;
Kategori

Ekonomi

( 40478 )

Pertanian Didorong Jadi Penopang Sultra

06 Dec 2023

Sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan di Sultra diharapkan terus tumbuh dan menjadi penopang pada masa depan. Namun, sektor tersebut terus tertekan akibat melentingnya industri pengolahan dan pertambangan nikel yang justru belum berdampak banyak ke masyarakat. Kepala BPS Sultra Agnes Widiastuti mengungkapkan, potensi pertanian, perkebunan, dan kelautan di Sultra sangat besar. Banyak warga yang mendapat penghasilan dari sektor itu. Pada 2023, jumlah pekerja di sektor ini 30,8 % dari 1,35 juta penduduk yang bekerja di Sultra.

”Secara peranan dalam postur ekonomi, sektor pertanian juga tinggi, mencapai 23 %. Artinya, peranan sektor ini sangat tinggi untuk perekonomian Sultra. Sementara itu, kontribusi industri pengolahan baru 9,68 % dan pertambangan 2,49 %,” kata Agnes seusai diskusi Sultra Economic Outlook di kantor Gubernur Sultra, Kendari, Selasa (5/12). Menurut Agnes, banyak komoditas pertanian dan perkebunan yang bisa dikembangkan di Sultra, misalnya lada, jambu mete, ubi kayu, dan kakao. Pengembangan potensi pertanian itu didukung oleh ketersediaan SDM dan permintaan pasar. Meski demikian, sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan di Sultra terus tertekan. Hal ini terlihat dari jumlah rumah tangga usaha pertanian yang turun di berbagai bidang selama 10 tahun terakhir. (Yoga)

Hilirisasi Kelapa Didorong demi Nilai Tambah

06 Dec 2023
Hilirisasi kelapa terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah. ”Indonesia mendorong pengembangan industri kelapa berkelanjutan yang bernilai tambah, menjaga lingkungan, dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam Pertemuan Tingkat Menteri International Coconut Community (ICC) di Bandar Lampung, Selasa (5/12/2023). Pertemuan dihadiri delegasi dari 15 negara penghasil kelapa. (Yoga)

Penguasa Beribu-ribu Triliun Rupiah

06 Dec 2023

Setelah internet kian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia, muncul bisnis superraksasa yang pada 20 tahun lalu hampir tak dikenal. Bisnis itu adalah bisnis cloud. Sungguh, semua yang terjadi dalam kehidupan kita, bekerja, bercinta, bermain, hingga bermimpi, bisa terwujud berkat cloud. Pekan lalu, perhelat-an besar berlangsung di Las Vegas, AS. Mulai dari Senin (27/11) sampai Jumat (1/12), puluhan ribu orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk menghadiri pertemuan membahas perkembangan layanan cloud yang diberikan Amazon Web Service (AWS). Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri CEO AWS Adam Selipsky, Chief Technology Officer Werner Vogels, ViP AWS Data & AI (Artificial Intelligence) Swami Sivasubramanian, serta VP AWS AI Matt Wood yang meraih doktor di bidang machine learning.

Berkat cloud, AWS pada tahun lalu memiliki pendapatan (revenue) 80 miliar USD, setara Rp 1.200 triliun. Sebagai perbandingan, dalam RAPBN 2023, pendapatan Indonesia ditargetkan Rp 2.463 triliun. Artinya, pendapatan AWS tahun lalu separuh target pendapatan Indonesia tahun 2023. Selain AWS, korporasi raksasa penyedia layanan cloud ialah Microsoft Azure serta Google Cloud. Ada pula Alibaba Cloud dan IBM Cloud. ”Penyewaan” Cloud, diterjemahkan sebagai awan, merujuk pada layanan penyediaan server dan jasa pengolahan data. Karena itu, layanan ini biasanya juga disebut cloud computing atau komputasi awan. Sederhananya, layanan cloud menyediakan server (tempat penyimpanan raksasa) bagi  perusahaan-perusahaan penyewa jasa tersebut dengan membayar uang sewa kepada penyedia jasa cloud, sebuah perusahaan dapat memiliki pengolahan data serta server yang sangat memadai.

Perusahaan rintisan penyedia aplikasi kencan, misalnya, cukup menyewa kantor fisik di sebuah ruko lalu menyewa server dan layanan pengolahan data dan meminta perusahaan cloud membuat program tertentu sehingga terjadi pencocokan antar pengguna aplikasi. Pria dengan profil tertentu mencari istri dengan tipe A akan dipertemukan dengan perempuan pemilik profil yang sesuai, lalu dihubungkan dilanjutkan dengan janji temu darat. Perusahaan rintisan penyedia aplikasi kencan itu menerima uang dari iuran anggota. Belum lagi jika ada iklan retoran, hotel, dan mobil. Perusahaan ini tak perlu memiliki banyak programmer. Jumlahnya secukupnya saja dengan tugas memastikan layanan dari penyedia cloud sesuai dengan permintaan. Perusahaan penyedia film pasti menggunakan jasa cloud computing. Media daring, mobile banking, jasa perbankan sistem tilang di banyak negara juga sudah menggunakan jasa cloud (public cloud). Lewat AI generatif, perusahaan cloud seperti AWS berupaya memikat banyak pelanggan raksasa dan terus menambah penghasilan hingga beribu-ribu triliun rupiah. (Yoga)

Menindaklanjuti Potensi Kerugian Pengelolaan Keuangan Negara

06 Dec 2023
JAKARTA,ID-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian  negara sebesar Rp 18,19 triliun, yang terbagi dalam dua klarifikasi  temuan dengan nilai terbesar adalah potensi kerugian Rp7,43 triliun dan kekurangan penerimaan Rp 6,01 triliun. Berkaitan itu, temuan BPK harus ditindaklanjuti. Ketua BPK Isma Yatun mengatakan, potensi kerugian negara ini tercatat dalam Iktisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) 1 Tahun 2023 yang berisikan 9.26 temuan yang mencakup  kelemahan sistem pengendalian intern, ketidakpatuhan yang dapat mengakibatkan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan, serta ketidakhematan, ketidakefisiensian, dan ketidakefektifan (3E). IHSP I Tahun 2023 juga memuat ringkasan  dari 705 laporan hasil pemeriksaan (LHP), yang terdiri atas 681 LHP keuangan, 2 LHP kinerja, dan 22 LHP Dengan Tujuan Tertentu (DTT). Dari hasil pemriksaan tersebut, selama proses pemeriksaan tersebut, selama proses pemeriksaan, entitas telah  menindaklanjuti  dengan melakukan penyetoran uang dan penyerahan aset sebesar Rp825,82 miliar. (Yetede)

Menghentikan Restrukturisasi Kredit Covid-19 Tidak Perlu Dikhawatirkan

06 Dec 2023
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kredit terdampak Covid-19 akan menghentikan stimulus restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 pada Maret 2024. Dari asesmen yang dilakukan, penghentian kebijakan tersebut tidak akan mengguncang stabilitas perbankan nasional. Pasalnya perbankan telah memupuk cadangan untuk mengantisipasi berakhirnya restrukturisasi kredit apabila jatuh menjadi kredit macet (non-performing loan/NPL). Hal ini terlihat melalui pencadangan  kerugian penurunan nilai (CKPN) indutsri perbankan yang berada di level lebih dari cukup. Adapun, hingga Oktober 2023 restrukturisasi kredit tersisa Rp301,16 triliun, atau menurun Rp15,83 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya Rp316,98 triliun. Stimulus itu diberikan kepada 1,22 juta nasabah atau telah berkurang 100 ribu nasabah dibandingkan dengan posisi September 2023 sebanyak 1,32 juta  nasabah restrukturisasi kredit. (Yetede)

2024, IHSG Tembus 8.000

06 Dec 2023
Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi naik kencang pada 2023 sehingga menembus level 8.000, dan berakhir di 8.050. Proyeksi selama 12 bulan ke depan tersebut bisa terealisasi apabila didukung sejumlah sentimen positif dari dalam dan luar negeri, sehingga IHSG memasuki tren bullish.  "Kalau resesi Amrika Serikat (AS) tidak terjadi, kemudian harga komoditas menurun dan ekonomi Indonesia tumbuh diatas 5%, serta presiden yang terpilih merupakan pilihan favorit, skenario IHSG adalah bullish dan bisa mengakhiri 2024 di anagka 8.050 denan asumsi 15,3x price to-earning ratio," kata Head of Institusional Reserach Sinarmas Sekuritas Isfhan dalam Monthly Market Outlook:Melihat peluang investasi di sektor pilihan Tahun 2024, Selasa (5/12/2023). (Yetede)

Menpora Sebut Piala Dunia U-17 Dongkrak Perputaran Ekonomi

06 Dec 2023
JAKARTA,ID-Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengatakan, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-17 di Indonesia sukses menghasilkan perputaran uang hingga ratusan miliar rupiah. Hal ini disimpulkan Menpora seusai mendampingi Presiden RI Joko Widodo. Dito mengatakan dampak perhitungan ekonomi  ini menggunakan dua metode survei, yaitu kuantitatif pada penonton, pelaku usaha dan volunteer serta analisis data sekunder yang bersumber dari BPS dan data RAB penyelenggaraan Piala Dunia U-17 dari Kemenpora. "Dengan demikian penyelenggaraan U-17 terjadap perekonomian secara sektoral maupun kewilayahan," ujar Menpora dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/14/2023). Dari data sekunder sementara berupa RAB, dan perhitungan rata-rata pengeluaran penonton, U-7 menghasilkan perputaran uang sebesar Rp305 miliar dengan angka pengganda atau mulitiplier sebesar 1,6. (Yetede)

Bersih-bersih Setelah Bank Tumbang

06 Dec 2023
JAKARTA — Deretan bank perkreditan rakyat/bank perkreditan rakyat syariah (BPR/BPRS) yang bangkrut hingga harus dilikuidasi terus bertambah. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun turun tangan membantu pemulihan dana nasabah BPR/BPRS yang dilikuidasi, dengan memproses pembayaran klaim penjaminan simpanan. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bagi nasabah yang simpanannya tertahan di bank yang bangkrut atau terkena likuidasi berhak mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku Berdasarkan data LPS, per Agustus 2023, pada BPR/BPRS jumlah rekening yang dijamin seluruh simpanannya (simpanan hingga Rp 2 miliar) mencapai 99,98 persen dari total rekening atau setara dengan 15,56 juta rekening. Adapun LPS mengklaim telah mencairkan lebih dari Rp 1,7 triliun simpanan dari nasabah BPR/BPRS yang bangkrut sejak beroperasi pada 2005. Rata-rata setiap tahun ada enam hingga tujuh BPR/BPRS yang tumbang. (Yetede)

Bom Waktu Lonjakan Petani Gurem

06 Dec 2023

HASIL Sensus Pertanian yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan ini menguatkan dugaan ihwal kian berkurangnya lahan subur pertanian di Tanah Air dari waktu ke waktu. Salah satu indikatornya adalah kenaikan drastis jumlah petani gurem alias petani dengan lahan di bawah 0,5 hektare.  Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah petani gurem bertambah, dari 14,25 juta rumah tangga pada 2013 menjadi 16,89 juta rumah tangga pada 2023. Proporsi rumah tangga petani gurem terhadap rumah tangga petani di Indonesia meningkat dari 55,33 persen pada 2013 menjadi 60,84 persen pada 2023. 

Berkurangnya lahan subur pertanian juga diestimasikan Badan Pangan Nasional. Dalam sebuah forum diskusi, kemarin, Direktur Ketersediaan Badan Pangan Nasional Budi Waryanto mengatakan indikator lain dari kondisi tersebut adalah fenomena harga beras yang terus tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Produksi beras setiap tahun pun relatif stagnan, bahkan turun sejak 2019. “Saya lihat sejak 2017, sudah berapa kilometer jalan tol terbangun. Itu sudah menyebabkan konversi lahan. Satu hektare lahan diestimasikan bisa menghasilkan 5 ton beras. Itu belum ada penggantinya di luar Jawa,” ujar Budi. Masifnya alih fungsi lahan itu menyebabkan naiknya jumlah petani gurem. “Kalau ini tidak dikelola, tentu akan menjadi bom waktu di kemudian hari.” (Yetede)

Tantangan Menanti Emiten Properti

06 Dec 2023

Kinerja emiten properti di tahun 2024 diprediksi masih cenderung stagnan. Tergambar dari pencapaian pendapatan pra penjualan atau marketing sales sejumlah emiten properti. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei menilai, pendapatan prapenjualan alias marketing sales emiten properti di tahun 2023 rata-rata cenderung flat, bahkan beberapa menurun. Salah satu penyebab adalah high base effect. Yakni penjualan emiten properti tahun lalu melonjak karena ada insentif pajak dari pemerintah dan suku bunga yang masih rendah. Sebagai gambaran, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengantongi marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun hingga Oktober 2023. Pencapaian itu sekitar 73% dari target tahun 2023 yang sebesar Rp 1,8 triliun. Lantas PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan marketing sales sebesar Rp 1,02 triliun hingga kuartal III 2023. Angka tersebut naik 39% secara kuartalan, yaitu Rp 420 miliar per kuartal II 2023. Sedangkan menurut Direktur PT Intiland Development Tbk (DILD), Archied Noto Pradono, pihaknya mencatatkan marketing sales hingga bulan September 2023 mencapai Rp 550 miliar. Sementara, target pendapatan pra penjualan Intiland di tahun 2023 sebesar Rp 2 triliun. Di sisi lain, pergantian pemerintahan setelah rangkaian Pemilu 2024 bisa mempengaruhi keputusan masyarakat untuk membeli properti baru. Sedangkan technical analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora justru melihat masih ada peluang b agi emiten properti bertumbuh. Penyebabnya, ada peluang penurunan suku bunga tahun depan yang bisa menjadikan sektor properti bergairah. Terlebih masih ada insentif pajak bagi sektor properti hingga pertengahan tahun depan. Inilah yang membuat DILD, menurut Archied menargetkan marketing sales tahun depan sama dengan tahun ini yang sebesar Rp 2 triliun. Dan tahun depan, di tengah sejumlah proyek yang tengah berajan, Intiland tengah menyiapkan proyek hunian baru yang siap dirilis pada semester I-2024.