Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Jakarta Bikin Cetak Biru untuk Kejar Target Kota Global
Kajian tersebut dilakukan organisasi perangkat daerah, badan usaha milik daerah, dan melibatkan partisipasi kementerian/lembaga, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan asosiasi profesi. Mereka bekerja dalam
Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Super Power
Indonesia berpotensi menjadi Negara superpower ekonomi dari Asia bersama China dan India. Ketiga Negara ini akan menjadi kekuatan dan sumber pertumbuhan ekonomi dunia. Oleh sebab itu, Indonesia harus optimistis dan berani menempuh jalan sendiri untuk menjadi negara maju. Pertumbuhan ekonomi diyakini bisa melesat, bahkan bisa menyentuh 8% seperti yang ditargetkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Ada dua alat untuk mencapai itu, yakni hilirisasi dan digitalisasi. Dalam konteks ini, Indonesia harus berani menjalankan hilirisasi ditengah banyaknya protes dari sejumlah negara.
Indonesia juga jangan terbawa
trens dunia yang bisa menyeret negara ini ke medan kompetisi sulit. Hal ini
ditegaskan Presiden Jokowi saat membuka BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC,
Senayan Jakarta. Turut mendampingi Presiden, di antaranya Menkeu Sri Mulyani
Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BPKM) Rosan Roeslani, PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi
Hartono, Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukito, dan Direkut Utama
Bank BNI (Persero) Tbk/BNI Royke
Tumilaar. Menurut Presiden, sekarang dunia memasuki abad Asia dan pergeseran
dari barat ke Asia. (Yetede)
Gaji Hakim Masih Digodok Pemerintah
Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah masih melakukan
kajian terkait kenaikan gaji hakim, yang
melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi (PAN RB), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal tersebut dikatakan Jokowi merespons
tuntutan para hakim yang menginginkan kesejahteraan meningkat dengan tuntutan
kenaikan gaji. Para hakim bahkan melakukan “aksi mogok” tidak bersidang.
Sebelumnya, Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Suharto menegaskan saat ini tidak
ada mogok massal maupun cuti bersama yang dilakukan oleh para hakim di seluruh
Indonesia. Penegasan Suharto ini untuk meluruskan aksi para hakim yang
sebenarnya mengambil cuti secara bersamaan. Sementara itu, Presiden Terpilih
pada Pemilu 2024 Prabowo Subianto mengatakan siap bertemu dengan para hakim
untuk membahas kesejahteraan setelah resmi menjabat sebagai Presiden RI
2024-2029. “Pada saatnya nanti saya minta waktu untuk bisa tatap muka dan bicara langsung dengan saudara,” kata
Prabowo. (Yetede)
Lini Masa Groundbreaking IKN Masuk Tahap ke-8
Pemerintahan Prabowo Menjadi Sektor Yang Krusial
Penghasilan Wakil Rakyat Makin Seksi
Mengukur Kapasitas Pembiayaan Negara di Masa Depan
Kementerian Keuangan dan DPR telah menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, mencatatkan pendapatan negara pertama kali menembus Rp3.000 triliun. Pendapatan ini didukung oleh penerimaan pajak Rp2.490,9 triliun dan PNBP Rp513,6 triliun, sementara belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.621,3 triliun, menghasilkan defisit 2,53% dari PDB atau Rp616,2 triliun. Pembiayaan utang disepakati Rp775,9 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya untuk mendukung pembangunan.
Pendanaan akan dicapai melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp642,56 triliun dan pinjaman senilai Rp133,31 triliun, termasuk pinjaman luar negeri Rp128,1 triliun. Dengan suku bunga SBN 10 tahun pada 7%, masyarakat diprediksi tertarik untuk berinvestasi di SBN, apalagi setelah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan dari 6,25% menjadi 6%. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan bahwa SBN menarik minat investasi, terutama dari korporasi nonbank, yang menunjukkan dukungan investor domestik terhadap pasar SBN.
Namun, tekanan pada kelompok menengah ke atas yang kesulitan menabung menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mencapai target pendanaan, sebagaimana dilaporkan oleh Bank Indonesia. Jika tidak ada upaya untuk meningkatkan daya beli dan kapasitas investasi masyarakat, target anggaran 2025 mungkin sulit tercapai.
Bagaimana Pembangunan IKN Setelah Pelantikan Prabowo
Mafia Gelar di Dunia Pendidikan
Penyakit Jantung Membebani Ekonomi Rp 67,34 Triliun
Data BPJS Kesehatan, hingga Mei 2024 jumlah pasien penyakit jantung 1,89 juta orang Kompas memproyeksikan, angka ini dapat mencapai 4,5 juta orang pada akhir tahun. Dengan ekstrapolasi berdasarkan biaya per pasien rujukan pada 2023, total klaim pada akhir 2024 mencapai Rp 38,96 triliun. Produktivitas yang hilang akibat penyakit jantung dihitung dengan cara mengalikan jumlah penderita jantung usia produktif dengan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita, yang telah dibagi jumlah hari kerja aktif dalam setahun. Hasilnya lalu dikalikan dengan 21,8 hari, yakni rata-rata jumlah hari kerja yang hilang per penderita penyakit jantung. Olahan data tadi menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









