Di Tengah Kondisi Sulit BNI Jaga laju Pertumbuhan
Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu saat ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara konsolidasian mampu meraup laba bersih Rp5,38 triliun pada maret 2025. Meskipun perolehan itu naik tipis 0,94% dibandingkan dengan Rp 5,33 triliun per Maret 2024. Pencapaian laba didukung dari pendapatan bunga yang naik 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp16,71 triliun pada kuartal per kuartal 1-2025. Kemudian, beban bunga juga naik 6,17% (yoy) menjadi Rp 6,88 triliun sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 4,68% (yoy) menjadi Rp9,83 triliun. Perseroan juga mencatatkan fee income naik 2,6% menjadi Rp4,01 triliun pada akhir Maret 2025. Bank bersandi saham BBNI ini juga mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di level 3,94% pada kuartal 1-2025. Tahun ini, perseroan memproyeksikan rasio NIM berkisar 4% hingga 4,2%. Sementara itu biaya kredit (credit cost ) pada tiga bulan pertama 2025 berada di level 0,9%, di akhir tahun ini diharapkan terjaga pada kisaran 1%. Direktur Finance & Startegy BNI Husein Paolo Kattadjoemena dalam keterangannya menyatakan bahwa di tengah dinamika dan tantangan global, perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dibarengi dengan pertumbuhan bisnis yang prudent. (Yetede)
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023