Pendanaan ”Start Up” di ASEAN Menantang
Pendanaan perusahaan rintisan teknologi (start up) di Asia Tenggara masih menantang. Pelemahan ekonomi global dan koreksi valuasi perusahaan setelah naik bertubi-tubi pada 2021 jadi penyebab. Di Indonesia, pendanaan swasta turun sebesar 87 % pada semester I-2023 dibandingkan periode yang sama tahun 2022 atau dari 3,3 miliar USD menjadi 0,4 miliar USD. Partner dan Head of Vector Bain & Company untuk Asia Tenggara Aadarsh Baijal, dalam konferensi pers pemaparan laporan ”E-Conomy SEA 2023”, Selasa (7/11) di Jakarta, mengatakan, fenomena penurunan pendanaan swasta itu terlihat hampir di semua tahapan tumbuh-kembang start up. (Yoga)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023