Definisi Ulang Arsitektur Tropis dalam Karya Andra Matin
Di tengah derasnya arus urbanisasi saat ini, ada upaya beberapa arsitek untuk menghidupkan kembali esensi arsitektur tropis yang selaras dengan alam. Salah satunya, Andra Matin. Lewat buku berjudul Tropicality: Houses by Andra Matin yang diluncurkan 16 Agustus 2024, ia mendefinisi ulang konsep arsitektur tropis Indonesia. Menurut Andra Matin, 62 tahun, arsitektur tropis lebih dari sekadar tren. Ia adalah wujud adaptasi manusia terhadap lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan kenyamanan memanfaatkan elemen-elemen alam, seperti angin, cahaya, dan air, serta menyesuaikan bangunan dengan karakteristik geografis dan iklim setempat. Setiap elemen arsitektur tropis, tak hanya berfungsi sebagai solusi praktis, tapi juga penanda identitas yang memperkuat keterkaitan antara manusia dan tempat mereka tinggal.
Belakangan ini, konsep arsitektur tropis kembali mendapat perhatian di kalangan arsitek dan pemilik rumah di Indonesia, sebagai respons terhadap tingginya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan penghormatan pada alam. Rumah yang dirancang dengan konsep arsitektur tropis memiliki ciri khas. Di antaranya atap miring yang lebar untuk melindungi dari hujan, ventilasi alami untuk memperlancar sirkulasi udara, serta penggunaan bahan-bahan lokal yang ramah lingkungan, seperti beton, kayu, dan bata. Arsitektur tropis di Indonesia juga mencerminkan identitas budaya dan sejarah suatu tempat. Misalnya rumah-rumah tradisional Minangkabau dengan atap bergonjong atau rumah panggung di Kalimantan yang terangkat dari tanah untuk menghindari banjir. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023