Ekonomi
( 40814 )Perumahan Rakyat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Guna merealisasikan program 3 Juta Rumah, pemerintah pusat dan daerah tancap gas menyiapkan sejumlah skema dan program untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tidak hanya membangun rumah subsidi, pemerintah juga akan menggencarkan renovasi rumah yang tidak layak huni. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah mengatakan, APBN 2025 adalah warisan Presiden Jokowi. Dengan begitu, program pemerintahan era Presiden Prabowo belum bisa berjalan sepenuhnya, termasuk dalam penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah. APBN era Prabowo baru akan diusulkan dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta pada 16 Agustus mendatang.
Setelah pidato nota keuangan, usulan akan dibahas. Nantinya, per 1 Januari 2026, barulah APBN era Prabowo berjalan sepenuhnya. ”Saat itu, kita baru bisa melihat usulan masif yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo, khususnya terkait penataan permukiman kumuh hingga penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Fahri, di sela peluncuran Gerakan Benerin Rumah Agar Layak (Gebrak) di Palembang, Sumsel, Senin (5/5). APBN 2025 sudah menyediakan anggaran penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan penataan permukiman kumuh. Namun, jumlahnya terbatas, yakni penyediaan rumah subsidi sekitar 220.000 unit dan renovasi rumah tak layak huni sekitar 40.000 unit.
Nantinya, Kementerian PKP akan mengevaluasi tambahan kuota untuk penyediaan rumah layak huni dan renovasi rumah tersebut. Pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan pemda, BUMN, dan BUMD dalam penyediaan tanah. Nantinya, lahan milik pemerintah atau negara akan didata dan diatur perizinannya untuk dimanfaatkan dalam penyediaan perumahan. Sebaliknya, pihak swasta akan membangun dengan skema yang telah diatur pemerintah. Untuk renovasi rumah tidak layak huni, sejumlah perusahaan multinasional sangat tertarik mendukungnya. Bahkan, Fahri mengklaim sudah mendapatkan komitmen dukungan anggaran 2,5 juta USD atau Rp 40 miliar dari perusahaan multinasional dalam menjalankan renovasi rumah tidak layak huni. (Yoga)
Pemerintah Siap Genjot Belanja dan Daya Beli
Pemerintah siap menggenjot belanja dan daya beli masyarakat mulai kuartal 11-2026 untuk mencegah berlanjutnya tren perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dengan begini, pertumbuhan ekonomi 2025 bisa dijaga di atas 5%. Konkretnya, pemerintah akan merilis kebijakan yang berfokus pada peningkatan daya beli, stimulus ekonomi, mendorong investasi, dan mengakselerasi belanja. Poin terakhir menjadi fokus utama pemerintahan dengan target penyerapan bisa lebih tinggi dari siklus kuartalnya untuk mendorong multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi yang tahun ini ditargetkan 5,2%. Hingga 25 April 2025, pemerintah telah membuka blokir anggaran kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp86,6 triliun dari anggaran yang sebelumnya diblokir sebesar Rp 256,1 triliun.
Dengan pembukaan blokir tersebut, K/L bisa kembali melakukan efisiensi anggaran. Hal ini diatur Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, ekonom menilai, pemerintah juga perlu mengevaluasi rencana pemangkasan anggaran masif, lantaran bisa menambah tekanan ke ekonomi. Bahkan, pemerintah perlu membatalkan rencana tersebut, jika dirasa merugikan ekonomi. Alasannnya, di tengah tren pelemahan daya beli msayarakat, ekonom membutuhkan dukungan fiskal yang ekspansif. Apalagi, sektor swasta tengah lesu, terimbas kontraksi daya beli. (Yetede)
Perbankan Harus Lebih Selektif dalam Menyalurkan Kredit
TPT Harus Dimulai dengan Mengurangi Pekerja Informal
Saham Antam Melaju Rp 3.000
IHSG Siap Uji Level 7.000
Sektor Ritel Berpotensi Bertumbuh
Kemenhub Melakukan Pengawasan Perusahaan Otobus Harus Dipertegas
KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang
Saham BUMN Hijau, Investor Antusias
Meskipun proses pemulihan fundamental korporasi BUMN belum sepenuhnya merata, stabilnya pergerakan indeks IDX BUMN20 mencerminkan optimisme pasar terhadap kinerja emiten-emiten pelat merah. Mayoritas emiten dalam indeks tersebut menunjukkan pertumbuhan laba pada kuartal I/2025 tanpa ada yang merugi, bahkan indeks hanya turun tipis sebesar -0,51% secara year-to-date, mengungguli kinerja IHSG dan indeks lainnya.
Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori, menilai pemulihan BUMN masih dibayangi tantangan seperti pelemahan daya beli dan harga komoditas. Namun, ia menaruh harapan besar pada peluncuran Danantara sebagai katalis positif, selama implementasi dan tata kelolanya dijalankan dengan baik.
Senada, Felix Darmawan dari Panin Sekuritas menyatakan bahwa keberhasilan Danantara akan bergantung pada transparansi dan keseimbangan antara misi komersial dan pelayanan publik. Ia juga menilai bahwa kinerja positif BUMN mencerminkan efektivitas strategi pemerintah dalam memperkuat peran BUMN sebagai motor ekonomi.
Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset menambahkan bahwa penguatan saham BUMN ke depan akan dipengaruhi oleh penurunan suku bunga, efektivitas Danantara, dan arus masuk investor asing, dengan catatan BUMN harus konsisten menerapkan prinsip good corporate governance.
Dari sisi pelaku industri, Nicolas D. Kanter (Dirut ANTM), Fina Eliani (Direktur Keuangan TINS), dan Hery Gunardi (Dirut BRI) menegaskan komitmen emiten BUMN dalam menjaga efisiensi, memperkuat strategi pasar, dan menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan struktural dan risiko eksternal, optimisme terhadap BUMN tetap tinggi karena dukungan pemerintah, kinerja keuangan yang solid, dan strategi efisiensi yang terus diperkuat oleh masing-masing korporasi. Namun, efektivitas implementasi kebijakan serta konsistensi dalam tata kelola akan menjadi kunci keberlanjutan pemulihan dan pertumbuhan sektor BUMN ke depan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









