Ekonomi
( 41054 )Upah Minimum Menentukan
Kebijakan upah minimum yang akan ditetapkan dalam seminggu ke depan turut menentukan nasib laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024. Di tengah potensi pelemahan ekspor yang berlanjut serta investasi yang ”wait and see”, konsumsi kelas menengah bergaji upah minimum provinsi menjadi andalan menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5 %. Akibat ketidakpastian kondisi ekonomi global yang menjadi-jadi, ”mesin” eksternal pendorong utama ekonomi seperti ekspor dan investasi asing belakangan ini tidak bisa terlalu diandalkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Pada saat seperti itu, ekonomi hampir sepenuhnya bergantung pada mesin internal, yaitu konsumsi rumah tangga atau belanja masyarakat.
Sumbangan konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik bruto (PDB) selalu berkisar 51-57 $. Terakhir, pada triwulan III-2023, konsumsi rumah tangga berkontribusi hingga 52,62 % terhadap PDB. Kemenaker sudah mengeluarkan aturan terbaru yang memastikan adanya kenaikan upah minimum tahun depan, seperti tertuang dalam PP No 51 Tahun 2023. Sampai detik ini, formula kenaikan upah yang terkandung dalam aturan baru itu masih diperdebatkan kalangan pekerja dan pengusaha. Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, Senin (13/11) mengatakan, kenaikan UMP dan UMK berdampak signifikan pada laju konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, geliat konsumsi selama ini memang bergantung pada masyarakat berpenghasilan menengah yang pendapatannya stabil dan rutin. (Yoga)
Kontribusi Serapan Tenaga Kerja Manufaktur Menurun
Kontribusi serapan tenaga kerja sektor industri pengolahan
atau manufaktur per Agustus 2023 menurun dibandingkan periode yang sama tahun
lalu. Ini berarti laju serapan tenaga kerja industri pengolahan lebih lambat ketimbang sejumlah sektor ekonomi
lainnya. Mengutip data BPS, porsi serapan tenaga kerja industri pengolahan pada
Agustus 2023 sebesar 13,83 % dari total jumlah penduduk bekerja. Angka ini menurun
dibandingkan Agustus 2022 yang sebesar 14,17 %. Pada Agustus 2023, jumlah
penduduk bekerja 139,85 juta orang. Adapun pada Agustus 2022 jumlahnya sebanyak
135,30 juta orang. Jumlah tenaga kerja industri pengolahan selama periode
tersebut juga bertambah sekitar 180.000 orang.
”Jumlah serapan tenaga kerja bertambah, tetapi kontribusinya
malah menurun. Berarti laju serapan tenaga kerja sektor industri pengolahan
kalah cepat dibandingkan dengan sektor lain,” ujar Head of Center of Industry,
Trade, Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Andry Satrio Nugroho, Senin (13/11). Ia menambahkan, jika dilihat lebih detail,
porsi serapan tenaga kerja melaju lebih cepat di berbagai sektor jasa. Sektor
akomodasi dan makanan minuman pada Agustus 2023 berkontribusi menyerap tenaga kerja
7,71 %, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 7,1 %. Andry menjelaskan, apabila dilihat
dengan perspektif yang lebih luas, ini merupakan bagian dari gejala
deindustrialisasi. Artinya, peran industri pengolahan dalam struktur perekonomian
Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan sektor jasa. (Yoga)
Citibank Torehkan Laba Bersih Rp 1,7 Triliun
Standar KPEI Diakui Eropa
Tuntaskan Program Sertifikasi Halal UMKM
Potensi Maggot dalam Mengelola Sampah Organik
Guru Besar Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan
(Unpar) Bandung Prof Judy Retti B Witono mengungkapkan bahwa maggot memiliki
potensi dan dapat digunakan sebagai solusi efektif dalam mengatasi masalah
sampah organik. Hal tersebut disampaikan Prof. Judy dalam Presentasi Kunci
“Pengolahan Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot”, Sabtu (4/11). Prof Judy
menjelaskan secara terperinci bagaimana maggot, dalam bentuk larva lalat
tentara hitam, mampu mengolah sampah organik dengan efisien. Prof Judy juga menyampaikan urgensi
pengelolaan sampah organik melalui budi daya maggot sebagai solusi terhadap
permasalahan yang semakin memprihatinkan.
Dalam pemaparannya, Prof Judy menyoroti masalah penumpukan
sampah organic yang mencapai lebih dari 50 % total sampah yang saat ini hanya
dibuang begitu saja. Prof Judy menggarisbawahi urgensi untuk memahami mengapa
pembudidayaan maggot sangat penting dalam menangani masalah ini. “Maggot
menjadi solusi yang tak hanya penting, tetapi juga mendesak dalam menangani
masalah sampah organic yang masih banyak diabaikan atau hanya ditumpuk di
tempat pembuangan sampah,” ujar Prof Judy.
“Sampah organik,
ketika terfermentasi, menghasilkan gas metana yang tak hanya berdampak pada
polusi saat ini, tetapi juga akan berdampak padaefek rumah kaca pada masa
depan,” ucapnya. Ia menekankan bahwa penanganan limbah organik dengan maggot dapat
memberikan hasil yang lebih baik daripada hanya membiarkannya membusuk atau
dibuang begitu saja. “Maggot bisa digunakan sebagai sarana pengelolaan sampah
yang lebih ekonomis dan efisien,” tuturnya. Budi daya maggot tidak hanya
menangani sampah organik, tetapi juga membuka potensi penggunaan hasilnya untuk
berbagai keperluan, mulai dari pakan ternak, produk kimia, hingga produk
kosmetik. Dengan demikian, budi daya maggot menjadi solusi holistis dalam
mengelola sampah organik sambil memberikan manfaat yang lebih luas. (Yoga)
Margin Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Berpotensi Diselewengkan
Sebulan Listing, Barito Renewables Cetak Kinerja Cemerlang
Waspada Inflasi Akibat Pangan Impor
BI Akan Defisit Rp 29 Triliun Tahun 2024
Pada tahun depan, anggaran Bank Indonesia (BI) akan besar pasak daripada tiang. Anggaran bank sentral diperkirakan mengalami defisit setelah mencatatkan surplus pada tahun ini.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (13/11), BI menyodorkan Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2024 dengan proyeksi defisit Rp 29,30 triliun. "Ini dipengaruhi oleh pengeluaran anggaran kebijakan yang meningkat, termasuk juga kenaikan biaya operasi moneter," papar Gubernur BI, Perry Warjiyo, kemarin.
Ia menambahkan, hal ini juga terkait beban kontribusi BI terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atau yang lebih dikenal dengan
burden sharing
antara bank sentral dan pemerintah sejak 2020 hingga 2022.
Sedangkan Anggaran Operasional BI diyakini bisa surplus sekitar Rp 9,68 triliun, terutama disumbangkan oleh penerimaan hasil pengelolaan aset valuta asing (valas). Namun Perry bilang, pihaknya akan mengupayakan anggaran dioptimalkan untuk menjaga progres pertumbuhan ekonomi nasional.
Atas usulan tersebut, BI bersama Komisi XI DPR membentuk panitia kerja (panja). Sayangnya, pembahasan atas RATBI 2024 akan dilakukan secara tertutup.
"Langsung saja bentuk panja. Jadi ada panja penerimaan dan panja pengeluaran," ungkap Ketua Komisi XI DPR Kahar Muzakir dalam raker tersebut, kemarin.
BI dan Komisi XI DPR kemudian menggelar rapat panja kemarin malam.
Surplus ini dipengaruhi optimalisasi penerimaan dari pengelolaan surat berharga, termasuk surat berharga negara (SBN). Juga realisasi pengeluaran kebijakan, seperti pembayaran jasa giro pada pemerintah dan kebutuhan beban operasi moneter.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









