Ekonomi
( 40478 )Perlambatan Ekonomi Global Membayangi IPO Tahun Depan
Pemain Pinjol Janji Jaga Rasio Kredit Macet
Petani Terus Menua dan Alami Guremisasi
Sepuluh tahun terakhir jumlah usaha pertanian menurun. Di
saat yang sama, jumlah petani berusia tua atau di atas usia 55 tahun dan petani
gurem meningkat. Jika tidak segera diatasi, kondisi itu akan berimplikasi pada regenerasi
dan kesejahteraan petani, ketahanan pangan nasional, serta penanggulangan kemiskinan
ke depan. Ini mengingat sektor pertanian merupakan salah satu mesin penggerak
ekonomi nasional dan penyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia. Hal itu
mengemuka dalam Desiminasi Hasil Sensus Pertanian (ST) 2023 Tahap I yang
digelar BPS secara hibrida di Jakarta, Senin (4/12). Sensus yang digelar setiap
10 tahun sekali itu pada tahun ini dilakukan pada 1 Juni-31 Juli.
Berdasarkan ST 2023 Tahap I, jumlah unit usaha pertania di
Indonesia turun 7,42 % dari hasil ST 2013, yakni 31,71 juta unit menjadi 29,36
juta unit. Adapun unit usaha pertanian perorangan (UTP), jumlahnya turun 7,45 %
dari 31,71 juta unit pada 2013 menjadi 29,34 juta unit pada 2023. Namun, jumlah
rumah tangga usaha pertanian (RTUP) pada 2023 meningkat 8,74 % dari 26,14 juta pada
2013 menjadi 28,42 juta pada 2023. Meskipun meningkat, jumlah RTUP pada semua subsektor
pertanian turun. Penurunan terbesar terjadi pada subsektor kehutanan dan
tanaman pangan masing-masing 48,87 % dan 12,28 %. Dalam 10 tahun terakhir, dari
100 petani yang memiliki usaha pertanian berkurang dari 21 petani menjadi 3
petani. ST 2023 Tahap I juga menunjukkan petani di Indonesia makin menua.
Jumlah petani gurem atau pemilik lahan di bawah 0,5 hektar bertambah. (Yoga)
Kesenjangan Talenta Digital Jadi Tantangan Nasional
Kontribusi sektor ekonomi digital terhadap perekonomian
Indonesia tidak akan maksimal selama masih ada kesenjangan antara jumlah
kebutuhan talenta digital dengan ketersediaan di pasar tenaga kerja. Padahal,
jika tergarap maksimal, potensi pasar ekonomi digital bisa menopang melesatnya
pertumbuhan ekonomi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital,
Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin
mengatakan, 77 % dari populasi 277 juta jiwa penduduk Indonesia telah terpapar
internet atau teknologi digital. Dengan potensi itu, pada 2030, PDB Indonesia
diprediksi mencapai Rp 24.000 triliun dengan 18 % di antaranya atau Rp 4.500
triliun disumbang oleh ekonomi digital. Sebagai catatan, PDB Indonesia pada
2022 sebesar Rp 19.588,4 triliun. Untuk mencapai lompatan PDB dengan penopang
ekonomi digital pada 2030, Indonesia memerlukan tambahan 9 juta talenta digital
terhitung sejak 2015 hingga 2030.
”Kalau dihitung secara kasar, setiap tahun Indonesia
memerlukan tambahan sekitar 600.000 talenta digital baru,” kata Rudy dalam pemaparan media bertema ”Peluncuran Buku
Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital” di Jakarta, Senin (4/12).
Rudy memaparkan, dari kebutuhan 600.000 talenta digital baru per tahun
tersebut, saat ini kebutuhan SDM ditargetkan untuk yang ahli dalam bidang
digital, seperti pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
dan komputasi awan. Sayangnya, berdasarkan catatan Kemenkominfo, kemampuan
Indonesia menghasilkan talenta digital baru saat ini jauh dari kondisi ideal,
yakni 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun. Menurut Rudy,
diperlukan perubahan kurikulum yang lebih menekankan pada aspek analitik;
kuantitatif; dan sains, teknologi, teknik, matematika (science, technology,
engineering, math/STEM) guna mengejar cepatnya perkembangan teknologi. (Yoga)
Jasa Marga Tak Beri Diskon Tarif Tol
PT Jasa Marga Tbk tidak memberikan diskon tarif tol pada
periode Natal-Tahun Baru kali ini. Pertimbangannya, kapasitas jalan tol masih
bisa melayani jumlah mobil yang masuk-keluar gerbang tol di sekitar Jabodetabek
selama periode 18 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. Corporate Communication &
Community Development Group Head PT Jasa Marga Tbk Lisye Octaviana, pada jumpa
pers paparan kinerja triwulan III-2023 Jasa Marga di Jakarta, Senin (4/12) mengatakan,
diskon tarif sebetulnya upaya untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Mengingat jumlah kendaraan pengguna jalan tol selama periode
Natal dan Tahun Baru masih bisa terkelola dengan kapasitas yang ada, diskon
tarif tidak diperlukan. Berdasarkan taksiran Jasa Marga, 2,88 juta unit mobil akan
masuk-keluar di gerbang tol sekitar Jabodetabek selama 18 Desember 2023 hingga 4
Januari 2024. Jumlah ini meningkat 14,2 % dibandingkan hari normal, tetapi
masih lebih rendah dibandingkan periode Lebaran yang melonjak hingga lebih dari
40 % dibandingkan hari normal. Oleh karena kapasitas jalan tol masih bisa
menampung mobilitas mobil pada periode Natal dan Tahun Baru kali ini, alih-alih
memberikan diskon, Jasa Marga justru akan memanfaatkanya untuk meraup
pendapatan optimal. (Yoga)
Mentan-Panglima TNI Teken Nota Kesepahaman soal Lahan Tidur
Pemerintah Siapkan Rp 2 Triliun untuk Dana Pariwisata
ASA PETANI GORONTALO KARAM OLEH JAGUNG HIBRIDA
Petani di Gorontalo begitu bergantung pada jagung hibrida.
Namun, kenyataannya, jagung hibrida belum dapat memberikan kesejahteraan kepada
mereka. Siklus berulang pembelian benih jagung hibrida dan ketiadaan industri
pengolahan jagung membuat keuntungan petani menipis. Abdullah Isa (60) lega melihat
langit mendung pada Kamis (30/11). Belakangan ini, hujan sering turun di Desa
Pongongaila diKecamatan Pulubala, Gorontalo. Artinya, bibit-bibit jagung hibrida
yang ia tanam pasti akan tumbuh dan berbuah. ”Kalau tidak ada hujan, milu (jagung)
bakal kecil-kecil. Kalau cuma pupuk, tapi tidak ada hujan, hasilnya sedikit,”
kata Abdullah yang rutin bertani jagung hibrida bersama istrinya, Aminah Manoe
(60), sejak mereka menikah pada 1982. Sekarang Abdullah punya lahan jagung
hibrida seluas 2 hektar tak jauh dari rumahnya. Ia terdaftar dalam kelompok
tani sehingga bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Satu dari empat anaknya juga
tergabung di kelompok tani dengan lahan 1,5 hektar.
Tanaman tersebut menjadi sumber penghasilan utama keluarga
Abdullah meski ia mengakui hasilnya tak seberapa. Di masa panen antara Oktober
dan awal November 2023, hasil dari kebunnya hanya 4 ton. Saat itu, enam gudang
yang tersebar di Kecamatan Pulubala hanya menghargai jagung hibrida Rp 3.800
per kg. Itu pun masih dipotong kadar air tinggi dalam pipilan jagung, di atas
17 %. Jika kadar air menurut penghitungan mesin di gudang mencapai, 22 %,
setiap 100 kg harus dikurangi 22 kg sehingga gudang hanya membayar 78 kg. ”Keuntunganbersih
Cuma Rp 5 juta, tipis. Padahal kalau mau hitung dari tanam, pupuk, semprot obat
(pembasmi) rumput, sampai panen dan bawa ke gudang, bisa habis Rp 10 juta.”
kata Abdullah. Setiap 5 kg bibit perlu 100 kg pupuk. ”Sekarang pupuk sulit.
Biasanya dapat 500 kg Phonska (NPK) dan 500 kg urea, sekarang ureanya cuma
dapat 300 kg,” keluh Aminah. Sudah begitu pun, mereka tak menjemur jagung
terlebih dahulu, sebab petani di perdesaan butuh uang cepat untuk membiayai
kehidupan yang sulit di Provinsi Gorontalo yang sepertiga dari 1,2 juta hektar
wilayah daratannya ditanami jagung hibrida.
Jagung hibrida menjadi komoditas unggulan Gorontalo sejak
pemerintahan gubernur pertama, yakni Fadel Muhammad, sampai hari ini. Akhir tahun
ini, BPS memperkirakan panen jagung pipilan kering berkadar air (JPK KA) 14 5
dari Gorontalo akan mencapai 531.780 ton, terbesar kedelapan di Indonesia, tetapi,
petani jagung seperti Abdullah dan Aminah nyatanya tak bisa benar-benar sejahtera.
Menanam jagung pun menjadi siklus berbiaya besar yang menguras kocek petani demi
penghasilan Rp 5 juta per 3-4 bulan untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarga.
Mereka harus bertahan hidup dengan pengeluaran kurang dari Rp 442.194 per
bulan. Ketika tegakan jagung rebah, mereka tetap setia membeli bibit jagung hibrida
lagi dari toko tani dengan harga Rp 2 juta per 20 kg. Mereka juga membeli pupuk
kimia, obat, dan perangsang tumbuh. Setelah panen, mereka akan kembali ke nol. (Yoga)
Ekonomi Bisa Tumbuh 5,4%
2024, Pemerintah Optimistis 30 Juta UMKM Lakukan Transformasi Digital
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









