Untung- Rugi WFA untuk Perusahaan Luar Negeri
Pesatnya perkembangan industri teknologi digital membuka peluang bekerja dengan berbagai macam orang di belahan dunia mana pun. Teknologi memungkinkan orang bekerja dari jarah jauh, bahkan lintas negara, dengan tetap terhubung secara unit. Zain Fathoni (33) warga Yogyakarta, mengambil tawaran bekerja jarak jauh (remote worker atau work from anywhere/WFA) sebagai senior front-end engineer perusahaan AS yang bergerak di bidang software as a service atau perangkat lunak untuk layanan e-dagang. Keputusan ini ia ambil setelah 10 tahun bekerja kantoran sebagai karyawan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Jakarta dan Singapura. Empat bulan sudah ia melakoni pekerjaan barunya. Profesi ini memungkinkan Zain bekerja dari Yogyakarta.
Mengejar fleksibilitas dan keseimbangan hidup, antara bekerja dan tetap memiliki waktu berkualitas bersama keluarga, menjadi pertimbangan saat memutuskan mengambil pekerjaan ini. Lewat model bekerja jarak jauh, Zain bisa tetap memantau anaknya yang home schooling sambil bekerja. Ia juga tetap dapat mengerjakan tugas pekerjaan sembari mengajak anaknya liburan. ”Memang, ketika saya masih bekerja sebagai karyawan di Jakarta lalu pindah ke Singapura, saya sudah berpikir untuk bekerja jarak jauh dari Indonesia. Tapi lumayan susah menemukan perusahaan yang benar-benar mau menerima karyawan full remote,” ujarnya, Kamis (15/8) di Jakarta.
Perbedaan waktu membuat Zain harus pandai mengatur jam kerja. Meski demikian, dia tetap menikmatinya. Dia menilai lebih baik menyiasati waktu bekerja jarak jauh supaya tetap bisa menghasilkan output pekerjaan yang optimal ketimbang bermacet-macet di jalanan pergi-pulang kantor setiap hari. Dua pekan sekali, perusahaan membuat sistem agar karyawan yang bekerja jarak jauh, tetapi beda tim, tetap terkoneksi sehingga saling kenal. Perusahaan juga menggelar ”kopi darat” karyawan di satu kota di satu negara. Tidak semua pengembang (developer), menurut Zain, mampu bekerja jarak jauh, apalagi untuk perusahaan di luar negeri. Selain teknik, keterampilan berkomunikasi, berkoordinasi, dan membangun jejaring pertemanan amat perlu dikuasai. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023