;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Penumpang Whoosh Tembus 18.000 Orang

06 Nov 2023
Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh tembus 18.000 orang pada Sabtu (4/11/2023). Ini menjadi rekor tertinggi sejak Whoosh beroperasi per 17 Oktober 2023. Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan dan tingginya permintaan masyarakat, KCIC mulai 1 November menjalankan 28 perjalanan kereta cepat Whoosh reguler. Sedangkan pada akhir pekan, akan ada tambahan empat perjalanan. (Yoga)

Kisah Solidaritas Mama Pasar Papua

06 Nov 2023

Di tengah terik siang hiruk-pikuk aktivitas Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (4/11) sedikit surut. Namun, puluhan hingga ratusan pedagang tidak beranjak dari lapak-lapaknya. Sejumlah perempuan peda- gang, orang asli Papua, atau biasa dipanggil ”mama-mama Papua”, berdampingan dengan pedagang pendatang. Biasanya para mama Papua cukup mudah ditemui dengan lapak sederhana beralas karung goni di emperan atau sisi luar pasar. Komoditas yang dijual ialah sejumlah jenis sayuran, buah-buahan lokal, serta pinang dan sirih. Kebanyakan petak kios di blok dalam pasar lebih banyak dihuni pedagang pendatang. Barang yang dijual di dalam pasar lebih banyak kebutuhan sekunder dan tersier.

”Di dalam sepi, lebih baik di sini. Ya, karena kalau orang mau cari sayur pasti cari ke sekitar sini,” kata Agustina Demetow (59) atau biasa disapa Mama Tina, sembari memamah pinang. Mama Tina merupakan pedagang dari Kampung Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura. Untuk menuju Pasar Youtefa dari kampungnya, Mama Tina naik bus Damri selama 8 jam. Ketimbang bolak-balik dari kampung ke Pasar Youtefa, ia memilih menyewa dan menginap indekos di sekitar pasar yang juga digunakan anak-anaknya menginap saat bersekolah di Kota Jayapura. Biasanya Mama Tina berjualan 2-3 hari, sebelum pulang ke rumah untuk mengambil kembali sayuran dan barang dagangan lainnya.”Kalau pinang ini, mereka (pedagang non-Papua) kurang tahu membedakan mana yang baik (layak dikonsumsi). Makanya, beli sama kami sekaligus kami pilihkan. Nanti kalau salah pilih justru pinangnya bikin muntah atau mabuk,” tuturnya.

Relasi antarpedagang di pasar itu terjaga baik. Mereka saling membutuhkan, satu sama lain. Mama Tina dan pedagang lainnya menunjukkan solidaritas sosial antarsesama, termasuk dengan pedagang non-Papua. Mereka mengesampingkan stigma yang kadang membuat jurang pemisah di antara keduanya. Pedagang lainnya, Wenina Mandikmbo (42) atau Mama Wen memiliki komoditas jualan yang serupa dengan Mama Tina. Mama Wen berasal dari Wamena, Papua Pegunungan, Ia biasanya bolak-balik dengan waktu tempuh 2-3 jam menuju Pasar Youtefa membawa sayuran dalam jumlah banyak. Tidak hanya untuk berjualan sendiri, Mama Wen juga mendistribusikan dagangannya kepada pedagang lainnya. ”Meskipun harus dijual dengan harga turun (lebih murah), itu lebih baik  daripada ditahan dan bisa saja tidak laku dan sayurnya rusak,” katanya. Bagi Mama Wen, menjaga solidaritas dengan pedagang lainnya menjadi penting. Apalagi, bertahun-tahun berjualan di pasar belum mampu memperbaiki perekonomian keluarga atau mendatangkan kesejahteraan bagi mereka. (Yoga)

Menanti Sinterklas Berbagi Kado Akhir Tahun di Bursa

06 Nov 2023
Sentimen suku bunga tinggi yang selama ini menghantui pasar keuangan nampak mulai mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bergerak lebih bertenaga di sisa tahun ini. Pasar lebih optimistis lantaran ada penurunan probabilitas kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Bank Indonesia (BI) menyebut probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun sudah di bawah 50%. Sedangkan dari Fed guidance yang dihimpun CME Group Fedwatch Tool, fed fund rate (FFR) masih akan tetap sebesar 5,25%-5,50% pada akhir tahun ini. Peluang kenaikan FFR dalam pertemuan Desember 2023 mendatang hanya sekitar 4,82%. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang bilang kalau tingkat suku bunga The Fed sudah berada di puncaknya membuat ketidakpastian berkurang. Sentimen pemilu pun bakal menggairahkan pasar saham. Tapi, Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan, kendati masih ada ruang kenaikan IHSG, nilainya sudah tak banyak lagi. Di sisa tahun ini, IHSG bakal lebih banyak disokong oleh sentimen dalam negeri, seperti pemilu dan rilis laporan keuangan emiten. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy mengatakan, peluang IHSG untuk naik di akhir tahun akan lebih besar jika The Fed tetap menahan bunga acuannya di pertemuan Desember mendatang. Bahkan, santa claus rally pun berpeluang terjadi di bulan depan. Pengamat dan Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee bilang, sikap dovish The Fed membuat tekanan terhadap nilai tukar rupiah mulai berkurang. Hitungan Hans, IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support 6.639-6.600 dan resistance 6.878-6.986 hingga akhir 2023. Sedangkan prediksi Nico, IHSG hingga akhir tahun bisa ke 7.120-7.180.

Defisit Anggaran Daerah Bisa Menekan Ekonomi

06 Nov 2023
Defisit anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perlu menjadi perhatian pemerintah. Kondisi ini harus diantisipasi agar defisit tak semakin melebar sehingga membebani daerah, bahkan bisa berdampak terhadap perekonomian. Belum lama ini, Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin melaporkan bahwa keuangan pemerintah provinsi mengalami defisit Rp 1,5 triliun. Bahkan diambang kebangkrutan. Hal itu mendorong pemprov menghemat anggaran Rp 1,2 triliun di semua organisasi perangkat daerahnya. Mengacu data Portal APBD Kementerian Keuangan (Kemkeu), Provinsi Jawa Barat pada awal bulan ini mencatat defisit APBD sebesar Rp 1,8 triliun dari target defisit Rp 4,6 triliun pada akhir 2023. Pada tahun 2024, kabarnya Rancangan APBD Jawa Barat juga masih menargetkan defisit sebesar Rp 1,2 triliun. Adapun target defisit APBD terbesar pada tahun ini dialami Provinsi Jawa Timur yang sebesar Rp 10,8 triliun. Namun hingga awal November, APBD-nya masih mencatat surplus Rp 6,2 triliun. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Yudia Ramli mengatakan, defisit APBD seperti yang terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur serta daerah lainnya terjadi akibat target penerimaan, terutama pendapatan asli daerah (PAD) diperkirakan tak tercapai pada akhir tahun. Konsekuensinya, daerah tak mampu menutup belanja yang telah ditetapkan. Bahkan pemda sampai harus berutang karena dana tidak tersedia di kas daerah sampai akhir 2023. Selain berutang, jalan yang bisa dilakukan pemda adalah menjual aset milik daerah sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Walaupun hal ini juga akan sulit dilakukan. Sejauh ini, pihaknya bersama tim yang melibatkan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah memanggil pemda yang mengalami defisit anggaran. Pemda telah diberikan arahan, asistensi dan fasilitasi untuk segera mengambil langkah antisipatif agar defisit tak semakin lebar. Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Armand Suparman mengatakan, jika defisit APBD tidak segera diantisipasi, maka belanja pemda akan menurun. Hal ini bisa berefek pada tersendatnya pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, jika APBD defisit, maka beban APBD akan bertambah karena pemda terpaksa harus berutang untuk menutup anggaran belanja yang kurang.

Tekanan Mulai Reda, Rupiah Bisa Menguat di Akhir 2023

06 Nov 2023
Pergerakan nilai tukar rupiah pada akhir tahun nanti berpotensi menguat. Hal ini sejalan dengan prediksi meredanya tekanan di pasar global, yang tecermin dari penurunan probabilitas kenaikan bunga acuan The Fed. Bank Indonesia (BI) melihat masih ada peluang kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat pada Desember 2023, setelah memutuskan untuk menahannya pada bulan ini. Probabilitas peningkatan suku bunga acuan Paman Sam pada akhir tahun sudah di bawah 50%. "Masih terlihat ada kemungkinan kenaikan di Desember 2023. Namun, probabilitasnya hanya sekitar 40%," terang Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (3/11). Salah satu pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell bahwa pengendalian inflasi tak akan hanya bertumpu pada kebijakan moneter saja. Pejabat The Fed tersebut bilang, memang The Fed bakal tetap hawkish, tetapi akan ada upaya dari sisi fiskal untuk membantu otoritas moneter mengendalikan inflasi. Perry bilang, BI dan pemerintah akan memperkuat kerja sama untuk menjaga rupiah. Selain itu, kedua otoritas ini akan terus menjaga pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk terkait penerbitan surat berharga negara (SBN). Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun sebesar 25 basis poin (bps). "Sehingga suku bunga AS menuju terminal rate 5,50% hingga 5,75% pada akhir tahun," kata dia. Dengan perkembangan tersebut, Andry memperkirakan suku bunga acuan BI masih akan dipertahankan di level 6% hingga akhir 2023. 

Emiten Jumbo Gencar Ekspansi

06 Nov 2023
Kendati ekonomi dilanda ketidakpastian sepanjang tahun ini, sejumlah emiten tetap gencar melakukan ekspansi. Hal ini terlihat dari penyerapan belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten yang lumayan besar hingga akhir September 2023 lalu. Contohnya, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang menggelontorkan capex US$ 473 juta hingga September 2023. Nilai ini meningkat 71% dibandingkan capex yang diserap ADRO sebanyak US$ 277 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya Adaro menargetkan capex 2023 antara US$ 400 juta - US$ 600 juta. Artinya jika di batas atas, jumlah penyerapan capex itu sudah 78%. Emiten lain yang agresif merealisasikan ekspansinya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). AMMN menggarap ekspansi di sisi hulu tambang dan hilirisasi, dan telah menyerap capex US$ 480 juta, naik sekitar 119% secara tahunan. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) tak kalah agresif. Direktur INCO, Bernardus Irmanto mengatakan, sudah merealisasikan capex sekitar US$ 196 juta hingga September 2023. Sedangkan Sekretari Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis mengatakan, UNTR telah menyerap capex senilai Rp 13,8 triliun hingga kuartal III-2023. Angka ini naik 160,3% secara tahunan. Tak cuma sektor energi yang lumayan agresif ekspansi. Sektor infrastruktur seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga sudah menyerap capex senilai Rp 22,1 triliun, naik 11,11% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat penyerapan capex ]sepanjang sembilan bulan 2023 relatif ekspansif, khususnya pada perusahaan tambang. "Aksi ini memungkinkan lantaran emiten-emiten ini memiliki posisi kas dan permodalan yang solid," kata dia, Minggu (5/11).

Berburu Dividen Jelang Akhir Tahun

06 Nov 2023

Musim pembagian bonus akhir tahun telah tiba. Sejumlah emiten akan segera membagikan dividen interim dalam waktu dekat. Misalnya, PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) yang akan membagikan dividen interim  tahun buku 2023 sebesar Rp 2 per saham. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga akan membayarkan dividen interim untuk tahun buku 2023 sebesar Rp 15 per saham. Emiten farmasi lain,  PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) secara resmi juga akan membagikan dividen tengah tahun atau interim sebesar Rp 50 per saham. Tak mau ketinggalan, PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) berencana untuk membagikan dividen interim kepada pemegang saham periode tahun buku 2023. Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin melihat, dampak pembagian dividen interim akan menyebabkan kinerja saham emiten tersebut berpeluang menguat. Khususnya menjelang cum date. Shin menilai  TSPC dan BUDI punya peluang melanjutkan tren pertumbuhan. Hal itu terlihat dari kinerja kedua emiten tersebut sampai bulan September 2023 yang menunjukkan pertumbuhan. Kepala Riset Praus Capital, Marolop Alfred Nainggolan menilai pembagian dividen dan dividen interim akan selalu menjadi katalis positif bagi performa saham emiten yang bersangkutan.

Geopolitik Tegang, Komoditas Panas

06 Nov 2023
Tensi geopolitik di Timur Tengah kian memanas. Ini menyebabkan kekhawatiran baru muncul. Yakni terkait perkembangan harga-harga komoditas yang biasanya sangat terkait dengan gejolak global. Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, jika berbicara tensi geopolitik di Timur Tengah maka komoditas yang berpotensi langsung mendidih tak lain adalah komoditas minyak bumi. "Hal yang dikhawatirkan adanya perluasan dari tensi geopolitik yang tengah terjadi saat ini. Meskipun masih terkendali, tetapi volatilitas di pasar masih sangat tinggi," ujarnya kepada Kontan, Minggu (5/11). Berdasarkan data Bloomberg, sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, harga minyak berangsur-angsur naik. Harga minyak tertinggi berada pada level US$ 88,37 per barel pada tanggal 19 Oktober 2023. Bob Setiadi, analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia menjelaskan  meskipun Israel dan Palestina bukanlah pemain minyak utama, namun risiko dapat berasal dari dampak spillover ke wilayah dan negara penghasil minyak terdekat seperti Iran. "Kami pikir risiko konflik Israel-Hamas dapat menyebabkan sanksi Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat terhadap ekspor minyak Iran tetap ada, sementara Iran dapat mengancam untuk menutup Selat Hormuz," paparnya. Analis Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy menambahkan, semakin lama konflik tersebut berlanjut dan jika aktor-aktor regional lainnya juga turut terlibat, risiko harga minyak menembus US$ 100 per barel kian menguat. Hal ini terjadi di saat pasar minyak global sudah mengalami defisit yang cukup signifikan. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Arab Saudi telah merencanakan untuk meningkatkan pasokan minyaknya tahun depan. Namun, konflik Israel-Palestina mempersulit upaya untuk menormalkan hubungan antara Arab Saudi dan Israel, sehingga membatasi kemungkinan peningkatan pasokan minyak. Seiring dengan potensi kenaikan harga minyak dunia, harga komoditas lainnya juga berpotensi akan bergerak selaras. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa harga komoditas seperti batubara juga akan terkerek imbas dari kenaikan harga minyak dunia.

Diminta Diet, NIM Bank Justru Semakin Gemuk

06 Nov 2023
Margin bunga bersih perbankan semakin menggemuk hingga kuartal III-2023. Padahal, berbagai pihak sudah mengingatkan, margin perbankan di Tanah Air sudah terlalu tinggi dan dinilai perlu sedikit diet. Sentilan ini termasuk datang dari Presiden Joko Widodo awal tahun ini. Net interest margin (NIM) tinggi dikhawatirkan membuat peran bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kurang optimal. Alasannya, bunga kredit yang dibebankan ke nasabah tinggi. Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM industri perbankan per September 2023 ada di level 4,85%. Angka ini memang sudah turun tipis dari level 4,87% pada bulan sebelumnya, tapi masih naik dari posisi Desember 2022 yang tercatat 4,71%. Di bank konvensional, pencetak NIM tertinggi bukan lagi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Posisinya digantikan Bank Danamon dengan NIM 8,2%, naik 30 bps secara tahunan. Sedangkan NIM BRI turun 20 bps ke 8,05%. Selanjutnya, Bank Mandiri mencetak NIM naik 17 bps ke level 5,59% dan BCA naik 40 bps jadi 5,5%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, aturan ini masih dalam proses penyempurnaan dan selanjutnya akan dimintakan pendapat pihak-pihak terkait. “Nanti, OJK akan mengonsultasikan hal ini ke DPR,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (5/11). EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyebut, NIM BCA sudah mulai turun dari semester pertama tahun ini. NIM masih tinggi sejalan dengan peningkatan volume kredit. "Juga komposisi aktiva produktif BCA bergeser ke portofolio kredit yang memberi imbal hasil lebih tinggi," kata dia pada KONTAN, Jumat (3/11).

Digitalisasi Jadi Kunci Bisnis PRDA

06 Nov 2023
Emiten laboratorium dan jasa kesehatan, PT Prodia Widyahusada (PRDA) gencar menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan pendapatan hingga akhir tahun 2023 ini. Liana Kuswandi, Direktur Keuangan Prodia Widyahusada mengatakan, perseroan masih akan fokus pada pengembangan digital sebagai strategi mencapai pertumbuhan akhir tahun dan mengedepankan pelayanan berbasis customer centric yang berkualitas. Dari sisi layanan, Prodia melakukan pembaharuan dan memperbanyak layanan konsultasi dokter di klinik Prodia dan melalui aplikasi digital Prodia (Prodia Mobile, Prodia Mobile for Doctor, & U by Prodia). Layanan vaksinasi juga semakin mudah diakses oleh pelanggan melalui aplikasi U by Prodia. Menurutnya, perseroan tetap melakukan kolaborasi strategis di sepanjang tahun untuk menghadirkan akses layanan Prodia di seluruh Indonesia seperti yang baru-baru ini dilaksanakan yakni kolaborasi strategis dengan PT GSK Indonesia dalam penyediaan vaksinasi seperti Hepatitis, DPT, Pneumonia, Influenza untuk anak-anak dan dewasa. Jika menilik pada laporan keuangan hingga kuartal III-2023, PRDA kembali mencatat kinerja yang baik, meski terdapat resistensi pada pertumbuhan. Dari segi pendapatan, PRDA berhasil mencatatkan nilai Rp 1,61 triliun, naik 2%  secara tahunan atau year on year (YoY) jika dibanding pendapatan periode sama tahun lalu Rp 1,58 triliun. Adapun, anggaran belanja nodal atau capital expenditure (capex), perseroan telah menggunakan sekitar 75% dari anggaran tahun ini. Jika berdasarkan catatan KONTAN, capex yang dialokasikan oleh manajemen PRDA tahun ini adalah sebesar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar.