;

Investasi Butuh Laju Lebih Kencang

Ekonomi Hairul Rizal 30 Apr 2025 Bisnis Indonesia (H)
Investasi Butuh Laju Lebih Kencang
Realisasi investasi langsung Indonesia pada kuartal I/2025 mencapai Rp465,2 triliun, tumbuh 15,9% secara tahunan (YoY), namun menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal I/2024. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menyoroti premanisme sebagai salah satu hambatan iklim investasi, seperti yang terjadi dalam proyek BYD di Subang. Ia menyatakan bahwa pemerintah terus memperbaiki iklim investasi, termasuk melalui koordinasi dengan aparat keamanan dan memanfaatkan peluang relokasi industri dari China akibat perang dagang dengan AS.

Ekonom dari CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengaitkan perlambatan ini dengan tekanan eksternal seperti penurunan permintaan dari mitra dagang utama (AS dan China), turunnya harga komoditas energi, serta ketidakpastian politik dan fiskal domestik menjelang transisi pemerintahan. Kondisi moneter yang ketat turut memperlambat pertumbuhan kredit dan ekspansi sektor riil.

Sementara itu, Wakil Ketua Apindo Chandra Wahjudi menilai dampak perlambatan investasi terhadap ekonomi nasional masih terbatas, karena kontribusi investasi terhadap PDB lebih kecil dibandingkan konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 54%. Keseluruhan, perlambatan investasi menjadi faktor penting dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia awal 2025, meskipun ekspor dan impor sedikit menopang kinerja ekonomi.
Download Aplikasi Labirin :