain Sogo, Nitori, Gramedia, Mango, PlayWorks, Executive, Chocochips, Coldwear, dan Sociolla. Tenant lain yang turut terlibat di antaranya Cold Stone, Ichiban Sushi, BRUN, Rempah Bistro, Blu Shaak, Ben Gong’s Tea, Mama Roz, KOI, Pepper Lunch, Fore, Kopi Kenangan, Ya Kun Kaya Toast, Tous les Jours, Dynamic, dan masih banyak lagi. Kopi Kenangan, merilis promo untuk pembelian produk minuman Rp 17.000 dengan pembayaran menggunakan QRIS BCA. Ada juga promo seharga Rp 79.000 untuk pembelian lima minuman bebas. (Yoga)
HUT Pertama di IKN
Definisi Ulang Arsitektur Tropis dalam Karya Andra Matin
Di tengah derasnya arus urbanisasi saat ini, ada upaya beberapa arsitek untuk menghidupkan kembali esensi arsitektur tropis yang selaras dengan alam. Salah satunya, Andra Matin. Lewat buku berjudul Tropicality: Houses by Andra Matin yang diluncurkan 16 Agustus 2024, ia mendefinisi ulang konsep arsitektur tropis Indonesia. Menurut Andra Matin, 62 tahun, arsitektur tropis lebih dari sekadar tren. Ia adalah wujud adaptasi manusia terhadap lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan kenyamanan memanfaatkan elemen-elemen alam, seperti angin, cahaya, dan air, serta menyesuaikan bangunan dengan karakteristik geografis dan iklim setempat. Setiap elemen arsitektur tropis, tak hanya berfungsi sebagai solusi praktis, tapi juga penanda identitas yang memperkuat keterkaitan antara manusia dan tempat mereka tinggal.
Belakangan ini, konsep arsitektur tropis kembali mendapat perhatian di kalangan arsitek dan pemilik rumah di Indonesia, sebagai respons terhadap tingginya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan penghormatan pada alam. Rumah yang dirancang dengan konsep arsitektur tropis memiliki ciri khas. Di antaranya atap miring yang lebar untuk melindungi dari hujan, ventilasi alami untuk memperlancar sirkulasi udara, serta penggunaan bahan-bahan lokal yang ramah lingkungan, seperti beton, kayu, dan bata. Arsitektur tropis di Indonesia juga mencerminkan identitas budaya dan sejarah suatu tempat. Misalnya rumah-rumah tradisional Minangkabau dengan atap bergonjong atau rumah panggung di Kalimantan yang terangkat dari tanah untuk menghindari banjir. (Yetede)
Gonjang-ganjing Partai di Ujung Kekuasaan Jokowi
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuding Presiden Joko Widodo berniat merebut partai itu dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia mendengar cerita itu dari seorang mantan menteri. Ia pun mengungkit pengunduran diri Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum Golkar beberapa waktu lalu sebagai bagian dari cawe-cawe Istana. "Melihat apa yang terjadi pada Partai Golkar, yang mula-mula juga ada rumor seperti itu, ternyata itu kan terjadi. Maka apa yang disampaikan Bu Megawati Soekarnoputri tersebut itu benar," ujarnya. Cawe-cawe Jokowi terhadap lingkup internal partai politik, menurut Ray Rangkuti dari Lingkar Madani, dilakukan karena ia sedang menyiapkan diri untuk bisa melawan setelah tak lagi menjadi presiden.
Di sisi lain, Jokowi memiliki kepentingan untuk menjaga anak-anaknya dari serangan politik. Ray menilai Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden terpilih dan Kaesang Pangarep menjabat Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atas bantuan Jokowi sebagai presiden. Mereka tak memiliki kekuatan politik sendiri. Bila Jokowi tak punya status, posisi keduanya bisa terancam. "Ketakutan ini wajar karena Jokowi memiliki banyak orang yang dikecewakan," kata Ray. Dalam kekhawatiran itu, Jokowi berupaya mengendalikan partai-partai tetap berada di tangannya meski sudah tak lagi menjadi presiden. Caranya, menggunakan instrumen hukum untuk mengintimidasi mereka. "Kasus Airlangga sudah menjadi bukti keberhasilan penggunaan instrumen hukum itu," ucap Ray.
Pengamat politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto, mengatakan campur tangan Istana di tubuh partai merupakan pola untuk mengendalikan pertarungan kekuasaan dan perburuan rente. Menurut Arif, partai-partai tidak berani melawan karena mereka tidak bersih dari belitan kasus hukum. Hal ini mempermudah penggunaan instrumen penegakan hukum demi penundukan politik. Di sisi lain, partai-partai tidak ingin kehilangan akses terhadap patronase negara. Para elite partai tetap berusaha menjadi bagian dari pemerintahan. "Kendati untuk mendapat itu partai harus kehilangan otonomi organisasi,” ujarnya. (Yetede)
Cerita Warga Lokal yang Lahannya Digusur untuk IKN
Asmin menghela napas sebelum menceritakan dampak pembangunan IKN bagi masyarakat adat di Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim. Pemangku adat itu teringat konflik pada 2006 antara masyarakat dan PT ITCI Hutani Manunggal (IHM), perusahaan milik konglomerat Sukanto Tanoto, yang menerima konsesi dari adik presiden terpilih periode 2024-2009 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Konflik itu membuat masyarakat adat Pemaluan kehilangan sumber penghidupan. Musababnya, perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri itu menguasai lahan berkebun warga.
Peristiwa itu juga menambah panjang deretan konflik agraria yang terjadi sejak 1980-an hingga kini. Pembangunan IKN yang merupakan proyek pemerintah, kata Asmin, malah membuat para warga lebih khawatir. “Menurut saya, pemerintah akan lebih (berkuasa) daripada IHM,” kata Asmin di kediaman Ketua RT 05 Pemaluan, Ahad, 11 Agustus 2024. Pasalnya, sudah ada tanda penguasaan lahan masyarakat Pemaluan oleh pemerintah. Salah satunya lahan untuk pembangunan jalan tol IKN seksi 6A dan 6B. Sebagai pemangku adat Pemaluan, Asmin tidak mendengar soal rencana pemerintah, tapi ternyata pembukaan lahan sudah dilakukan.
“Tiba-tiba, kok, ada (land clearing). Kami resah juga. Belum ada kesepakatan dengan kami,” ujar Asmin. Keresahan muncul karena warga tidak memiliki bukti kepemilikan tanah akibat terkendala biaya pembuatan surat. Padahal masyarakat adat sudah tinggal di Pemaluan sebelum Indonesia merdeka, yang dibuktikan dengan keberadaan tetua kampung berusia 120 tahun dan makam-makam tua di Pemaluan. Asmin berharap pemerintah memberikan legalitas hak tanah mereka, bukan justru mengklaimnya. “Dulu tidak ada HGU (hak guna usaha), HPL (hak pengelolaan lahan). Termasuk IKN, dulu belum ada,” ucap pria 54 tahun itu. Pemaluan jadi bagian kawasan pengembangan IKN di Kaltim.
Menteri PUPR sekaligus Plt Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono pernah berjanji pemerintah memperhatikan kepentingan masyarakat dan tidak melakukan penggusuran. Pemerintah telah menganggarkan Rp 90 miliar untuk mengganti rugi warga yang terkena dampak proyek jalan tol seksi 6A dan 6B serta proyek pengendalian banjir Sepaku. Meski pemerintah mengklaim tidak menggusur warga, Alfian, warga Pemaluan yang terkena dampak pembangunan jalan tol seksi 6A, merasakan sebaliknya. Pria 44 tahun ini kehilangan lahan sawit seluas 7.000 meter persegi. Ia hanya menerima ganti rugi Rp 3 juta atau setara dengan lahan seluas 10 meter persegi. Pemerintah berjanji membayar sisanya, tapi ternyata hingga kini tidak ada kepastian. (Yetede)
Peran Pemeriksa Fakta Menghadapi Deepfake
Sejumlah organisasi melaporkan peningkatan jumlah konten deepfake alias konten yang dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan secara global selama setahun terakhir, terutama di negara-negara yang melangsungkan pemilu pada 2024. Home Security Heroes, perusahaan yang bergerak di bidang keamanan digital, melaporkan terdapat lebih dari 95 ribu konten deepfake pada 2023, meningkat 550 % dibanding 2019. Perusahaan verifikasi digital, Sumsub, juga menemukan peningkatan jumlah konten deepfake pada 2023 sebesar 10 kali di semua industri di dunia dibanding tahun sebelumnya. Meski di Indonesia belum terlihat dampak signifikan konten semacam ini, laporan tersebut menjadi alarm bagi potensi penyebaran deepfake yang jauh lebih besar pada tahun mendatang.
Terlebih, deepfake yang menyebar di Indonesia terlihat tak hanya berhubungan dengan isu politik, tapi temanya juga meluas ke isu kesehatan, sosial, dan finansial. Deepfake adalah media sintetis, baik gambar, video, maupun audio, yang dihasilkan melalui teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang tampak seperti asli. Istilah deepfake pertama kali muncul pada 2017 yang digunakan untuk pornografi. Deepfake memberi gambaran keliru tentang seseorang, menimbulkan kesalahan persepsi, serta menipu khalayak yang sulit membedakan konten asli dengan yang palsu. Karena itu, deepfake mudah disalahgunakan untuk tujuan jahat: memanipulasi informasi, melakukan penipuan keuangan, hingga menyerang jurnalis dan pejuang hak asasi manusia.
Akun-akun anonim yang menyebarkan deepfake untuk mempromosikan situs judi online juga mulai digunakan dengan mengubah video sejumlah program berita stasiun televisi menggunakan AI audio generatif. Ada pula modus penipuan finansial lewat deepfake video Presiden Joko Widodo yang menggiring warganet menyetorkan data pribadi dengan iming-iming mendapatkan bantuan uang tunai. Media massa, terutama yang menjalankan jurnalisme cek fakta, memainkan salah satu peran penting untuk memonitor, mengidentifikasi, dan membongkar disinformasi. Peningkatan jumlah deepfake menjadi alarm pula bagi jurnalis dan pemeriksa fakta agar dapat meningkatkan kemampuan serta kecepatannya membongkar konten palsu tersebut. (Yetede)
Prabowo-Gibran: Ujian Besar Kebijakan Fiskal
Pemerintah rupanya memilih tak muluk-muluk dalam menetapkan sejumlah target ekonomi tahun depan. Buktinya, sejumlah asumsi ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 lebih mencerminkan sikap realistis ketimbang ambisius. Pemerintah menetapkan target ekonomi yang realistis dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dan nilai tukar rupiah Rp16.100 per dolar AS. Hal ini mencerminkan sikap hati-hati dalam menghadapi transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke presiden terpilih Prabowo Subianto.
Program-program besar seperti makan bergizi gratis dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masih mendapat alokasi dana yang jauh dari kebutuhan, sehingga pemerintahan baru Prabowo-Gibran mungkin perlu melakukan penyesuaian fiskal di awal masa jabatan mereka. Namun, mereka juga akan menghadapi tantangan seperti beban utang yang tinggi dan penerimaan negara yang sulit ditingkatkan. Adaptasi dan kebijakan yang cermat dalam menentukan prioritas akan menjadi kunci bagi pemerintah baru dalam menghadapi dinamika global dan domestik.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









