;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Di Tengah Kondisi Sulit BNI Jaga laju Pertumbuhan

29 Apr 2025
Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu saat ini,  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara konsolidasian mampu meraup laba bersih Rp5,38 triliun pada maret 2025. Meskipun perolehan  itu naik tipis 0,94% dibandingkan dengan Rp 5,33 triliun per Maret 2024. Pencapaian laba didukung dari pendapatan bunga yang naik 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp16,71 triliun pada kuartal per kuartal 1-2025. Kemudian, beban bunga juga naik 6,17% (yoy) menjadi Rp 6,88 triliun sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 4,68% (yoy) menjadi Rp9,83 triliun. Perseroan juga mencatatkan fee income naik 2,6% menjadi Rp4,01 triliun pada akhir Maret 2025. Bank bersandi saham BBNI ini juga mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di level 3,94% pada kuartal 1-2025. Tahun ini, perseroan memproyeksikan rasio NIM berkisar 4% hingga 4,2%. Sementara itu biaya kredit (credit cost ) pada tiga bulan pertama 2025 berada di level 0,9%, di akhir tahun ini diharapkan terjaga pada kisaran 1%. Direktur Finance & Startegy BNI Husein Paolo Kattadjoemena dalam keterangannya menyatakan bahwa di tengah dinamika dan tantangan global, perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dibarengi dengan pertumbuhan bisnis yang prudent. (Yetede)

Geliat Mesin Pertumbuhan Kian Melemah

29 Apr 2025
Geliat perekonomian masih berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi bantalan perekonomian nasional tidak berperan optimal untuk meredam dampak tekanan perekonomian  dunia, lantaran dalam  beberapa bulan terakhir terjadi penurunan daya beli. Pada tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%. Namun, Dana Moneter Internasional (IMF) memperoyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 hanya mencapai 4,7% dan inflasi diperkirakan 2,3%. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menuturkan, konsumsi rumah tangga merupakan penyokong utama pertumbuhan nasional. Saat kinerja konsumsi tidak berjalan optimal, maka pertumbuhan ekonomi nsional akan melambat. "Sulit untuk berharap (konsumsi rumah tangga) tetap tinggi, ketika daya beli menurun. Saat kemampuan masyarakat untuk konsumsi rendah, tentu akan menyebabkan peran dari konsumsi di dalam mendorong pertumbuhan ekonomi akan terbatas," tutur Piter, Sejak tahun 2022 pertumbuhan ekonomi terus mengalami perlambatan. Jika dirinci pada 2022 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%, lalu turun menjadi 5,03% pada 2024. Bila pemerintah salah langkah pertumbuhan, kata dia, ekonomi pada tahun ini bisa makin anjlok. (Yetede)

Pigai: Revisi UU Ormas Positif untuk Kemajuan Demokrasi di Indonesia

29 Apr 2025

Menteri Hak Azasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti adanya aktivitas  ormas tertentu yang meresahkan masyarakat. Karena itu, wacana untuk merevisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas) yang dicanangkan Pemerintah perlu dilihat dalam konteks positif demi kemajuan demokrasi di Indonesia. "Menurut saya, adanya wacana revisi UU Ormas ini perlu dilihat dari sisi positif sebagai upaya untuk memajukan demokrasi di Indonesia, jangan dari sudut negatifnya." kata Pigai. Menurut dia, perlu digunakan pendekatan pengaturan alih-alih pembatasan untuk mengatasi masalah itu. "Prinsipnya yang penting tidak boleh ada pembatasan (union busting). Namun, memang perlu diatur agar ormas ini profesioal dan berkualitas," kata dia. Di sisi lain, Pigai menilai Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 tahun 2013 tentang Ormas ketika itu dibentuk secara subjektif sehingga dinilai memengaruhi indeks demokrasi Indonesia. "Ketika kita bicara mengenai indeks demokrasi dari prominent (menonjol) ke fraud (penipuan) demokrasi karena salah satunya UU Ormas atau Perppu Nomor 2 tahun 2017 ini," katanya. (Yetede)

Pundi-Pundi Uang CDI

29 Apr 2025
PT Chandra Daya Investasi (CDI) anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang tengah disiapkan untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham memiliki pundi-pundi yang menjadi motor pendapatan usaha. Dua diantaranya datang dari pilar bisnis infrastruktur CDI. Sebagai special purpose vehicle Chandra Asri Group, CDI mengelola bisnis di bidang kepelabuhan dan penyimpanan (storage) yang dijalankan lewat anak usahanya, PT Redeco Petrolin Utama (RPU) dengan kepemilikan saham sebanyak 50.75%. masih di pilar infrstruktur, CDI juga memiliki anak usaha bernama PT Chandra Shipping International (CSI) yang mengoperasikan bisnis logistik maritim. RPU dan CSI berperan penting dalam rantai pasok energi khususnya sektor energi , petrokimia, dan manufaktur. Eksistensi keduanya dalam pilar bisnis infrastruktur CDI memperlihatkan betapa terintegrasinya ekonomi logistik CDI. Sebagai contoh, CDI saat ini mengoperasikan sebanyak delapan kapal milik sendiri untuk mengangkut bahan kimia cair dan minyak serta gas (chemical atau oil/gas tanker) baik untuk memenuhi kebutuhan Chandra Asri Group maupiun pelanggan di luar grup. (Yetede)

Mendorong Industri Maritim Agar Melaju Lebih Kencang

29 Apr 2025
Industri maritim merupakan lokomotif yang akan membawa ekonomi Indonesia melaju lebih kencang. Untuk itu, diperlukan investasi asing untuk mendorong kemadirian industri. Direktur pemasaran PT PAL Indonesia (Persero) Wiyono Komodjojo menjelaskan, salah satu gol utama perusahaan adalah membangun industri perkapalan dalam negeri, yang selama ini masih sangat bergantung pada impor. Dia menerangkan, dengan semangat kemandirian industri perkapalan dalam negeri, yang selama ini masih sangat bergantung pada impor. Dia menerangkan, dengan semangat kemandirian inovasi, PT PAL mendorong seluruh mitra dan pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi aktif didalam mewujudkan industri maritim yang maju, mandiri, dan kompetitif. "Sehingga timbul manufaktur atau pabrik mesin di dalam negeri dengan engine, gearbox, propulsion system, generator, kemudian pompa, pipa, fitting, valve dan itu yang selama ini kita impor bisa diproduksi di dalam negeri," kata Wiyono. Untuk menumbuhkan industri maritim dibutuhkan investasi yang tidak sedikit. Dia mengungkapkan, industri perkapalan memiliki nilai yang cukup besar. Satu mesin saja harganya cukup besar. Satu mesin saja harganya dapat mencapai US$ 25 juta atau sekitar Rp412,47 miliar (kurs Rp16.858,60). (Yetede)

Dividen Jadi Bahan Bakar Utama Bursa Saham

29 Apr 2025
Sentimen pembagian dividen oleh sejumlah emiten menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kinerja IHSG yang masih melemah. Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, menilai bahwa musim dividen kuartal II/2025 dapat memberikan dorongan jangka pendek terhadap IHSG, meski masih dibayangi risiko eksternal seperti kebijakan tarif AS dan potensi resesi.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kekuatan dividen dalam menarik investor sangat tergantung pada besarnya dividend yield dan kualitas fundamental perusahaan. Ia memperingatkan risiko dividend trap jika yield tinggi tidak diiringi oleh kinerja yang solid.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal sekaligus founder Stocknow, menyebut bahwa emiten dengan kombinasi dividend yield tinggi dan fundamental kuat akan menjadi incaran investor yang mencari pendapatan pasif dan portofolio defensif. Sektor perbankan dan energi diprediksi tetap menjadi tulang punggung penggerak IHSG.

Dari sisi emiten, para direksi seperti Indriyanti Rafi Sukmawati (PRDA), Suresh Vembu (AKRA), dan Hendrix Pramana (ASGR) menunjukkan optimisme terhadap prospek bisnis meski tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Mereka menegaskan bahwa strategi ekspansi dan pertumbuhan tetap dijalankan seiring konsistensi dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dengan demikian, meskipun sentimen dividen mendukung penguatan pasar, para ahli sepakat bahwa keberlanjutan pemulihan pasar saham tetap bergantung pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan global.

Mengelola Opini Publik di Tengah Dinamika Ekonomi

29 Apr 2025
Sentimen pembagian dividen oleh sejumlah emiten menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kinerja IHSG yang masih melemah. Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, menilai bahwa musim dividen kuartal II/2025 dapat memberikan dorongan jangka pendek terhadap IHSG, meski masih dibayangi risiko eksternal seperti kebijakan tarif AS dan potensi resesi.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kekuatan dividen dalam menarik investor sangat tergantung pada besarnya dividend yield dan kualitas fundamental perusahaan. Ia memperingatkan risiko dividend trap jika yield tinggi tidak diiringi oleh kinerja yang solid.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal sekaligus founder Stocknow, menyebut bahwa emiten dengan kombinasi dividend yield tinggi dan fundamental kuat akan menjadi incaran investor yang mencari pendapatan pasif dan portofolio defensif. Sektor perbankan dan energi diprediksi tetap menjadi tulang punggung penggerak IHSG.

Dari sisi emiten, para direksi seperti Indriyanti Rafi Sukmawati (PRDA), Suresh Vembu (AKRA), dan Hendrix Pramana (ASGR) menunjukkan optimisme terhadap prospek bisnis meski tetap membagikan dividen dalam jumlah besar. Mereka menegaskan bahwa strategi ekspansi dan pertumbuhan tetap dijalankan seiring konsistensi dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dengan demikian, meskipun sentimen dividen mendukung penguatan pasar, para ahli sepakat bahwa keberlanjutan pemulihan pasar saham tetap bergantung pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan global.

Perempuan Korban Pinjol Membutuhkan Kehadiran Negara

29 Apr 2025
Praktik rentenir dalam bentuk pinjaman daring atau biasa disebut dengan pinjaman online (pinjol) kian mengkhawatirkan dan mengancam masyarakat kelompok rentan, terutama para perempuan. Pemerintah harus segera bertindak menghentikan praktik itu agar tak semakin banyak korban yang jatuh. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan organisasi masyarakat sipil meminta negara hadir melindungi perempuan korban dan memutus lingkaran kekerasan yang dialami para perempuan yang terjerat utang berlipat-lipat akibat skema bunga-berbunga yang diterapkan pengelola akun pinjol. ”Komnas Perempuan mendesak agar negara tidak melakukan pengabaian terhadap perempuan korban pinjol yang mengalami kekerasan berlapis dan pelanggaran hak asasi manusia berupa perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan  merendahkan martabat manusia,” ujar Sondang Frishka Simanjuntak, komisioner Komnas Perempuan, Senin (28/4/2025), di Jakarta.

Perempuan bisa dengan mudah menjadi korban pinjol karena persyaratan meminjam dan aksesnya amat mudah jika dibandingkan dengan proses pinjaman di bank pada umumnya. Cukup dengan nomor telepon, kartu tanda penduduk, dan foto diri (swafoto), peminjam di pinjol bisa langsung menerima dana. Kekerasan berlapis yang dialami perempuan korban pinjol merupakan persoalan serius dan sudah berlangsung lama, bahkan sebelum pandemi Covid-19. ”Negara harus hadir untuk memenuhi hak korban atas penanganan, pemulihan, dan jaminan ketidakberulangan,” kata Sondang. Karena lemahnya perlindungan negara, pinjol justru lebih sering menjadijebakanjerat utang, eksploitasi, tipu daya dengan memanfaatkan kerentanan kelompok miskin dan perempuan, serta menghasilkan kejahatan baru atau kejahatan lanjutan dan berlapis. Koordinator Nasional Forum Pengada Layanan bagi Perempuan Korban Kekerasan Siti Mazumah menilai, kasus perempuan korban pinjol merupakan persoalan sistemik yang harus menjadi perhatian bersama untuk memutus lingkaran setan kekerasan pada perempuan. (Yetede)


Perintah Presiden untuk Melakukan Evaluasi Menyeluruh di BUMN

29 Apr 2025

Presiden Prabowo meminta seluruh direksi BUMN meninggalkan praktik-praktik menyimpang. Evaluasi terhadap kinerja direksi BUMN akan dilakukan manajemen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara, guna meningkatkan kompetensi, kepatutan, dan komitmen pengelolaan Danantara seiring target besar yang dibebankan kepada lembaga tersebut. ”Saya minta atas nama bangsa dan rakyat, saya minta semua direksi berbuat yang terbaik, tinggalkan praktik-praktik zaman dulu. Mungkin yang kurang efisien, atau ada praktik-praktik yang tidak benar, harus ditinggalkan,” tutur Presiden Prabowo dalam acara Town Hall Danantara di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (28/4) sore.

Presiden juga menyerahkan tugas evaluasi kinerja direksi BUMN ini kepada manajemen Danantara. ”Saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, dievaluasi kinerjanya, dan wataknya, akhlaknya, dan prestasinya. Kalau dia tidak berprestasi, kalau dia malas-malasan, kalau dia lakukan praktik-praktik yang enggak benar, menyalahgunakan kewenangan, menyalahgunakan fasilitas, saya minta diganti,” tambahnya. Penggantian direksi, menurut Presiden, bisa dengan mempromosikan para pegawai yang ada di dalam BUMN sepanjang berprestasi. Apabila tidak ada, manajemen Danantara bisa memilih para ahli. Presiden juga meminta supaya pemilihan direksi baru tak menggunakan pertimbangan suku, agama, ras, atau latar belakang partai politik. (Yoga)


Negara Rugi Rp 1 Triliun Akibat Investasi Fiktif PT Taspen

29 Apr 2025

BPK menaksir kerugian negara akibat investasi fiktif PT Taspen Persero sebesar Rp 1 triliun. BPK menemukan adanya penyimpangan dana yang merugikan negara. Dengan adanya hasil kalkulasi kerugian negara itu, KPK memastikan kasus ini akan segera disidangkan. Hasil kalkulasi kerugian negara itu diserahkan pihak BPK kepada KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/4). Dirjen Pemeriksaan Investigasi BPK, I NyomanWaramenyampaikan, dari hasil pemeriksaan ditemukan penyimpangan dana yang berindikasi pada tindak pidana. ”Kerugian kasus ini adalah sebesar Rp 1 triliun,” ujarnya.

KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan dana PT Taspen melalui investasi fiktif ini. Keduanya adalah mantan Dirut PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih (ANSK) dan mantan Dirut PT Insight Investment Management, Ekiawan Heri Primaryanto (EHP). Pada mulanya, KPK selaku penyidik memperkirakan kerugian negara akibat penyimpangan itu sebesar Rp 200 miliar. Untuk menghitungnya, BPK kemudian turut dilibatkan. Kasus ini bermula pada 2019, ketika PT Taspen menempatkan dana investasi sebesar Rp 1 triliun pada produk reksa dana RD I-Next G2 yang dikelola PT Insight Investment Management (PT IIM).

Proses pemilihan manajer investasi diduga dilakukan sebelum adanya penawaran resmi. Praktik ini dinilai melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta aturan internal PT Taspen. Penempatan dana investasi yang tidak sesuai dengan kebijakan investasi perusahaan, khususnya terkait penanganan aset, malah menimbulkan kerugian negara. Pada saat bersamaan, praktik investasi PT Taspen malah menguntungkan empat perusahaan, yakni PT IIM (Rp 78 miliar), PT Valbury Sekuritas Indonesia (Rp 2,2 miliar), PT Pacific Sekuritas (Rp 102 juta), dan PT Sinarmas Sekuritas (Rp 44 juta), serta pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan kedua tersangka. (Yoga)