Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Jokowi dan Prabowo Bahas Transisi Pemerintahan yang Mulus
Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto bertemu dalam agenda makan malam di Senayan, Jakarta, pada Selasa malam (8/10). Pertemuan ini terjadi hanya 12 hari sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, memunculkan spekulasi tentang materi diskusi mereka. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyebut pertemuan tersebut membahas program-program unggulan pemerintah yang akan diteruskan oleh Prabowo. Ari menganggap pertemuan ini sebagai contoh transisi pemerintahan yang baik, di mana Jokowi berbagi pengalaman dan pandangan terkait tantangan yang akan dihadapi.
Pengamat politik, Ujang Komarudin, menyatakan bahwa pertemuan tersebut mencerminkan sinergi antara kedua tokoh dalam menjaga transisi pemerintahan yang positif. Ujang menilai pertemuan ini menunjukkan kekompakan, semangat persahabatan, persatuan, dan gotong royong demi keberlanjutan pembangunan Indonesia.
Empat Calon Menteri untuk Meningkatkan Penerimaan Negara
Empat tokoh tengah bersaing untuk memimpin lembaga baru, Badan Penerimaan Negara (BPN) atau Kementerian Penerimaan Negara, yang akan dibentuk oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Tokoh-tokoh tersebut adalah Permana Agung, mantan Dirjen Bea dan Cukai; Mukhammad Misbakhun, anggota DPR RI; Bambang Brodjonegoro, mantan Menteri Keuangan; dan Anggito Abimanyu, mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji. Menurut sumber yang dekat dengan proses seleksi, mereka telah mengikuti uji kelayakan di hadapan tim Presiden terpilih, termasuk Burhanudin Abdullah dan Hashim Djojohadikusumo.
Keempat kandidat memiliki pengalaman di sektor perpajakan dan keuangan negara. Bambang Brodjonegoro dikenal atas inisiatif Tax Amnesty 2016, Anggito Abimanyu pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Mukhammad Misbakhun berlatar belakang Ditjen Pajak dan kini berkarier di legislatif, sementara Permana Agung berpengalaman sebagai Dirjen Bea dan Cukai.
Direktur Eksekutif The Prakarsa, Ah Maftuchan, menilai pembentukan BPN sebagai langkah penting dalam reformasi perpajakan untuk meningkatkan kinerja dan akuntabilitas otoritas negara di bidang penerimaan pajak dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Ia memperkirakan bahwa pembentukan BPN dapat meningkatkan rasio pajak (tax ratio) hingga 3%—6% dalam lima tahun ke depan, yang berdampak positif pada pendapatan negara.
Kekhawatiran Rumah Tangga Akibat Ekonomi yang Tidak Stabil
Hasil survei terbaru Bank Indonesia menunjukkan penurunan indeks keyakinan konsumen dari 124,4 pada Agustus menjadi 123,5 pada September 2024. Penurunan ini mencerminkan optimisme konsumen yang melemah di sebagian besar kelompok pengeluaran, termasuk kelas bawah dengan pendapatan Rp1 juta-Rp2 juta per bulan dan kelas menengah dengan penghasilan di atas Rp5 juta. Konsumen menunjukkan penurunan keyakinan terhadap penghasilan dan kondisi ekonomi, serta ekspektasi masa depan terkait lapangan kerja dan kegiatan usaha.
Bank Indonesia juga mencatat bahwa porsi pengeluaran untuk tabungan dan pembayaran pinjaman menurun, sementara belanja konsumsi meningkat, yang berpotensi memengaruhi perekonomian. Konsumsi rumah tangga, yang memberikan kontribusi sebesar 54,53% terhadap PDB pada kuartal II/2024, dapat terancam jika daya beli masyarakat terus melemah. Hal ini diperkuat oleh data deflasi selama lima bulan terakhir dan lambatnya pertumbuhan simpanan kelompok menengah-bawah.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat peningkatan simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya sebesar 0,8% sepanjang 2024, menunjukkan adanya tekanan finansial. Fenomena "makan tabungan" juga terlihat, dengan saldo rata-rata per rekening di bawah Rp100 juta menurun dari Rp3 juta pada 2019 menjadi Rp1,5 juta pada 2024.
Penurunan daya beli ini diduga diperparah oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) dan regulasi ketenagakerjaan yang dianggap kaku, yang menyebabkan pertumbuhan lapangan kerja formal menjadi terbatas. Selain itu, indeks PMI Manufaktur juga berada di bawah level ekspansi 50, menunjukkan kinerja korporasi yang melemah.
Diperlukan solusi jangka panjang untuk menstabilkan keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar kerja serta memperkuat daya beli masyarakat. Bantuan sosial dapat membantu dalam jangka pendek, tetapi pemerintah perlu memperbaiki kondisi ketenagakerjaan dan mendorong program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama menjelang transisi pemerintahan.
Anggota DPR Bagi-Bagi Kue
Bantuan Sosial Versi Jokowi Efektifkan di Era Prabowo
Survei Menunjukkan Kepercayaan Konsumen Melemah
Optimisme konsumen Indonesia kembali menurun pada September 2024, mencerminkan ketidakpastian ekonomi yang ditandai dengan penurunan indeks keyakinan konsumen dari 124,4 pada Agustus menjadi 123,5. Laporan Bank Indonesia menunjukkan melemahnya ekspektasi penghasilan dan daya beli, khususnya di kalangan kelas menengah ke bawah. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, mengaitkan pelemahan ini dengan tingginya suku bunga dan kenaikan harga bahan bakar, membuat konsumen lebih berhati-hati dalam berbelanja, terutama barang tahan lama.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, menjelaskan bahwa penurunan indikator ekonomi berdampak pada minat ekspansi bisnis, karena lemahnya permintaan memicu pengusaha untuk menunda ekspansi. Hariyadi juga menyoroti ketidakseimbangan di pasar tenaga kerja yang menyebabkan lebih banyak pekerja masuk ke sektor informal, yang memiliki daya beli lebih rendah. Ia mendorong peningkatan lapangan kerja formal untuk memperkuat daya beli masyarakat.
Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, menyebut pelemahan indikator ekonomi sebagai ancaman serius bagi dunia usaha karena dapat menekan omzet dan meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja. Sarman berharap Pilkada November serta musim libur akhir tahun dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal melalui belanja kampanye dan konsumsi musiman.
Gubernur Kalsel Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Suap
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Meskipun Sahbirin belum ditahan, enam tersangka lainnya sudah berada di tahanan KPK sejak Selasa (8/10), setelah gelar perkara pada Minggu (6/10). Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menjelaskan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan dilakukan berdasarkan informasi pengaturan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel yang didanai dari APBD 2024. Dalam kasus ini, tersangka lainnya yang telah ditahan meliputi Ahmad Solhan (Kadis PUPR Kalsel), Yulianti Erlynah (Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel), serta beberapa pihak lainnya yang terlibat dalam proses pengumpulan dan pemberian fee suap.
Menaklukkan Dunia dengan Sambal
Ketiga jenama sambal itu lahir dari kegigihan, keuletan, kepahlawanan, dan jiwa bondo nekat (bonek) khas suroboyoan dalam diri Ie Lanny (71) dengan sambal Bu Rudy, Susilaningsih (69) dengan sambal DD1 Dede Satoe, dan Mujiati (55) dengan sambal CUK! Lanny, Susi, dan Mujiati kini menuai serta memanen jerih payah dan ikhtiar mengembangkan usaha sambal. Setelah puluhan tahun usaha yang diwarnai jatuh bangun, mereka mendekati ”puncak kemenangan”. Pedas sambal mereka membawa kenikmatan duniawi yang membuat lidah bergoyang, tubuh bercucuran keringat, dan sumpah serapah karena kelezatan yang menyempurnakan santapan.
Sebelum sukses sebagai pemilik Pusat Oleh-oleh Bu Rudy dengan tujuh outlet dan beromzet harian miliaran rupiah, Lanny merantau dari Madiun ke Surabaya menjadi pelayan toko, buruh pabrik sandal, lalu pedagang alas kaki. ”Situasi sosial, politik, ekonomi di Madiun tidak menentu. Saya lahir 1953, sekolah hanya bisa sampai kelas 3 SD. Tahun 1970 saya pergi ke Surabaya dengan bekal satu setel baju di kantong keresek,” kata pemilik jenama Bu Rudy ini saat ditemui di Depot Dharmahusada (Pusat Oleh-oleh Bu Rudy), Kamis (26/9/2024). Lanny menceritakan, usah kuliner dimulai pada Juli 1995 saat berjualan nasi campur dan nasi pecel ala Madiun de- ngan mobil. (Yoga)
Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto Berkomitmen Sejahterakan Hakim
Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam dan Plapis Dinding Konstruksi Jalan di China dan Indonesia
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









